
Retno tidur dalam keadaan gelisah, dengan keringat dingin yang mengalir di sekujur tubuhnya.
"Akh!" teriak sambil berupaya meraih tubuh Lastri yang tertidur di sampingnya.Retno merasakan tercekik secara tiba-tiba.
"Retno! Karena anak mu itu, aku gagal membawa roh dari kekasih anak mu itu! Akh! " Suara berat itu datang dari penguasa kegelapan.
"Ampun yang mulia! Aku tidak menahu soal itu! lepaskan aku yang mulia. Aku janji secepatnya akan memberikan mu tumbal lagi!"Retno coba melepaskan cengkraman dari penguasa kegelapan.
"Kali ini aku lepaskan kau Retno! Jika dalam tiga hari kau tak memberikan ku tumbal, maka kau, anak dan istrimu yang akan jadi tumbal ku selanjutnya! "
Penguasa kegelapan melepaskan cengkraman tangannya.
Kemudian ia merubah dirinya menjadi kepulan asap putih dan menghilang begitu saja.
Hua hua, Retno berusaha mengatur nafasnya yang tersengal sengal. Tubuhnya basah oleh keringat, sudah berkali-kali kali ia berteriak. Namun, tak ada seorang pun yang mendengarkan nya.
Retno bangkit kemudian bersandar pada headboard.
'Huh, mau cari tumbal dimana lagi aku? Aku tak mungkin menikah lagi, karena berita meninggalnya beberapa istri sirih ku telah menyeruak ke media massa,, bahkan polisi terus menyelidiki kasus tersebut. Jika polisi bisa menemukan bukti jika para korban tersebut meninggal dengan cara yang sama, maka aku pasti di anggap terlibat, ' batin Retno sambil meremas rambutnya.
'Siapa lagi yang bisa ku jadikan tumbal selanjutnya?' batin Retno.
Tiba-tiba saja lirikan matanya mengarah ke Lastri yang tengah tertidur pulas.
'Tidak! Aku tak mungkin menjadikan istri ku sebagai tumbalnya. Aku sangat mencintainya, ' batin Retno.
Retno coba melawan perasaannya sendiri, tapi sepertinya tubuhnya di kuasai oleh mahluk halus.
Tangan Retno bergerak sendiri membuka laci nakas yang ada di tangannya, sambil mengambil mengambil gunting yang ada di laci tersebut.
Tangan Retno gemetaran, dengan bola mata yang melotot kearah gunting tersebut.
Secara tak terkendali, tangan Retno hendak mendekat ke arah tubuh Lastri yang sedang tertidur pulas.
"Tidak! Tidak jangan."
__ADS_1
Batin Retno seolah meronta, melawan kekuatan jahat yang coba menguasai dirinya.
"Jangan! Jangan lakukan itu pada istriku? " teriak Retno.
Tangan Retno coba untuk menghunjam gunting tersebut pada tubuh Lastri. Namun, Retno berusaha menahannya kembali.
"Lepaskan! Jangan celakai istriku! Lastri bangun Lastri! Pergi jauh dari sini Lastri!" teriak Retno.
Namun, Lastri tak sadarkan diri sedikitpun. Meski Retno berteriak dengan kencang.
Saling tarik menarik pun terjadi antara sosok yang menguasai Retno dengan kekuatan Retno sendiri.
Untuk menghindari tindakan yang tak di inginkan Retno pun turun dari atas ranjang, mencoba keluar dari kamar tersebut.
Satu tangannya menahan tangan kanan yang sedang memegang gunting tersebut
Retno membuka pintu dengan tangan yang masih berdiri memegang gunting siapa pun yang melihat pasti akan ketakutan melihat Retno yang telah di rasuki oleh mahluk halus tersebut.
Bola mata Retno menyala, bak bola mata iblis.
Retno menghampiri seseorang yang masih berada di dapur. Kekuatan jahat tersebut sudah tak bisa lagi di kendalikan olehnya.
"Hm, malam-malam gini, enaknya makan mie instan, ,ucap Atun yang sedang mengaduk mie instan yang tengah ia masak.
Buk ...Atun membulatkan bola matanya ketika ada tangan menutup mulutnya, beberapa saat kemudian, tubuhnya terasa di hujami pisau tajam.
"Akh! " Atun menjerit tertahan karena mulutnya yang masih terbungkam. Detik berikutnya ia merasakan pisau yang menancap di ulu hatinya di tarik paksa.
Atun merasakan rasa sakit yang luar biasa. Tubuhnya menggelepar, ketika tangan kekar kembali mencekik lehernya.
Beberapa saat kemudian Atun tak lagi bernafas.Tangan perkasa tersebut mendorong mayat Atun ke lantai.
Retno pun baru tersadar ketika melihat tubuh salah satu asisten rumah tangga nya tergelak di hadapannya bersimbah darah.
"Ha! Apa yang sudah kulakukan? " tanya Retno panik. Retno mengangkat tangannya dengan gemetar, karena tangan tersebut di penuhi dengan darah, begitupun baju yang ia gunakan.
__ADS_1
Di tengah kepanikannya, Retno mencari cara agar tubuh si Atun bisa di singkirkan dan agar tak seorang pun tahu jika Atun telah di bunuh olehnya.
Dengan tangan gemetaran Retno menyeret tubuh Atun menuju Garasi mobil. Kemudian Ia meraih kunci mobil yang tergantung di rak yang ada dalam garasi.
Retno membuka pintu mobil bagian samping kemudian masukan tubuh Atun kedalam mobil, setelah itu ia bermaksud untuk membersihkan lantai dapur yang terkena ceceran darah Atun.
Alangkah kagetnya Retno, ketika melihat lantai yang tadinya penuh dengan ceceran darah Atun terlihat bersih tanpa setetes darah pun. Itu terjadi karena darah Atun yang tercecer di jilati oleh mahluk halus peliharaan penguasa kegelapan.
Meski merasa heran, Retno tetap melanjutkan niatnya untuk membuang jasat Atun.
Retno kembali menuju mobil, kemudian ia membawa mobil tersebut keluar dari garasinya.
Ketika melewati pos satpam, Retno beralasan ingin membeli sesuatu. Tanpa curiga sedikit pun satpam tersebut membuka kan pintu untuk Retno.
Di dalam mobil Retno tak menyadari jika darah Atun terlah habis di hisap oleh ratusan mahluk tak kasat mata. Hingga tubuh Atun menjadi kering, seperti yang terjadi pada Laila dan beberapa istrinya yang lain.
Setelah sampai di sebuah jembatan sepi, Retno memberhentikan mobilnya. Kemudian ia turun untuk mengangkat tubuh Atun.
Betapa kagetnya ia ketika melihat tubuh Atun yang sudah mengering tanpa setetes darah pun. Wajah Atun tak terlihat lagi bentuknya, hanya terlihat seperti tengkorak yang di lapisi kulit yang keriput.
Meski merasakan ngeri dengan pemandangan tersebut. Namun, Retno tetap melanjutkan misi pembuangan mayat Atun.
Karena hanya tinggal kerangka yang di lapisi kulit, Tak sedikitpun ia merasa berat mengangkat tubuh Atun tersebut.
Sebelum membuang tubuh Atun, Retno melepaskan semua pakaian penutup tubuh Atun, agar mayat tersebut langsung tenggelam ke dasar sungai, tanpa meninggal jejak.
Bruar mayat Atun tenggelam ketika Retno melemparkan ke sungai. Karena sudah tak ada lagi daging yang tersisa, Maka tak ada proses pembusukan yang terjadi. Mayat tersebut tak akan mengambang ke permukaan.
Setelah merasa aman, ia juga membuang pakaian Atun di sungai tersebut.
Setelah pekerjaan selesai, Retno berganti pakaian yang kebetulan ada beberapa pakaian yang masih berada di kopernya yang ia simpan di dalam mobil, waktu perjalanan ke luar kota.
Retno terus melajukan kendaraannya. Tak ada sedikit pun perasaan bersalah di hati nya ketika melakukan perbuatan keji tersebut. Ia sudah mulai terbiasa dengan keadaan ini.
Tiba di rumah, Retno memeriksa cctvnya, Anehnya saat kejadian penusukan Atun, Retno tak terlihat di CCTV-nya. Peristiwa tersebut seperti terjadi secara mistik. Namun, untuk menghilangkan jejak Retno memotong adegan pembunuhan tersebut.Kemudian ia kembali mengatur ulang rekaman CCTV.
__ADS_1
Bersambung, Apa yang terjadi selanjutnya ya.
Mohon dukungannya untuk like setiap kali membaca. Dukungan Anda sangat berarti untuk saya 🙏