
"Apa yang kalian lakukan disini? " tanya Retno dengan membentak.
Ryan dan Gadis saling menatap,mereka bingung harus menjawab apa.
"Enggak kok yah, eh Pah. Malam ini juga Ryan mau berangkat keluar kota, jadi dia sempatin untuk izin dengan aku. " Dara.
Retno menatap ke arah mereka secara berganti.
"Iya om saya buru-buru akan keluar kota karena itu saya bermaksud berpamitan pada Dara. "
Retno melihat kejanggalan pada keduanya,mereka pun saling memandang.
"Sudah, jika urusan kalian sudah selesai, sebaiknya kamu pulang Ryan!tidak baik berada di rumah orang di tengah malam. "
"Iya Om, Saya permisi dulu. " Ryan menghidupkan mesin motornya dengan perlahan ia membawa motornya keluar dari rumah tersebut.
Retno menatap curiga kearah Ryan. Setelah Ryan menghilang ia kembali menatap kearah Gadis
Retno memperhatikan Dara dari atas hingga bawah, membuat Dara menjadi insecure melihat tatapan Retno yang terlihat menyeramkan.
Hal yang sama terjadi pak Satpam. Pak Satpam sempat melihat bola mata Retno yang tiba-tiba berubah jadi merah menyala ketika melihat kearah Ryan.
Saking takutnya pak Satpam tersebut sampai pipis di celana. Ia tak bisa bergerak apa lagi teriak.
***
"Masuk! "Retno menunjuk ke arah pintu."Jangan lagi kamu berkeliaran di jam-jam segini, seperti tidak tahu aturan!" Retno.
"Iya Pa." Dara masih melenggang dengan sempoyongan ia berjalan pelan agar Retno berjalan terlebih dahulu. Namun, Retno tetap membuntuti Dara.
"Dara kenapa kamu berjalan sempoyongan? " tanya Retno.
Deg, tiba-tiba jantung Dara berdegup kencang, sebuah jawaban tiba-tiba muncul di benaknya.
"Aku ngantuk."
"Lain kali jangan keluar malam-malam, atau papa kunci kamu di kamar. Jamu lupa ya, bi Atun menghilang di tengah malam. Papa khawatir sama kamu."
'Bi Atun? 'batin Dara.
Setelah Mengunci pintu Retno mengawasi Dara, sampai ke kamarnya.
"Ada yang aneh dari anak ini ,"Guman Retno dalam hati Ia pun melihat cara berjalan Dara yang terlihat kaku.
Dara seperti menyeret salah satu kakinya.
Karena Dara tak terbiasa berjalan, ia biasanya melayang, karena itu Dara seperti menyeret kakinya bergantian.
__ADS_1
"Dara! Kaki kamu kenapa? " tanya Retno. Ia belum menyadari jika yang ada di hadapan tersebut bukanlah Dara.
"Ehm, kaki ku sakit Pa, habis terjun dari tempat tidur! "
"Hah! terjun? " tanya Retno.
"Ehm, maksud ku melompat dari tempat tidur," jawab Dara dengan gugup.
Retno menuntun Gadis hingga menuju kamarnya.
Saat melewati pintu kamar, mereka di kagetkan dengan Lastri yang membanting pintu.
"Mama? kenapa keluar? " tanya Retno.
Lastri langsung memandang kearah Gadis yang ia kira Dara.
"Dara! Syukur kamu tidak apa-apa Nak."
Lastri menghampiri Gadis kemudian memeluknya.
"Mama khawatir sama kamu, baru saja mama mimpi kamu memanggil-manggil mama. "
Ucapan Lastri tersebut menjawab pertanyaan mereka.
Gadis membalas pelukan Lastri dengan begitu hangat, seulas senyum terbit di sudut bibirnya. Baru kali ini ia merasakan langsung kehangatan dari pelukan seorang ibu.
"Anak mu itu baru saja, keluar menemui pacarnya. " Retno.
"Benar apa yang di katakan oleh papa mu Dara? " tanya Lastri seraya mengusap kepalanya.
Gadis hanya diam.
"Sudah ayo masuk Dara! " Retno.
"Ayo Nak sudah malam, masuk ke kamar mu, mama antar. "
Keduanya mengantar Dara sampai di depan pintu.
Setelah menutup pintu, Retno mengunci kamar Dara. Ia khawatir jika Dara akan menjadi korban seperti bi Atun. Yang ia bunuh secara tak sadar.
***
Gadis mendengus kesal, karena pintu kamar di kunci oleh Retno dari luar. Padahal ia masih ingin menyelidiki kematian bi Atun.
Di dalam kamar Gadis berbaring terlentang menatap langit-langit kamar nya. Ada rasa bahagia di hatiya. Selama ini ia begitu ingin hidup di alam dunia. Namun, sebalik itu ia merasa sedih atas nasib Dara .Gadis merasakan, bagaimana hidup terkatung-katung di dua alam.
Hua... Gadis menguap.
__ADS_1
"Kenapa mataku jadi ngantuk?
"Padahal aku tak pernah tidur sebelumnya ."
Gadis kembali meregangkan persendian tubuhnya. "Baru kali ini aku merasa lelah." Gadis coba menahan rasa kantuknya.
"Bagaimana caranya aku bisa mengungkap kejahatan ayah ?"batinnya
Gadis menatap langit-langit kamarnya. Sambil memikirkan cara agar bisa menghentikan perbuatan terkutuk ayahnya tersebut.
Hua...Gadis kembali menguap, Ia sengaja tidak tidur sebelum Ryan menelponnya.
Setelah setengah jam menunggu handphone Dara berbunyi, dengan cepat Gadis menyambar handphone tersebut di atas nakas, memang benar panggilan tersebut berasal dari Ryan.
Gadis sering melihat orang-orang yang memainkan handphone, jadi ia tahu bagaimana caranya membuat panggilan tersebut tersambung.
"Halo Ryan. Bagaimana kau baik-baik saja kan selama di perjalanan?"
"Iya Gadis , aku baik-baik saja. Namun, ketika melewati jalan raya, aku melihat beberapa makhluk halus terbang mengikuti ku . "
"Itu biasa terjadi Ryan, sebaiknya kau membiasakan diri untuk tak kaget melihat rupa-rupa mereka yang menyeramkan. Aku sudah terbiasa melihat semua itu. "
"Sejak aku mati suri, aku sering melihat penampakan mahluk halus, meski sudah sering melihatnya, tetap saja mereka membuatku takut. "
"Hahaha, baru melihat beberapa dari mereka saja kau sudah takut. Bagaimana jika kau melihat sosok asli Penguasa Kegelapan, kau akan melihat mahluk yang lebih menyeramkan dari pada yang ada di dunia ini, saat kau memasuki alam jin. "
Bulu kuduk Ryan seketika meremang, saat itu juga ia merasakan merinding.
"Memangnya ada makhluk yang lebih mengerikan daripada makhluk yang berbaju putih berambut panjang bermata hitam penuhi dengan taring dan darah di sudut bibirnya? " tanya Ryan.
"Ha ha ada lah, banyak yang lebih menyeramkan dari pada mahluk tersebut."
"Oh Ya. "
"Iya Ryan. Sekarang kau pikirkan baik-baik, Jika kau tak sanggup, sebaiknya kita batalkan saja rencana kita. "
"Tidak! Aku tak akan menyerah. Akan ku cari tubuhmu sampai ketemu. Dan akan ku selamatkan Dara. "
"Tidak perlu Ryan, selamat saja Dara. Dia kekasih mu, sementara aku... "
"Kau juga berharga bagi ku Gadis. Akan ku lakukan segala cara, agar bisa menemukan jasad mu. " Ryan.
Air mata Gadis tak terasa menetes mendengar kata-kata Ryan tersebut.
'Benarkah aku begitu berharga bagi Ryan? ' batin Gadis.
Beberapa saat Gadis terdiam coba mencerna kata-kata yang Ryan ucap kan.
__ADS_1
Bersambung dulu guys, jangan lupa like vote dan gifts, karena ada kejutan episode-episode berikutnya.