Sunny?

Sunny?
Rachel's Birthday


__ADS_3

24 Agustus jam 5 pagi, Azelia dan kawan-kawan sudah berkumpul di depan rumah Rachel untuk menjalankan rencana Elvira.


" Halo bu, kami sudah di depan rumah, bisa tolong bukakan pintunya," ucap Elvira di sambungan telp dengan seseorang.


Tak lama, dari dalam rumah keluarlah ibu Rachel dengan senyum ramahnya menyambut kami.


" Maaf ya bu, pagi-pagi gini kami malah ganggu, rachelnya masih tidur kan?" ucapku meminta maaf kepada ibu rachel yang sudah lama kukenal.


" Ya gak apa-apa zel, ibu juga penasaran kok lihat ekspresi kagetnya rachel, hehe. Ya masih tidur dia, kamu kan tahu dia kalau bangun pasti siang, yuk masuk !" ajak ibu rachel untuk masuk ke dalam rumah.


Ya, rencana Elvira memang untuk mengagetkan rachel di hari ulang tahunnya saat pagi-pagi buta saat dia asyik terlelap.


Kami berempatpun berjalan dengan hati-hati dan tanpa bersuara menuju kamar Rachel agar tidak membangunkannya. Terlihat Rachel masih asyik terlelap dengan mengorok dan rambut yang awut-awutan.


Kami bersiap memegang Party Popper masing-masing sambil menunggu aba-aba dari Elvira sang biang keladi semua rencana Surprise rachel hari ini.


" Oke girls! siap ya! 1....2.....3...Dooorrr!" teriak Elvira memberi aba-aba kepada kami.


" HAPPY BIRTHDAY RACHEL!!" teriak kami kompak sambil menembakkan Party Popper dan keluarlah berbagai kertas bling-bling


" HAH! ADA APA ADA APA!" teriak Rachel spontan ketika bangun karena kaget dengan ekspresi setengah sadar dan masih linglung.

__ADS_1


" Hahahaha bangun woi! masa hari ultah masih bangun kesiangan," ucap Elvira dengan ekspresi mengejek disertai tawa bahagia.


" What? KALIAN!! Kok bisa ada disini? pagi-pagi buta pula," ucap Rachel yang mulai sadar atas kehadiran kami.


" Ya dong, sengaja mau bikin Surprise Ultah buat kamu, hahaha," jawabku diiringi tawa.


" OMG! gue gak nyangka kalian kasih Surprise kayak gini, thanks banget ya girls!" ucap Rachel dengan wajah sumringahnya.


" Eitss jangan terlalu senang dulu, untuk kejutan selanjutnya, kamu harus tutup mata dulu dan ikuti kami!" timpal Safira antusias.


" Hah? apa lagi sih? ya udah deh gue ikutin permainan kalian," balas Rachel yang langsung menutup mata.


Kamipun menuntun Rachel yang masih menutup matanya menuju pintu depan rumahnya untuk memberikan kejutan berikutnya.


" Happy Birthday adek gue yang paling bawel!" teriak Shane dengan senyum tulusnya yang berdiri di depan pintu membawa kue ulang tahun dari kami dengan lilin menyala. Tak lupa, dibelakangnya ada Aydan yang juga tersenyum.


" Hah! SHANE! Kok loe bisa ada disini? katanya loe ada kencan!" teriak Rachel tak percaya karena ada Shane di depan matanya.


" Iya tapi setelah Elvira bilang soal Ultah loe udah pasti lah gue akan milih datang!" jawab Shane dengan senyum terbaiknya sambil mengacak-acak rambut Rachel.


" Thanks banget ya, Shane, Aydan dan semuanya, gue bahagia banget!" ucap Rachel dengan mata berkaca-kaca dan senyum yang terus tersungging dengan indahnya.

__ADS_1


" Ya udah deh, yuk hel mulai tiup lilinnya dan make a wish," ucap Shane yang langsung kami iringi dengan lagu selamat ulang tahun.


" Oke!" jawab Rachel singkat yang langsung menutup matanya, make a wish dan meniup semua lilinnya.


" Yeay! sekali lagi Selamat Ulang Tahun Rachelku yang bawel! buuk!" ucap Shane disertai tawa liciknya dan tak lama dia melemparkan kue ultahnya ke wajah Rachel.


" SHANE!!!" teriak Rachel kesal karena wajahnya penuh krim kue dan langsung mengejar Shane yang kabur.


Akhirnya, terjadilah adegan kejar-kejaran diantara kami berenam dengan dominasi Rachel yang mencolekkan krim kue ke wajah-wajah kami.


Aku sempat merasa lega karena hanya wajahku yang masih bersih dari krim kue sampai Aydan tahu-tahu sudah di depanku.


" Hai Azelia, ternyata wajah loe emang manis ya kalau dilihat dari dekat gini," ucap Aydan tiba-tiba dengan senyum termanisnya.


" Ehhh?" jawabku singkat karena terpesona oleh wajahnya yang mendekat dan hatiku yang terus berdebar tak beraturan.


" Tapi, akan lebih manis kalau ditambah krim ini, sreeeettt....hehehehe," lanjut Aydan yang langsung mengoleskan telapak tangan yang penuh krim kue ke wajahku disertai tawa.


" What?! AYDAN NYEBELIN!" Teriakku penuh emosi dan mengejar Aydan yang kabur untuk mengoleskan krim kue balasan.


Akhirnya adegan kejar-kejaran dan saling mengoleskan krim kue berakhir dengan panggilan dari Ibunya Rachel.

__ADS_1


" Anak-anak sudah yuk mainnya, mari masuk ke dalam rumah, mencuci muka dan kita makan nasi tumpengnya bersama-sama," ucap Ibu Rachel ramah sambil menahan tawa melihat kekonyolan kami berenam.


Kamipun menutup perayaan ulang tahun Rachel dengan makan nasi tumpeng bersama-sama dan memberikan hadiah masing-masing kepada Rachel.


__ADS_2