
Waktu terus berlalu, pesugihan Retno masih terus meminta tumbal.Bahkan kini Retno tak segan- segan mencari mangsa hingga keluar pulau Jawa dan Kalimantan. Hanya untuk mencari istri yang akan ia tumbal kan.
Retno semakin berjaya dengan kekayaan yang ia miliki saat ini, bahkan ia kini menjadi penguasa properti bertaraf internasional.
Seiring berjalan waktu, Dara kini menginjak usia depan belas tahun.
Hubungan asmara antara dirinya dan Ryan pun semakin menuju ke arah yang lebih serius lagi.
***
Ryan dan Dara sedang menghabiskan waktu berdua di sebuah cafe.Menikmati malam minggu dengan suasana yang begitu romantis.
Dan diantara mereka ada sosok Gadis yang kehadirannya tak pernah mereka rasakan.
Gadis menatap sedih melihat kemesraan Ryan dan Dara. Hatinya terasa miris karena setiap harinya ia harus berada di sisi Dara untuk menjaganya agar tak di celakai oleh mahluk pengusaha kegelapan.
Gadis harus menelan pil pahit ketikanya hanya cinta bertepuk sebelah tangan. Antara dirinya dan Ryan sungguh terbentang jarak yang begitu panjang, begitu besar. Hanya kekuatan yang Maha Kuasa yang mampu merubah takdi cinta di antara mereka.
Suasana rembulan malam, dengan alunan musik syahdu dan romantis, kedua sejoli itu memadu kasih dengan menghabiskan waktu bersama saling mengungkapkan kata cinta.
"Sayang, bagaimana kalau hubungan kita ini, segera kita resmikan oleh kedua keluarga? " Usul Ryan sambil menyelitkan anak rambut di telinga Dara.
"Ah kamu sudah ngak sabar Ya. Kita baru saja tamat sekolah. " Dara.
"Ngak maksud aku, Kita bertunangan dulu. Sebagai pengikat antara kita berdua. Karena aku takut kamu di ambil orang, atau orang tua kamu malah menjodohkan kamu dengan pria lain. " Ryan.
Ehm, Dara melingkarkan lengannya pada leher Ryan.
"Kamu tenang saja Ryan, Aku ngak mau yang lain. Cuma kamu Satu-satunya lelaki yang aku inginkan di dunia ini, Sayang. " Dara.
"Really? " Ryan
"Yes, of course. " Dara
Keduanya saling memandang dengan tatapan mesra. Dengan perlahan Ryan mendekatkan bibirnya ke bibir Dara sampai menyentuhnya, kedua bibir itupun bertemu.
Baru kali ini keduanya melakukan ciuman tersebut. Dara memejamkan matanya menikmati hangat dan lembutnya pangutan bibir Ryan.
Melihat hal itu, Gadis tak lagi mampu membendung air matanya. Ia pun menjauh mereka karena tak sanggup melihat pemandangan yang membuat perih hatinya.
"Hiks, Aku juga mencintai mu Ryan. Hanya kaulah satu-satunya yang membuat aku bertahan hingga saat ini. Aku ingin merasakan apa yang Dara rasakan. Aku ingin memeluk mu dan mencium mu. Aku ingin menjadi seseorang yang kau butuhkan, " Gadis menepi di sudut ruangan. Ia tak sanggup melihat kemesraan kedua insan tersebut.
Setelah beberapa saat ,keduanya melepaskan pangutan bibir nya, kemudian saling melemparkan senyum penuh bahagia.
"Aku punya sesuatu untuk mu" ucap Ryan sembari merogoh saku blazer nya.Kemudian menyodorkan sebuah kotak kecil berwarna merah.
Ryan membuka kotak kecil yang berisi cincin.
"Kau mau kan menunggu aku sampai selesai kuliah dan memiliki pekerjaan tetap? " tanya Ryan sambil menyematkan cincin pada jari manis Dara.
"Iya Sayang. Aku akan setia menunggu kamu. " Dara.
Ryan kemudian meraih telapak tangan Dara dan mencium punggung tangan nya.
__ADS_1
"Terima kasih sayang. " Ryan.
***
Setelah makan malam romantis tersebut. mereka pun pulang dengan berboncengan menggunakan motor Ryan.
Dara memeluk erat Ryan yang sedang mengendarai motornya.
Dara meletakkan kepalanya bersandar pada Ryan. Tangan Ryan menggenggam erat tangan Dara. Sementara Gadis terbang mengikuti mereka dengan perasaan yang tak menentu.
Terkadang ada rasa cemburu di hati Gadis, pernah terbesit di hatinya untuk mencelakai Dara.
Tapi nalurinya sebagai manusia membuatnya tak sanggup untuk melakukan hal tersebut.
Mereka pun sampai di rumah orang tua Dara. Ryan memarkirkan motor dengan rapi. Setelah turun keduanya menghampiri pintu. Dan langsung di sambut oleh Lastri.
"Assalamu'alaikum. " Ryan.
"Waalakum sallam,Masuk Ryan! " Lastri.
"Terima kasih Tante ." Ryan.
"Silakan duduk nak Ryan ," ucap Lastri
"Iya Tante. "
"Sebentar ya Ryan tante suruh bi inah bikin minum dulu. "
"Enggak usah repot tante, saya hanya sebentar kok. Ada yang ingin saya bicarakan dengan Om dan tante. " Ryan.
"Eh ada Ryan. "
"Ehm,Om."Ryan langsung menghampiri Retno dan mencium tangannya.
"Apa kabar om ? " Ryan.
"Baik . Silakan duduk kembali" Retno.
"Ya, Om terima kasih. "
Ryan pun duduk di hadapan kedua orang tua Dara, saat itu dirinya tampak begitu gelisah. Suasana pun mendadak sunyi.
Seorang asisten rumah tangga datang menghampiri Ryan kemudian menyodorkan secangkir minuman hangat.
"Silakan diminum nak Ryan, " Ucap Lastri sengaja memecahkan kesunyian diantara mereka.
Untuk menghilangkan rasa groginya Ryan menyurup sedikit minuman hangat tersebut.
Ryan tampak gelisah kalau itu, karena grogi untuk mengatakan hal yang sebenarnya.Namun, ia sudah bertekad untuk mengutarakan niatnya tersebut saat ini juga.
"Ada apa Nak Rian kelihatannya gelisah sekali? " tanya Lastri.
Ehm, Ryan coba mengatur napasnya, agar lebih rilex.
__ADS_1
"Begini tante, saya dan Dara sudah lama saling mengenal, saya tahu mungkin ini terlalu dini untuk kami berdua, saya... " Ryan masih ragu untuk mengatakan hal tersebut
"Katakan saja Ryan," sahut Retno.
"Iya Om. Saya bermaksud untuk mengikat Dara dengan bertunangan, setelah selesai kuliah barulah saya akan resmi melamarnya," ucap Ryan dengan gugup. Hampir saja ia tak sanggup untuk mengatakannya.
Lastri dan Retno saling memandang, mereka sebenarnya memang menyukai Ryan sejak lama. Karena kepribadian Ryan yang santun.
Kedua orang tersebut berbisik-bisik beberapa saat kemudian mereka kembali bicara pada Ryan
"Apa kamu yakin Ryan ,usia kalian terlalu muda, dengan bertunangan apa kalian tidak merasa terikat? Tanya Lastri.
"Justru itu om. Karena saya akan kuliah ke luar kota Sayang ingin meresmikan hubungan ini meski hanya dengan bertunangan. " Ryan.
Lastri dan Retno kembali saling melirik.
"Om dan tante tak bisa menentukan, keputusan berada di tangan Dara. " Lastri.
"Bagaimana Dara? apa kamu siap bertunangan dengan Ryan? " Retno tersenyum menyeringai.
Dara menyunggingkan senyum simpul dengan wajah yang tertunduk merona.
"Iya Papa aku setuju kok." Dara.
Lastri dan Retno pun saling memandang dan tersenyum.
"Baiklah jika begitu bawa saja orang tuamu Ryan menemui kami besok,untuk membicarakan tentang hubungan kalian selanjutnya. " Retno.
Ryan langsung tersenyum lebar, tanda bahagia.
"Terima kasih Om tante, Insya Allah Besok saya akan bawa orang kedua orangtua saya kemari."
"Ya silakan. " Retno.
"Kalau begitu saya permisi dulu Om ,Tante terima kasih sekali lagi saya ucapkan. " Ryan.
***
Setelah mengutarakan niatnya, Ryan langsung berpamitan kepada kepada kedua orang tua Dara.
Gadis menatap aneh ke arah Ryan yang berjalan menuju parkiran motornya.
Pancaran Aura Ryan terlihat aneh saat itu.
"Gawat! Ku rasa Ryan jadi incaran selanjutnya. " Gadis.
Brum...Ryan keluar dari rumah kediaman orang tua Dara.
Ketika sedang melaju di jalan raya, Tiba-tiba Ryan merasa ada yang menutupi pandangan. Motor Ryan melaju tak terkendali.
Brumm..... Bruk .....
Motor Ryan menghantam mobil truck yang terparkir di tepi jalan.
__ADS_1
Tubuh Ryan tergeletak tak sadarkan diri.
Bersambung. Terima kasih sudah membaca karya ini. mohon tinggalkan like dan komentarnya.