Takdir Cinta Dua Dunia

Takdir Cinta Dua Dunia
Cari bukti


__ADS_3

Polisi membantu mengevakuasi Lastri, beberapa asisten rumah tangga juga ikut berhamburan keluar dari rumah untuk melihat apa yang terjadi.


"Nyonya! Nyonya kenapa? Ada apa ini? kenapa ada keramaian di sini? " tanya salah satu asisten rumah tangga kepada polisi.


"Telah terjadi kasus pembunuhan yang melibatkan saudara Retno. " Polisi.


"Pembunuhan?! " Asisten rumah tangga tersebut syok.


"Siapa korbannya Pak? "


"Pak Satpam." polisi.


Satu orang lagi yang merasa kaget mendengar penuturan pak polisi.


ART tersebut pun ikut lemas mendengar berita tersebut, padahal baru semalam mereka berbincang pada pak Satpam.


Lastri di bawa ke dalam rumahnya. Beberapa ART mengecam perbuatan Retno, tapi mereka juga bersimpati pada nyonya rumah mereka, Nyonya Lastri adalah tuan rumah yang baik. Begitupun Retno, mereka hampir tak percaya jika tak mendengar langsung dari polisi.


Di luar rumah masih terjadi keributan, Para polisi yang bertugas sedikit kewalahan menangani massa yang semakin banyak. Bahkan video tersebut pun tersebar di berbagai media sosial.


***


"Nyonya pingsan, Apa yang harus kita lakukan? " tanya mereka yang ikut panik.


"Ehm, panggil Non Dara! mungkin saat ini Non Dara masih tertidur di kamarnya."


Seseorang dari mereka berlari kecil menghampiri kamar Dara.


tok tok tok ...pintu di gedor dengan kencang.


"Non Dara! Bangun Non! Non! "


Tok tok tok..


Pintu semakin nyaring di gedor. Dara yang baru menikmati tidur lelap untuk pertama kalinya tersebut, langsung terbangun.


Ia segera bangkit dari tempat tidurnya kemudian berjalan cepat menuju pintu.


Kreak.. Pintu di buka.


Dara sedikit membuka lebar kelopak matanya melihat salah satu Art yang terlihat panik.


"Non, Nyonya pingsan Non. "


"Pingsan? Pingsan kenapa?!"


"Aduh ceritanya panjang Non, sebaiknya Non segera temui nyonya. "


"I-iya Bik. "


Gadis langsung mengikuti kemana arah Bi Inem yang membawanya menuju lantai bawah. ketika melewati koridor, Gadis melihat ada keramaian yang terjadi di luar rumahnya.

__ADS_1


"Ada apa ini Bik? "tanya Gadis binggung.


"Anu Non..." Kata-kata bi Inem berhenti, ia tak sanggup melanjutkan penuturannya.


"Anu kenapa Bik? "tanya Gadis semakin penasaran.


Saat itupun Gadis coba menerawang. Tapi ia tak bisa melihat apa yang terjadi.


'Kenapa kemampuan ku seperti berkurang ya sejak aku memakai tubuh ini? ' batin Gadis.


"Anu kenapa Bik? "


"Anu Non, kata Pak polisi telah terjadi pembunuhan yang di lakukan oleh tuan Retno, " tutur bi Inem dengan bibir yang gemetar


'Sudah ku duga. 'batin Gadis.


Gadis terlihat biasa saja mendengar berita tersebut.


Mereka pun tiba di ruang tamu. Ketika berada di lantai bawah, keributan semakin jelas terjadi, saat itu telah terjadi bentrokan antara warga dan polisi.


"Bi, kenapa orang-orang itu ?! " tanya Gadis.


"Mereka ingin membakar rumah kita Non."


"Gawat kalau begitu. "


Gadis langsung melihat kearah Lastri yang baru saja tersadar dari pingsannya.


"Dara! hiks hiks. "


Lastri yang baru terbangun tersebut kembali pingsan, karena tak kuat menerima kenyataan yang terjadi.


"Ibu! "


"Bik, tolong bawa ibu kerumah sakit! "


"Baik Non. "


Bi Inem berlari keluar menghampiri pak Supri yang sedang menahan kerumunan warga.


"Pak siapkan mobil, nyonya sudah dua kali pingsan. Kita bawa nyonya kerumah sakit. " Bi Inem.


" Pingsan, kasihan Nyonya. "


"Iya Pak, takut terjadi sesuatu pada Nyonya, sepertinya Nyonya memang tak mengetahui peristiwa ini. "


"Iya Nem. "


Pak Supri melapor pak pak polisi, saat itu polisi tengah berlialog pada warga.


"Saudara-saudara, jadi saya minta anda untuk tak menerobos garis polisi ini. Sementara kami petugas akan mengevakuasi orang-orang yang berada di dalam rumah tersebut. Saya mohon kerja sama yang baik. Silakan saja anda berada di tempat ini, asal tidak melintasi garis yang sudah di tentukan. " Polisi.

__ADS_1


Warga pun sedikit tenang. Mereka tetap menunggu di tempat tersebut sambil menunggu proses pemeriksaan.


Di tempat kejadian olah TKP pun segera di lakukan.


"Pak,Nyonya Retno sudah dua kali pingsan. Apa bisa anda menolong untuk membawanya kerumah sakit? " tanya pak Supri pada salah seorang polisi.


"Bisa. Mari saya bantu. Bawa saja dengan menggunakan mobil polisi. "


Salah seorang polisi tersebut memberitahu rekannya.


Beberapa anggota polisi membantu mengangkat tubuh Lastri, sementara penghuni rumah yang lain di suruh bersiap untuk meninggalkan rumah tersebut. Karena akan ada pemeriksaan lebih lanjut.


Lastri langsung di bawa ke rumah sakit, diduga ia terkena serangan jantung. Saat itu hanya Gadis yang boleh menemani Lastri. Sementara setelah membawa barang-barang mereka,para Asisten rumah tangga tersebut di bawa ke kantor polisi untuk di mintai keterangan sebagai saksi.


Setelah penghuni rumah tersebut kosong. Olah TKP pun langsung di lakukan. Untuk sementara Polisi hanya memeriksa tempat kejadian perkara dan melakukan olah TKP.


Polisi menyusuri daerah sekitar untuk mencari bukti lain untuk memperkuat tuduhan terhadap tersangka.


Karena tak ada bukti lain, korban dan tersangka masih tak di temui. Hingga polisi masih kesulitan untuk meninjak lanjuti.


"Bagaimana komandan, apa pemeriksaan akan di lanjutkan ?! " tanya salah satu petugas polisi.


"Kami sudah mengecek rekaman tersebut memang asli."


"Tak ada bukti otentik dari kasus ini. Kita tak menemukan korban dan tersangka di tempat kejadian. Jika peristiwa tersebut merupakan pembunuhan baik tanpa sengaja atau pembunuhan yang di lakukan terencana, pasti ada darah yang menetes, atau sisa-sisa DNA korban ataupun pelaku di temukan, tapi ini tak ada sama sekali. "


"Bagaimana dengan sidik jari Pak, apa ada kecocokan antara pelaku dan korban? " Polisi


"Sidik jari sudah tak bisa di gunakan, karena warga yang berkumpul, sehingga merusak jejak yang di tinggalkan. " komandan polisi.


"Baru ini saya mendapatkan laporan pembunuhan yang rumit seperti ini. Tak ada korban dan tak ada tersangka. Kita bisa mengalami kesulitan memproses laporan yang hanya berupa rekaman. " komandan polisi.


"Jadi bagaimana menurut anda? Apa penyelidikan di hentikan? Warga pasti akan kecewa. " polisi.


"Kita harus temukan korban terlebih dahulu, agar bisa membuat berita acara pidana. "


"Untuk memeriksa rumah ini kita butuh tanda tangan pemilik rumah. "


Warga merasakan resah ketika melihat kinerja polisi yang terkesan lambat, padahal semua harus sesuai prosedur. Pihak berwajib tak punya kewenangan untuk menggeledah rumah atau memeriksa tanpa ijin pemilik, Karena kasus ini belum bisa masuk ke laporan kejahatan. Tak ada korban ataupun saksi mata lain di tempat kejadian.


Seseorang warga menerobos garis polisi.


"Pak bagaimana ini? kenapa tak ada tindak lanjutnya, kenapa polisi tak memeriksa ke dalam rumah Retno saja! "desak seorang warga.


"Ada prosedur yang harus kami taati untuk menggeledah rumah ini. Harus ada surat dari tim penyidik atas persetujuan peradilan dan juga harus ada ijin dari pemilik bangunan. Saat saya minta masyarakat di sini tetap menjaga emosi agar tak melakukan penghakiman sendiri. dengan merusak TKP. " Setelah kewenangan kami dapatkan dengan segera kami akan menggeledah rumah ini. " polisi.


"Untuk sementara tak ada yang bisa menerobos masuk, kecuali pihak penyidik. "


Warga yang mengerti pun kembali ke rumah mereka dan melakukan rutinitas seperti biasanya. Sementara polisi terus menyisir sekitar rumah, beberapa CCTV-nya komplek pun di periksa, di rekaman CCTV komplek tersebut memperlihatkan mobil Retno yang melewati jalan komplek di sekitar jam dua pagi.


Lalu kemana Retno pergi membawa mayat pak Satpam.

__ADS_1


Bersambung. please dukungannya dong 🙏


__ADS_2