Sunny?

Sunny?
S-Ray Band


__ADS_3

Kami berlimapun segera keluar dari Cafe Amore karena Shane harus segera menghubungi Ryan dan Arifin soal kabar baik ini dan mulai latihan segera di Studio Rental.


" Selamat ya sayang, akhirnya band kamu dapat kesempatan buat tampil di depan umum juga, aku pasti datang ke Cafe malam ini buat dukung kamu." Ucap Nilam antusias sambil membelai pipi Shane


Entah kenapa Rachel menatap aneh ke arah Nilam dan Shane lalu langsung memalingkan muka ke arah jalan depan cafe.


" Ahh iya makasih, Rachel loe harus datang ya ke Cafe Amore malam ini buat dukung gue." Ucap Shane mengacuhkan perhatian Nilam.


" Ahh iya pastilah gue akan dukung Abang gue ini 100%." Jawab Rachel dengan senyum palsu walaupun ditatap sinis oleh Nilam.


" Ehhmn, zelek, loe juga bisa gak datang ke Cafe buat lihat penampilan gue?" Tanya Aydan mendadak ragu-ragu dengan tatapan penuh harap.


" Ahh iya bisa kok." Jawabku spontan karena tak bisa menolak tatapan penuh harap Aydan


" Wah serius loe bisa? mantap, gue tunggu loe malam ini zelek." Ucap Aydan antusias


Akhirnya, Shane dan Aydan berpamitan kepada kami untuk pergi duluan karena harus bertemu anak-anak yang lain di rental studio. Tinggalah aku berada ditengah-tengah Nilam dan Rachel yang saling diam dengan atmosfer yang aneh.


" Aku duluan." Ucap Nilam singkat menaiki angkot ke arah yang berbeda tanpa menoleh ke arah kami berdua

__ADS_1


Aku dan Rachel juga segera menaiki angkot ke arah rumah dan melanjutkan rencana kami sebelumnya untuk belajar bahasa inggris bersama sambil menunggu malam datang.


Beruntungnya aku, ibuku mengizinkanku untuk menginap di rumah Rachel dan belajar bahasa inggris bersama. Tapi masalahnya, sudah 1 jam kami belajar materi bahasa inggris bersama dan aku sama sekali tak bisa konsentrasi.


Pikiranku selalu terbayang-bayang bagaimana penampilan Aydan nanti malam. Lagipula, bagaimana aku bisa konsentrasi belajar jika hatiku terus berdebar menanti malam tiba.


***


Jam menunjukkan pukul 18:30, aku sudah rapi mengenakan blouse garis berwarna abu-abu dan celana jeans panjang serta rambut terurai. Sedangkan, Rachel sudah siap dengan Kemeja panjang, jeans pendek, rambut dikuncir dan topi. Setelah berpamitan dengan mamanya Rachel, kami segera berangkat menuju Cafe Amore.


Tepat jam 19:00 kami sampai di depan Cafe Amore, terlihat Bang Franky sedang berdiri di dekat kasir seperti biasa dan menyambut kedatangan kami dengan senyuman.


Terlihat dari kejauhan Nilam sudah duduk manis disana dengan dress hitamnya yang anggun. Soal wajah tak perlu ditanyakan lagi betapa cantiknya Nilam. Jujur saja, aku merasa minder dengan penampilanku saat duduk bareng Nilam walaupun sebenarnya yang duduk bersebelahan langsung dengan Nilam adalah Rachel.


" Selamat datang para pengunjung Cafe Amore, Live Music malam ini akan ada Special Performance dari Band Lokal yang keren, langsung saja kita sambut dan beri tepuk tangan yang meriah untuk S-Ray Band, enjoy!" Ucap Franky yang berdiri di atas panggung mini cafe penuh percaya diri.


Terlihat Shane dan Bandnya naik ke atas panggung dengan percaya diri dan langsung bersiap diposisi masing-masing. Terdengar intro musik dari gitar Arifin dan Bass Ryan. Shane mulai bernyanyi penuh penghayatan.


*** Malam kehadiran cinta, sambut jiwa baru, telah lama kutunggu..hadirmu disini..namun hanya ruang semu yang nampak padaku...meski sulit harus kudapatkan..***

__ADS_1


Aku memang terpesona dengan suara indah yang dikeluarkan Shane dan penghayatannya. Tapi sesaat setelah bait pertama lagu selesai, aku jauh lebih terpesona dengan ketukan drum Aydan.


Permainan drumnya yang santai tapi selalu on beat ditambah penampilannya yang memakai kaos pendek abu-abu membuat sosok Aydan berpuluh kali lipat lebih keren dari biasanya di mataku. Hatiku terus berdebar tak karuan seiring dentuman drum.


*** Kau auraku, memancarkan sepercik harapan, datanglah merasuk mengiring jelma..meleburkan cinta...kubawa kau terbang menembus awan yang beriring..kembangkan senyuman...bagai bunga... bawa keindahan***


Walaupun saat Shane menyanyikan bagian reff lagu dengan penuh penghayatan menatap ke arah meja kami, arah Nilam lebih tepatnya, sambil sesekali menunjuk Nilam membuat wanita mana saja terpesona apalagi Nilam. Tapi bagiku, tetap permainan drum Aydan yang paling mempesona.


Tak terasa lagu " Kau Auraku" dari Ada Band berhasil dimainkan S-Ray dengan spektakuler diiringi tepuk tangan para pelanggan Cafe yang terlihat puas dengan performance mereka walau masih terbilang 'Band Amatir'.


Akupun terus menatap Aydan yang tersenyum puas dengan permainan drumnya walaupun wajah bercucuran keringat yang menambah tingkat kekerenan Aydan di mataku sampai mendadak Rachel menarikku


" Azel, pulang yuk, udah malam banget." Ucap Rachel sambil menarik lenganku dengan mata yang seperti berkaca-kaca.


" Eh, tapi kan S-Ray Band masih ada 1 performance lagi." Balasku agak keberatan


" Azelia, Please." Balas Rachel dengan tatapan memohon yang hanya bisa kuiyakan dengan berat hati.


" Nilam, kita pulang duluan ya, enjoy your time bareng Shane dan bandnya." Ucap Rachel dengan senyum palsunya dan kamipun berlalu keluar Cafe Amore itu.

__ADS_1


__ADS_2