Takdir Cinta Dua Dunia

Takdir Cinta Dua Dunia
Aku Ingin Seperti Mereka


__ADS_3

"Iya Kek," ucap Ryan lagi.


Ryan pun menutup pintu kembali,agar mereka bebas bermain kembali.


"Ryan kita main apa sekarang?"tanya Gadis antusias.


"Kita main puzzle saja, kamu tahu kan?"tanya Ryan.


"Ngak tahu," jawabnya sambil menggelengkan kepala.


"Trus kamu mau main apa? "tanya Ryan.


"Ngak tahu, aku ngak pernah main, karna aku ngak punya teman," gumannya.


"Ngak pernah main? Trus apa yang kamu lakukan sepanjang hari? Apa kamu juga tidur dan merasa kelelahan?"tanya Ryan bertubi-tubi.


"Dunia ku berbeda dengan dunia mu Ryan, karna aku tak memiliki jasad, aku ngak tidur tak juga kelelahan, kadang aku berkelana mencari tubuh ku, tapi aku tak pernah menemukanya, aku juga ngak butuh makan, aku hanya minum susu dari hewan atau pun wanita yang sedang menyusui anaknya, itu yang membuatku tumbuh sama seperti anak manusia seperti yang lainya," papar Gadis.


"Oh, kalau begitu, kau main saja ya, aku mengantuk, jam segini biasanya aku tidur siang," ucap Ryan sambil menguap.


"Iya Ryan, kamu tidur saja, aku ngak akan mengganggu kamu, tapi aku pinjam ini ya, "ucapnya sambil menunjuk pensil.


"He he, itu bukan mainan Gadis, itu fungsinya untuk menulis," ucap Ryan dengan tertawa kecil.


"Iya aku tahu, aku kan sering melihat kau menulis, aku juga ingin belajar menulis,"ujar Gadis sambil duduk di meja belajar Ryan.


Gadis pun mulai belajar menulis, ia mengikuti apa saja yang tertulis di buku Ryan.


"Gadis aku tidur dulu ya, nanti kita lanjut main," ucap Ryan sambil meloncat ke atas tempat tidurnya.


Gadis tersenyum, ia merasa asik menggunakan benda tersebut.


"Aku ingin menemukan tubuhku, agar aku bisa merasakan, hidup seperti mereka," guman Gadis.

__ADS_1


Ia pun melanjutkan tulisannya, sementara Ryan sudah terlelap di alam mimpinya.


Gadis menggambar gambar beberapa mahluk yang pernah ia temui.Mulai dari mahluk-mahluk jahat hingga manusia manusia yang pernah ia jumpai.


Gadis juga tak tahu dari mana ia dapat keterampilan seperti menggambar seperti itu.


Beberapa lembar buku gambar Ryan di gambar dengan mahluk menyeram kan


Gadis pun menuliskan harapannya agar ia bisa menemukan jasadnya dan bisa hidup normal seperti Ryan.


Ryan masih terlelap. Karna bosan menunggu Ryan bangun dari tidur gadis pun iseng membuka kotak mainan Ryan yang di simpan kontainer plastik besar.


Gadis pun mengeluarkan dan mencari mainan yang menurutnya menarik.


Setelah membongkar mainan-mainan tersebut ia menemukan boneka plasik.dengan bentuk seperti bayi.


Hah, Gadis tersentak kaget. Ia pun teringat dengan kejadian yang menimpanya ketika bayi.


Bagaima ia merasakan sakitnya ketika sebuah mahluk raksasa besar yang menyeramkan melepas raga dan jiwanya secara paksa.


Ia seolah-olah merasakan kembali mahluk tersebut terus nenyentak-nyentak dirinya. Ia pun keluar dari tubuh bayinya pada saat itu . Entah dari mana ilustrasi itu seperti datang di pikirannya.


Padahal, saat itu Gadis adalah bayi yang baru saja lahir. Namun, di pikiran Gadis itu terasa nyata, sampai saat ini ia masih merasakan sakit dan bayangan mahluk mahluk tersebut bisa ia lihat jelas wujudnya.


Gadis meneteskan air matanya seraya memeluk boneka plastik tersebut.


"Ayah Ibu, kenapa aku tak bisa tinggal bersama kalin. Aku juga ingin memiliki keluarga sampai kapan aku akan tersesat di dunia ini, hiks hiks hiks. "


Gadis menangis dengan lirih. Anak yang tak berdosa seperti harus menanggung akibat dari kerakusan orang tuanya yang menginginkan kekayaan secara instan.


Bersambung.


 

__ADS_1


 


 


 


 


 


 


 


 


 


 


 


 


 


 


 


 


 

__ADS_1


 


__ADS_2