Takdir Cinta Dua Dunia

Takdir Cinta Dua Dunia
Bertemu Azura


__ADS_3

Mery dan Nina mulai menerjapkan-nerjabkan matanya, ketika sinar mentari masuk dari celah-celah jendela. 


Secara bersama mereka membuka mata, Dan merasa tak asing dengan ruangan tersebut. 


Ruangan itu adalah kamar mereka sendiri sebelumnya. 


Keduanya saling menoleh dengan heran. 


"Nina, Kenapa kita berada di sini ?"tanya Merry


Nina coba mengingat apa yang terjadi pada mereka 


"Bukannya, semalam kita melihat Azura memakan ayam hidup-hidup? Apa aku hanya bermimpi ya? " tanya Mery seraya menatap kearah Nina. 


" Aku rasa ini bukan mimpi, Karena kita berdua mengalaminya." 


"Lalu kenapa kita bisa berada di kamar ini,padahal waktu itu kita sedang menuju toilet. " 


"Entahlah,  kalau begitu kita lapor saja pada ibu asrama. " Mery 


Meski mereka merasa takut.Namun, mereka berniat untuk melaporkan kejadian yang menimpa mereka pada ibu asrama.


Ketika keluar dari kamarnya, Mery dan Nina melihat keramaian di ujung koridor. 


" Eh ada yang rame-rame itu apa ya? "


Saat itu, asrama dibuat Geger karena  koridor yang menuju dapur terdapat bangkai ayam. 


Bangkai tersebut berserakan di lantai dengan organ-organ dalam yang berceceran. 


 Merry dan Nina  segera menghampiri keramaian tersebut. 


" Ada apa ini? " tanya mereka


"Ada bangkai ayam berserakan,sepertinya ayamnya dicabik-cabik saat masih hidup. Lihat saja bulu-bulunya yang berserakan."


Merry dan Nina menutup mulutnya karena kaget. " Astaga! jadi benar kan berarti kita tidak mimpi ."


Ada yang muntah-muntah melihat usus ayam yang tercecer di lantai. 


"Apa maksudmu? "tanya salah seorang dari mereka. 


"Ini semua adalah perbuatan Azura Azura. Semalam, ketika hendak menuju toilet, kami tak sengaja melihat Azura yang tengah memakan ayam yang masih hidup. "Merry 


" Hah! "Semua tersentak kaget


 " Yang benar?!" tanya mereka secara serempak. 

__ADS_1


Ibu asrama menghampiri mereka karena melihat keramaian tersebut." Ada apa ini ? " tanya ibu asrama. 


Belum pun pertanyaannya sempat dijawab, ibu asrama juga dibuat kaget dengan pemandangan yang mengerikan tersebut. 


" Siapa yang melakukan ini?" tanya ibu asrama dengan emosi. 


" Azura Bu, Semalam aku dan Meri melihatnya dia  makan ayam tersebut hidup-hidup. " Nina. 


"Azura ?"


" Iya Bu. Kami memandang dengan mata kepala kami sendiri, saat itu kami juga melihat bola mata Azzura berubah menjadi merah dan mulutnya mengeluarkan taring,di sekitar bibirnya penuh dengan darah,ia tersenyum menyeringai ke arah kami , ih serem banget! " cerocos Nina 


"Jangan sembarangan kalau bicara . Kalian punya bukti? " tanya bu asrama. 


"Kalau Ibu tidak percaya, silahkan saja buktikan Bu .Kita cari Azura sekarang, " usul Merry


Mereka pun berjalan melewati koridor menuju kamar Azura.Benar saja, Azura tak ada di dalam kamarnya saat itu. 


" Tuh kan Azura tidak ada di kamarnya. " Merry. 


" Azura ! Azura! " panggil Ibu asrama.


Tak ada jawaban yang terdengar di kamar itu. 


"Dimana dia?!" ibu asrama masih mencari. 


"Ih, pasti tak ketemu. Azura itu bukan manusia. Dia pasti siluman. " Merry. 


" Jangan bicara sembarangan kamu! Mana ada siluman di dunia modern seperti ini. " ibu Asrama berkilah. 


Setelah dicari,Azura memang tak ditemukan. Ibu asrama kembali melaporkan hilangnya Azura


***


Azura berjalan kaki, tanpa alas kaki, ia tak tahu harus kemana. Waja jadi dekil dengan baju yang kotor. 


Orang-orang yang melihat hal tersebut mengira jika Azura adalah orang gila. 


Azura mencari tempat tinggalnya. Ia sendiri tak tahu kenapa ia bisa terdampar di dunia yang menurutnya aneh ini. 


" Orang gila! Orang gila! " teriak beberapa anak-anak SD yang berpapasan dengan Azura. 


Karena ia tak mengerti dengan bahasa mereka, ia tak menghiraukan omongan anak-anak itu. Ia tetap melangkah meski setiap orang menganggap orang gila. 


Azura melewati jalan-jalan besar, hingga tiba di persimpangan lampu merah, dengan santai ia menyeberang jalan meski motor hilir mudik. 


Mereka tak heran, karena menganggap Azura memang gila. 

__ADS_1


Kebetulan saat itu Ryan juga berada di di persidangan tersebut. 


Ryan tak sengaja melihat kearah Azura saat itu. 


' Gadis? Apa itu Gadis,atau seseorang yang memiliki kemiripan dengannya? ' batin Ryan. 


Ketika lampu hijau, Ryan segera menghampiri gadis tersebut. 


Brumm. motor Ryan berhenti di samping Azura yang berjalan pelan tersebut. 


"Gadis! "Seru Ryan. 


Azura pun menoleh, entah kenapa ia merasa familiar dengan nama yang disebut oleh Ryan. 


Kedua netra mereka pun bertemu, tatapan Azura terkunci i ketika ia melihat kearah Ryan. Jantungnya memompa dengan cepat, begitupun aliran darahnya melesat dengan cepat. 


'Astaga! Dia memang lebih mirip dengan Gadis. Aku yakin tubuh yang ia gunakan saat ini, adalah tubuh gadis, ' batin Ryan. 


Ryan jadi serba salah ketika Azura menatapnya dengan lekat, tapi kali ini, bukan tatapan tajam yang  mengerikan. Tapi ada rasa berbeda di hati Azura ketika melihat Ryan. 


" Ehm, maaf. Kau seperti teman ku," kilah Ryan. 


" Boleh ku tahu siapa namamu ? " tanya Ryan. 


" Azura, " jawabnya. 


Deg jantung Ryan berdetak, ketika ia menyadari Azura menaranya dengan tak berkedip. 


'Kenapa dia menatapku seperti itu? 'batin Ryan. 


"Kau mau kemana? " tanya Ryan lagi. 


Azura tak menjawab, tiba-tiba saja, sebuah mobil patroli menghampiri mereka. 


Polisi turun menghampiri mereka. 


"Di sini kau rupanya, kenapa kau kabur dari mess mu, " ucap salah seorang polisi yang kemudian sedikit menarik Azura. 


Saat itu Azura tak berkata kata ia menurut saja ketika tangannya ditarik menuju pintu mobil. 


Namun, Azura tetap menoleh kearah Ryan, begitupun Ryan yang menatap ke arah Azura. 


Azura masuk ke dalam mobil, beberapa saat kemudian mobil kembali berjauhan menjauh dari Ryan. 


Bersambung. 


🌹🌹🌹🌹

__ADS_1


__ADS_2