
"Apa yang kau lakukan disini ?"tanya Retno dengan suara berat, tak seperti suara Papanya.
"Papa, Dara hanya ingin mencari Papa," jawab Dara dengan terbata-bata
Retno terus menatap Dara dengan tatapan tajam , ia pun semakin ketakutan.
Dara memutuskan untuk pergi dari sana, ia langsung berlari menuju kamarnya.
Beberapa detik kemudian, pintu kamar itu terbuka dan Retno keluar dari sana setelah melakukan pemujaan.
***
Dara membuka pintu kamarnya kemudian dengan segera ia mengunci pintu kamarnya kembali. Dara langsung melompat ke atas ranjang menarik selimutnya sembari meringkuk kedingin.
Hi Hi , tubuh Dara gemetar.
"Baru saja aku bermimpi bertemu almarhum Oma, dan bi Atun.
Jika memang bi Atun sudah meninggal lalu di mana mayatnya berada?,"batin Dara.
"Apa memang benar yang dikatakan oleh Ryan, Oma dan bi Atun jika selama ini , papa melakukan pesugihan mengorbankan orang-orang di sekelilingnya hanya untuk mendapatkan kekayaan. Aku harus mencari tahu semuanya sebelum terlambat."
Dara menyibak selimutnya, meraih smartphone kemudian menelpon Ryan.
Beberapa kali ia coba melakukan panggilan. Namun tak juga di angkat oleh Ryan teleponnya. Karena merasa semakin takut, Dara memutuskan untuk mengirim pesan kepada Ryan.
📩Ryan, sebelumnya aku minta maaf, karena aku tak mempercayai ucapan mu.
Kini aku sudah tahu, jika papaku memang melakukan pesugihan. Aku melihat Papaku dibelakangku,tapi aku juga mendengar Papaku berada di dalam sebuah ruangan yang sudah lama dikunci yang ada di dalam rumah ku.
📩
Aku takut Ryan! Baru saja aku mimpi bertemu bi Atun dan Oma.Mereka mendatangiku untuk meminta bantuan.
📩Mereka bilang jika kematian mereka adalah sesuatu yang janggal, karena roh mereka dijadikan budak oleh Penguasa Kegelapan, mereka disuruh dipaksa membangun istana untuk penguasa kegelapan,kelak mereka juga akan jadi pasukan dari kerajan Penguasa Kegelapan tersebut.
Tiga pesan yang cukup panjang terkirim.
Suasana di kamar Dara semakin terasa dingin dan mencengkam.
Setelah menulis pesan tersebut, Dara kembali masuk ke dalam selimutnya,
Tubuhnya gemetar sambil menggigit ujung jari.
Apa? apa yang sebenarnya terjadi, Lalu siapa tadi yang ada di belakangku, a
siapa juga yang bicara di dalam kamar itu? Apa sebenarnya yang di lakukan papaku di dalam kamar itu. pertanyaan tersebut bertubi-tubi muncul di kepalanya, Dara masih berharap mendapatkan jawaban yang logis.
__ADS_1
Tiba-tiba ia teringat akan Lastri yang kini tidur di kamar bersama Retno.
"Mama! pasti Mama dalam bahaya saat ini. Aku harus segera menemui mama. "
Dara memberanikan diri karena perasaan khawatir terhadap sangat ibunda, Setelah menyibak selimutnya . ia segera turun dari atas ranjangnya untuk menghampiri Lastri.
Benar saja, Ketika ia membuka pintu, Dara melihat Retno yang tengah memegang pisau, sosok yang menyerupai Retno tersebut berjalan melewati koridor yang menghubungkan beberapa ruangan dan kamar. Dara terus mengamati sosok tersebut dari balik pintu, setelah sosok tersebut tak lagi terlihat, ia berjalan mengendap-ngendap menuju kamar Lastri.
Sesampainya di depan kamar, Dara segera menggedor pintu.
Tok tok tok
"Ma! Ma!" Panggil Dara.
"Ma tolong buka pintunya Ma! " pintu terus di gedor.
Namun, gerakan tangan dan teriakan Dara terhenti ketika ia merasa ada yang membekab mulutnya.Dara pun merasakan dinginnya pisau yang menyentuh lehernya.
Jantung Dara berdetak dengan cepat, ia begitu merasa ketakutan. Sosok yang ia lihat tersebut seolah-olah mengancam membunuhnya dengan menodongkan pisau.
Dara melototkan bola matanya ketika ia di seret oleh tangan kekar yang berbulu.
Seketika Dara merasakan lemas pada sekujur tubuhnya. Entah kenapa malam itu terasa sepi dan sunyi.
Tak ada seseorang pun yang terjaga selain dirinya.
Dara diseret dari ruangan tersebut menuju ruang yang selalu terkunci.
Bruk ..suara hempasan daun pintu terdengar nyaring.
Sosok tersebut langsung menghempas tubuh Dara dan membanting ke lantai.
"Akh! "
Teriak Dara ketika tubuhnya terhempas menghantam lantai.
"Papa apa yang akan papa lakukan? Ini Dara Pa! anak Papa! " seru Dara dengan panik dan ketakutan.
Akhh! Sosok yang menyerupai Retno tersebut mengerang seperti suara beruang yang lapar.
Tubuh Dara tercekat dengan lutut yang gemetar ketika ia melihat pisau yang berada di genggam sosok yang menyerupai ayahnya tersebut.
"Tidak! Jangan lakukan itu Pa!. sadar Pa! Dara putri papa Satu-satunya! Jangan sakiti Dara Pa! "
Tapi sosok tersebut tak mengulur waktu lagi, ia pun langsung menusukan pisau langsung ke ulu hati Dara.
"Akh!!!! " teriakan Dara memecah keheningan malam itu.
__ADS_1
****
Gadis menembus pintu kamar Ryan. Berusaha membangunkan Ryan. Ia merasakan firasat yang tak enak hati, tapi ia sendiri tak tahu apa itu.
Sepanjang malam ia berkelana mencari keberadaan jasadnya. Gadis juga binggung, untuk apa penguasa kegelapan tersebut menyimpan jasadnya.
Gadis melihat layar smartphone Ryan yang terlihat terang. Ia pun menghampirinya.
Ia melihat ada nama Dara tertera di layar smartphone tersebut.
"Ryan! Bangun Ryan! "
Ryan menggeliatkan tubuhnya sembari membuka sedikit kelopak matanya.
"Ada apa sih Dis ? kamu dari mana saja, sini peluk aku dulu. " Ryan menarik tangan Gadis.
Tentu saja ia tak bisa menyentuhnya.
"Jangan bercanda Ryan! Dara menelpon mu berkali-kali. Sepertinya ada hal yang penting. "
Ryan kemudian meraih benda pipih tersebut, benar saja panggilan berkali-kali tersebut datang dari nomor Dara.
"Kenapa Dara menelpon ku berkali-kali? "
Ryan coba menghubungi Dara kembali, tapi tak tersambung.
Ryan kemudian memeriksa pesan masuk. Dan menemukan tiga pesan dari Dara. Setelah membaca pesan yang dikirim oleh Dara, bola Ryan membulat sempurna.
" Gawat Gadis ! Dara dalam bahaya ."
Rian langsung terjun dari atas tempat
tidur Kemudian berlari menuju pintu. Ia pun langsung turun menuju garasi, mengeluarkan motornya.
Gadis yang memang merasakan firasat yang tak baik akan saudaranya, Ia langsung terbang menghampiri Rumah Dara. Sementara Ryan juga langsung menuju rumah Dara.
Di dalam perjalanan Ryan terus berdoa, dinginnya angin malam tak menghalanginya. Sosok-sosok halus berterbangan di sekitarnya. Mereka berusaha menghalangi Ryan.
Awalnya Ryan memang takut melihat rupa mereka yang menyeramkan dan menjijikkan. Namun, ia sadar jika mahluk tersebut tak bisa menyakitinya.Mereka hanya memberikan rasa takut, tanpa bisa menyakiti nya. Ryan melaju dengan tetap waspada. Setelah perjalanan yang memakan waktu dua puluh menit, ia pun tiba dengan selamat di depan rumah Dara.
***
Gadis tiba di rumah tersebut dan berusaha mencari keberadaan saudara kembarnya tersebut. Alangkah kagetnya ketika ia melihat sosok hitam baru saja menarik keluar roh Dara.
Tubuh Dara juga di penuhi dengan darah.
Sosok hitam tersebut berhasil membawa roh Dara. Sementara kumpulan mahluk menyeramkan bersiap untuk menyantap hidangan mereka.
__ADS_1
Gadis tampak binggung. Apa kah harus mengejar roh Dara atau menjaga tubuh Dara agar tak menjadi santapan mahluk gaib yang harus darah tersebut.
Bersambung, tinggal jejaknya ya reader, dukungan kalian sangat berarti untuk saya.