Takdir Cinta Dua Dunia

Takdir Cinta Dua Dunia
Bangkitnya Si Anak Iblis


__ADS_3

Polisi menggeledah seluruh rumah yang di tempat oleh Retno dan keluarga, belum ada bukti apapun yang mereka temukan untuk saat itu. Tibalah mereka pada sebuah ruangan yang tertutup rapat. Terkunci dengan gembok yang berlapis-lapis.


Polisi menutup hidung ketika memasuki kamar tersebut. Ruangan tersebut berbau anyir menyengat, juga seperti bau darah dan bangkai binatang yang membusuk.


Setelah menyalakan stop kontak di ruangan yang lembab tersebut, mereka melihat seorang gadis yang duduk menangis lirih di sebuah sudut ruangan. 


Hiks hiks.


Anggota penyidikan tersebut saling memandang, melihat heran kearah gadis itu.


"Siapa kamu? "tanya seorang anggota polisi. 


Gadis tersebut mendongakkan kepala dengan senyum menyeringai. Wajahnya yang cantik.Namun, terlihat sadis dengan tatapan sinis nya. 


"Sepertinya dia anak dari pak Retno. Mungkin saudara kembarnya dari putri Retno yang bernama Dara, " sahut salah seorang dari polisi. 


"Kau saudara kembarnya Dara? " tanya polisi tersebut. 


Gadis tersebut hanya tersenyum sinis dengan tatapan mata tajam. 


Seorang polisi mendekati gadis tersebut. 


"Apa kau sengaja dikurung di tempat ini? " tanya polisi. 


Wanita muda itu tak menjawab pertanyaan dari pak polisi. 


"Seperti dia trauma Pak. Mungkin karena sudah lama di kurung. "


"Amankan saja dia! nanti kita gali keterangan darinya, mungkin gadis itu ada keterkaitan dengan kasus ini. " titah komandan polisi tersebut. 


Dua orang polisi menghampiri gadis tersebut. 


"Ayo ikut dengan kami. Kami akan membawa mu ke tempat yang aman. "


Dua orang polisi pun keluar dari ruangan tersebut guna mengamankan gadis itu.


Wartawan masih banyak yang meliput peristiwa penggeledahan tersebut, masing-masing mereka ingin mendapatkan informasi yang paling aktual. 


Beberapa wartawan segera berlari menghampiri kedua polisi dan gadis yang mereka bawa ketika melihat petugas keluar dari rumah.


Mereka pun melemparkan pertanyaan mengenai siapa gadis yang mereka bawa, Dan kenapa masih berada di rumah itu ketika penyelidikan berlangsung.


"Permisi pak siapa, gadis ini? " tanya wartawan satu. 


"Sepertinya dia putri dari saudara Retno, kami menemukannya di dalam ruangan yang terkunci rapat. " polisi. 

__ADS_1


"Ruangan yang di kunci rapat, apa dia korban pesugihan? "


Wartawan pun melihat tak ada yang aneh dari gadis itu, hanya saja wajahnya terlihat begitu pucat. Biasa anak yang di tumbalkan oleh orang tuanya, keadaan fisiknyanya akan berubah. Misalnya terdapat banyak luka borok yang tak bisa sembuh dan sebagainya.


"Kami tidak tahu dan tak bisa memberi informasi yang banyak, Kami permisi Pak. "Polisi tersebut pun membawa masuk gadis misterius itu kedalam mobil. Wartawan tak menghalangi mereka pergi, hanya saja setiap ada perkembangan berita, wartawan akan meliput dan menyiarkannya secara langsung.


****


Di tempat lain,


Keluarga Ryan masih setia menyimak berita tersebut, begitupun Ryan yang terlihat masih gelisah karena tak bisa menemui Gadis. Ryan tetap berada di ruang tamu bersama keluarganya sembari memikirkan cara agar bisa keluar dari rumah mereka.


Rahmi memicingkan matanya ke arah televisi.


"Ryan,apakah Dara itu punya saudara kembar? " tanya Rahmi, ketika melihat ke arah layar kaca yang sedang menyoroti wajah gadis misterius tersebut. 


Seketika Ryan menatap kearah layar televisi yang ada di hadapannya. 


"Itu Dara, bukan sih? " tanya Rahmi ragu. 


Ryan melihat ke arah layar monitor sambil mengerutkan keningnya .


'Siapa Gadis itu? Sepertinya Gadis itu bukan Dara ataupun Gadis.Apa mungkin itu saudara Dara dan Gadis yang lainnya? ' batin Ryan. 


'Apa mungkin?... Tidak, semoga dugaan ku salah' batin Ryan, ia terlihat semakin resah. 


"Ryan, jawab ibu, itu Dara atau saudara kembarannya? " tanya Rahmi. 


"Ehm, Iya Bu. Dara pernah bilang jika ia memiliki saudara kembar. " Ryan. 


"Aku permisi ke kamar dulu Bu. "


Ryan yang terlihat panik tersebut segera beranjak dari kamarnya. 


Ketiga orang tersebut menatap kepergian Ryan. 


"Semakin aneh saja keluarga mereka. " Rahmi


Ryan kembali ke kamarnya. Tiba di kamar ia langsung  menutup pintu kamarnya tersebut. 


Dirogohnya saku hoodienya untuk meraih Smartphone. 


Ryan langsung mencari nomor kontak Gadis alias Dara.  Beberapa saat panggilan telepon pun tersambung.


Jantung Ryan berdetak kencang menunggu Gadis mengangkat telpon darinya.

__ADS_1


"Halo Ryan,kamu kemana saja sih, aku menunggu kamu, " cetus Gadis ketika telpon mereka tersambung. 


"Gadis, Kamu ada di mana sekarang? " tanya Ryan panik.


"Aku sedang di rumah sakit Ryan, Kemana saja kamu, aku sudah menunggumu sejak tadi. " Gadis mengulangi pertanyaannya.


"Gadis, Berita tentang ayahmu tersebar luas di media massa maupun media sosial sosial, bahkan saat ini keluargaku tengah menonton berita tentang Ayahmu itu. Mereka tak mengijinkan aku untuk keluar rumah apalagi sampai menemuimu. "


"Iya Ryan, aku tahu, aku mengerti. " Dara terdengar pasrah.


"Dan kau tahu yang lebih mengejutkan dari itu? " Ryan.


"Apa Ryan? "


"Saat penggeledahan kamar kosong yang ada di rumahmu itu, tim penyelidik menemukan seorang gadis yang mirip sekali denganmu. "


"Hah ! "Gadis langsung tersentak kaget.


"Maksudmu Dara, Ryan? Tapi bagaimana mungkin Dara bisa kembali, sedangkan ia tak memiliki jasad. Aku telah menggunakan tubuh Dara."


"Karena dari itulah, aku mencurigai jasad yang digunakan gadis misterius tersebut adalah tubuhmu, Gadis. "Ryan.


"Ha! jika benar , berarti ada kekuatan jahat yang ingin memanfaatkan tubuh ku itu. " Gadis.


"Itu yang ku khawatirkan, untuk apa pengusa kegelapan menyimpan tubuhmu, jika tak ada niat yang terselubung."Ryan.


"Apa yang harus kita lakukan sekarang Gadis? " Ryan.


"Entahlah Ryan, kita tak tahu siapa dia. Apa mungkin Dara yang menemukan jasad ku, tapi kenapa dia bisa terkunci di dalam ruang tertutup itu. "


"Baiklah, sebaiknya kamu hati-hati akan kucari cara bagaimana bisa menemuimu, saat ini orang tuaku melarang untuk menemuimu karena kasus yang menimpa Ayahmu itu "


"Kau juga harus Berhati-hati Ryan." Gadis.


"Ok .Gadis, bagaimana keadaan ibumu saat ini? " Ryan.


"Ibu masih berada di ruang ICU, ia kembali syok hingga tak sadarkan diri. "


"Jaga saja ibumu. Jika ada berita perkembangan tentang kasus ayah mu, akan ku beritahu padamu. " Ryan.


"Iya Ryan.Terima kasih. " Dara.


mereka pun memutus sambungan teleponnya.


Bersambung dulu reader. jangan lupa dukung otor terus ya.

__ADS_1


__ADS_2