Takdir Cinta Dua Dunia

Takdir Cinta Dua Dunia
Tugas Azura


__ADS_3

Sudah seminggu ini Azura berada di rumah sakit jiwa. Karena kondisinya yang tak lazim tersebut, Azura dikira mengalami gangguan jiwa. 


Ia dikurung di sebuah ruangan isolasi. 


Setiap malam Azura  keluar guna mencari makan dengan berburu binatang peliharaan. 


Malam ini tepat malam bulan purnama. 


Azura yang berbaring di atas tempat tidurnya, tiba-tiba saja ia membuka matanya, karena merasakan sesuatu yang aneh. 


Di ruangan yang gelap tersebut Azura merasa gelisah, seluruh tubuhnya mulai terasa gatal-gata, ia menggaruk -garuk hampir di sekujur tubuhnya , sedikit demi sedikit bulu-bulu halus mulai tumbuh di permukaan kulitnya .Taring dan kuku-kukunya mulai tumbuh memanjang. 


Bola matanya merah dan menyala. 


"Akh! "


Azura mengerang kesakitan ketika  terjadi perubahan pada struktur tubuhnya tersebut. 


Karena ia menggunakan tubuh manusia, maka sedikit saja perubahan yang terjadi padanya, maka ia akan merasakan sakit. 


Azura melepaskan rohnya dari tubuh Gadis. 


Akh! Ketika keluar dari tubuh tersebut, ia langsung berubah jadi makhluk hitam besar yang begitu menyeramkan. 


Asap putih menggumpal memenuhi ruangan tersebut. Perlahan asap putih tersebut mulai membentuk sebuah makhluk besar, berbulu hitam bertanduk dan bertaring. 


"Azura! Sudah waktunya untuk mu menjalankan misi mu! minum darah manusia yang banyak, agar kau semakin kuat! Secepatnya kita harus mengumpulkan pasukan dari arwah-arwah yang mati penasaran." Suara berat yang begitu menyeramkan menggema di ruangan tersebut. 


Akh! Akh! Suara jeritan Azura memenuhi ruang tersebut.


" Lakukan tugasmu! Azura! Jika tidak Aku yang akan menghabisimu! " 


Setelah memberi perintah pada Azura, sesosok mahluk tersebut kembali berubah menjadi asap putih yang menggumpal kemudian menghilang di balik jendela. 


Akh!!! Jerit Azura dengan panjang, hingga suaranya menggetarkan jendela-jendela kaca di sekitar ruangannya. 


Beberapa petugas segera berlari menghampiri kamar Azura, ketika mereka membuka kunci kamar tersebut, 


mereka melihat Azura terbaring di atas lantai. 


"Sepertinya dia hanya mengigau saja. Ayo angkat tubuhnya, bawa naik ke atas ranjang! " perintah salah satu petugas 


Setelah meletakkan tubuh Azura, mereka kembali memperhatikan sebuah jendela yang kacanya pecah berserakan. 


" Pasti dia ingin melarikan diri lagi," dengus petugas tersebut. 


" Sudah besok saja kita lapor pada pengawas. " 


Kedua petugas pria tersebut langsung keluar dari ruang tersebut, setelah meletakkan tubuh Gadis di atas tempat tidur. 


Azura meninggalkan tubuh manusianya tersebut dengan perlindungan berupa pagar gaib, agar tak ada roh lain yang bisa memasuki tubuh tersebut


***


Azura terbang dengan sosok aslinya, bola matanya memperhatikan dengan nanar untuk mencari mangsa. 


Ia sengaja mendatangi perkampungan yang terpencil agar sosoknya tak mudah ditangkap. 


Tibalah ia pada sebuah kampung yang berjarak sekitar seratus kilometer dari kota. 


Ia melihat ada sekitar sepuluh orang laki-laki sedang berada di dermaga. Mereka terlihat sedang membereskan perlengkapan untuk keberangkatan mereka melaut. 


Karena dermaga tersebut sepi, hanya ada sepuluh orang laki-laki, Azura tersenyum menyeringai. 


Langsung saja ia terbang menghampiri mereka. 


Bruk… kapal terguncang, beberapa orang yang berada di dalam kapal keluar untuk melihat apa yang terjadi. 


Betapa kagetnya mereka ketika melihat sosok seperti genderuwo berada di atas kapal mereka. 


" Genderuwo! Lari! "Seorang laki-laki memberi aba-aba pada teman-temannya. 

__ADS_1


Mereka pun ada yang lari terbirit-birit, ada pula yang langsung pingsan karena melihat sosok tersebut yang begitu menyeramkan. 


Akh! Suara Azura menggelegar mengguncang kapal yang ia pijaki. 


Dengan segera ia menyerang laki-laki yang lari terbirit-birit tersebut. 


Tanpa ampun, Azura mengerek leher laki-laki dengan kukunya yang tajam hingga kedelapan laki-laki tersebut bersimbah darah. 


Setelah  menghisap darah mereka secara rakus, sisa-sisa jasad mereka di makan oleh mahluk peliharaan penguasa kegelapan. Jasad mereka pun mengering, sama halnya dengan jasad para korban Retno yang lain. 


Setelah merasa kenyang, Azura kembali lagi ke rumah sakit jiwa, setelah melepaskan pagar gaib yang melindungi tubuh Gadis,roh Azura kembali masuk dan menempati tubuh Gadis. Ia kembali tertidur layaknya anak manusia. 


***


Seorang petugas datang menghampiri Azura ke kamarnya, ia meletakkan seporsi makan di atas nakas. 


Petugas tersebut tiba-tiba dikagetkan dengan Azura yang terbangun dan langsung berdiri. 


Keseharian Azura memang seperti orang gila, sepanjang hari ia hanya diam duduk melamun. Dengan tatapan mata yang kosong. 


" Silahkan di makan,"ucap petugas cleaning service tersebut. 


Azura hanya diam tak menjawab. 


Karena merasakan sesuatu yang aneh dari gadis tersebut, ia pun segera meninggalkan Azura di dalam kamarnya. 


****


Maman dan Asep adalah pria yang pingsan di dalam kapal ketika kejadian. 


Ketika sinar mentari pagi menerpa wajah mereka, saat itulah mereka tersadar. 


Keduanya saling menatap, sambil mengedarkan pandangan ke arah sekeliling yang ternyata mereka telah berada di dalam kapal. 


"Man, kenapa kita disini ? "tanya Asep. 


Keduanya tersentak kaget. 


"Oh iya bukannya semalam kita melihat genderuwo ya?"  tanya Asep sembari melihat ke arah Maman. 


Mereka berdua langsung bangkit berlari menuju tepi dermaga. 


Dermaga tersebut memang sepi, hanya ada beberapa kapal yang menggunakan dermaga tersebut. 


Asep dan Maman berhamburan berlari menuju jalan setapak. Alangkah kagetnya mereka ketika melihat mayat-mayat tersebut berserakan di jalan setapak. 


"Astaghfirullah hal Adzim!!! " seru mereka. 


" Mayat-mayat siapa ini? "tanya mereka dengan begitu ketakutan. Kedua lelaki tersebut sampai menggigil. 


" Sepertinya ini teman-teman kita, Sep! "Seru Maman. 


" Ayo kita laporkan kepada pihak berwajib! " Asep menarik tangan Maman yang terpaku di depan mayat-mayat yang bergelimpangan. 


Setelah keluar dari tempat tersebut mereka langsung melaporkan kejadian yang mereka alami tersebut kepada warga sekitar dan keluarga korban. 


Polisi pun langsung datang guna melakukan penyelidikan terhadap mayat-mayat yang bergelimpangan tersebut. 


" Lapor komandan! Kasus sepertinya ini sepertinya sudah pernah terjadi, tepatnya dua minggu yang lalu. " polisi satu. 


" Iya, polisi masih menyelidiki apa motif dari pelaku. Sekarang bawa mayat-mayat ini ke rumah sakit agar bisa segera di otopsi! " 


Berita penemuan mayat tersebut kembali viral. Berita tersebut disiarkan di salah satu stasiun televisi. 


***


Ryan dan Gadis berada di ruang tamu, sejak kejadian tersebut, Gadis tak bisa lagi keluar rumah, karena harus menjaga Lastri yang menderita penyakit serius. 


" Jadi bagaimana keadaan ibu kamu? "tanya Ryan. 


" Ibu semakin parah Ryan, setiap hari ia mengigau, dalam mimpinya ia selalu menangis, memanggil nama ayahku, Dara dan Omaku. "

__ADS_1


" Kita bawa dia ke rumah sakit saja, bagaimana," tanya Ryan seraya melihat wajah Gadis yang tertunduk sayu. 


" Gadis menggelengkan kepalanya. Ia gak mau Ryan. Katanya ia ingin bertemu ayahku dan juga Oma ku. Hiks hiks, aku jadi sedih Ryan. Kenapa saat aku baru saja merasakan menjadi manusia sesungguhnya, cobaan bertubi-tubi menimpa ku. Aku kasihan sekali melihat ibuku. Setiap hari ia menyesali semua yang terjadi, ibu juga sudah merasa putus asa, katanya ia ingin mati saja. "


" Ryan membelai rambut panjang Gadis, sabar saja. Ujian ini pasti berakhir. "


Ryan menyalakan televisi. Saat itu kebetulan sekali, berita kematian misterius itu sedang disiarkan. 


Siaran televisi📺


Kejadian misterius terulang kembali, warga sektor C digegerkan dengan penemuan delapan mayat dengan kondisi mengering. Menurut kesaksian dua orang laki-laki yang saat itu berada di TKP, pada malam sebelum kejadian, kapal mereka di serang oleh mahluk misterius yang menyeramkan, berikut keterangan saksi yang berada di lokasi saat TKP. 


Saat itu Asep dan Maman pun menceritakan kejadian sebenarnya. 


Ryan dan Gadis saling memandang beberapa saat. 


"Ryan, ayahku sudah meninggal, jika ia yang melakukan semua ini,kenapa setelah meninggal dunia masih banyak korban yang meninggal secara tak wajar seperti itu? " tanya Gadis. 


" Ehm entahlah, tapi aku rasa ayahmu memang bukan pelaku sebenarnya. Pasti ada iblis yang merasuki nya. Atau ayahmu itu hanya dijadikan kambing hitam dari kasus ini. "


" Lalu siapa yang melakukan ini? " tanya Gadis. 


"Entahlah. Apa kau tak bisa menerawang Gadis? "


" Ehm Aku coba Ryan. Mungkin jika dalam keadaan tenang, aku bisa berkonsentrasi. "


Selama ini Gadis memang masih beradaptasi dengan kemampuannya ketika ia menjadi seorang arwah. 


Selama dirinya menjadi manusia, masalah selalu saja datang, hingga pikiran bercabang-cabang membuat dirinya tak bisa fokus. 


Gadis menjauh dari Ryan. Ia duduk di atas lantai kemudian mulai membuka mata. Agar keadaan sunyi, Ryan mematikan televisi yang ada di hadapannya. 


Setelah beberapa lamanya. 


Gadis kembali membuka matanya. 


" Azura! Azura si anak iblis. Dia menggunakan Raga ku, agar bisa memiliki kekuatan manusia. Azura ditugaskan untuk melakukan pembantaian, agar penguasa kegelapan bisa semakin banyak  mendapatkan arwah penasaran yang nantinya akan digunakan sebagai pasukan untuk melawan raja iblis." 


Gadis dan Ryan saling menatap. 


" Baiklah kalau begitu, kita cari Azura. " Ryan mengepal tangannya dengan geram. 


" Tunggu Ryan, kau mau apa? "tanya Gadis. 


"Mau membunuhnya," cetus Ryan Dengan kesal. 


" Jangan, bahaya Ryan! Biar aku saja yang melawannya! Sebelum itu kita harus tahu kelemahan Azura Ryan. " 


Ryan berdiri menghampiri Gadis. 


" Benar Gadis, setiap makhluk pasti punya kelemahan. Kita cari kelemahan biar kita bisa menghancurkannya. Tapi kita tak bisa diam saja, korban akan terus berjatuhan jika seperti ini. "


Ryan terlihat gelisah. 


"Aku tahu caranya. " 


Ryan menatap serius ke arah Gadis. 


" Kita cari Azura, jika Azura dalam perlindungan pemerintah, kita minta lembaga tersebut melepaskan Azura, kita bilang saja jika Azura itu saudara kembar ku. "


" Tak semudah itu Gadis. " Ryan. 


" Memang tak mudah, tapi setidaknya mereka pasti akan mengizinkan kita bertemu dengannya. Jika aku melihatnya secara langsung kemungkinan besar, aku bisa tahu kelemahan Azura. " 


Ryan tersenyum. 


"Kau memang pintar, wajar saja jika aku mencintaimu, " ucap Ryan seraya menepuk pundak Gadis. 


Gadis menatap netra bening dari pria tampan yang ada di hadapannya. 


" Kau mencintai ku, atau mencintai Dara Ryan? "tanya Gadis. 

__ADS_1


Seketika dua netra tersebut kembali bertemu. 


Bersambung dulu ya gengs


__ADS_2