Sunny?

Sunny?
Beda Pandangan


__ADS_3

Di pertengahan jalan setelah dari Q-Net, aydan mengajakku istirahat sebentar di Warung Es Kelapa untuk mengisi tenaga akibat tugas sebelum naik angkot pulang.


" Gimana pendapat loe tentang Alia?"Tanya Aydan membuka obrolan


" Hah? menurutku Alia cewek yang bodoh, 3 tahun disekolah cuma buat ngedeketin cowok yang dikagumi bukannya belajar dan meraih prestasi." Jawabku penuh percaya diri


" Hahaha, jawabannya emang loe banget zel, gak jauh- jauh dari belajar." Balas Aydan


" Ya emang, tugas anak sekolah kan belajar dan belajar! emang menurut kamu Alia gimana." Ucapku penuh semangat


" Kalau menurut gue, dia cewek yang hebat, dia tak patah semangat mendekati sunny walau sering berakhir penolakan dan tulus menyayanginya ." Jawab Aydan yakin


" Ahh daripada mengurus cinta-cintaan sampai segitunya, lebih baik fokus belajar aja di sekolah, dia juga enggak akan menyakiti hatinya sendiri." Jawabku penuh keyakinan


" Hah, kehidupan sekolah gak semuanya hanya tentang belajar zel." Ucap Aydan


" Bagi aku sih iya, belajar sih yang terpenting." Jawabku serius

__ADS_1


" Heem, pantes loe kuper, sesekali nikmatilah tiap kenangan di sekolah karena semua tak akan terulang lagi." Balas Aydan tak mau kalah


" Biarin aja deh kuper, yang penting bagi aku ya cuma belajar keras agar dapat nilai terbaik dan bisa lolos SMA Negeri." Jawabku penuh keyakinan


" Huh, kenapa sih sampai segitunya? mau SMA Negeri ataupun swasta, tak mempengaruhi kualitas seseorang." Balas Aydan serius


" Bagi aku pengaruh, sekolah negeri pasti pelajarannya lebih berkualitas, fasilitas lebih lengkap dan hidupnya akan lebih terjamin." Balasku tak mau kalah atas hal yang kuyakini


" Hah, makanya gue bilang, loe itu anak kecil." Balas Aydan meremehkanku


" Hah? kenapa? memang kenyataannya seperti itu kok!" Jawabku mulai emosi


" Hah? aku gak butuh rasa kasihanmu soal hal yang kuyakini!" Jawabku emosi


" Hidup loe pasti membosankan banget." Ucap Aydan seolah simpati


" Apaan sih! siapa kamu! seenaknya menilai hidupku seperti itu!" Jawabku emosi dan pergi meninggalkan Aydan setelah membayar es kelapa.

__ADS_1


** Keesokan harinya**


" Ahh! sumpah nyebelin banget Aydan! tahu apa dia soal hidupku! bikin hari mingguku jadi buruk aja!" Gumamku emosi sambil mengerjakan tumpukan PR yang harus dibereskan sebelum ujian semester besok


Aku terhenti saat melihat buku bahasa indonesia yang berisi tugas kelompokku bareng Aydan.


" Hah! emang apa sih yang lebih dari sekedar pelajaran di sekolah! jelas-jelas belajar dan nilai yang terpenting! aku enggak pernah ngerti jalan pikiran Aydan."Lanjutku emosi


** Hari Ujian Semester 1**


Aku berjalan penuh semangat menyusuri gerbang sekolah sambil mengingat kembali setiap materi pelajaran yang kupelajari untuk ujian. Tapi saat mau masuk kelas, aku dikagetkan dengan posisi meja yang berubah.


" Hah? kok kamu jadi duduk di belakang hel?" Tanyaku pada rachel yang jadi duduk di belakang bareng Shane.


" Ya zel, selama ujian semester posisi duduk disusun berdasarkan urutan absen, loe lihat aja pembagiannya di jendela depan kelas." Jelas Rachel


Akupun berjalan keluar kelas untuk melihat pembagian tempat duduk selama ujian semester berlangsung dan aku hanya terdiam melihat tulisan Aydan Azelia meja no 1.

__ADS_1


" Hah? kenapa sih aku harus duduk bareng cowok nyebelin dan sok tahu itu selama 1 minggu ke depan, benar-benar ujian!" Gumamku kesal dalam hati.


__ADS_2