
Berita pembunuhan tersebut langsung viral. Meski korban dan pelaku belum di temukan, polisi masih terus berusaha menyelidiki rumah tersebut.
Polisi mendatangi Gadis untuk minta ijin penggeledahan rumah mereka, karena saat itu Lastri masih tak sadarkan diri.
Tanpa keberatan sedikitpun Dara menandatangani berkas tersebut. Berbekal surat perintah dari pengadilan dan surat ijin. Polisi pun segera menyelidiki rumah Retno. karena kematian pak Satpam yang tragis, para warga mengkaitkan dengan kasus kehilangan Atun. Dan menganggap ada sesuatu yang janggal berbau mistik. .
Tak hanya polisi,wartawan ikut memenuhi sekitaran rumah. Berita tersebut langsung viral di media sosial maupun di media cetak hingga proses penyelidikan pun menyita perhatian banyak orang.
Tak hanya rumah, beberapa pabrik Retno didatangi warga. Ada yang sekedar berdemo menuntut agar pabrik itu ditutup, ada pula yang merusak dan menjarah beberapa toko meubel milik Retno.
Keadaan semakin kacau, semua orang menghujat Retno, beberapa keluarga dari istri siri yang pernah Retno nikahi, juga berbondong-bondong melaporkan kejadian aneh yang pernah dialami oleh salah seorang anggota keluarga mereka. Mereka mengaitkan kematian tragis anggota keluarga mereka dengan persugihan yang di lakukan oleh Retno.
Keadaan tersebut semakin membuat Lastri tertekan, ia benar-benar tak menyangka. Harta yang didapat selama ini adalah hasil pesugihan yang dilakukan oleh Retno.
Sekujur tubuh Lastri di pasang alat, ada juga alat perekam detak jantung. Gadis sendiri sedang menunggu kedatangan Ryan kala itu. Hingga tengah hari Ryan belum pun menampakkan batang hidungnya.
Setelah beberapa lama tak sadarkan diri, Lastri mulai membuka matanya, di lihatnya keadaan sekeliling ruangan tersebut.
"Dara kita dimana Nak? " tanya Lastri pada Gadis.
"Kita di rumah sakit Bu. Ibu mengalami serangan jantung, hiks." Gadis
Gadis mengusap rambut sang ibunda yang terlihat lemah.
Lastri coba mengingat apa yang terjadi sebelumnya. Setelah ingatan kembali, Lastri kembali menangis.
"Hiks, Rasanya mama tak sanggup untuk hidup lagi Dara, Mama ingin mati saja, "tukas Lastri dengan tangisan meratapi nasibnya.
"Tenang Bu! Tenang kan saja pikiran ibu. Jangan pikir macam-macam dulu bu. "
"Bagaimana bisa tenang Dara, bagaimana kita harus menghadapi orang-orang, Mama gak sanggup menghadapi semua ini Dara. "Lastri kembali menangis meratap.
"Tenang dulu Ma, ini bukan salah mama. " bujuk Gadis.
Lastri terus menangis, mengingat betapa kejamnya perbuatan Retno.
Disaat yang bersamaan seorang polisi datang menghampiri mereka.
"Selamat pagi Nyonya. Saya dari pihak kepolisian ingin meminta izin untuk melakukan penggeledahan rumah anda, sebagai pemilik bangunan atau tempat tinggal yang Anda miliki. "
"Ada apa Pak? "tanya Lastri.
"Kami harus menggeledah seisi rumah, beberapa bangunan perusahaan dan pabrik yang beratas nama saudara Retno. Untuk memudahkan penyelidikan selanjutnya. "
"Kenapa pabrik dan rumah-rumah yang saya miliki harus di geledah pak? " tanya Lastri.
"Bu, kami menemukan adanya indikasi korban lain. Dan sampai saat ini, kami belum menemukan mayat korban. Karena itulah kami bermaksud menyelidiki kasus ini dengan mencari jasad para korban di sekitar aset tanah dan bangunan yang Retno miliki. "
Mendengar hal tersebut, Lastri semakin tertekan.Ia kembali menarik nafas panjang.
Polisi menyerahkan beberapa berkas untuk ditandatangani
Lastri sudah tak bisa berkata apa-apa lagi. Tubuhnya kembali lemas mengingat kejadian yang menimpanya saat ini.
Dengan tangan gemetar, ia menandatangani berita acara tersebut.
"Oh Ya Nyonya. Kami juga mengharapkan kehadiran anda sebagai saksi, berikut suratnya. "
"Saat ini, Status hukum anda masih sebagai saksi . Anda bisa meminta seorang pengacara untuk membela anda, karena bukan tak mungkin status anda bisa berubah jadi tersangka." Polisi.
"Iya Pak," ucap Lastri lirih.
__ADS_1
Lastri menatap hampa ke arah berkas tersebut. Masih dengan tangan gemetar ia menandatangani surat tersebut.
"Kami meminta anda untuk secepatnya memberikan keterangan terkait kasus ini. "
"Tapi Pak, Ibu saya masih syok saat ini, beliau sendiri tak tahu menahu tentang kasus ini," sambar Gadis.
"Saya mengerti Nona, untuk sementara ibunda anda akan mendapatkan pengawasan ketat dari pihak kepolisian. "
"Pengawasan ketat? Maksud bapak, ibu saya seperti tawanan? " tanya Gadis.
"Bukan begitu Nona, kasus ini dengan cepat menyebar di berbagai media. Kami khawatir ibu anda akan jadi sasaran amuk warga yang tak bisa di kontrol. Untuk sementara,kami akan mengamankan nyonya Lastri, Anda juga harus berhati-hati, bukan tak mungkin, Anda juga jadi incaran amukan massa."
Lastri menarik Gadis dalam pelukannya.
"Iya Nak, saat ini kamu jangan pernah jauh dari mama, cuma kamu yang mama miliki di dunia ini. "
"Iya Ma. " Gadis.
Kedua ibu dan anak tersebut saling memeluk kemudian saling menguatkan.
"Kalau begitu saya permisi dulu, Nyonya. " polisi.
"Silakan saja Pak! "
Keduanya menatap punggung polisi tersebut. Beberapa orang polisi pun berjaga-jaga di depan ruang Lastri.
"Bagaimana kita menjalankan hidup kita selanjutnya Dara, dimana papamu sekarang ini. Kenapa ia tega melakukan semua ini. Hiks hiks.Mama hampir tak percaya ini semua telah terjadi. "
"Mama berharap ini semua hanya mimpi Dara, yang sebentar lagi kita akan tersadar. Keluarga kita yang bahagia, bisa kembali seperti sedia kala. " Lastri begitu terguncang, tak henti- hentinya ia menangis.
Gadis sendiri bingung menghadapi situasi seperti ini.
"Apa yang akan orang-orang katakan pada kita nantinya. Mama gak sanggup menghadapi orang-orang. " Lastri.
"Kita pergi jauh saja dari sini Ma, kita mulai hidup baru lagi, kita mulai dari awal," usul Gadis
"Kita mau kemana Dara, seluruh negeri ini, sudah tahu, seperti apa ayah kamu. Kita tak akan diterima dimanapun kita berada hiks, hiks! " tangisan Lastri semakin kencang.
Hanya tubuh Dara tempatnya bersandar saat itu.
Tubuh Lastri kembali lemah dan tak berdayaa. perlahan Lastri kembali tak sadarkan diri.
"Ma.. Mamma! " seru Gadis.
Gadis semakin bingung, sementara ia mengharap kedatangan Ryan, Ryan pun belum juga datang menemuinya.
***
Sebelumnya di rumah Ryan.
Pak Riko dan Rahmi duduk di ruang tengah sambil menonton televisi, begitu pun Pak Karto. Mereka bertiga berbincang-bincang karena Pak Riko dan Pak Karto baru saja tiba di rumah.
Sambil menonton, mereka biasanya menikmati kopi hangat sambil menonton berita pagi.
Karena berita tersebut begitu viral, hingga menjadi trending topik di semua acara berita stasiun televisi.
Rahmi menatap layar televisi dengan begitu syok, begitupun Pak Riko dan Pak Karto.
Sebuah berita di televisi menyorot rumah Retno. 'Dengan topik, pembunuhan kejam yang di lakukan tuan rumah oleh satpam penjaga rumah mereka. '
Hal tersebut menarik perhatian ketiga orang tersebut, secara serius mereka menyimak berita utama yang di siarkan secara live.
__ADS_1
"Yah, bukan nya itu rumah Dara? Pacarnya Ryan? " ujar Rahmi dengan tatapan mata yang tak beranjak dari layar televisinya.
"Iya kita dengarkan dulu beritanya sampai selesai. " Pak. Riko.
Mereka pun diam sembari menyimak berita tersebut.
📺Seorang pengusaha, berinisial R, telah melakukan pembunuhan terhadap satpam rumahnya. Kejadian serupa pun pernah terjadi sebelumnya, di mana asisten rumah tangga mereka juga menghilang secara gaib, beberapa saat yang lalu. Dan sampai saat ini belum ditemukan,menurut warga, perbuatan tersangka dikaitkan dengan pesugihan yang sudah lama tersangka lakukan. Hanya para asisten rumah tangga yang bisa dimintai keterangan,sementara tersangka saat ini masih diburu. Polisi juga masih terus berusaha mencari keberadaan jasad korban.Sementara istri dan anak tersangka diamankan dari amukan massa yang marah… .
Berita tersebut terus menampilkan keterangan dan opini dari penduduk sekitar.
Wawancara wartawan pada seorang warga: "Apa sebenarnya yang terjadi di rumah ini, kenapa tiba-tiba, terjadi pembunuhan yang terekam kamera korban sendiri? "tanya wartawan pada seorang warga yang ikut melihat proses penyelidikan rumah Retno.
"Saya mendengar langsung cerita yang di tutur kan oleh Yati Pak, salah seorang asisten rumah tangga Pak Retno. Katanya ketika selesai sholat subuh, Yati bermaksud meminta antar kepada Pak sopir untuk berbelanja. Setelah menyiapkan mobil dan bersiap akan berangkat, Pak sopir meng klakson mobil agar Pak Satpam membukakan pintu. Setelah beberapa kali meng klakson, Pak Satpam tak juga membuka pintu. Awalnya mereka tak curiga, mereka mengira, jika pak satpam masih tertidur. Sang sopir pun berniat mengambil kunci untuk membuka pagar. Saat itu mulai ada kecurigaan pak sopir, dimana mereka tak menemukan pak Satpam, hanya ada jacket dan barang-barannya termasuk handphone korban. Sang sopir bermaksud untuk memeriksa saja. namun, alangkah kagetnya mereka ketika melihat rekaman dari kamera handphone korban.Mereka pun langsung melaporkan hal tersebut pada polisi, sebelum melaporkan pada Lastri , agar tak ada yang merusak alat bukti tersebut. " papar seorang warga.
"Kira-kira, apa motif korban membunuh satpam tersebut? " tanya wartawan lagi.
"Kami warga di sini, sebelumnya memang sudah curiga, ada sesuatu yang janggal dari Retno. Dia jarang bersosialisasi, dengan warga sekitar, selain itu kami sendiri tak pernah melihat Retno hadir di acara pemakaman ataupun Yassinan baik di rumah warga, maupun rumahnya sendiri," tutur seorang warga.
"Oh kalau begitu menurut anda, apa yg sebenarnya telah terjadi di rumah itu? "
"Kami menduga adanya persugihan. Karena beberapa warga pernah melihat burung hitam yang besar bertengger di atas rumah Retno. Hanya saja kami tak punya bukti. Selain itu, kami juga sering melihat berbagai penampakan di rumah tersebut. "
Wawancara tersebut belum selesai, tapi Rahmi sudah tak sabar untuk membuka suaranya.
Rahmi menelan salivanya yang terasa berat melewati kerongkongannya.
"Jadi! Ayah Dara selama ini telah melakukan persugihan?! " tanya Rahmi seraya melihat suami dan mertuanya secara bergantian.
Saat itu kebetulan Ryan tengah bersiap menemui Gadis, seperti janji mereka sebelumnya. Sebelum pergi Ryan menghampiri mereka.
"Ayah, Ibu. Ryan pamit dulu ya. " Ryan bermaksud pamit pada kedua orang tuanya.
"Mau kemana Ryan?! " tanya Rahmi sambil mendelik.
"Ryan mau ketemu Dara, Bu. "
"Apa?! Ketemu Dara! kamu lihat berita itu." tunjuk Lastri ke televisi.
Ryan pun menoleh ke arah televisi yang sedang menyiarkan berita tentang Retno secara langsung.
Ryan terdiam seketika.
"Kamu gak boleh lagi bertemu ataupun dekat-dekat Dara dan keluarganya Ryan! Jika tidak kamu pasti akan jadi korban selanjutnya. "
"Benar Ryan. Kami sangat khawatir terhadap keselamatan kamu. Untuk sementara kamu tak boleh keluar dari rumah. "Pak Riko.
Ryan mendaratkan bokongnya di atas sofa seraya menghempaskan nafas berat. Ia tak punya alasan lagi untuk menemui Dara. Akhirnya semua kebenaran terkuak.Ryan masih mencari cara untuk bisa keluar dari rumah, karena ia sendiri khawatir terhadap Gadis.
***
Polisi mulai menggeledah rumah Retno, anjing pelacak pun di kerahkan untuk mencari bukti keberadaan jasad para korban.
Mereka menyisir setiap sudut rumah dan ruangan.
Semua kamar di geledah untuk mendapatkan barang bukti. Beberapa detektif sewaan pun ikut membantu menguak misteri ini. Beberapa orang pintar pun ikut andil dan memberi opini atas penerawangan mereka, Dalam sekejap nama baik dan kekuasaan Retno telah runtuh. Tak hanya berdampak terhadap dirinya sendiri, tapi juga anak- istri dan keluarga dari mertuanya.
Adik-Adik Lastri tak berani keluar rumah. Mereka juga ikut di teror oleh wartawan dan warga sekitar tempat mereka tinggal.
Ketika polisi membongkar sebuah kamar yang terkunci polisi kaget ketika mendapati seseorang di kamar itu.
Bersambung.
__ADS_1