Takdir Cinta Dua Dunia

Takdir Cinta Dua Dunia
Bisikan Jahat


__ADS_3

Setelah dari pemakaman Laila, Retno menuju hutan larangan, tempat bersemayam mahluk penguasa kegelapan.


Retno datang dengan penuh amarah, ia bermaksud ingin protes kepada penguasa kegelapan.


Setelah melakukan perjalanan panjang nya, Retno pun tiba di hutan tersebut.


Retno menepikan mobilnya di sisi jalan kemudian dengan tergesa-gesa ia menghampiri goa di mana mahluk itu berasal.


"Yang mulia! "Seru Retno di depan mulut goa.


Kepulan asap putih pun terlihat di bibir gua tersebut.


mahluk tersebut tak menunjukkan wujudnya, hanya suara berat yang menyeramkan menyapa Retno.


Hua hua.. Suara tawa jahat tersebut terdengar membahana memecah kesunyian hutan tersebut.


"Yang mulia! Aku ingin bertanya pada mu! Apa kau penyebab dari kematian Laila? Apa dia juga akan menjadi tumbal?! Padahal dalam Perjanjian kita sebelumnya kau tak akan meminta korban nyawa?! Lalu kenapa kau membunuh orang-orang yang ada di sekitar ku?! " tanya Retno dengan nada suara tinggi, seperti ingin protes.


"Hey Retno! apa kau pikir kepala sapi yang kau tumbalkan tersebut sepadan dengan apa yang aku berikan pada mu?! "


"Iya, mulai saat ini, aku ingin meminta tumbal nyawa pertigakali purnama. Aku tak mau tahu itu! Jika tidak! Istri dan anak mu akan celaka! Atau kau sendiri yang akan jadi tumbalnya.!" ancam mahluk itu.


Tiba-tiba Retno merasa tercekik dalam bayangannya saat itu ia melihat Dara yang hendak melompat dari gedung tinggi. Retno pun ketakutan karena bayangan tersebut seperti begitu nyata.


"Tidak! Dara jangan lompat Dara!" seru Retno ketika melihat hal tersebut.


"Ha ha! Ingat Retno! Jika kau berhenti mencari tumbal untuk ku, maka seluruh keluarga mu yang akan jadi tumbalnya! "Suara besar tersebut kembali mengancam Retno. Seketika Retno jadi ketakutan kehilangan anak dan isterinya.


"Jangan yang mulia! Jangan sakiti keluarga ku, baiklah aku setuju. apa saja asal keluarga ku selamat, sekarang tolong aku, selamatkan Dara! " Pinta Retno dengan berlutut dan memohon.


"Baiklah, teruslah menikahi wanita-wanita yang akan kau persembahkan untuk ku, hua hua! "Suara tersebut menghilang di balik kabut tebal.


Retno berkali-kali menelan salivanya, tubuhnya gemetar, tanpa sadar ia telah mengabdikan diri pada mahluk penunggu gua tersebut, ia pun sadar kini dia telah menjadi monster yang akan membunuh orang-orang yang tak berdosa.


Tapi apa mau dikata, perjanjian itu akan mengikatnya seumur hidup.

__ADS_1


Setelah beberapa saat tergamam, Retno memutuskan untuk kembali menemui keluarganya.


"Aku harus menemui keluarga ku! " Retno.


Retno keluar dari semak belukar tersebut kemudian ia membawa laju mobilnya menuju arah pulang.


Di dalam mobil, fikiran Retno kembali kacau, hingga beberapa kali ia hampir menabrak pengendara lain. Retno juga sempat menabrak pagar besi pembatas jalan saat di tikungan. namun, mobilnya tak lecet sedikitpun, padahal benturan tersebut begitu keras. Retno seperti merasa seperti ada yang melindunginya.


***


Di sekolah, Dara termenung menatap teman-temannya yang sedang melakukan permainan bola voli. Karena saat itu kelas mereka sedang pelajaran praktek olahraga.


Dara saat itu melamun memikirkan mimpi anehnya, dimana dirinya selalu bermimpi di datangi oleh arwah Oma yang seolah-olah memberi peringatan agar berhati-hati.


Ketika sedang melamun, Tiba-tiba saja Dara mendengar suara orang yang memanggilnya dengan lirih.


Dara! Dara ! Dara! Sini Dara, Ayo ikut Oma! Panggilan tersebut terdengar lirih dan hanya Dara yang bisa mendengarkannya.


Seperti terhipnotis Dara pun bangkit dengan tatapan mata yang kosong berjalan perlahan melewati koridor kemudian menaiki anak tangga.


Gadis yang selalu menjaga Dara selama ini, karena ia tahu sendiri jika Dara akan jadi korban selanjutnya.melihat ada yang aneh dari saudaranya tersebut pun mengikuti ke mana Dara pergi. Setelah melihat Dara menaiki anak tangga Gadis berusaha memperingati nya.


Tatapan mata Dara kosong, ia berjalan setapak demi setapak menaiki anak tangga.


'Dara! Sini Dara, Ayo ikut Oma! 'suara tersebut berkali-kali menyeru Dara.


'Dara jangan Dara! Hentikan Dara! Jangan ikuti suara tersebut.'


Gadis coba menghentikan Dara. Tapi Dara terus saja melangkah kan kakinya, menaiki anak tangga satu persatu hingga tiba di lantai tiga dari gedung sekolah tersebut. Di lantai tiga dari sekolah tersebut memang sepi, karena masih tahap renovasi. Dara terus berjalan menuju ujung koridor yang pagarnya masih belum terpasang.


***


Ryan baru tiba dari kantin membeli makanan ringan untuk dirinya dan Dara. Namun, setelah ia kembali dari kantin Ryan tak menemui Dara duduk di kursinya.


Ryan pun mengedarkan pandangan ke arah sekeliling untuk mencari keberadaan Dara. Ia melihata sekeliling lapangan tempat siswa praktek olahraga tapi juga tak menemui Dara.

__ADS_1


Tanpa sengaja Ryan melihat Dara yang menaiki anak tangga menuju lantai tiga.


Melihat keanehan tersebut, Ryan bermaksud menyusul Dara. Ryan pun berlari sekencang kencanganya sampai ia jadi pusat perhatian orang-orang yang melihatnya.


Setelah melihat kemana arah Ryan berlari, para siswa yang berada di luar kelas tanpa sengaja melihat Dara yang menaiki anak tangga menuju lantai tiga bangunan tersebut. Ketika Dara menginjakkan kakinya di lantai, semua orang berseru memanggilnya.


" Dara turun Dara! Bahaya! "teriak mereka semua, hingga satu sekolah heboh. Tapi Dara tetap berjalan dengan tatapan mata yang kosong. Karena panik, beberapa orang guru yang melihat hal tersebut berlari untuk menghampiri Dara.


Dara terus berjalan melewati koridor sepi tersebut. Tinggal beberapa langkah lagi dirinya akan sampai di ujung koridor yang tak ada pagar pembatas karena sedang renovasi.


Ketika Dara hendak melangkahkan kakinya pada ujung koridor, Langkanya tercekat karena ada yang menarik dan menyentak nya dengan kuat hingga Dara sadar dirinya kini telah menindih tubuh Ryan.


"akh! "Seru Ryan Ketika bokongnya menyentuh lantai, sementara Dara yang kehilangan keseimbangan tersebut juga mendarat kan tubuhnya di atas tubuh Ryan.


Seperti baru tersadar dari tidur ,Dara sempat linggung.


"Apa yang terjadi? " tanya Dara seraya menggeser tubuhnya agar tak menindih Ryan.


"Dara kamu kenapa berada di tempat ini? " tanta Ryan seraya bangkit .


Dara mengamati sekitarnya.


"Ryan kenapa aku berada di lantai ini? "tanya Dara dengan bingung.


beberapa gurupun datang menghampiri mereka.


"Dara kenapa kamu naik ke lantai ini? Bukannya lantai ini area terlarang bagi para siswa. " Seorang guru memarahi Dara.


Dara sendiri binggung kenapa dia bisa berada di lantai ini.


"Saya juga tidak tahu pak, kenapa saya berada di lantai ini."Dara


"Ya sudah! Kalau begitu, kita semua turun! " guru.


Dara ikut turun mengikuti kedua gurunya, sementara Ryan tetap berada di sampingnya.

__ADS_1


Sejak saat itu, Dara sering mendapatkan bisikan gaib yang memintanya untuk melakukan uji coba bunuh diri.


Bersambung


__ADS_2