Sunny?

Sunny?
Sahabat Baru


__ADS_3

Senin pagi yang cerah, kulangkahkan kakiku memasuki kelas dengan semangat karena hari ini ada pelajaran yang lebih kusukai dibanding IPA yaitu Bahasa Inggris.


Tetapi, di dalam kelas kudapati pemandangan yang tidak biasa, rachel dan shane asyik mengobrol sambil ketawa ketiwi. Kudekati tempat dudukku dengan wajah heran.


" Gue memutuskan buat damai sama shane sekarang, iya kan?" Ucap rachel tiba-tiba kepadaku dan melirik shane dengan senyum


" Yoi, capek gue berantem sama si boncel terus, hahaha" Balas Shane diikuti tawa dan mengajak rachel toss tanda perdamaian.


Aku yang baru duduk, hanya bisa menggeleng-gelengkan kepala atas kelakuan mereka.


" Tapi syukurlah jika mereka sudah damai, mungkin ini karena kejadian sabtu kemarin" pikirku dalam hati.


Bel pelajaran pertamapun berbunyi


Seorang guru muda masuk dengan anggunnya dan dialah guru bahasa inggris kami Miss Triana.


" Good morning students, how are you today?" Ucap Miss Triana membuka kelas hari ini


" Kemarin kan kalian sudah belajar tentang deskriptive Text, hari ini ibu akan membagi kalian dalam kelompok-kelompok secara acak, tugas kalian adalah membuat descriptive text sendiri dan mempresentasikannya di depan kelas, understand?" Jelas Miss Triana panjang lebar tentang tugas bahasa inggris hari ini.


Akhirnya Miss Trianapun memanggil nama satu persatu dan menjadikannya ke dalam 1 kelompok berjumlah 4 orang dan tibalah giliran kami.

__ADS_1


" Baik, untuk kelompok ke 8 adalah Rachel, Azelia, Elvira dan Safira," Ucap Miss Triana


Setelah semua kelompok selesai dibagi, Miss Triana memberikan waktu 30 menit untuk membuat teks dan 30 menit untuk mempresentasikan di depan kelas.


" Jadi, kita mau bikin descriptive text tentang apa nih? ada ide?" Tanya rachel dan mulai memimpin diskusi


" Kalau soal descriptive text, yang pertama muncul di kepalaku adalah kucing anggoraku warna cokelat di rumahku," gumamku asal


" Eh kamu juga punya kucing? aku juga punya kucing anggora putih di rumah," Balas Elvira tiba-tiba


" Ehh aku juga pelihara kucing kampung hitam di rumah," Timpal Safira


" Ahh yaudah, kita bikin descriptive text soal kucing kita aja, kebetulan gue juga punya kucing persia abu di rumah," Usul Rachel kepada kami


Akhirnya dalam 20 menit kami isi dengan membuat descriptive text dan 10 menit sisanya kami isi dengan obrolan soal kucing sampai tiba giliran kami presentasi. Syukurlah dengan rachel yang memimpin presentasi kami, nilai kami termasuk bagus.


Tak terasa bel pulangpun mulai berbunyi, saat mau pulang tiba-tiba Elvira dan Safira menghampiri tempat duduk kami


" Hai zel, hel, kalian mau ikut kita nongkrong di dekat perpus kota gak? aku tahu warung empek-empek dan es doger yang enak banget lho" ajak Elvira mendadak


" Iya, ikut aja yuk! kita ngobrol-ngobrol lagi soal kucing dan lainnya," timpal Safira

__ADS_1


" Gue sih oke, gimana hel?" tanya rachel kepadaku


" Oke deh, aku mau," jawabku tanpa pikir dua kali karena mungkin ini kesempatanku mempunyai sahabat baru selain rachel.


Kamipun berjalan ke arah perpustakaan kota yang tidak jauh dari sekolah kami. Warungnya tidak jauh dari perpus, namanya warung Bu Merlina.


" Jadi sebenarnya udah lama kita pengen kenal lebih dekat dengan kalian berdua karena sepertinya kalian anak yang positif, apa adanya dan asyik." Ucap Elvira membuka obrolan


" Ya, tapi agak segan karena kayaknya kalian hanya peduli dengan satu sama lain dan menjaga jarak dengan anak yang lain terutama azelia sih, hehe." Lanjut Safira atas yang diucapkan Elvira


" Ya nih, Azelia cuma sering ngobrol sama rachel dan cuma mau kemana-mana sama rachel, kukira nih cewek pendiam apa sombong, hehe sorry ya." Timpal Elvira yang cukup mengagetkanku


" Iya bener, kalau rachel sih masih sering ngobrol sama anak-anak lain, tapi ternyata setelah presentasi itu, azelia anaknya asyik juga diajak ngobrol." Ucap Safira yang diiringi anggukan Elvira tanda setuju


" Ehh ya sorry kalau kalian kira aku anaknya sombong, sebenarnya aku emang anaknya pendiam dan susah terbuka ataupun nyaman sama orang yang belum kenal dekat, hehe." Jawaku menanggapi semua ucapan Elvira dan Safira.


Pesanan empek-empek dan doger kami akhirnya datang. Kami mencicipinya dan rasanya memang beneran enak.


" Oh gitu, pantesan, kamu gak usah minta maaf kali, kita aja yang belum kenal dekat sama kamu azelia." Ucap Elvira sambil tersenyum


" Ehh tapi, emang kamu jadian ya sama Aydan?" tanya Safira dengan muka polosnya

__ADS_1


" HAH?? APAAA? huk...huk." Teriakku kaget sampai tersedak es doger atas pertanyaan Safira yang tak terduga itu.


__ADS_2