
Gadis langsung melepaskan raganya, ia masih punya waktu selama dua puluh empat jam untuk mencari keberadaan Dara sebelum jasad Dara membusuk.
Gadis melintasi dimensi untuk mencari keberadaan Dara. Karena ia sendiri pernah di penjara oleh penguasa kegelapan, Gadis tentu tahu kemana ia akan pergi.
Syut .. arwah Gadis terbang melesat menembus beberapa dimensi.
Butuh kekuatan eksta untuk Gadis untuk mengejar waktu. Jika setelah dua puluh empat jam raga tersebut tak di isi roh kembali, maka syaraf-syaraf yang ada di tubuh Dara tersebut akan mengalami kerusakan permanen.
***
" Gadis hiks, hiks. "
Ryan masih menangis memeluk tubuh yang sudah mulai dingin tersebut.
Akh! Akh!
Ryan mendendengar suara-suara menyeramkan dari kejauhan seperti suara auman binatang buas, karena tak ingin terjadi sesuatu pada tubuh Gadis, ia langsung mengangkat jasad tersebut menuju mobilnya.
Benar saja, beberapa mahluk menyeramkan datang menghampiri tempat tersebut, mereka menjilati darah-darah yang tercecer di rerumputan. Untung saja Ryan sudah berada di dalam mobil, mobil tersebut memang sudah di pagar agar mahluk jahat tak bisa menembus ke dalam mobil.
Ryan membawa laju mobilnya keluar dari tempat tersebut,kemudian membawa jasad Dara menuju sebuah rumah kosong yang sengaja mereka persiapan sebelumnya.
Sampai di rumah tersebut, Ryan langsung mengeluarkan jasad Dara, kemudian membaringkan di atas kasur bisa yang sudah di persiapkan.
Untuk menjaga tubuh tersebut dari gangguan mahluk halus, Ryan sengaja memasang murottal qur'an dengan speaker aktif, selain itu ia juga meletakkan perahan jeruk nipis dan garam untuk mencegah binatang melata yang menghampiri tubuh Gadis.
Ada juga daun kelor dan buah kundur yang memang sudah di persiapankan sebelumnya.
Semua ilmu tersebut pernah Ryan dapatkan dari sang kakek.
Setelah merasa aman, Ryan coba untuk melakukan pelepasan raga sendiri, agar bisa membantu Gadis, berkali-kali ia sudah mencoba untuk meleburkan raganya sendiri, tapi usahanya selalu gagal.
Setelah beberapa kali mencoba berkonsentrasi untuk melebur raga dan gagal, Ryan pun akhirnya menyerah.
"Huh tertanya aku tak bisa melakukannya secara sengaja. "
***
Gadis tiba di penjara penguasa kegelapan. Dua orang algojo dengan bola mata yang merah melotot terlihat menjaga tempat tersebut.
Tapi mereka bukan tandingan Gadis, Gadis mengeluarkan cakra yang ia miliki untuk melumpuhkan dua algojo tersebut.
Seketika keduanya terpental, Gadis langsung menerobos masuk. Ribuan arwah berkumpul di dalam penjara yang terbuat dari api tersebut.
Selain dikurung, para arwah penasaran di pekerjakan untuk membangun istana penguasa kegelapan.
Setibanya di depan penjara Gadis berusaha mencari keberadaan Dara di antara ribuan arwah penasaran.
" Dara! "
Suara Gadis menggema di alam yang sunyi tersebut.
" Dara! keluarlah aku datang untuk menjemput mu, belum saatnya kau untuk berada di tempat ini"
Suara Gadis terdengar menggema menarik perhatian para arwah yang penasaran.
Tak berapa lama kemudian, seseorang gadis yang begitu mirip dengannya datang menghampirinya.
" Siapa kau?! " tanya Dara, ketika ia berada di hadapan Gadis.
" Aku gadis saudara kembarmu. "
" Saudara kembar? kau Gadis?"tanya Dara meragu.
" Ia Dara, kau harus secepatnya keluar dari tempat ini. Kau harus kembali ke ragamu yang ada di bumi. "
" Ragaku? "tanya Dara.
" Iya Dara! ayo jangan buang-buang waktu, kita harus cepat, sebelum ragamu mengalami pembusukan! "
__ADS_1
" Tapi, bagaimana aku bisa keluar dari penjara api ini? " tanya Dara.
" Kau harus fokus, lawan kekuatan api itu, karena sebenarnya itu hanya illusi. Jin hanya bisa memperdaya manusia dengan kekuatan illusi! kau harus yakin jika api yang ada di hadapan mu itu hanya sebuah illusi! " Seruan Gadis tersebut membuat para arwah penasaran tercengang.
Mereka pun mempraktikkan apa yang dikatakan oleh Gadis termasuk Dara.
Benar saja, api yang selama ini mereka takuti karena panas, kini menjadi tidak terasa, mereka melawan ilusi yang mengukung mereka selama ini dengan keyakinan yang mereka miliki.
Akhirnya, hampir seluruh arwah penasaran tersebut bisa keluar dari penjara api yang mengukung mereka selama ini.
" Gadis, bagaimana kau bisa tahu aku ada di dini? " tanya Dara.
" Sejak lahir aku sudah berada di tempat ini Dara, arwah ku masih penasaran. Tapi kini aku tak lagi jadi arwah penasaran, Karena sekarang aku benar-benar telah mati. "
" Apa yang kau katakan? jadi sebelum kami semua menjadi tumbal, kau sudah menjadi tumbal Papa?! " tanya Dara syok.
" Iya Dara, aku adalah tumbal pertama dari keserakahan ayah, tapi aku sudah iklas, sekarang aku antar kau pulang. Kau harus kembali ke tubuh mu, sebelum tubuhmu rusak. "
Para arwah mengitari mereka berdua.
" Lalu bagaimana dengan kami? " tanya mereka dengan serempak.
" Jasad kalian sudah hancur, kalian sudah meninggal, ikuti saja cahaya yang akan menuntun kalian semua kembali ketempat yang semestinya. "
Gadis langsung menarik tangan Dara untuk terbang melintasi beberapa dimensi sebelum kembali ke dunia.
***
Ryan terus menjaga tubuh yang terbujur kaku tersebut, sudah delapan belas jam. Namun, tak ada tanda-tanda kehidupan pada tubuh tersebut.
Ryan mondar-mandir di samping jasad tersebut, ia merasa begitu gelisah.
Beberapa saat kemudian, Ryan melihat perubahan pada tubuh tersebut, jari-jari tangannya bergerak-gerak.
Ryan semakin mendekati tubuh itu.
Tubuh yang awalnya terbujur kaku tersebut, mulai Menerjab-nerjabkan matanya.
" Ryan! "ucapnya dengan lirih.
Dari cara bicaranya Ryan tahu siapa yang telah masuk kedalam tubuh tersebut.
" Dara, " ucap Ryan.
Entahlah,ia harus merasa senang atau sedih. Jika Dara yang kembali, itu bearti gadis telah pergi untuk selama-lamanya.
" Ryan, " Dara langsung menghambur memeluk Ryan.
Keduanya pun menangis haru.
Dara kini kembali ke tubuhnya. Keadaan kembali pulih.Namun penguasa kegelapan masih terus mencari korban-korban selanjutnya. Mereka adalah manusia-manusia lemah yang menghalalkan segala cara demi mencapai kepuasan yang semu.
***
Waktu berlalu dengan cepat. Sudah lima tahun peristiwa tersebut terjadi.Secara perlahan Ryan sudah mulai bisa melupakan Gadis, begitupun Dara.
Hari ini, adalah Anniversary pertama pernikahan Dara dan Ryan.
Ryan melihat ada sesuatu yang berbeda dari istrinya tersebut. Dara terlihat berbeda kala itu.
Ryan menghampirinya di kamar mereka.
" Happy Anniversary sayang, " ucap Ryan sambil menyodorkan buket bunga.
Dara, hanya tersenyum seraya memeluk Ryan.
" Aku kangen sama kamu sayang, " ucap Dara sambil memeluk Ryan dengan lekat.
" Aku juga kangen sama kamu, "ucap Ryan.
__ADS_1
Dara melepaskan satu persatu kemeja Ryan.
Ryan pun tersenyum. Ia langsung mengangkat tubuh ramping istrinya ke atas tempat tidur.
Tatapan Dara tak biasanya, Ryan merasakan sesuatu yang aneh dari cara Dara memandangnya.
Dengan hati-hati Ryan meletakkan tubuh Dara di atas tempat tidur.
Mereka pun mulai bercumbu, layaknya pasangan suami istri. Kedua tubuh bugil tersebut sudah bersiap untuk melakukan pertempuran kesekian ratus kalinya.
Ryan bersiap mendorong torpedoya kedalam liang sempit sang istri.
Namun, gerakannya tertahan, seperti ada penghalang. Dara saat itu menjerit lirih karena merasakan sakit.
Ryan yang heran, ia pun menghentikan gerakannya.
" Sayang kenapa ini, kenapa kau seperti kembali perawan? " tanya Ryan.
Dara tersenyum sambil menarik Ryan dalam pelukannya.
" Karena aku ini Gadis, bukan Dara, Ryan,." Gadis berbisik di tepi telinga Ryan.
Ryan semakin kaget, ia pun menarik dirinya.
" Tapi, bagaimana bisa? " tanya Ryan semakin heran.
Gadis tersenyum.
" Aku dan Dara sudah berjanji, kami akan menggunakannya tubuh ini secara berganti. Dan saat ini, waktu bagi ku untuk berada di tubuh ini Ryan. "
Gadis tersenyum.
Ryan menggaruk kepalanya yang tak gatal. Ia bingung sekaligus heran.
Gadis merentang tangannya." Apa kau tidak merindukan ku Ryan? "tanya Gadis.
Ryan tersenyum kemudian memeluk Gadis.
" Tentu saja Gadis. "
Keduanya pun kembali saling bercumbu, hingga penyatuan tersebut terjadi.
***
Tubuh Ryan tumbang bersimbah keringat di atas tubuh Gadis.
Dengan perasaan yang bahagia, Gadis memeluk suaminya tersebut.
' Terima kasih Dara, telah memberikan kesempatan untuk ku kembali hidup, dan merasakan cinta yang juga kau rasakan, " batin Gadis seraya tersenyum kearah Dara yang tiba-tiba datang menghampiri mereka.
***
Setelah mendengar cerita yang menyedihkan dari Gadis, Dara berinisiatif untuk bergantian menggunakan tubuh tersebut dalam jangka waktu tertentu. Selain ingin membalas kebaikan Gadis terhadapnya, Dara juga tahu jika Gadis dan Ryan sebelumnya pernah saling mencintai, karena itulah kesepakatan tersebut di buat.
Setahun sekali mereka akan berganti menggunakan satu tubuh. Ryan tetap berbahagia dan menerima keduanya dengan lapang dada, cinta dan perlakuan Ryan tetap sama, meski ia tahu dalam satu tubuh itu, terdapat dua nyawa.
๐น๐น๐น๐น๐น๐นTamat๐น๐น๐น๐น๐น๐น
Terima kasih untuk para reader yang sudah memberikan dukungan untuk author. Saya menyadari kekurangan saya dalam menulis kisah ini.Saya juga cukup kesulitan dalam menulis kisah ini, karena ini karya pertama saya bergenre horor.
Mohon maaf atas segala kekurangan, Terima kasih untuk semuanya.
Barangkali para reader ada yang ingin membaca karya roman saya lainya, silakan klik profil author ya. Berikut beberapa karya roman author ๐
__ADS_1