
Hal yang menggemparkan terjadi lagi, dimana kasus kematian misterius terjadi di mana-mana.
Kali ini keadaan parah, semakin banyak memakan korban.
Karena itulah untuk mengantisipasi bertambahnya korban , Gadis dan Ryan segera mencari keberadaan Azura.
Gadis dan Ryan bermaksud menemui Azura, menurut informasi yang mereka terima, Azura kini di rawat di rumah sakit jiwa.
Mereka langsung menghampiri Azura yang kala itu berada di ruang isolasi.
Setelah melewati beberapa prosedur menjenguk pasien, akhirnya mereka diizinkan untuk menjenguk Azura.
Seorang petugas mengantar mereka ke ruang isolasi.
Petugas tersebut membuka gembok pintu kamar dimana Azura berada.
Gadis diijinkan bertemu dengan Azura, alasannya karena Gadis mengaku jika ia dan Azura itu saudara kembar.
Setelah pintu terbuka, Ryan dan Gadis pun masuk.
Azura yang kala itu hanya berdiam diri, sedikit merespon ketika melihat kedatangan Ryan dan Gadis.
Matanya mengarahkan ke Ryan, dengan tatapan yang sulit untuk diartikan.
Gadis sendiri melihat jika ada rasa perasaan yang berbeda dari sifat Azura.
Jika memang Azura menggunakan tubuhnya, tentu saja ia bisa merasakan perasaan yang Azura rasakan.
"Ryan coba ajak bicara, sepertinya ia menyukaimu, " bisik Gadis.
Hah, Ryan kaget.
" Apa itu harus, melihatnya saja aku merinding. "
Ryan kembali menatap kearah Azura yang memandangnya dengan aneh.
"Tenang saja Ryan, dia tak akan bisa menyakitimu selama ia menggunakan tubuhku. "
Gadis terus menatap kearah Azura. Ia bermaksud membaca pikirannya.
__ADS_1
Ryan berjalan mendekati Azura dengan perlahan.
Gadis terus mengamati ekspresi Azura.
" Hay! "sapa Ryan. Ia langsung menyodorkan tangannya.
Azura langsung menyambut uluran tangan tersebut.
Jantung Ryan seperti ingin copot ketika merasakan sentuhan gadis iblis tersebut.
Gadis terus mengamati reaksi Azura, dari ekspresinya, Azura terlihat menyukai Ryan karena rona wajahnya memerah saat Ryan mendekati.
Mungkin karena Azura memiliki jantung Gadis, jadi perasaan akan sama seperti perasaan Gadis.
Ryan coba mengajak Azura bicara, menanyakan hal-hal kecil, seperti sudah makan, kamu suka apa kepada Azura.
Tapi tentu saja ia tak bisa menjawab pertanyaan Ryan. Gadis coba menerawang dengan kekuatannya,mencari titik kelemahan Azura.
Sekitar setengah jam kemudian, seorang petugas kembali datang menemui mereka.
" Waktu berkunjung sudah habis, " ucap petugas tersebut.
' Alhamdulillah, 'batin Ryan. Ia merasa senang ketika waktu berkunjung sudah habis, jadi ia punya alasan untuk secepatnya kabur dan pergi dari tempat itu.
Ryan pun beranjak dari duduknya.
Azura melihat dengan tatapan tajam ke arah Ryan dan Gadis, seperti ia tak senang jika Ryan jauh darinya.
" Azura, aku pergi dulu ya. " Ryan.
Azura hanya menatap sedih di tinggal Ryan.
***
Gadis dan Ryan berjalan melewati koridor.
" Kau dapat sesuatu Gadis? " tanya Ryan.
" Iya, aku tahu kelemahan Azura Ryan, " ucap Gadis dengan langkah kaki terhenti.
__ADS_1
" Apa itu? " tanya Ryan seraya menahan langkah kakinya. Ia pun menatap kearah Gadis.
" Azura tidak berdaya, jika kita membunuhnya ketika ia menjadi manusia. "
" Jika ingin mengalahkannya, kita harus menghancurkan tubuh manusianya dengan membakarnya hidup-hidup. "
" Apa?! Jika kita membakarnya, tubuhmu juga akan hancur Gadis, kau akan kehilangan kesempatan untuk hidup sebagai manusia normal. "
" Aku sudah kehilangan kesempatan untuk jadi manusia normal sejak aku dilahirkan didunia ini. Aku sampai putus asa dan berdoa meminta pada Yang Maha Kuasa, agar memberi ku kesempatan untuk jadi manusia meski hanya beberapa saat. Dan karena kebaikan Yang Kuasa lah, aku bisa merasakan bagaimana rasanya menjadi manusia meski hanya sesaat, " tutur Gadis sambil meneteskan air matanya.
Ryan menatap Gadis dengan manik mata yang berpendar.
" Tapi Gadis, apa kita punya cara lain untuk menghancurkan Azura? " tanya Ryan.
" Tak ada cara lain lagi Ryan, Azura adalah anak iblis yang dipersiapkan untuk menyerang raja iblis, karena itulah ia menggunakan tubuhku, agar bisa menjadi manusia setengah iblis. Yang nantinya ia memiliki kekuatan manusia dan kekuatan iblis, dengan dua kekuatan tersebut, tak ada mahluk yang dapat mengendalikannya Ryan. Azura bisa menguasai alam manusia dan juga alam jin. Jika demikian dunia ini akan tenggelam dalam kegelapan. Umat manusia akan musnah tak ada lagi kebaikan di dunia ini, " papar Gadis panjang lebar.
" Ehm, tapi Gadis, aku kurang setuju. Aku tak bisa menyakiti Azura, karena dia menggunakan tubuhmu. "
" Harus bisa Ryan! dunia sedang dalam bahaya. Saat ini Azura memang belum mengerti menggunakan kekuatan manusianya, jika suatu saat nanti ia tahu bagaimana cara memanfaatkan tubuh yang ia miliki, maka kita semakin kesulitan untuk mencari kelemahannya. "
" Lalu apa yang harus kita lakukan Gadis, jujur aku tak bisa menyakitinya selama ia menggunakan jasadmu? " tanya Ryan seraya menatap lekat ke arah Gadis.
" Jika Azura masih berwujud manusia, ia akan memiliki perasaan sama seperti yang manusia rasakan. Dia bisa merasakan sedih, marah kecewa, dan bahkan bisa merasakan jatuh cinta. Karena itu.Kau harus membuatnya jatuh cinta padamu, agar kita mudah memanfaatkannya.
" Apa, membuatnya jatuh cinta?! " Ryan semakin syok.
" Benar Ryan, kau harus membuatnya jatuh cinta, jika dia mencintaimu maka dia akan menuruti perintahmu, dengan mudah kita akan menjebaknya."
" Menjebaknya bagaimana Gadis? "
Gadis mendekatkan bibirnya pada telinga Ryan.
" Bawa dia kesuatu tempat Ryan, kita persiapan bahan bakar untuk membakar tubuh Azura. Kita harus lakukan itu di siang hari, saat kekuatan Azura lemah. "
Ryan terpaku dengan tatapan terus mengarah ke arah Gadis.
" Kau yakin akan melakukan itu Gadis? " tanya Ryan dengan bulir bening menetes di pipinya.
" Yakin Ryan. "
__ADS_1
Bersambung.