Sunny?

Sunny?
Teman Biasa?


__ADS_3

" Wah, menarik! Duo AA yang kalian pilih, jadi gimana Azelia Aydan, kalian mau maju atau mundur?" Tanya Bu Evelin dengan penuh semangat


" Gimana zel? jujur gue males banget deh kalau harus piket selama 3 hari berturut-turut." Jawab Aydan jujur


" Iya sih, tapi gimana ya, suaraku jelek." Jawabku panik karena jarang bernyanyi


" Sama aja kali, udah yang penting asal maju aja, loe mau nyanyi lagu apa?" Tanya Aydan


" Aduh gimana ya? yang terlintas difikiranku sekarang cuma lagu Sunny dari BCL." Jawabku cepat dan entah kenapa cuma lagu itu yang terlintas di kepalaku


" Oh, yang soundtrack lagu film Cinta Pertama itu ya, okelah itu aja lagunya." Putus Aydan tak ingin membuat Bu Evelin menunggu lama


" Baik bu, kami pilih maju dan nyanyi duet aja." Jawab Aydan sambil menarik tanganku ke atas panggung


" Oke, kalian mau menyanyikan lagu apa?" Tanya Bu Evelin tetap antusias.


" Judulnya, SUNNY dari BCL." Jawab kami berbarengan sambil mengambil mic dan mulai bernyanyi saling bertatapan.


*** Sunny...Sunny...jantungku berdebar tiap kuingat padamu...Sunny...Sunny...mengapa ada yang kurang saat kau tak ada...Sunny...Sunny..melihatmu menyentuhmu itu yang kumau..***


Tak terasa akhirnya kami berhasil menyanyikan lagu ini dengan lancar sampai akhir. Senangnya lagi, kami dapat tepuk tangan dari anak-anak. Ya walaupun sambil diiringi sorakan ciee..ciee...

__ADS_1


" Wah suara kalian juga bagus, jadi selanjutnya kalian tantang siapa?" Tanya Bu Evelin setelah bertepuk tangan untuk kami.


" Saya pilih Elvira bu." Jawabku cepat sambil tersenyum usil ke arah Elvira yang cemberut.


" Kalau saya pilih Arifin bu." Jawab Aydan


Kamipun menuruni panggung dengan perasaan lega dan berjalan menuju meja berisi es buah karena haus setelah bernyanyi.


" Katanya, suara loe jelek, tapi ternyata lumayan juga." Puji Aydan yang membuatku tersipu malu.


" Ehh, iya makasih." Jawabku singkat karena begitu senang mendengar pujiannya.


" Tapi, sebenarnya, suara loe bakalan bagus kalau aja gak gemeteran kayak orang meriang karena grogi, hahaahha." Ejek Aydan dengan senyum jahil sambil berlari meninggalkanku.


" Benar, mungkin lebih baik seperti ini, anggap saja dia teman biasa, lama kelamaan rasa suka ini pasti akan pudar dengan sendirinya." Gumamku dalam hati penuh keyakinan


Acara perjamuan makan di rumah Bu Evelin berlangsung selama 2 jam. Setelah itu, kami semua mengucapkan terimakasih dan berpamitan pulang. Anak-anak 8A pulang masing-masing.


" Sayang, anterin aku pulang yuk, rumahku kan gak jauh dari sini," Pinta Nilam kepada Shane penuh harap.


" Aduh gimana ya? gue udah janji mau pulang bareng Rachel, Azelia dan Aydan," Jawab Shane dengan muka bersalah.

__ADS_1


" Ya gpp, ajak mereka aja, nanti pulangnya kalian bisa mampir ke radio Galaxy." Usul Nilam dengan senyum manisnya.


" Rumah kamu dekat radio Galaxy yang sering putar lagu hits diangkot-angkot itu?" Tanyaku antusias


" Ya, kebetulan radionya dekat rumahku." Jawab Nilam ramah


" Tapi emangnya siapapun boleh masuk dan lihat proses siaran radionya ya?" Tanya Aydan


" Ya boleh kok, bilang aja kalian teman sekelasku, nanti pasti diizinin, soalnya kakakku salah satu penyiar disana." Ucap Nilam percaya diri.


" Gimana menurut loe hel?" Tanya Shane terlihat tak enak


" Gue sih terserah aja." Jawab Rachel singkat sambil tersenyum, yang kutahu senyum palsu


" Oke deh, gue anter loe sampai rumah bareng anak-anak," Ucap Shane yakin


" Asyik, makasih sayang." Balas Nilam yang langsung menggandeng tangan Shane pp


Aku sangat antusias menuju Radio Galaxy yang sering kudengarkan di rumah. Radio yang selalu memutar lagu hits dan lagu baru dari Band Lokal terpilih.


Aku juga yakin Aydan dan Shane sama antusiasnya. Hanya rachel yang terlihat tidak bersemangat berjalan sambil sesekali mencuri pandang ke arah Nilam dan Shane yang terus bergandengan tangan.

__ADS_1


Sekitar 30 menit berjalan dari rumah Bu Evelin tibalah kami di rumah nilam. Dia mengajak kami mampir tapi kami menolaknya karena ingin segera mengunjungi Radio Galaxy yang berjarak 200 m dari rumah Nilam


Terlihat sebuah gedung lantai 2 yang cukup besar dan depannya tertulis plang " Radio Galaxy 105.6 fm" kamipun tak sabar memasuki radio itu dengan perasaan berdebar namun juga cemas.


__ADS_2