
Setelah menenangkan diri, Pak Ustadz kembali membacakan doa dan Zikir untuk Lastri.
Dara dan Mala mengikuti Dzikir tersebut di sertai lantunan surah-surah pendek dan ayat kursi. Sementara Retno merasakan perasaan yang gelisah luar biasa.
Di tengah ruqiyah tersebut. Retno keluar dari ruangan tersebut, dengan tergesa-gesa.
Setelah itu, ia menuju kamar mandi untuk menyiram tubuhnya, karena merasakan panas di sekujur tubuhnya.
Sejak bersekutu dengan setan, Retno tak pernah lagi membaca Al-Quran atau melaksanakan sholat. Bahkan ia merasa sakit kepala jika mendengar suara azan.
Retno sengaja mandi di kamar mandi kosong yang ada di lantai satu. Toilet umum. Ia terus saja mengguyur tubuhnya dengan air .Namun, masih saja terasa panas.
'Ada apa ini? Ada apa dengan diriku. ' batin Retno.
Retno terus mengguyur tubuhnya yang tetap saja terasa panas. Sementara Mala, Dara dan pak ustadz terus mengaji di ruang Lastri.
Karena terus di bacakan ayat-ayat suci, Jin yang merasuki Lastri merasa kepanasan, karena tak tahan jin yang mempunyai wujud yang menyeramkan tersebut keluar dari tubuh Lastri. Namun, ia tak pergi begitu saja, Jin itu kembali mencari inang untuk dia tumpangi. Jin Itu merasuki Retno. Karena itulah Retno merasakan hawa panas dari jin tersebut.
Semakin di guyur dengan air, tubuh Retno semakin terasa panas. Seperti api yang tersiram air, tubuh Retno tiba-tiba saja mengeluarkan asap yang mengepul-ngepul.
Uh! Panas! Panas! Retno pun mengelepar karena panas.
***
__ADS_1
Seorang suster kembali memeriksa keadaan Lastri." Alhamdulillah pendarahannya sudah berhenti. " ucap Suster tersebut dengan perasaan lega. Lastri pun terlihat lebih tenang saat itu.
Mendengar ucapan Suster tersebut, Mala melirik ke arah Lastri.
"Syukurlah anakku selamat. " gumannya. Dan terdengar sampai ke telinga ustadz
"Teruskan mengajinya, jangan sampai kita lengah! Jin itu masih berada di sekitar sini. " Pak ustadz.
Mendengar perintah pak ustadz, Dara dan Mala melanjutkan mengaji.
Mereka juga mengadakan sholat berjamaah di dalam ruangan tersebut agar para mahluk jahat keluar dari ruangan tersebut.
***
"Bu saya pamit dulu ya. Sebaiknya anda dengarkan murottal Al-Quran sepanjang malam ini. Saya takut ada yang mengganggu Lastri kembali. Dan sampaikan saja salam saya pada Retno. "
"Oh iya, terima kasih Pak! " Mala sedikit tak enak karena sejak tadi Retno pergi ia belum juga kembali.
"Iya Pak Terima kasih banyak atas bantuannya. Saya tidak tahu lagi bagaimana jadinya jika anda tak ada Pak ustadz. "
"Bukan karena saya Bu! Tapi ini semua atas kehendak Allah SWT. Dialah memberikan kita ilmu serta petunjuk, agar kita bisa membedakan mana yak Haq dan mana yang batil, dan semua pertolongan ini murni dari Allah, saya hanya menjadi pelantara. " Pak ustadz.
"Benar Pak! sekali lagi Terima kasih. " Mala.
__ADS_1
"Sama-sama. "
Sebelum Ustadz tersebut meninggalkan ruangan, ia membacakan doa-doa pada botol air mineral. Kemudian menyodorkan pada Mala," Berikan saja air ini pada Lastri. Suruh dia berdoa sebelum makan dan minum, karena jin bisa masuk ke dalam tubuh kita melalui makan yang kita makan atau minum. "
"Iya Pak. InshaAllah. "
Setelah berpamitan, Pak ustadz keluar dari ruangan tersebut.
Ketika melewati koridor rumah sakit tiba-tiba saja pak Ustadz tersebut merasakan merinding. Ketika melewati koridor yang sepi, pak ustadz bicara pada sosok yang mengikutinya.
"Jangan ikuti aku! Aku tahu siapa yang mengutusmu. Dia mengutusmu untuk mencelakai ku. Tak akan ada sesuatu yang bisa mencelakai ku, terkecuali atas ijin Allah. "
"Kau yakin iitu? i Hi hi, suara berat dan menyeramkan menyahut ucapan ustadz tersebut.
Sosok hitam yang jahat tersebut, terbang hendak menerjam pak ustadz. Tapi belum pun menyentuh sang ustadz, Ustadz tersebut memukuli sosok tersebut dengan tasbihnya.
"Akh! " Sosok tersebut mengerang kesakitan.
Pak ustadz sebenarnya sudah tahu, siapa yang membuat Lastri seperti itu.
***
Retno membawa mobilnya menuju hutan larangan, sesekali ia meringis merasakan sakit. Saat itu ia merasakan perih di sekujur tubuhnya yang melepuh.
__ADS_1
Bersambung