Takdir Cinta Dua Dunia

Takdir Cinta Dua Dunia
Azura


__ADS_3

Di kesempatan lain polisi membawa gadis tersebut kantor polisi untuk dimintai keterangan,sebelumnya di perjalanan salah seorang anggota polisi coba menghubungi Lastri guna menanyakan siapa gadis yang mereka temui di ruang terkunci tersebut


Kebetulan saat itu Gadis lah yang mengangkat sambungan telepon tersebut. 


"Halo,"  sapa Gadis.


"Iya hallo, kami dari pihak kepolisian, bisa bicara dengan nyonya Lastri? "


"Ibu saya belum bisa diajak bicara Pak. Ada apa? " tanya Gadis. 


"Kami menemukan seorang wanita muda yang wajahnya mirip dengan anda. Kami hanya ingin mengkonfirmasi apakah dia saudara anda. " polisi.


Gadis jadi dilema, ia masih ragu, apakah gadis yang mereka maksudkan adalah Dara


"Ehm, begini ya Pak, saya kurang tahu, nanti saja bertanya, jika ibu saya sudah sadar. Untuk saat ini tolong jangan tanyakan apapun pada beliau, karena bisa mengganggu kesehatan beliau. " Gadis pun menutup telponnya.


Gadis semakin kaget ternyata benar apa yang dikatakan oleh Ryan. 


Hatinya begitu gelisah, siapa sebenarnya Gadis itu.


Kedua polisi yang membawa gadis misterius itu kembali menoleh ke arah gadis tersebut 


"Kasus ini semakin rumit saja ya dengan hadir nya gadis itu.Apalagi  seperti gadis ia dungun yang kesulitan untuk merespon pembicaraan kita. " polisi 1


"Jangan-jangan dia bukan manusia, " ucap rekannya dengan sedikit berbisik


"Lihat saja tatapan matanya saja kosong, tapi begitu ia menatap, tatapan itu mengerikan. Aku jadi merinding nih. "


Gadis tersebut menatap tajam kedua polisi itu secara bergantian kemudian kembali tertunduk . 


"Hus, jangan bicara sembarangan. " Polisi satu mencoba untuk menenangkan temannya, padahal ia sendiri merasakan hal yang sama, yaitu merinding. 


Apalagi pakaian yang ia kenakan begitu menyeramkan, Gadis itu memakai terusan berwarna putih berlengan panjang sampai menutupi mata kaki, seperti  sosok horor yang begitu familiar. 


Sepanjang di perjalanan mereka hanya diam, keduanya tak berani bertanya pada gadis itu.


***


Polisi masih melakukan penyisiran mereka mencari sumber yang membuat ruangan tersebut berbau menyengat menyengat


Setelah diselidiki ada beberapa tulang-tulang hewan dan beberapa daging busuk beserta noda darah yang mengering.


"Apa ini ?"tanya salah seorang anggota kepolisian.


"Apakah ini bagian dari ritual pesugihan? "


"Sepertinya iya. Amankan saja! "


Uek..., beberapa petugas tersebut ada yang merasa mual karena mencium bau busuk dan bau amis yang begitu menyengat.


"Ayo kita cari lagi, geledah setiap sudut ruangan di rumah ini!"


Mereka membuka semua jendela yang ada di ruangan tersebut agar udara bisa keluar masuk.


Setelah jendela dibuka barulah bau busuk tersebut sedikit menghilang.


Mereka pun melakukan penggeledahan di setiap sudut ruangan itu.


Selain bangkai binatang,


mereka juga menemukan nampan berisi bunga,batok kelapa daun pisang dan sebagainya, yang biasa digunakan untuk sesajen persembahan.


Selain mengamankan  barang-barang bukti, petugas penyidik juga mendokumentasikan proses penyelidikan tersebut.


Tak ada temuan barang bukti, untuk kasus pembunuhan tersebut.


Setelah melakukan penggeledahan, mereka tak menemukan adanya bukti pembunuhan yang dilakukan oleh Retno di ruangan tersebut.


Kasus ini semakin rumit.


***


Selain memeriksa setiap sudut ruangan. Mereka juga coba mencari keberadaan rekaman CCTV. Setelah menemukan CCTV mereka mendapatkan rekaman terakhir ketika bi Atun menghilang.


Mereka pun memutar kembali rekaman CCTV tersebut. Setelah di perhatikan dengan seksama,  CCTV yang merekam kejadian pembunuhan bi Atun juga telah dipotong durasinya selama 10 menit .Jadi tak ada bukti langsung tentang keterkaitan Retno atas menghilangnya Bi Atun.


Meski belum mendapatkan hasil, tim penyelidik terus berusaha mencari bukti.


****


Gadis Misterius itu ini berada di kantor polisi.


Gadis itu memang cantik tapi terlihat  lusuh. 


Kini ia berhadapan di depan seorang penyidik


" Siapa nama kamu tanya polisi sambil merekam dan menulis laporan di dalam laptopnya.


"Nama? "wanita muda itu hanya mengulang apa yang ditanyakan oleh polisi itu .


"Iya nama kamu siapa? " polisi mengulang pertanyaan.


"Azura " gadis misterius itu.


"Azura ,nama yang bagus ."Sejak kapan kamu terkunci di ruangan itu? "Polisi.


Lagi-lagi gadis itu hanya menggeleng. 


"Kamu tidak tahu berapa lama kamu di sana ,sehari ,seminggu ,sebulan, setahun atau  .....?"polisi coba memancing jawaban dari gadis yang mengaku bernama Azura tersebut. Namun, tetap saja ia hanya  menggelengkan kepala. 

__ADS_1


"Kamu tahu siapa orang tua kamu ?" Gadis  misterius itu mengangguk.


"Apa kamu anak pemilik Rumah itu? "polisi.


Lagi-lagi ia hanya menggeleng. 


Sang polisi pun menutup layarnya sambil menghempaskan nafas berat. Jangankan memberi keterangan, jati dirinya sendiri saja ia tak tahu. 


Seorang polisi berpangkat datang menghampirinya. 


"Bagaimana, apa ada informasi yang bisa kita ambil dari gadis ini? "tanya komandan polisi.


"Belum komandan. Sepertinya dia bukan dari negara ini, atau mungkin selama ini dia dikurung di dalam gudang itu, hingga dia tidak tahu bahasa yang kita gunakan. " 


"Dikurung di dalam gudang itu? "tanya apa komandan komandan. 


"Mungkin saja komandan.Komandan lihat saja wajahnya pucat, tatapannya tajam, Ia tak seperti gadis pada umumnya." 


Komandan pun merasa aneh dengan gadis itu. 


"Mungkin dia masih trauma, untuk sementara kita amankan saja dulu, jika ia tak punya keluarga yang bisa dihubungi kita bawa dia ke dinas sosial saja sebagai tempat berlindung untuknya sementara waktu. " Komandan. 


"Apa Anda sudah menanyakan kepada Nyonya Lastri tentang gadis ini? " tanya  komandan polisi yang membawanya 


Saat ditelepon nyonya Lastri masih dalam keadaan tak sadarkan diri .Namun menurut keterangan anaknya yang bernama Dara Ia memang memiliki saudara kembar. Akan tetapi, saudara kembar tersebut sudah meninggal sejak ia dilahirkan. " 


Mereka semua melirik ke arah Azura yang hanya diam. 


Gadis tersebut memiliki tatapan yang datar, dan kosong .Namun, ketika Ia menatap sesuatu ke arah sesuatu, tatapannya begitu tajam seperti menyiratkan sebuah dendam.Mereka semua dibuat merinding melihat Azura. 


"Entahlah, jika memang dia bukan saudara kembar  Dara, tapi kenapa wajahnya mirip sekali, seperti pinang dibelah dua." 


Sudah lanjutkan saja tugas kalian.Nanti saya akan konfirmasi lagi jika keadaannya nyonya Lastri sudah membaik, " komandan. 


"Ayo Dek, saya antar kamu ke dinas sosial atau kamu mau tinggal bersama keluargamu? tanya anggota polisi yang lainya.  Gadis itu tetap bergeming. 


"Di mana alamat rumah orang tuamu ?" tanya polisi coba bertanya kembali. 


Gadis itu tak menjawab hanya menatap tajam kearah polisi yang bertanya padanya.


" Kau punya keluarga, atau kerabat atau teman? tanya polisi lagi. 


Lagi-lagi Gadis itu hanya diam, mereka semakin kebingungan. 


"Sepertinya memang gadis ini dikurung di dalam ruangan itu,mungkin dia mengalami trauma hingga kesulitan bicara karena bertahun-tahun dirinya tidak bertemu dengan orang dan tidak bersosialisasi dengan siapapun. 


"Bagaimana komandan, apa gadis ini kita bawa ke dinas sosial atau atau kita serahkan kepada Nyonya Lastri.Menurut keterangan penyelidikan, Nyonya Lastri masih memiliki orang tua dan beberapa seseorang saudara .Bagaimana jika kita titipkan gadis ini pada saudaranya nyonya Lastri atau pada orang tuanya." usul salah polisi 


"Coba kamu konfirmasi lagi dengan keluarga salah satu keluarga dari nyonya Lastri,mungkin mereka bisa memberi keterangan tentang siapa gadis ini. 


"Baiklah komandan kami akan menyusul ke rumah saudara Lastri sekaligus Mengantar surat pemanggilan sebagai saksi dari kasus Retno tersebut. 


"Silakan!" komandan . 


"Nama kamu siapa tad?" i tanya komandan polisi pada gadis Misterius itu. 


"Azura." 


"Azura, Nama yang bagus, kamu sudah makan? "tanya komandan lagi. 


Azura kembali menggeleng.


Mungkin dia tidak mengerti dengan apa yang aku katakan 


"Kamu sudah makan? " tanya polisi sambil memperagakan cara makan kepada Azura, sementara Azura hanya mengangguk. 


"Siapa yang memberimu makan di ruangan itu ?" tanya komandan polisi lagi. Azura kembali menggeleng, entah ia tidak tahu atau  memang tidak mau memberitahu. 


"Ya sudah kamu istirahat saja disini,setelah mendapat konfirmasi dari salah seorang keluargamu kami akan mengantar kamu. "


****


Seorang anggota polisi tiba di kediaman adik bungsu Lastri Lastri


Mereka kaget sekaligus ketakutan melihat dua orang polisi yang menghampiri rumah mereka


"Selamat siang nyonya di sini dengan nyonya Dinda, saudari dari Nyonya Lastri? " Polisi. 


"Iya benar Pak" Ada apa ya? tanya Dinda balik. 


"Begini Nyonya, kedatangan kami kemari untuk mengantar  surat pemanggilan untuk anda." 


"Pemanggilan apa Pak?!"


"Anda dipanggil sebagai saksi, agar dapat memberi i keterangan atas kasus pidana yang melibatkan saudara ipar Anda yang bernama Retno. "


Dinda jadi parno. 


"Saya saya tidak tahu apa-apa atas kasus tersebut," sahut Dinda ketakutan .


"Iya Nyonya, kami hanya membutuhkan keterangan anda saja, anda tinggal menjawab beberapa pertanyaan dari kami, itu saja. "


"I-iya Pak. "


"Terima kasih Nyonya, ketenangan anda bisa saja menjadi petunjuk bagi kami, kalau begitu silahkan tanda tangani surat ini. "


Polis tersebut menyerahkan selembar surat kepada Dinda, setelah membaca berkas tersebut ia pun bersedia menandatanganinya. 


Setelah menandatangani surat itu, Dinda kembali menyerahkan kepada polisi. 

__ADS_1


"Oh ya,Nyonya, satu lagi saya ingin bertanya. Apakah Nyonya Lastri memiliki dua anak perempuan? " 


"Maksudnya kembaran Dara? "tanya Dinda balik 


"Iya ,apakah saudara Dara  memiliki saudara kembar yang begitu mirip dengan wajahnya? "! polisi. 


"Dara memang memiliki saudara kembar ,tapi saudara kembarnya tersebut sudah meninggal sejak Ia lahir. Memangnya ada apa Pak? "tanya Dinda yang juga ikut penasaran.


Begini Nyonya, saat ini Nona Dara sedang menunggu nyonya Lastri di rumah sakit .Saat penggeledahan di sebuah ruangan  kosong di rumahnya, kami menemukan seorang gadis yang wajahnya begitu mirip dengan noda Dara. 


Dinda tersentak kaget kaget,dengan membelalakan matanya. 


"Tapi tak mungkin pak, saudara kembarnya, sudah meninggal sejak bayi .Saat dan keluarganya  kembali dari kampung halaman ayahnya, Dara hanya sendiri dan menurut penuturan kakak saya , putri mereka meninggal saat dilahirkan, mereka pun mengubur jasad bayi mereka di kampung bang Retno. "


Polisi mengangguk pelan, meski ia bingung dengan keadaan semakin bingung atas kasus ini. 


Polisi tersebut meraih handphonenya yang ada di saku celana untuk menunjukkan foto gadis misterius tersebut. 


Begini penampakan gadis yang kami temui di ruang kosong tersebut. Dia mengaku bernama Azura. 


Dinda kembali dibuat kaget, dengan gambar seorang gadis yang tak menunjukkan ekspresi apapun. Namun gadis tersebut memiliki 99%kemiripan dengan keponakannya. 


"Hah Ini foto gadis itu ?" tanya Dinda heran. Gadis itu memang memiliki kemiripan wajah dengan Dara, tapi ada yang membuatnya terlihat  berbeda, entah apa itu. 


"Ia Nyonya, gadis inilah yang maksud. "


Dinda menelan salivanya.Jantungnya berdetak kencang kala itu. 


"Lalu di mana gadis ini sekarang? "


" Masih menunggu di kantor polisi.Rencananya kami ingin menitipkannya disini, karena kami mengira anda adalah satu-satunya saudara Nyonya Lastri yang dekat dengan daerah sini. " polisi.


tidak! tidak Pak ,saya tidak mau beresiko,Saya tidak mengetahui Siapa gadis ini, wajahnya memang mirip dengan keponakan saya, tapi saya tidak mengenalnya apalagi dia ditemukan secara misterius di kamar itu ." Dinda menolak mentah-mentah. 


Baiklah kami tidak memaksa, jika memang begitu, kami permisi dulu Nyonya. Kami harap anda secepatnya mendatangi kantor polisi untuk memberi keterangan. Ketenangan anda sangat membantu kami dalam proses  penyidikan. "


"Iya Pak, Tapi saat ini saja saya takut untuk keluar keluar, karena kasus tersebut keluarga saya juga terkena dampaknya .Anak saya tidak mau sekolah, warga disini juga menatap sinis ke arah kami seolah-olah kami terlihat dengan kasus ini. "


"Bahkan rumah  makan kami pernah didatangi beberapa orang warga yang mempertanyakan hal tersebut,Karena, itulah saya tak ingin mencari masalah lagi. "


"Baik nyonya, Datanglah ke kantor polisi jika keadaannya tenang,atau anda bisa minta dijemput oleh petugas kami. Polisi selalu siap melayani masyarakat. "


 Polisi tersebut pun mengerti keadaan Nyonya Dinda, mereka kembali pulang di perjalanan mereka melaporkan kepada komandan. 


***


Komandan Suherman melihat ke arah Azura, yang memang dianggap aneh oleh mereka,terkadang tatapan matanya kosong.Namun ketika menatap seseorang  tatapan tersebut seperti tatapan elang yang tajam dan bengis .


"Nona Azura! Ayo Anda bersiap kami akan mengantar Anda ke dinas sosial ," ujar Pak Suherman, seperti biasanya Gadis itu hanya menurut ia membuntuti anggota polisi yang akan membawanya. 


Sesampainya di parkiran mobil polisi,Gadis itu naik kedalam mobil, dua orang pengawal polisi mengantarnya menuju tempat penampungan sementara. 


Di dalam mobil Gadis itu tak bicara sedikitpun justru kedua polisi tersebut menjadi takut, beberapa kali bulu Kuduk mereka merinding ketika melihat tatapan gadis itu.Tak ada yang berbicara sepanjang perjalanan, hanya Hening dan sepi hingga menemani perjalanan mereka. 


Setelah menempuh dua puluh menit perjalanan, mereka pun tiba kantor dinas sosial,l salah seorang polisi turun terlebih dahulu kemudian membukakan pintu untuk gadis tersebut .


Mereka pun bersama-sama melangkah menuju Kantor Dinas Sosial, seorang polisi mengkonfirmasi kepada petugas yang berjaga, Setelah melalui beberapa prosedur akhirnya ,gadis Misterius tersebut dipersilahkan untuk tinggal di tempat penampungan panti sosial sosial yang berada di belakang kantor. 


Setelah tugas mereka selesai ,kedua polisi tersebut pulang dan kembali ke kantor .


Seorang wanita berusia 40 tahun mengantar Azura menuju ke sebuah kamar.


Mereka pun tiba di depan sebuah kamar. 


"Azura, untuk sementara, kamu tinggal di sini. " 


Ketika membuka pintu kamar


 ada dua orang gadis lainnya yang juga tinggal di penampungan sementara tersebut.Mereka adalah anak-anak jalanan yang tertangkap tangan tengah mengamen usia mereka berkisar 15 tahun sampai 17 tahun. 


Kedua gadis tersebut tersenyum sinis melihat kedatangan Azura. 


"Selamat sore," ucap wanita itu kepada dua anak lainya. 


"Selamat sore Ibu, "jawab mereka alakadarnya. 


" Kalian punya teman baru sekarang. 


Namanya Azura,silahkan  berkenalan dengannya, ajak dia bermain dan jaga ketertiban di tempat ini.Kalian mengertikan? " 


"Siap Ibu! " sahut salah satu mereka dengan memonyongkan bibirnya dengan maksud mengejek mengejek. 


"Ayo kenalan dulu. Biar kalian bisa jadi teman. " 


"Aku Nina, " ucap salah seorang dari dua gadis itu. 


"Aku bobo, jadi Nina Bobo ha ha. " Mery. 


"Mery! Jangan begitu! " bu Diana. 


"Bercanda Bu! "


Azura hanya diam masih menundukkan kepalanya.


"Azura untuk sementara Kamu tinggal di sini bersama mereka, jaga Ketertiban tempat ini." 


Bu Dina pun meninggalkan mereka. 


Azura, hanya diam membeku, dua gadis tersebut yang awalnya hendak usil, seketika menjadi ketakutan melihat gadis itu. 

__ADS_1


Bersambung dulu ya gengs, masih misteri siapa gadis itu, dan dimana kah 


Retno berada, mungkin beberapa episode akan terkuak. 


__ADS_2