
Setelah menginfokan VCD yang mau kita pinjam itu judulnya Cinta Pertama ke bagian pendaftaran dan membayar biaya sewa untuk 2 hari, kamipun keluar dari Ultra Disc dan berjalan kedalam Komplek Permata menuju lokasi Q-Net berada yang tidak begitu jauh.
" Gue gak habis fikir sama loe, dari sekian banyak film bagus di Ultra Disc, kenapa loe malah pilih film ini." Gerutu Aydan sepanjang perjalanan atas pilihan filmku.
" Heem, karena aku penasaran." Jawabku singkat
" Hah? penasaran sama apa?" Tanya Aydan atas jawabanku yang tidak jelas.
" Penasaran sama Cinta Pertama." Jawabku singkat sambil tersenyum menatap langit.
" Hah?" Ucap Aydan semakin bingung
" Di Buku Kumpulan Puisi Kahlil Gibran yang kubeli tempo hari di Mall, ada puisi tentang Cinta Pertama yang menarik." Jawabku
__ADS_1
" Emang apa sih isi puisinya?" Tanya Aydan penasaran.
" Cinta pertama adalah pengalaman paling indah bagi semua manusia. Cinta pertama penuh keindahan, dunia baru yang memenuhi seluruh sisi-sisi kalbu, memenuhi dunia dengan pelangi warna-warni, sehingga ia akan melupakan segala derita rahasia kehidupan ini." Ucapku sambil membuka buku Kahlil Gibran yang selalu kubawa kemanapun.
" Wow! emang bagus banget sih puisinya! tapi gue masih gak ngerti bagian mana sih yang bikin loe penasaran sampai segitunya?" Tanya Aydan kembali.
" Yang membuat aku penasaran, apakah benar Cinta Pertama sehebat itu, karena aku belum pernah merasakannya." Jawabku sambil tersenyum ke Aydan. Dia hanya diam.
Tak terasa kamipun sampai di Q-Net, setelah masuk kami dipersilahkan memilih ruang komputer berapa. Kami sepakat pilih ruang no 20 di lantai 2 karena masih sepi pengunjung dan lumayan luas buat ngerjain tugas berdua.
" Huaaaaa, sumpah sedih banget akhir cerita Alia dan Sunny." Ucapku sambil terus mengusap air mata setelah nonton filmnya.
" Duhh, lebay banget loe zelek, udah diam, nanti orang nyangkanya gue ngapa-ngapain loe lagi sampai nangis." Ucap Aydan panik
__ADS_1
" Iya iya ini aku juga lagi berusaha mengusap air mataku." Jawabku menenangkan Aydan
" Tapi emang keren sih kata-katanya di akhir, Manusia memiliki mimpi, ada yang mengejar dan mewujudkannya, ada yang mundur dan membuangnya, ada pula yang diam dan hanya menyimpannya sendiri sepanjang sisa umurnya." Ucap Aydan penuh kekaguman.
" Ya keren banget kalimatnya, tapi kalau kamu jadi Alia, kamu akan pilih yang mana?" Tanyaku spontan karena penasaran.
" Kalau gue? kalau gue ya jelas lah pilih mengejar dan mewujudkan mimpi itu, kalau loe sendiri pilih yang mana?" Tanya Aydan balik kepadaku.
" Kalau aku itu Alia, aku akan pilih mundur dan membuang mimpi yang tidak mungkin diraih." Jawabku agak pesimis
" Tuh kan, gak bakal lah kita hanya diam dan menyimpan sendiri mimpi yang jelas-jelas sulit untuk diraih sampai menyakiti hati sendiri." Ucap Aydan penuh keyakinan
" Ya benar, hanya orang bodoh yang akan melakukan itu." Jawabku sepakat dengan pendapat Aydan
__ADS_1
Setelah selesai mengobrolkan hal itu, kamipun langsung mengerjakan tugas bahasa Indonesia yang diberikan oleh Bu Evelin selama 1 jam dan langsung pulang.