
Sesampainya di rumah Rachel, akupun memintanya menjelaskan apa yang sebenarnya terjadi.
" Rachel, kamu jujur deh sama aku, sebenarnya kamu kenapa di Cafe tadi?" Tanyaku pada Rachel penasaran
" Oke zel, gue mau jujur tentang sesuatu, tapi loe janji ya jangan bilang siapa-siapa soal ini, ini rahasia diantara kita berdua." Ucap Rachel dengan tatapan memohon
" Oke, aku janji, kamu kan tahu aku juga enggak suka bicara aneh-aneh apalagi sama orang yang kurang dekat." Jawabku penuh keyakinan atas permintaan Rachel
" Oke, jadi..ehm..gue cinta sama Shane." Ucap rachel setengah ragu
" Hah? Apa? kok bisa? kamu kan tahu Shane pacarnya Nilam!" ucapku penuh kekagetan
" Ya gue tahu, gue juga enggak tahu sejak kapan rasa cinta ini timbul, sejak status kami jadi Abang Adek atau sejak kami sering menghabiskan waktu bersama." Ucap Rachel menyesal dan bersalah kepada Nilam
" Rachel...." Ucapku tanpa bisa berkata lebih karena aku tahu rasanya di posisi Rachel sejak rasa sayang ke Aydan timbul begitu aja
" Jadi, saat Shane performance tadi dan terus menatap ke arah Nilam seakan lagu ini dinyanyikan spesial buat dia, mendadak ada rasa sakit di hati gue yang gak bisa terkontrol, jadi gue lebih milih pulang dan menata hati." Jelas Rachel menghapus kebingunganku
" Ya, kalau tahu perasaan kamu kayak gitu, memang pulang adalah keputusan yang tepat." Ucapku mendukung tindakan Rachel
" Tapi loe tenang aja zel, gue gak ada fikiran sedikitpun buat ngerebut Shane dari Nilam, gue juga terus berusaha menghilangkan rasa cinta ini buat Shane." Ucap Rachel mencoba tersenyum
" Ya, aku percaya kok, kamu bukan tipe cewek yang seperti itu, semangat ya." Ucapku menyemangati Rachel agar melupakan Shane
__ADS_1
" Thanks ya hel udah percaya dan ngedukung gue." Ucap Rachel sambil memelukku dan mengajakku minum teh buatan mamanya
" Ribet ya kalau udah berurusan sama cinta, mending kayak loe zel." Ucap Rachel mendadak sambil minum teh
" Kayak aku gimana?" Tanyaku tak mengerti maksud perkataannya
" Ya kayak loe cuma mikirin belajar dan belajar aja, seriusan deh zel, jangan berurusan sama yang namanya cinta ribet!" Lanjut Rachel menasehati diriku
" Uhuk...Uhuk....hehe." Kucoba tersenyum menanggapi perkataannya setelah tersedak
" Duhh! pelan-pelan dong minumnya azelia, sampai kesedak gitu." Ucap Rachel panik
Aku jadi ragu untuk menceritakan soal perasaan sukaku yang muncul buat Aydan sekarang apalagi Rachel juga sedang berurusan soal asmara dan lebih berat.
Jam setengah 2, aku dan Rachel bersiap ke tempat kursus bahasa inggris kami untuk mengikuti ujian kenaikan level. Sesampainya di tempat les, kami langsung diberikan berlembar-lembar soal bahasa inggris.
1 jam berlalu, kamipun bisa mengerjakan soalnya dengan lancar karena pagi hari sebelum berangkat ke tempat les kami manfaatkan untuk belajar habis-habisan.
" Zel, mampir ke Q-Net dulu yuk bentar, kita MIRC-an buat refreshing." Usul Rachel mendadak saat pulang les
" Hemm, ya oke deh, tapi ambil 1 jam aja ya, aku takut pulang kemalaman." Jawabku atas usulan Rachel
Kamipun berjalan ke arah tempat menunggu angkot tapi tiba-tiba ada yang memanggil Rachel dari belakang dan suaranya familiar.
__ADS_1
" Rachel! ngapain loe disini minggu-minggu?" Tanya cowok yang ternyata Shane bersama Aydan di belakangnya
" Ahh, kita habis pulang les." Jawab Rachel singkat sebiasa mungkin
" Kalian sendiri ngapain di sekitar sini minggu-minggu?" Tanyaku memecah kekakuan Rachel
" Ahh, kita habis latihan di Studio dan mau mampir jajan bentar di Warung Bu Merlina." Jawab Shane yang agak aneh dengan Rachel
" Oh gitu, ya udah kita duluan ya." Ucap Rachel cepat untuk menghindari Shane
" Ehh, tunggu dulu, kalian ikut kita jajan di warung Bu Merlina aja, gue traktir deh!" Ucap Shane menahan tangan Rachel yang hendak pergi. Aku hanya menatap Rachel untuk memastikan jawabannya atas ajakan Shane
" Ahh, ya udah deh." Jawab Rachel terpaksa karena genggaman tangan Shane yang kuat
Sesampainya di Warung Bu Merlina, kami memesan es doger dan empek-empek seperti biasa sambil mengobrol.
" Oh iya, kenapa kalian pulang duluan semalam? kita kan masih ada perform kedua?" Tanya Shane mendadak sambil menatap Rachel dan menanti penjelasannya
" Oh itu, ya kita pulang duluan soalnya ngantuk banget dan harus belajar juga buat ujian di tempat les." Jawab Rachel sebiasa mungkin dengan senyum palsunya
" Huh! gimana sih, abang loe perform malah ditinggal buat tidur, bukannya didukung sampai akhir." Ucap Shane kecewa
" Dih! ya santai aja kali, kan udah ada Nilam yang dukung perform loe sampai selesai." Ucap Rachel sedikit kesal atas protes Shane
__ADS_1
" Tetap aja beda tanpa adanya loe!" Ucap Shane spontan yang mengagetkan Rachel.