
Retno melajukan kecepatan mobilnya di atas Rata-rata , ia tak lagi sanggup menahan hawa panas, dengan kulitnya yang terbakar dan melepuh.
"Ada, apa ini? Kenapa ini terjadi pada ku? aku tak sanggup lagi. Akh! panas. Panas! yang mulia tolong aku yang mulia! " teriak Retno.
Meski merasakan sakit pada sekujur tubuhnya,Retno tetap memaksakan diri untuk bertemu mahluk hitam penunggu goa tersebut
Malam makin larut, tak ada seorang pun yang Retno temui di tempat tersebut.setelah melewati perjalanan panjang, akhirnya Retno sampai di tempat pemujaan. setelah menepikan mobilnya Retno segera keluar dari mobil tersebut.
Sambil menahan rasa perih di sekujur tubuhnya, Retno tertatih-tatih memasuki kawasan gua yang di tumbuhi dengan semak belukar. Berbagai penampakan pun terlihat sepanjang perjalanan menuju goa. Namun, dirinya tak lagi takut, karena para mahkuk tersebut adalah mahluk yang mendiami gua.
Sekitar setengah jam berjalan kaki, akhirnya Retno sampai di tepi gua.
"Yang mulia! yang mulia! "teriak Retno dengan tubuh yang bergetar menahan rasa sakit dan dingin!
Kumpulan asap hitam membentuk seorang mahluk bertubuh besar, berwajah seram, dan bertanduk.
"Ha Ha Ada apa kau datang kemari Retno?!"hua hua.
"Ampun yang mulia, saya ingin mengobati luka bakar pada tubuh saya yang mulia, entah kenapa tubuh saya terasa panas saat mertua dan anak saya mengaji dan sholat di samping tubuh istri saya, "Retno.
"Ha ha, karena kamu sudah bersekutu dengan ku Retno, kamu juga akan memiliki sifat seperti ku, yakni kau akan merasakan panas seperti tebakar jika ada anggota keluarga mu coba beribadah! "
__ADS_1
"Ta-tapi yang mulia, kenapa bisa begitu Yang mulia?! " tanya Retno dengan tangan yang gemetar.
"Karena jin yang merasuki istri mu itu berpindah kepada mu! "
"Jin yang ada pada istri ku?! " tanya Retno kebingungan.
"Iya! kau pikir dengan menumbalkan kepala binatang itu cukup! Kau sudah banyak menikmati kekayaan yang aku berikan padamu Retno. Dan aku minta kau harus bisa, membuat istri mu kembali hamil supaya janin tersebut bisa jadi tumbal mu!"
Hah! Retno membelalakan matanya.
"Bukannya sesuai perjanjian kau hanya akan meminta tiga janin dalam Rarim istri ku, Tapi kenapa sekarang kau minta tumbal janin lagi? Istri ku kemungkinan sudah tak bisa hamil lagi. "
"Tapi Yang mulia, aku terlalu mencintai istri ku. Baiklah, akan ku penuhi semua ke inginnan mu. Asal jangan kau jadikan istri ku sebagai tumbal! " Retno memohon dengan sangat pada mahluk bertubuh hitam berbulu lebat tersebut.
"Ha Ha ha, Baiklah Aku tunggu tumbal selanjutnya.
"Baik yang mulia. Satu lagi aku ingin meminta pertolongan dari mu. Tolong sembuhkanlah luka bakar yang ada di sekujur tubuh ku. " Retno.
"Itu mudah, kau berendam saja di telaga yang ada samping goa, dengan demikian luka bakar mu akan segerakan sembuh. "
"Terima kasih yang mulia. "
__ADS_1
Hua hua hua, mahluk tersebut tak lagi berwujud ia terbang di iringi dengan keputusan asap yang mengelilinginya.
Tubuh Retno semakin gemetar dengan rasa sakit yang luar biasa tak tertahankan lagi.
Retno melangkah tertatih menuju kolam yang di maksud oleh penguasa kegelapan tersebut. Sesampainya di sana ia langsung menceburkan diri ke kolam.
Air yang ada di kolam tersebut mengeluarkan gelembung-gelembung seperti air yang mendidih.
Retno tercengang ketika merasakan kulit-kulit tubuhnya yang melepuh dan terkelupas tiba-tiba saja seperti meregenerasi sendiri dengan cepat.
Sekitar sepuluh menit Retno berendam di air hangat tersebut. Kemudian ia keluar kolam sana persis dengan keadaan Retno yang kembali keadaan seperti sedia kala.
Retno merasa, senang dengan jeadaao saat ini tubuhnya sudah kembali dengan sempurna.
"Baiklah aku harus pulang sekarang, nanti mertua curiga lagi. " teman Retno.
"Ada, satu lagi masalahnya, bagaimana aku bisa mendapatkan tumbal janin lagi, sementara Lastri tak mungkin hamil lagi " cuman Retno.
'Atau bagaimana jika aku menikah lagi , kemudian aku suruh Istri-isti ku untuk hamil agar bisa menumbalkan janin lagi untuk penguasa ke gelapan, ' batin Retno di iringi senyum menyeringai.
Bersambung dulu.
__ADS_1