Takdir Cinta Dua Dunia

Takdir Cinta Dua Dunia
Bangkit


__ADS_3

Sebenarnya sang penguasa kegelapan tak ingin berduel dengan arwah Gadis, karena setiap kali bertarung dengan Roh tersebut dirinya akan kehilangan tenaga yang cukup besar.


Gadis memiliki dua kekuatan inti antara dunia manusia dan dunia jin. Karena itu roh Gadis tak bisa di kendalikan layaknya Roh lainnya.


Gadis mengumpulkan semua tenaga dalam yang ia miliki, agar bisa melawan kekuatan jahat tersebut dan melepaskan Ryan dari belenggu api yang terkalung di lehernya.


Ryan merintih seraya menatap kearah Gadis. Sementara Gadis selalu bersikap Waspada agar serangannya tak meleset.


Wuar Akhh!!!!! suara sang penguasa kegelapan mengaung, seperti lolongan anjing. Seketika alam berubah menjadi sunyi mencengkam.


Warga yang membawa tubuh Ryan, juga ikut menyaksikan fenomena aneh yang terjadi pada alam saat itu.


Dua kilatan saling menabrak seolah-olah, ada kekuatan dasyat yang saling berbenturan hingga menimbulkan letusan hebat di angkasa.


Duar ...bunyi ledakan di atas tersebut terjadi di bawah kolong langit. Bukan berada di angkasa.


Setiap insan yang menyaksikan hal tersebut menjadi ketakutan, Begitupun ketiga orang yang menyaksikan peristiwa jangal malam itu.


Tubuh Ryan terbujur kaku, tak lagi bernyawa. Sementara mereka di atas bak mobil pick up harus menyaksikan sendiri pertarungan dua cahaya Aneh yang tak jauh dari hadapan mereka.


Angin tiba-tiba saja menderu dengan kencang, seperti akan ada badai yang terjadi, hanya saja kejadian tersebut terjadi hanya beberapa saat saja, seperti ada kekuatan jahat yang terbang melintasi mereka.


***


Gadis mengumpulkan cakra yang ia miliki yang berwarna ungu, sementara sang penguasa kegelapan berkali-kali melemparkan cakra api ke arah Gadis.


Pertarungan saling melemparkan kekuatan pun terjadi.


Kekuatan penguasa kegelapan tak bisa menandatangani kekuatan inti murni dari Gadis.


Gadis mengeluarkan semua kekuatan tenaga dalam murni yang ia miliki.


Kemudian Ia melemparkan kekuatan yang berbentuk cakra tersebut tepat di dada sang penguasa kegelapan.


Blus... Duar bruam.


Cakra Gadis berbenturan dengan cakra api milik penguasa kegelapan.Menyadari pertarungan tak akan seimbang, sang penguasa kegelapan pun lari dan meninggalkan Roh Ryan yang masih terbelit kalung yang terbuat dari rantai api.


Ryan berusaha meronta melepaskan kalung tersebut, Namun sia-sia.


"Akh! Dara tolong aku Dara! Aku tersiksa sekali! Akh!. " seru Ryan.


Dara pun terbang mendekati Ryan.


"Lawan Ryan, tak ada kekuatan yang bisa melawan kekuatan jahat selain kekuatan yang maha Kuasa. Dan Yang maha Kuasa sendiri telah memberikan kita kekuatan inti yang murni, untuk melawan segala yang berbentuk jahat. Yakin kan diri mu jika semua yang kau rasakan hanya tipu daya iblis semata, agar kita menjadi orang lemah yang bisa di perbudakan oleh nya! Lawan saja Ryan, karena sesungguhnya kita lebih mulia dari nya! " seru Gadis.


Ryan mendengar semua perkataan Gadis, ia pun meyakinkan dirinya jika semua ini hanya tipu daya dari penguasa tersebut Dengan kekuatan murninya Ryan coba melawan belenggu api tersebut. Ia membaca doa yang pernah di ajarkan oleh sang kakek. "

__ADS_1


"Laillahailah, Anta subahanaka, inni kuntum minal zalimin! " seru Ryan sambil menarik belenggu api tersebut hingga terlepas dengan sendirinya.


Belenggu api pun terlepas, Ryan segera melemparkan belenggu tersebut ke sembarangan arah, Rantai api tersebut pun hilang di balik gelapnya malam


"Hah Bebas! " seru roh Ryan dengan bahagia.


Gadis tersnyum kearah Ryan.


"Kau benar Dara, sesungguhnya manusia itu mahluk yang paling mulia, tak seharusnya kita tertipu dengan perangkap setan yang menyesatkan. "


Ryan tersenyum sambil memeluk Gadis.


"Terima kasih Dara, kau telah menyelamatkan ku," ucap Ryan sambil memeluk Gadis.


Gadis begitu haru, setelah sekian purnama, akhirnya ia bisa merasakan hangatnya pelukan Ryan. Seseorang yang begitu ia cintai.


"Sama-sama Ryan, tapi aku bukan Dara, hiks," sahut Gadis seraya menangis haru dalam pelukan Ryan.


Rasanya setelah merasakan sentuhan Ryan, Gadis hampir tak ingin melepaskan Ryan untuk kembali ke dunia. Namun, ia juga menyadari jika cinta memang butuh pengobarbanan. Jika Ryan berada bersama nya mungkin dia akan bahagia, tapi belum tentu Ryan juga akan merasa bahagia.


Ryan terdiam ketika menyadari yang ia peluk bukanlah Dara. Seketika memori nya pun kembali, begitupun ingatan tentang Gadis kecil yang pernah bersahabat dengan sewaktu kecil.


Gadis merenggangkan pelukan mereka.


"Pergilah Ryan, kau harus kembali ke jasad mu, sebelum terlambat. "


Gadis semakin haru.


"Kau ingat pada ku Ryan? " tanya Gadis.


Dan di jawab anggukan lirih oleh Ryan.


"Kau Gadis sahabat kecil ku? " Ryan.


"Iya Ryan, aku Gadis kecil itu. "


"Tapi kenapa kau begitu mirip dengan Dara? " Ryan.


"Ryan , Dara itu saudara kembar ku! "


Ryan sedikit kaget.


"Kalau begitu, apa mungkin ayahmu yang telah menumbalkan aku? " tanya Ryan.


"Iya Ryan. Kau harus bongkar pesugihan ayahku, dia sendiri tak menyadari jika penguasa kegelapan mengincar nyawa Orang-orang terdekat nya. Kau harus yakinkan Dara untuk membantu mu membongkar kedok ayahku, sebelum korban semakin bertambah. "Gadis.


"Kau, Dara, dan ibuku, adalah tumbal selanjutnya, dan terakhir baru ayah ku. Tapi ia tak menyadari jika dirinya telah jadi sosok monster yang mengerikan yang membunuh begitu banyak korban. "

__ADS_1


"Hentikan semua ini Ryan, sebelum terlambat! " Gadis.


Ryan menatap yakin kearah Gadis, kemudian ia menggangguk.


***


Gadis membawa Ryan menuju rumah sakit, agar Roh Ryan kembali tubuhnya.


Di depan mereka kini ada tubuh Ryan yang terbujur kaku.


"Ayo cepat kembali ketubuh mu Ryan. " Gadis.


"Jika aku kembali, apa aku bisa melihat mu lagi Gadis? " tanya Ryan yang ikut sedih.


Gadis mendekat kearah Ryan, kemudian menyentuh bagian dadanya. "Jika dadamu merasakan debaran aneh maka saat itu aku berada di sisimu Ryan. " Gadis.


"Kembalilah sebelum terlambat. " Gadis.


"Baiklah. " Ryan


Keduanya pun saling melemparkan senyum


Ryan berbaring kembali di tubuhnya yang terbujur kaku.


Beberapa saat kemudian ia tersadar dari mati surinya.


***


Pak Riko yang melihat Ryan, langsung menghangbur memeluk Ryan.


"Allhamdulilah, kau selamat dari mati suri mu Nak" ucap Pak Rico.


'Mati suri? 'batin Ryan.


"Ibu pasti senang saat mengetahui kau tak meninggal. " Pak Rico.


Meski binggung, Ryan tak sedikit pun menyanggah ucapan ayahnya.


Beberapa orang suster kembali meneriksa keadaan Ryan. Karena Ryan sempat di nyatakan meninggal.


Setelah di lakukan pemeriksaan kondisi Ryan sangat baik, normal-normal saja. Ia pun di perbolehkan pulang.


Ryan dan Pak Rico terlihat bahagia melewati koridor, suatu ketika Ryan tersenyum seraya melambaikan tangan nya kearah Gadis.


Gadis pun heran melihat Ryan yang kembali bisa melihat kehadirannya.


Dan ketika menoleh kearah kiri, wajah Ryan berubah ketakutan, karena ia melihat penampakan yang begitu jelas.

__ADS_1


Bersambung.


__ADS_2