
keadaan Lastri kini semakin kritis, ia kehilangan banyak darah. Tak seperti peristiwa ke guguran sebelumnya, keguguran kali ini hampir merenggut nyawa Lastri. Lastri kini di tangani di ruang khusus.
Retno mondar mandir di depan ruang pemeriksaan Lastri. Menunggu hasil pemeriksaan dari tenaga medis yang menanganinya.
Seorang suster datang menghampiri Retno.
"Bagaimana keadaan istri saya dokter? " tanya Retno dengan begitu khawatir.
"Saat ini pasien harus transfusi darah, karena mengalami pendarahan yang cukup hebat. Entah kenapa pasien terus saja, mengeluarkan darah dari jalan lahirnya. "
Hoh..Retno terpaku beberapa saat.
Sementara di dalam ruangan, beberapa tenaga medis sedang membersihkan darah yang terus mengalir pada bagian bawah tubuh Lastri, meski sudah di beri suntikan untuk menghentikan pendarahan tersebut, tetap saja pendarahan tak mau berhenti.
"Bagaimana ini, pasien tak berhenti berdarah. Jika begini terus pasien bisa meninggal. " suster 1.
"Iya baru kali ini aku melihat pasien keguguran dengan tingkat pendarahan yang tinggi dan bisa tak berhenti saat ini. "
Kedua suster terus membersihkan darah yang mengalir dengan menggunakan kapas.
Lain yang di lihat suster tersebut, lain pula dengan keadaan yang sebenarnya.
Beberapa mahluk halus saat itu berbondong-bondong menghampiri Lastri, karena mencium bau khas yang di sukai oleh mahluk di alam kegelapan.
Melihat hal tersebut Gadis kaget.Namun, ia tak tinggal diam, Gadis berupaya melawan mahluk-mahluk gaib yang berkumpul untuk menghisap darah yang mengalir dari bagian bawah tubuh Lastri, dengan menarik dan mukul nya dengan tenaga inti dari dua dunia.
Mereka hadir dalam beberapa bentuk yang menyeramk., ada pula yang memakan gumpalan darah yang keluar dari tubuh Lastri.
Tak hanya satu, tapi mahluk-mahluk tersebut terus menjilati darah-darah yang mengalir dari tubuh Lastri tersebut dengan rakus.
Denyut nadi Lastri semakin melemah, Lastri masih tak sadarkan diri.
***
Meski Gadis lebih kuat dari mahluk seperti mereka, rasanya tak akan sanggup melawan roh jahat yang datang dari segala penjuru dengan berbondong-bondong.
Lastri bak hidangan pesta yang untuk mereka nikmati bersama. Suasana ruang tersebut pun menjadi pengap karena kehadiran mahluk-mahluk yang tak kasat mata. Kedua Suster dibuat merinding. Seketika mereka jadi ketakutan.
Karena darah terus mengalir dan tak mau berhenti, dua orang suster tersebut pun pasrah.
"Sepertinya darahnya tak akan berhenti mengalir hingga tubuh pasien mengering dan tak ada lagi darah yang tersisa. " suster 1
"Aneh, benar-benar aneh. " suster 2.
"Ayo kita tinggalkan saja dulu, cari bantuan lain. Perasaan ku tak enak. " suster 2.
"Ehm, aku juga. Merinding. " suster 1.
__ADS_1
***
Retno dan Dara masih berada di luar karena mereka tak di perbolehkan untuk masuk.
Saat itu, ia melihat Mala datang bersama seseorang berbaju serba putih, mereka menghampiri Retno dengan tergesa-gesa.
"Retno, dimana Lastri? Apa yang terjadi pada putriku sebenarnya? " tanya Mala.
"Lastri keguguran Bu, saya juga belum tahu apa penyebabnya. " Retno.
"Hah! Retno ini sudah yang ke empat kalinya Lastri keguguran, dan kamu selalu bilang tak tahu?! " Omdo Mala.
"Iya Bu, saat aku pulang kami sudah menemukan Lastri yang tengah meringis kesakitan. "
Sang ustadz yang bersama dengan mereka mengedar pandangan ke segala arah, ustadz tersebut pun mencium bau anyir yang tak semua orang bisa, menciumnya.
"Sepertinya ada yang tak beres ini Bu. Boleh saya masuk ke ruangan ini ? " tanya pak ustadz .
"oh iya, silakan saja Pak. "
***
Dua, orang suster keluar dari ruangan dimana Lastri di rawat. Berpapasan dengan ustadz yang masuk ke ruangan tersebut di ikuti oleh Dara, Retno dan juga mertuanya.
"Astaghfirullah hal Adzim! " seru ustadz tersebut ketika melihat pemandangan yang menakutkan sekaligus menjijikkan.
Mereka yang berada di belakang ustadz tersebut , tak melihat apapun yang terjadi.Hanya tubuh Lastri yang tergeletak dengan wajah yang pucat pasi.
Retno dan mertuanya melihat tangan pak ustadz tersebut bergetar di sertai asap tipis yang mengepul keluar dari tubuh Lastri.
Entah doa dan zikir apa saja di lakukan oleh ustadz tersebut hingga tubuh Lastri seperti terangkat saat tangan pak Ustadz menarik sesuatu dari ubun-ubun Lastri secara tak kasat mata.
Dengan membaca Ayat-ayat suci , Pak ustadz seperti kesulitan menarik benda yang tak kasat mata itu.
Benda tersebut sepertinya terlalu berat untuk di tarik sendiri olehnya. Hingga wajah pak ustadz merah padam.
"Keluar kamu! " seru pak ustadz,masih menarik benda tersebut.
Retno , Dara dan mertuanya, sampai pangling menyaksikan hal itu semua.
***
Satu persatu mahluk yang menghisap darah Lastri perlahan berubah jadi kabut tipis. Gadis pun tak terlalu kewalahan karena di bantu oleh ustadz tersebut dalam mengusir mahluk-mahluk halus yang haus akan darah.
Namun, ada sesosok hitam, tinggi besar yang masih menempel di tubuh Lastri ,dan mahluk tersebut bersikeras tak ingin keluar dari tubuh Lastri.
Pak ustadz yang mencoba melakukan pengusiran terhadap sosok tersebut, mulai merasakan kehabisan tenaga.
__ADS_1
Tak ingin terjadi sesuatu pada dirinya, Pak ustadz tersebut berhenti.
Tubuhnya terdorong hingga ke dinding dengan napas yang tersengal-sengal.
"Pak ustadz! " teriak Bu Mala.
Untung saja tak terjadi apa-apa pada ustadz tersebut. Retno membantu mengangkat tubuh pak ustadz yang gemetar karena kehabisan tenaga.
Setelah membantu pak ustadz tersebut berdiri ,Retno menyodorkan kursi, sementara Bu Mala menyodorkan botol mineral untuk di minum.
Pak ustadz tersebut langsung meminum air dalam botol mineral . Setelah minum mengatur napasnya, Pak ustadz mulai menceritakan kejadian yang dilihatnya ketika pertama kali memasuki kamar tersebut.
"Anak anda dalam bahaya. Sesosok mahluk yang hitam tinggi dan besar mulai menguasai dirinya. Mahluk tersebut adalah penghuni di salah satu goa yang ada di hutan larangan. "
Mala dan Retno kaget.
'Bukannya perjanjian itu, hanya akan menumbal kan jasad Gadis, kenapa sekarang jadi Lastri yang ikut jadi korban. ' batin Retno semakin panik.
"Hah! kenapa bisa?! " tanya Mala.
"Dan bukan itu saja Nyonya. Ketika saya, masuk ke kamar ini, puluhan bahkan ratusan mahluk mengerikan dengan berbagai rupa mengelilingi tubuh Lastri karena mereka mencium bau darah yang menurut mereka adalah minuman yang paling menyegarkan. Adapula dari beberapa mahluk tersebut yang telah menghisap darahnya Lastri. "
"Hah!" Mereka semakin kaget dan takut
Mala dan Dara seketika menangis histeris.
"Lastri! Mama! " keduanya saling memeluk.
Sementara Retno semakin merasa bersalah dan serba salah.
"Lalu bagaimana caranya agar Lastri aman dari gangguan mahluk tersebut pak? " tanya Mala lagi
"Kita adakan pengajian untuk mengusir setan tersebut dari tubuh Lastri. Selama di rumah sakit, Lastri harus di pantau terus-terusan, karena bisa saja mahluk-mahluk tersebut merasuki Lastri dan membuatnya melakukan perbuatan nekad yang akan mencelakai dirinya sendiri. " ustadz.
"Baiklah pak, Hiks hikss, Tapi Pak, apa sebenarnya penyebab Lastri bisa sampai seperti ini Pak? " tanya Mala.
"Kemungkinan Lastri menjadi sasaran tumbal selanjutnya, setelah beberapa kali mengalami hamil dan keguguran. "
Retno langsung membelalakan matanya.
"Tumbal?! "teriak Mala.
"Tapi siapa yang tega melakukannya? " tanya Mala sambil terisak.
"Entahlah Bu, Yang jelas kita harus Hati-hati. Selalu berwaspada dan tinggalkan ibadah kita. " Pak ustadz.
Bola mata Retno memerah, karena ia tak ingin Lastri meninggalkannya.
__ADS_1
Bersambung.
please 🙏 like, komen dan hadiahnya ya reader.