Takdir Cinta Dua Dunia

Takdir Cinta Dua Dunia
Syok


__ADS_3

Waktu menunjukkan pukul tujuh pagi, Sejak sore itu Mery dan Nina selalu melihat kearah Azura. 


Azura duduk di tepi tempat tidur, seperti biasa, tatapannya  kosong seperti orang yang sedang melamun. 


Entah kenapa, Mery dan Nina yang notabene adalah gadis yang memiliki keberanian tingkat tinggi, mendadak jadi ketakutan. 


Apalagi di saat itu, di mess tersebut hanya beberapa kamar yang terisi. 


Seorang petugas yang biasa di bilang ibu asrama datang menghampiri mereka. 


"Azura, Mery dan Nina. Waktunya makan! "  


Sebenarnya ibu asrama tersebut tak perlu memberi tahu jadwal makan malam, hanya saja karena adanya anak baru yang masuk di asrama tersebut, ibu asrama itu langsung menghampiri ke kamar mereka yang tak jauh dari dapur. 


Mery dan Nina bergandengan tangan menuju ruang dapur, mereka begitu ketakutan. Ketika melihat Azura berasa di belakang mereka. 


"Nina, bagaimana jika kita minta sama ibu asrama untuk pindah kamar Yuk, gua takut jika harus sekamar dengan dia, " bisik Mery. 


" Ia gua juga takut, Ayo! " Nina. 


Mereka pun tiba di ruang makan. 


Ada sepuluh orang wanita dari berbagai usia ketika itu, Mereka terdiri dari kalangan berbeds,Ada yang mantan PSK, ada pula yang tuna netra, mereka dikumpulkan di dinas sosial untuk di bina.Makanan tersedia di atas meja prasmanan Setelah mengaut makan di piring, mereka pun kembali ke meja makan. 


Hanya Azura yang tak mengaut makanan tersebut. Semua orang heran melihat Azura yang hanya diam tersebut. 


"Azura, kamu gak makan? " tanya ibu asrama. 


Azura hanya menggeleng. 

__ADS_1


'Kalau gak mau makan, kenapa ada di sini sih? 'Batin seorang wanita muda, seolah bisa tahu isi hatinya. 


Azura langsung menoleh dan menatap tajam ke arahnya. Tangan gadis itu langsung gemetar karena ketakutan. 


Mendadak semua orang juga ikut ketakutan karena melihat reaksi gadis muda tersebut. 


Azura tetap diam, begitupun yang lainnya. Hingga selesai makan keadaan tetap sunyi mencengkam. 


Setelah makan malam, mereka semua kembaki kamar, begitupun Azura. 


Nina dan Mery, menghampiri ibu asrama. 


"Bu, bisa gak, kami pindah kamar? " tanya Nina. 


"Pindah kamar? Kenapa? "tanya ibu asrama. 


"Kami merasa takut Bu, Azura terlihat aneh sekali, ia tak seperti manusia seperti umumnya. "


"Iya bu, sejak kehadiran Azura, kami terus-terus saja merasa merinding. " Mery. 


"Iya terserah kalian saja. Ini kunci kamar, silahkan saja kalian bersihkan sendiri kamarnya. "


Setelah mendapat kunci, keduanya pun cepat-cepat menuju kamar untuk membereskan barang-barang merska. 


Setelah semua barang-barang mereka siap, Mery dan Nina pun pindah ke kamar mereka yang baru. 


Sesampainya di kamar, mereka langsung berberes. perasaan mereka sedikit lega karena tak lagi sekamar  dengan Azura. 


Karena merasakan letih, setelah berberes kamarnya mereka pun memutuskan untuk tidur. 

__ADS_1


Malam semakin kelam, suasana semakin semakin sepi dan sunyi, Mery dan Nina tertidur dengan lelap begitupun dengan penghuni asrama yang lain. 


Tiba-tiba saja suara ayam berkokok mengejutkan mereka. 


'Ha! Sudah pagi ya? ' batinnya. 


Ia pun melirik ke arah


 jam dinding yang ada di kamar tersebut. alangkah kagetnya Nina ketika melihat jam dinding menunjukkan  pukul 00. 10 tengah malam kala itu. 


"Ternyata masih tengah malam ya. " Nina. 


Karena merasa ingin pipis, iya pun coba membangukan Mery. 


" Mer, bangun Mer! naya. 


Ehm tubuh, Mery mengeliart ditatapnya Nina yang seperti ketakutan. 


"Kenapa sih?! " dengus Mery


"Temenin aku pipis yuk! " ucap Nina. 


"Ehm iya aku juga ingin pipis. " Mery. 


Keduanya menuju toilet yang tak jauh dari kamar mereka. 


 Malam itu terasa begitu mencengkram. Meski takut, keduanya memaksakan merinding ketika berjalan melewati koridor, belum pun sampai di toilet mereka melihat Azura yang telah mengunggis ayam yang masih ada bulunya, Ayam tersebut masih menggelepar lirih ketika tangan Azura membelah dada ayam itu dengan kuku kuku tajamnya. 


Seketika keduanya langsung pingsan ketika melihat Azura tersenyum menyeringai dengan mulut yang dipenuhi oleh Darah dan bola mata merah menyala. 

__ADS_1


Brukk.. Tubuh Mery dan Nina terhempas  ke lantai di saat yang bersamaan. 


Bersambung, maaf kalau ada typo, mata author ngantuk sekali. Insya Allah besok tak koreksi lagi. 


__ADS_2