Takdir Cinta Dua Dunia

Takdir Cinta Dua Dunia
Melawan Azura.


__ADS_3

Korban kebuasan Azura semakin bertambah, setiap hari ada saja berita tentang kematian misterius yang di alami oleh warga sekitar. Tak hanya satu orang atau puluhan orang, kini korban Azura mencapai ratusan orang perhari.


Kekuatan iblisnya semakin kuat saja, hanya saja Azura belum bisa menyatukan antara kekuatan manusia dan kekuatan iblis.


Setiap hari Ryan menjenguk Azura, agar anak iblis berwujud manusia itu bisa memiliki perasaan yang semakin kuat terhadapnya.


Sudah tiga hari Ryan mendatangi Azura.


Ini hari keempat bagi Ryan, seperti seorang pria yang hendak berkencan, Ryan datang dengan seikat bunga dan coklat.


Meski ini sudah yang keempat kalinya bertemu Azura, tetap saja Ryan merasa gugup, bagaimana pun ia harus bersandiwara seolah-olah ia menyukai gadis iblis tersebut.


Setelah mendapatkan ijin dari rumah sakit jiwa, Ryan langsung masuk ke ruangan di mana Azura berada.


Azura mengenakan pakaian pasien rumah sakit jiwa berwarna putih. Ia memintal mintal rambutnya yang sebahu.


Kebetulan saat itu Azura tengah di periksa oleh seorang phisikater.


Melihat Ryan, Phisikater tersebut datang menghampirinya.


" Anda kerabat dari pasien? " tanya phisikater pada Ryan.


" Saya teman dari saudara kembar Azura, ada apa? " Ryan kembali bertanya.


" Begini, setelah di periksa, kami tak menemukan adanya gejala gangguan mental pada pasien. Sepertinya pasien bukan mengalami sakit jiwa atau semacamnya, ia hanya kesulitan Berkomomunikasi.Mungkin karena terlalu lama di Kurung di dalam sebuah ruangan sebelumnya. " Phisikater tersebut menjelaskan.


" Oh begitu, kalau dia memang tak memiliki gangguan mental, bearti kami bisa membawanya untuk pulang. Karena ibunya juga syok setelah mengetahui Azura selama ini di kurung oleh ayahnya sendiri. " Ryan sengaja berbohong agar bisa membawa Azura.


" Bisa, hubungi petugas administrasi, untuk mendapatkan syarat membawa pasien. "


Setelah memberi keterangan demikian, Phisikater tersebut keluar dari ruangan. Sementara Ryan masuk ke dalam ruang tersebut.


" Azura, " sapa Ryan sambil tersenyum menghampiri Azura.


Azura menyunggingkan senyum bahagianya ketika melihat kedatangan Ryan.


Satu tangan Ryan, menyembunyikan apa yang di bawanya.


Azura berdiri menghampiri Ryan.


" Azura, aku bawa sesuatu untuk mu, " ucap Ryan seraya menyodorkan bunga.


Azura tersentak kaget melihat bunga buqet mawar merah di tangan Ryan.


Ryan mengamati Azura yang sepertinya tak menyukai bunga.


" Ayolah Azura, aku bawa ini khusus untuk mu, " ucap Ryan sambil memetik satu kuntum bunga mawar kemudian menyelitkan ke daun telinga Azura.


Azura menolak, tapi dengan sedikit memaksa ia akhirnya berhasil menyelitkan bunga tersebut.


Azura merasakan sesuatu yang aneh pada dirinya.


" Kau cantik sekali Azura, "ucap Ryan seraya memeluk gadis iblis tersebut, ia memeluk lengan Azura agar ia tak melemparkan bunga pemberiannya.

__ADS_1


Azura terlihat gelisah. Namun, ia tak mampu menolak pelukan hangat Ryan


Azura yang hendak membuang bunga tersebut, kini menyandarkan kepalanya di dada Ryan. Seperti seorang wanita yang mendambakan hangatnya dekapan seorang pria.


'Akhirnya aku tahu kelemahan mu, 'batin Ryan.


Ryan semakin mempererat pelukannya, ia merasa seperti sedang berpelukan bersama Gadis.


Beberapa saat keduanya terlarut, Ryan sendiri terhanyut dalam sandiwara sendiri.


Beberapa saat kemudian, Azura melepaskan pelukan Ryan.


Kemudian ia berlari sedikit menjauh.


Hacih hacih hacih.


Azura bersin-bersin karena bunga tersebut.


' Ehm, mungkin itu sebabnya ia tak menyukai bunga. ' batin Ryan.


Ia pun mendekati Azura kemudian melepaskan bunga tersebut dan membuangnya.


Beberapa saat kemudian, barulah Azura berhenti bersin-bersin.


" Maaf, aku tak tahu jika kau alergi terhadap bunga. Aku punya sesuatu untuk mu. " Ryan mengeluarkan coklat dari saku blazer nya.


Azura melihat aneh kearah Ryan.


" Tara... ini makany kegemaran para gadis, " ucap Ryan sambil memotong coklat yang di tangannya.


Tiba-tiba saja ia membelalakan matanya, Azura berlari sedikit menjauh dari Ryan menuju kamar mandi.


Saat itu ia muntah-muntah di dalam kamar mandi. Ryan tersenyum melihat kejadian itu.


' Kalau begitu, ia tak bisa memakan coklat' batin Ryan.


Ryan masuk kedalam kamar mandi kecil yang emang ada di ruangan tersebut, ia sengaja menghampiri Azura untuk melihat apa yang terjadi.


Alangkah kagetnya Ryan melihat apa yang di muntahkan oleh Azura.


Azura memuntahkan cairan hitam yang mengerikan


Seketika Ryan ilfil untuk dekat dengan gadis iblis tersebut.Namun ,tugas yang di embannya belum selesai, ia harus benar-benar membuat Azura percaya terhadapnya.


Ryan merangkul tubuh Azura yang terlihat lemah tersebut, kemudian membawanya ke atas tempat tidur.


Azura terlihat lemah saat itu.


" Azura kau istirahatlah, aku harus pergi, karena waktu kunjung ku sudah habis. "


Kebetulan saat itu, petugas yang berjaga juga telah menghampirinya.


Azura menatap sedih kepergian Ryan.

__ADS_1


Setelah Ryan keluar dari ruang tersebut, pintu kamar Azura kembali di tutup.


Setelah dari rumah sakit,Ryan langsung datang menghampiri Gadis untuk memberi tahu segala yang terjadi.


***


Baru saja di depan pintu, Ryan sudah di sambut oleh Gadis.


" Bagaimana Ryan? " tanya Gadis.


Aku sudah mendapatkan persyaratan untuk membawa Azura dari rumah sakit itu.


" Bagus, biar aku yang urus surat untuk mengeluarkan Azura. Setelah dia keluar dari rumah sakit, Eksekusi harus segera di laksanakan."


Ryan menatap kearah Gadis yang terlihat yakin.


"Gadis, aku... "


" Kita harus secepatnya mengeluarkan Azura, sebelum korban makin bertambah Ryan. Kita tak punya waktu banyak, jika Azura bisa menggabungkan kekuatan manusia dan kekuatan iblis. Maka ia akan jadi mahluk terkuat di bumi ini. "


Ryan menghela nafas panjang.


" Lalu apa yang kau lakukan jika kita berhasil menghancurkan Azura? "


" Aku akan kembali ke alam ku Ryan. Setelah itu aku akan melepaskan Dara, agar ia kembali ke tubuhnya. "


Ryan menatap bola mata Gadis dengan lekat.


" Apa ada yang bisa ku lakukan agar kau bisa menjadi manusia seutuhnya Gadis? " tanya Ryan.


" Tak ada yang bisa kau lakukan Ryan. Ini sudah takdirku, " ucap gadis dengan bulir bening yang menetes di pipinya.


Ryan menatap sedih kearah Gadis, kedua netra indah itupun bertemu.


" Ryan ada yang ingin ku katakan sebelum aku selamanya pergi dari dunia ini, " ucap Gadis dengan air mata yang mengalir semakin deras.


" Apa itu? "tanya Ryan sambil menatap Gadis dengan bola mata yang berembun.


" Aku mencintai mu, Ryan. Maaf sebelum aku pergi, aku memang ingin mengatakan ini kepada mu, " ucap Gadis dengan air mata yang berlinang.


Ryan langsung menghambur memeluk Gadis.


" Aku juga mencintai mu Gadis, Aku berharap kau tak akan pergi dari ku. " Ryan semakin erat memeluk Gadis.


Ia sendiri menyadari jika rasa cintanya lebih besar terhadap Gadis dari pada Dara.


" Jangan pergi dari ku Gadis, " ucap Ryan seraya menangis di pelukan Gadis.


" Tidak bisa Ryan, tubuh itu bukan milik ku. Akan ku kembalikan tubuh itu pada Dara. Cintai saja Dara Ryan. Kau pantas bersamanya, hiks. "


Gadis dan Ryan semakin memeluk erat, Ryan sendiri merasa dilema, berat baginya melepaskan Gadis.


Keduanya menangis bersama, seolah-olah akan berpisah untuk selama-lamanya.

__ADS_1


Masih bersambung ya reader.


__ADS_2