Takdir Cinta Dua Dunia

Takdir Cinta Dua Dunia
Arwah Bi Atun


__ADS_3

"Mati suri Bagaimana maksud kamu? tanya Dara sambil mendelik.


"Malam itu, saat di perjalanan pulang dari rumah mu menuju rumah ku, Aku menabrak truck yang terparkir di bahu jalan.Saat itu aku tengah melajukan motorku, tiba-tiba saja ada yang menutup mataku, hingga aku tak bisa melihat jalan lagi dan menabrak truck di pinggir jalan. "


"Kenapa bisa seperti itu Ryan? " tanya Dara memutus.


"Ada mahluk jahat yang coba untuk mencelakai ku, dan menjadikan ku tumbal dari pesugihan seseorang. " Ryan.


Dara menggelengkan kepalanya karena sangsi.


"Tumbal? Kau yakin? " tanya Dara dengan suara yang lirih,seolah tak percaya dengan apa yang dikatakan Ryan.


Dara memang tak mempercayai hal-hal mistis seperti itu.


"Apa kau tahu ?saat aku mengalami mati suri, aku melihat seorang gadis yang menyerupai mu ? Gadis itulah yang membantuku melepaskan cengraman dari penguasa kegelapan. Dan kau tahu siapa gadis itu? " tanya Ryan sambil menatap lekat ke arah Dara.


Dara mengangkat Bahu.


"Dia adalah Gadis, saudara kembar mu. "


"Hah saudara kembarku? tapi tak mungkin Ryan. Aku memang memiliki saudara kembar, tapi saudara kembarku itu sudah meninggal ketika ia dilahirkan." Dara.


"Iya aku tahu Gadis sudah meninggal sejak ia di lahirkan, tapi sebenarnya ia tak seperti manusia pada umumnya, karena jasadnya masih disimpan oleh Penguasa Kegelapan dan arwahnya mengembara di antara dua dunia. "


Dara semakin tak mengerti.


"Apa maksud kamu Ryan? Aku nggak ngerti?! " Dara.


Ryan begitu memahami, jika Dara binggung akan penjelasannya.


"Apa kamu sadar ,begitu banyak kejadian mistis yang terjadi di hidupmu. Ibumu yang beberapa kali keguguran, pembantu mu yang tiba-tiba hilang, nenekmu yang meninggal secara tiba-tibatiba-tiba, dan masih banyak lagi. "


"Jadi apa maksudmu? !" tanya Dara dengan intonasi yang lebih tinggi.


Ryan menghela nafas, ini memang berat baginya. Namun, ia harus mengatakan sejujurnya pada Dara.


"Dara saat aku berada diantara dua dunia, aku bertemu dengan Gadis, yakin saudara kembar mu. Dan dari dialah aku tahu jika ayahmu pemuja setan. Demi mendapatkan kekayaan dan kejayaan di dunia ini. Ia menumbalkan siapa saja, termasuk orang terdekatnya. Dan bisa jadi kamu adalah tumbal selanjutnya. " Ryan.


Dara terperanjat kaget.


" Apa maksud mu?! Jangan ngomong sembarangan Ryan! Bagaimana pun juga dia adalah Ayah ku. Aku lebih mengenalinya! Kau telah menfitnah dengan kejam Ryan! " Bentak Dara sambil menepuk meja.


Semua mata yang hadir di tempat tersebut langsung melihat kearah keduanya.


"Dengarkan aku dulu Dara! Aku tidak mungkin berkata tanpa bukt,i akan kutunjukkan bukti-buktinya, maka berikan aku kesempatan," tawar Ryan.


"Tidak R6ian! Aku tidak akan percaya begitu saja, ini semua adalah fitnah keji Untuk Papa ku. " Dara terlihat emosi ia pun berdiri hendak pergi.


"Dara dengar dulu penjelasan ku. "


"Tidak perlu. Baiklah jika begitu sampai di sini saja hubungan kita! Aku tidak Sudi bertemu denganmu lagi. " Dara beranjak dari tempat tersebut. Ryan berusaha menahan dengan meraih pergelangan tangan Dara.


"Dara! tunggu dulu Dara! biar aku jelaskan, berilah aku sedikit waktu untuk menjelaskan semuanya.," pinta Ryan.

__ADS_1


"Tidak Ryan! kau sudah memfitnah Ayahku, bukan begini caranya jika kau ingin membatalkan pertunangan kita! "


Dara menepis tangan Rian kemudian Ia berlari kecil menuju mobil.


Ryan tergamang beberapa saat, ia sendiri mengerti jika Dara akan sulit menerima kenyataan ini.


Ryan menatap punggung Dara yang menghilang di balik mobil.


"Bagaimana caranya aku meyakinkan Dara. Bukan tak mungkin Dara akan menjadi tumbal selanjutnya," guman Ryan.


Sementara Gadis masih menatap ke arah Dara.


"Pelan-pelan saja Ryan.," sahut Gadis.


Di dalam mobil Dara menangis, ia tak menyangka akan terjadi hal seperti ini, Ia begitu mencintai Ryan, tapi Ryan telah menyakitinya dengan menuduh ayahnya.


Dara pun memutuskan untuk tak bertemu lagi dengan Ryan mulai saat itu. Setibanya di rumah udara langsung masuk ke kamarnya.


***


Malam harinya, Dara tertidur Namun, merasa gelisah dengan keringat yang mengucur deras pada tubuhnya, dalam mimpinya Dara bertemu dengan


Bi Atun. "


Ia seperti berada di ruang hampa yang di penuhi oleh kabut tebal.


"Kenapa bi Atun ada di sini? " gunanya Dara, ketika melihat Bibi Atun dengan tatapan kosong dan wajah yang pucat menghampirinya.


"Non Dara! Tolong Bibi Non, " ucap Bi Atun dengan lirih.


"Tolong Kenapa Bi? kami semua mencari keberadaan Bibi. " Dara.


"Non sepertinya kematian Bibi tidak wajar non, Bibik di siksa Non, tolong bibik Non! " Bi Atun terlihat menderita.


"Di siksa bagaimana Bi?! Apa bibi memang sudah meninggal? "tanya Dara makin panik.


"Iya Non bibik dibunuh oleh seseorang Non "


"Dibunuh Bik? tapi siapa yang melakukannya Bi? " tanya Dara, masih dalam mimpinya.


" Tuan lah yang telah membunuh Bibi Non, menusuk pisau ke perut Bibi membungkam mulut bibi, " tutur bi Inah dengan raut wajah yang kecewa.


" Tuan ?maksud Bibi papa? tanya Dara syok.


"Iya Non. Tuan Retno lah yang melakukan semua ini ke bibik Non. "


"Tapi Bi, bagaimana caranya Papa bisa melakukan itu terhadap bibik? "


"Bibi tidak tahu non, Tapi saat ini bibik disiksa Non, bibik di ikat ,bibik disuruh kerja paksa oleh sosok yang menyeramkan di sebuah gua,hiks." tangis pilu Bi Atun.


"Benarkah itu Bi? tapi Bi, papa aku bukan orang yang seperti itu. Papa orang baik Bi, " Dara.


"Non tolong Bibi, non cuma Non, yang bisa melepaskan arwah Bibi dari penguasa kegelapan itu Non. Jika tidak, maka selamanya Bibi akan menjadi pengikut makhluk itu Non. Jadi tolong Bibi Non. "

__ADS_1


"Tidak Bi! Papa tidak mungkin melakukan hal itu ."


Meski Bibi mengatakan hal yang sebenarnya, Dara terus memungkirinya. Namun ,seorang sosok kembali datang menghampiri Dara.


"Dara! "


Panggil sosok tersebut dengan lembut. Dara kaget, ketika melihat Omanya yang berwajah Sendu berada di belakang Bi Atun.


"Oma! "


"Oma Dara kangen sama Oma, kenapa Oma tidak pernah lagi datang ke dalam mimpi Dara? "tanya Dara.


"Dara, apa yang dikatakan bi Atun itu benar ,kematian kami semua itu karena ulah dari sosok penunggu gua yang dipuja oleh ayahmu itu. "


"Apa?! tapi tidak mungkin Oma! "


"Dara, Coba kau selidiki sebuah ruangan yang selalu ditutup tak pernah dibuka di dalam rumahmu. "


"Ya Oma,memang ada ruangan yang selalu di kunci, kata papa ruangan itu tak boleh dibuka . "


"Hanya kamu yang bisa melepaskan raga kami Dara, Tolong bantu kami. Jika kami tidak dilepaskan, maka roh kami akan tersangkut dan selamanya kami akan menjadi pelayan penguasa kegelapan."


Dara semakin ketakutan.


" Hanya Kamu yang bisa berkomunikasi dengan Oma, tolong Dara, ingat Kau dan Ibumu sebentar lagi jugaakan jadi tumbal ayahmu. Ia sendiri bahkan tak pernah menyadari hal itu, jika dirinya juga akan menjadi tumbal dari pesugihan nya."


"Apa?! Tidak Oma! itu tak mungkin!!" seru Dara.


Dara pun langsung tersadar dari tidurnya.


Hua hua, nafasnya memburu, Dara merasakan sesak di bagian dadanya.


Dara menghempas nafas kasarnya mencoba mengaturnya kembali nafasnya. "Huh ternyata ini hanya mimpi, tapi kenapa terasa begitu nyata" guman Dara.


Dara mengusap kepalanya kemudian Iya menuang air segelas dan meminumnya untuk menenangkan dirinya.


Dara melihat pemandangan sekitar kamarnya Ia melihat jam dinding menunjukkan pukul 00.00 tepat tengah malam.


Seketika ia merasakan merinding." Apa benar yang dikatakan oleh arwah Oma dan arwah BiAtun? "


'Apa yang dikatakan Ryan itu benar? jikalau selama ini, Papaku melakukan pesugihan demi kekayaannya dan beliau rela menumbalkan orang-orang yang ada disekitarnya'batin Dara sambil melirik dengan nanar di sekelilingnya .


"Aku harus cari tahu ."Dara langsung turun dari atas ranjang meski ia masih merasa ketakutan,kemudian berlari kecil menuju pintu untuk keluar dari kamar.


Dara mengendap-ngendap melewati sebuah ruangan, tepatnya sebuah gudang yang tak pernah dibuka selama puluhan tahun


Saat itu Dara mendengar ayahnya berbicara pada seseorang, memang terdengar kurang jelas, tapi ia yakin itu suara Retno.


'Apa yang dilakukan oleh Papa di dalam ruangan ini? Bukannya ia sendiri yang melarang membuka ruangan ini? ' batin Dara.


Darah menempelkan telinganya untuk mendengar .Namun, tiba-tiba terdengar suara berat yang berdehem dari arah belakangnya. Dara pun menoleh, dan alangkah kagetnya ketika ia melihat sang ayah dengan bola mata yang merah menatap tajam ke arahnya.


Dara memaku untuk beberapa saat.

__ADS_1


Bersambung dulu ya gengs, jangan lupa tinggalkan like, vote hadiah dan komennya.


__ADS_2