
Setelah pertimbangan yang cepat dan mantap. Gadis memutuskan untuk memasuki raga Dara. Karena mereka saudara kembar identik, maka tak butuh waktu lama bagi Gadis untuk menyesuaikan diri dengan tubuh baru tersebut.
Gadis menerjab-nerjabkan bola matanya. Ketika kelopak mata tersebut terbuka sempurna, Gadis merasakan sakit akibat tusukan yang ada di ulu hatinya. Tulang-tulangnya pun terasa remuk redam.
"Akh!. Apa begini rasanya jadi manusia, sakit sekali," guman Gadis.
Tubuh Dara yang bersimbah darah mulai ia gerak-gerakan. Gadis pun membelalakan matanya ketika melihat sekumpulan mahluk gaib beraneka rupa dengan bentuk yang menyeramkan berkumpul di hadapannya.Jumlah mereka tak terhitung saat itu, karena mereka berdesak-desakan.
Mungkin, jika manusia awam melihat hal tersebut, mereka bisa pingsan saking mengerikan nya pemandangan tersebut. Tapi tidak bagi Gadis, ia sudah terbiasa melihat yang demikian bahkan lebih dari itu.
Gadis tahu, jika mahluk-mahluk tersebut hendak menghisap sari pati dari tubuh Dara. Gadis pun bangkit dengan sisa tenaga yang ia miliki.
"Pergi Kalian dari sini! " teriak Gadis mengusir mereka.
Para mahluk tersebut, mengerang. Tapi mereka juga tak bisa memangsa tubuh manusia yang memiliki roh di dalamnya.
Mahluk-mahluk tersebut ,termasuk dari bangsa jin yang belum memiliki kekuatan. Mereka hanya menuruti perintah dari penguasa kegelapan.Mereka sengaja dipelihara dan beri makan oleh penguasa kegelapan agar suatu saat nanti para jin itu akan di latih untuk melawan raja iblis.
Mereka datang berbondong-bondong, pergi juga dengan berbondong-bondong.
Gadis menggerak-gerakkan sendinya, mencoba beradaptasi dengan tubuh Dara.
Jantung Dara memompa dengan cepat, Gadis bisa merasakan aliran darah yang mengalir di sekujut tubuhnya.
Di gerakannya semua sendi-sendinya, Kemudian Gadis belajar menyeimbangkan tubuhnya untuk berjalan.
"Aku sekarang berada di dalam tubuh Dara, bagaimana caranya aku bisa mencari keberadaan Dara. Jika aku lepaskan tubuh ini, Dara akan terjebak selamanya di alam arwah, karena tubuh ini akan membusuk. "
"Akh!" Erang Gadis, Ia kembali merasakan pedih dari luka terbuka bekas tusukan tersebut.
__ADS_1
Gadis mencoba kekuatannya. Ternyata kekuatan tak hilang meski ia menjadi manusia seutuhnya.
Gadis pun Menutup luka tusukan yang ada di ulu hatinya, dengan hawa murni.
Beberapa saat kemudian luka tersebut menutup secara perlahan. Luka itu tak berbekas, hanya meninggal noda darah serta kaos yang sobek.
Kemudian ia keluar dari ruangan yang berbau amis tersebut, gadis melihat beberapa barang antik, beberapa kepala hewan yang di beri jimat hitam.Entah untuk apa tengkorak kepala tersebut di beri jimat berupa kain hitam berbentuk segi empat.
Gadis pun menerawang apa yang sebenarnya terjadi pada Dara.
***
Roh Dara di seret oleh sosok hitam berbulu, bertaring dengan bola mata merah menyala. Roh Dara di tarik
dengan menggunakan rantai api.
"Tolong! tolong!
"Hua! Hua! Kau tak akan bisa selamat! tak ada yang bisa menolong mu! "
"Siapa kau?!" tanya darah meringis merasakan sakit akibat Belenggu api yang ada di lehernya.
"Tolong! Sakit !Dara terus meronta-ronta meringis menangis merasakan sakit. "
"Ha ha ha kau tahu siapa yang melakukan ini pada mu?! "
"Siapa? !"
"Hahaha kau adalah tumbal dari pesugihan ayahmu, " ucap sosok yang menyeramkan tersebut.
__ADS_1
'Apa? apa tumbal? apa berarti aku sudah mati ?' batin Dara.
"Iya kau sudah mati dan jasad mu akan dimakan oleh para pengikutku, ha haha ha ha ha"
Suara hitam sebut perlahan berubah melolong seperti serigala yang lapar.
Dara melihat alam hampa yang hanya berselimut kabut tebal. Ia begitu ketakutan, melihat alam yang begitu berbeda dari alam dunia.
"Kau mau bawa aku kemana?! " tanya Dara sambil mengerang, merasakan sakit, karena belenggu api tersebut terasa mencekik lehernya dengan hawa yang panas.
" Tolong ! siapapun yang mendengar tolong !aku Aku tidak mau mati! "
Meski merasakan kesakitan, Dara terus berteriak berharap ada yang mendengar dan menolongnya.
*****
Meski terus berteriak dan merona-ronta mencoba melepaskan rantai api di lehernya. Namun, sepertinya usaha tersebut sia sia.
Dara terus di seret dengan rantai api.Ia dibawa ke sebuah tempat yang dipenuhi dengan kabut .sepanjang perjalanan hanya terlihat kabut yang menutupi pandangan matanya. Setelah melakukan perjalanan gaibnya, Mereka pun tiba di suatu tempat yang begitu asing. Tempat tersebut seperti ruang hampa yang memiliki penjara.
Dara melihat, Orang-orang di sana terlihat mengerikan dengan wajah yang pucat dan lingkaran bola mata yang menghitam
"Lepaskan! aku lepaskan aku! Dara terus memberontak ketika rantai api di lehernya terlepas,Namun, Dara terus terus berteriak meminta lepaskan.
Tapi mahluk-mahluk yang ada di tempat terasa seperti tak mendengar Seruannya mereka menatap Dara dengan tatapan kosong.
Ketika memperhatikan mahluk menyeramkan tersebut, Dara melihat dua orang yang begitu ia kenal.
"Oma! Bi Atun. " guman Dara
__ADS_1
Bersambung di luyu ya reader. happy Weekend.