
"Kau adalah sahabat ku Gadis, aku tak akan membiarkan mu terombang-ambing di berada antara dua dunia."
"Hiks. Terima kasih Ryan, setidaknya ada yang peduli pada ku. "
"Aku selalu peduli pada mu Gadis. " Ryan.
Gadis menghapus air mata bahagiaya.
'Aku tak pernah berharap lebih Ryan, Aku sadar jika cinta mu hanya untuk Dara, ' batin Gadis.
Beberapa saat keadaan jadi hening sejenak.
"Menurutmu Apa rencana kita selanjutnya " tanya Ryan memecah kesunyian di antara mereka.
Gadis pun tersadar dari lamunannya.
"Hal yang pertama harus ku lakukan adalah menghentikan ayahku, Aku tak ingin korban terus berjatuhan. "
"Bagaimana caranya kau bisa membuktikan pada orang-orang jika ayahmu lah yang telah melakukan pesugihan selama ini dan memakan begitu banyak korban nyawa? " Ryan.
"Ryan, cari informasi tentang kematian para wanita yang tak biasa. Wanita-wanita tersebut meninggal karena keguguran dan mayatnya mengering dalam beberapa saat setelah meninggal, kumpulkan berita-berita tersebut, itu bisa jadi salah satu bukti untuk acuan kita. "
"Mungkin jika ayah di penjara dia, tidak akan bebas membunuh korban tumbal selanjutnya."
"Apa kau yakin Gadis?Bagaimana dengan ibumu, bagaimana pula dengan nama baik keluarga mu. " Ryan
"Ada yang lebih penting dari harga dari, yakin nyawa seseorang Ryan.Jika ayah tak dihentikan, maka ibuku juga bisa jadi korban, siapa saja bisa jadi korban karena mahluk tersebut sudah menyatu pada tubuh ayah ku. "
"Bagaimana caranya aku bisa melidiki ruang kosong yang selalu terkunci tersebut. Aku heran Kenapa ruangan itu berbau amis. Ada beberapa kepala binatang yang ditutupi dengan kain hitam seperti jimat."
"Emangnya kau tak bisa melihat dengan mata batin mu ?"tanya Ryan
"Tidak Ryan, aku tak bisa melihatnya pandanganku berkabut ketika menerawang tempat tersebut.
"Baiklah, lalu bagaimana caranya aku bisa meraga Sukma? "
"Kita harus cari orang sakti Ryan, orang yang bisa membantumu melepaskan roh dari jasadmu tanpa melewati kematian. Tapi aku tak tahu, dimana mencari orang itu. "
"Maksudmu dukun atau paranormal? " tanya Ryan.
"Iya, seseorang yang juga memiliki kemampuan meraga sukma. jika tidak, kau akan kesulitan untuk melepas dan kembali nantinya ke tubuhmu Ryan. "
"Begitu ya.Aku punya kenalan, dia teman kakekku, katanya dia termasuk salah satu paranormal hebat. Nanti aku cari alamatnya. "
"Dia bisa membantu kita Gadis. "
"Tak semua Paranormal bisa melakukan itu Ryan, lagi pula apa kau sudah yakin akan melakukan hal tersebut, itu sangat berbahaya Ryan, apalagi kau tak berpengalaman menembus dimensi dua alam. Bisa-bisa kau tersesat selamanya. " Gadis.
"Kau beritahu saja padaku apa yang bisa ku lakukan, kau sudah berpengalaman melintasi dua alam ,Bagaimana caranya menaklukan Penguasa Kegelapan itu ." Ryan. '
"Aku sendiri juga binggung, Bagaimana aku bisa mengalahkannya, Sejatinya manusia memang lebih mulia dari mereka. Kau tak perlu takut, yakinlah jika ia memiliki kekuatan kau juga punya kekuatan untuk mengalahkan mereka. Jangan menyombongkan diri, tapi juga jangan membuat kau terlihat lemah di hadapan mereka." Gadis.
Uah Gadis menguap beberapa kali, matanya mulai mengantuk.
"Baiklah, besok kita lanjutkan lagi pembicaraan kita. Istirahat lah. " Ryan.
Ryan mendengar suara Gadis yang menguap.
"Besok kau temui aku di tempat biasa." Ryan.
Di tempat biasa, yang mana maksudmu Ryan?Aku bukan Dara Ryan. Aku Gadis kita tak pernah membuat janji sebelumnya. " Gadis.
"He ..iya aku lupa. Temui aku di cafe Mawar jam sepuluh pagi. " Ryan.
__ADS_1
"Oke Ryan, selamat malam. "
"Selamat malam. "
Ryan mendarakan bokongnya di atas tempat tidur, seraya menghempas nafas berat.
Tatapan menerawang, sebagai manusia ia sendiri merasa takut jika harus berkelana di dunia yang begitu asing.
"Huh, semoga saja aku bisa menyelamatkan mereka, meski aku tak begitu yakin. "
Ryan menghempas tubuhnya di atas tempat tidur, kemudian ia menatap langit-langit rumahnya dan beberapa saat kemudian Ryan terlelap.
***
Ryan bangkit kemudian langsung berdiri. Betapa kagetnya ia, ketika melihat tubuhnya sendiri yang tengah tertidur di atas tempat tidur.
'Hah, kenapa aku bisa melihat diriku tertidur, apa aku sudah mati? ' batin Ryan seraya menatap kedua telapak tangannya.
Ryan coba menggapai tubuhnya, tapi dirinya seperti hologram yang tembus pandang.
'Apa ini yang dinamakan meraga Sukma? ' Ryan.
'Lalu bagaimana cara ku kembali ke tubuh ku? '
Ryan coba menggapai tubuhnya sekali lagi. Tapi ia tak bisa menyentuh tubuhnya.
'Apa aku tak bisa kembali lagi ke tubuh ku? ' tanya Ryan khawatir.
Ryan mondar-mandir di depan kamarnya, saat itu ia tak tahu bagaimana caranya kembali ke tubuhnya seperti semula.
***
Setelah Retno dan Dara masuk ke dalam rumah, Tiba-tiba saja pak Satpam merasakan bulu kuduk nya yang berdiri, di sertai lolongan panjang dari suara-suara anjing.
'Sepertinya rumah ini semakin angker, sejak kepergian Atun. Tak ada salahnya merekam tempat sekitar, jika memang banyak hal mistis terjadi, Aku resign saja. ' batin Pak Satpam.
Pak Satpam membuka cameranya, mulai merekam keadaan sekeliling.
Setelah merekam keadaan sekeliling, ia tak mendapati hal aneh. Namun, camera tetap standby di atas kursi dengan lipatan jaket yang menahan agar smartfone tersebut tak jatuh. Sementara ia duduk di atas lantai di posnya
Ia membiarkan camera tetap menyala sambil membaca-baca doa, keadaan malam saat itu masih sangat lenggang.
Ia pun bermaksud mengunci pintu pos penjagaan agar tak ada yang bisa masuk ke pos tersebut.
Di tengah kesunyian malam Pak Satpam tersentak kaget , ketika merasakan ada sesuatu yang menusuk bagian belakang punggungnya. Ketika ia membalikkan tubuhnya dari mengunci pintu.
"Akh!!! " teriakan pak Satpam tertahan.
Ia tak sempat menoleh siapa yang telah menusuk punggungnya hingga tembus dari belakang hingga ke arah depan. Namun, dari layar kameranya ia bisa melihat siapa yang telah melakukan itu semua.
Kreak, terdengar suara tulang yang patah, karena tangan kekar tersebut menekuk bagian tulang belakang pak Satpam.
Darah mengalir deras dari tubuh pak Satpam. Sama dengan kejadian-kejadian sebelumnya. Nasib pak satpam tak kalah tragis dari korban Retno sebelumnya.
Dara yang berceceran seperti kering dan menghilang tanpa jejak. Retno kembali melakukan hal yang sama, membawa jasad yang mulai mengering tersebut menjauh untuk menghilangkan jejaknya.
Seketika pak Satpam kehilangan nyawanya. Saat merengang nyawa ia sempat mendorong kursi dengan maksud menjatuhkan smartphone nya agar sang pelaku tak dapat menemukan rekaman tersebut.Smartphone jatuh bersama dengan jaket dan kursi yang tumbang.
***
Ryan baru tersadar ketika mendengar suara ketukan pintu.
"Ryan bangun Ryan! Ryan! " Lastri.
__ADS_1
Ryan menerjab-nerjabkan matanya, saat itu ia merasa silau karena sinar matahari masuk ke celah-celah jendela.
Ryan melihat jam dinding yang menunjukkan pukul depan pagi.
"Iya Bu! " Seru Ryan, menjawab ketukan pintu di iringi suara yang memanggil namanya.
Ryan mencoba untuk bangkit.Namun, sekujur tubuhnya terasa penat. Ia merasa begitu lelah, seperti habis melakukan pekerjaan berat.
Ryan memaksakan untuk bangkit,untuk membuka pintu.
Kreak pintu terbuka.
"Ryan, kamu tidak apa-apa? " tanya Rahmi yang terlihat khawatir.
"Apa-apa, bagaimana maksud ibu? " tanya Ryan.
"Ibu menggedor pintu dari setengah jam yang lalu, tapi kamu ngak dengar. Ibukan khawatir sama kamu! Apalagi ayah dan kakek kamu tak berada di tempat." Rahmi.
"Ehm, gitu ya Bu," sahut Ryan sambil menggarukkan kepalanya yang tak gatal.
"Kamu terlambat bangun ya? Jangan-jangan ngak sholat subuh? "
"Iya Bu, aku terlambat bangun. "
"Sholat subuh dahulu, ini sudah jam berapa?! " Rahmi.
"Iya Bu. "Ryan kembali menutup pintu kemudian langsung menuju kamar mandi.
Setelah menunaikan sholat subuh yang terlambat tersebut, Ryan menghampiri nakas karena melihat layar handphone yang menyala.
Saat itu ia melihat panggilan dari Gadis.
'Dara, apa aku bermimpi ya semalam. Sebentar ,ini Gadis atau Dara? ' batin Ryan.
Semua kenyataan tersebut terasa seperti mimpi bagi Ryan.
Iya pun mengangkat sambung telpon tersebut.
"Hall..."
"Ryan, aku dengar kabar, saat ini pak. Satpam menghilang! " Sambar Gadis.
"Trus.. apa yang terjadi?tanya Ryan.
"Entahlah Ryan, aku harus sedih atau bahagia, karena di pos satpam kini di temukan rekaman camera handphone milik pak satpam, direkaman tersebut memperlihatkan bagaimana pak Satpam dibunuh. " Suara Gadis terlihat khawatir.
"Maksudmu, ayahmu yang telah membunuh pak Satpam? "terka Ryan.
"Iya Ryan. Saat ini aku sedang di rumah sakit, ibu ku pingsan mengetahui hal tersebut. " Gadis.
"Lalu, Dimana ayah mu? " tanya Ryan.
"Entahlah, dari tadi malam ia belum kembali. Dirumah ku kini petugas polisi sedang melakukan penyelidikan. Ibu ku sampai saat ini masih tak sadarkan diri. " Gadis.
Ryan syok, mendengar penutur dari Gadis.
"Baik, Aku akan menyusulmu kesana, sekarang. " Ryan.
Bersambung.
.
.
__ADS_1