
Akhirnya kami berempat menyusuri lantai demi lantai mall untuk mencari toko perlengkapan rumah tangga yang murah dan ada diskon jika perlu. Akhirnya di lantai 3, kami menemukan toko perlengkapan rumah tangga yang besar dan sedang ada diskon.
" Wih, lucky! pas banget toko ini lagi ada diskon besar-besaran, masuk yuk!" Ucap rachel penuh semangat sambil menggandeng tanganku masuk.
Akupun mengikuti langkah rachel antusias karena penasaran dengan barang-barang yang ada di toko ini tetapi belum sempat kami masuk, rachel berhenti dan menengok ke belakang.
"Lah, loe ngapain pada diam aja? Ayo belanja alat kebersihan di dalam toko." Tanya rachel yang melihat duo aydan shane hanya diam di tempat.
"Dih! Males banget gue ikutan beli perlengkapan kebersihan, emangnya kita emak-emak,hahaha." Ucap Shane penuh percaya diri disertai tawa
"Ya bro bener! Daripada kita masuk mending diluar sini ya lihat-lihat cewek-cewek gaul seliweran." Balas Aydan sambil tersenyum sok ganteng.
" Wih! Ide bagus bro! Loe emang sohib yang paling mengerti gue, udah kalian aja sana yang masuk dan belanja." Ucap shane sambil menggerakan tangannya mengusir kami masuk.
" Hah! Enak aja! Ini kan tanggung jawab loe juga sebagai ketua kelas!" Teriak rachel emosi atas kelakuan mereka berdua terutama shane.
"Udah hel, kita aja yang belanja ke dalam biar cepat selesai, aku takut kemalaman pulang kalau kelamaan," ucapku ragu-ragu takut rachel masih tak terima untungnya rachel mau nurut walaupun masih dengan wajah penuh amarah.
***
Sekitar 1 jam akhirnya kami selesai belanja dan keluar toko dan tanpa diduga yang pertama kali kami lihat adalah aydan shane yang sedang asyik ngobrol dengan sesekali bercanda bersama dua cewek cantik yang tak dikenal.
" Dih! Nyebelin banget kita udah capek-capek belanja di dalam toko, mereka diluar malah asyik nyari gebetan!" Ucap rachel bersungut-sungut menahan emosi
__ADS_1
" Ya nih! Parah banget mereka! Bukannya bantuin kita." Balasku tak terima
" Oh gue ada ide bagus nih zel buat ngerjain mereka, sini telinga loe." Ucap rachel sambil menyuruhku mendekat dan membisikkan suatu ide gila.
" Nanti kita pura-pura aja jadi istri yang baru selesai belanja perlengkapan rumah tangga dan nyuruh mereka bawain barangnya." Ucap rachel yakin sambil tersenyum usil.
" Hah? Kamu yakin kita mau ngerjain mereka kayak gitu?" Tanyaku ragu-ragu yang hanya dijawab anggukan oleh Rachel akupun hanya bisa mengikuti ide gilanya.
Kamipun langsung berjalan menghampiri shane dan aydan sambil mulai melakukan ide kami.
" Ayah, mama sudah beli perlengkapan rumah nih, pulang yuk dedek pasti udah nungguin di rumah." Ucap rachel penuh percaya diri sambil berakting menggandeng tangan shane.
" Sayang...barang belanjaannya berat ...bawain dong." Ucapku manja tak mau kalah dengan akting rachel dan bersandar ke samping aydan.
" Apa-apaan sih kalian ini! Iseng banget jadi orang, belum juga gue dapat nomor hp nya mereka!" Teriak shane emosi atas akting kami yang dibenarkan oleh anggukan aydan.
" Hahahaha, rasain! Makanya kalau punya tanggung jawab yang bener dong! Bukannya bantuin belanja malah asyik modusin cewek-cewek!" Ucap rachel penuh kepuasan sambil berlari meninggalkan barang belanjaan kepada mereka untuk dibawa.
Aku hanya bisa ikut berlari bersama rachel tanpa menoleh ke belakang dimana ada aydan karena rasa malu atas akting yang kulakukan.
***
Setelah berbelanja di toko perlengkapan rumah tangga, kami mencari toko hiasan dinding untuk dekorasi kelas, kali ini aydan dan shane akhirnya ikut masuk dan berbelanja karena takut dikerjai kembali oleh kami.
__ADS_1
" Udah kita beli hiasan Presiden dan Wakil Presiden yang ini aja deh! Mumpung diskon." Ucap rachel antusias sambil menunjuk hiasan yang dipigura polos.
"Hah! Loe itu enggak punya jiwa seni ya cel! Jelas-jelas lebih bagus hiasan yang ini karena dipigura dengan ukiran-ukiran." Bantah shane tak mau kalah.
Sementara shane dan rachel masih berdebat soal pilihan masing-masing, aydan inisiatif menghampiri penjual dan menanyakan rekomendasi nya.
" Mas, kalau yang biasa dibeli anak-anak sekolah yang mana ya hiasannya?" Tanya aydan menghiraukan shane rachel yang berantem.
" Oh kalau yang umumnya dibeli anak-anak sih yang ini dek." Jawab mas-mas penjual hiasan dinding sambil menunjuk hiasan foto Presiden dan Wakil Presiden yang dipigura kayu hitam.
" Okay, kami ambil ini aja!" Jawabku dan aydan serentak tanpa menanyakan kepada shane dan rachel. Tapi akhirnya mereka nurut atas pilihan kami.
Akhirnya kamipun selesai berbelanja semua keperluan kelas dengan segala berantem-berantem kecilnya antara barang pilihan shane dan barang pilihan rachel.
"Huh..susah emang belanja sama anak cupu enggak tahu seni kayak si boncel, dapat barangnya yang standar-standar aja." Gerutu shane selama perjalanan menuju keluar mall
"Hah! Enak aja! Loe itu yang cupu! Milih barang-barangnya yang enggak jelas mana mahal-mahal juga harganya." Gerutu rachel balik tak mau kalah.
" Loe yang cupu! Dasar boncel!." Teriak shane mulai emosi
" Loe kali yang cupu! Cowok playboy karbitan!" Teriak rachel tak kalah emosi.
" Oke, mending kita battle aja deh disini! Buktiin siapa yang cupu sebenarnya!" Tantang shane tiba-tiba sebelum kami sampai ke pintu keluar.
__ADS_1
" Loe nantangin gue? Oke! Siapa takut!" Teriak rachel penuh semangat dan PD tingkat tinggi.