Takdir Cinta Dua Dunia

Takdir Cinta Dua Dunia
Bangkitnya Gadis


__ADS_3

"Apakah ini mimpi ?Kenapa aku bisa bertemu dengan Oma dan Bi Atun?"


tanya Dara . Dara masih tak percaya dengan apa yang terjadi. Ia pikir, ini hanya mimpi buruk yang tak pernah terbayangkan sama sekali olehnya.


"Oma? apakah Dara sedang bermimpi ini Oma? " tanya Dara seraya menangis, namun tak ada setetes air matapun keluar dari kelopak matanya.


Bi Atun dan Oma semakin mendekatinya. "Kau tidak bermimpi, ini kenyataan. Kau telah menjadi tumbal ayahmu, kita semua sudah mati disini,"Kata Oma.


"Aku tidak ingin mati, Oma! Hiks! "


" Sudah terlambat! Kita tak bisa lepas dari sini. Padahal Oma berharap kamu bisa membantu Oma. Karena Oma pernah melihat roh kamu melintasi tempat ini. "


Gadis memang pernah melintasi alam tersebut,untuk mencari keberadaan tubuhnya, saat itu Oma mengira jika Dara memiliki kemampuan meraga sukma. Yakni secara sadar atau tidak dapat melakukan pelepasan raga dengan cara mediasi ataupun ketika sedang tidur.


Berbeda dengan pelepasan Raga yang dialami setelah kematian. Penguasa kegelapan sengaja merusak tubuh para korban tumbalnya agar arwah tersebut tak bisa kembali ke jasadnya.


" Bagaimana caranya kita bisa keluar dari sini Oma?aku belum mau mati! " Dara.


"Kita tidak bisa keluar , kecuali ada kekuatan yang bisa melawan Penguasa kegelapan."


"Oh tidak! Tapi Oma, Sampai kapankah kita akan berada disini, siapa yang bisa melawan Penguasa Kegelapan itu. Aku mau kembali kedunia Oma Hiks. " Dara.


"Entah, mungkin nasib kita memang seperti ini," ucap Oma dengan nada putus asa.


"Tidak!Kenapa Papa begitu kejam, kenapa menjadikan ku tumbal, aku mau pulang! Aku mau pulang. " tangis Dara.


"Aku menyesal tidak mau percaya kata-kata Ryan, ternyata Papa memang kejam, Ia tega menjadikan ku tumbal, Aku tak ingin berada di tempat ini selamanya. Bagaimana caranya aku bisa keluar dari .sini? "


Darah terus menangis. Namun, tak ada air mata yang keluar dari sudut matanya tersebut.


"Percuma menangis ! Semua sudah terlambat! Ini semua karena ulah Ayahmu! "


Dara kaget mendengar suara seruan beberapa wanita yang mendekatinya.


Mereka adalah istri-istri siri dari Retno.


"Siaa-aapa kalian? " tanya Dara ketika melihat wajah menyeramkan mereka yang tinggal tengkorak di liputi kulit pucat, dengan lingkaran bola mata yang hitam dan tatapan datarnya.


"Kami adalah wanita yang di nikahi oleh ayah mu, Nasib kami lebih miris, lihatlah seperti apa jasad kami setelah mati! "


Wajah mereka menampakkan keadaan mereka setelah mati, tak hanya istri sirinya bi Atun pun menghampiri Dara dengan wajah yang tak kalah mengerikan.


Dara semakin ketakutan.


"Ha ha, jadi kalian ini juga korban pesugihan ayahku? "


"Iya. jika Retno tetap hidup, maka korban akan semakin bertambah. Ayah mu telah jadi iblis, tanpa ia sadari! " Mala.

__ADS_1


"Tidak! "seru Dara, ia hampir tak percaya, ayahnya yang bersahaja, lemah lembut, mampu melakukan perbuatan keji yang menyerupai perbuatan iblis.


***


Ryan tiba di depan rumah dan langsung menghampiri satpam yang tengah berjaga di pos. Gadis memang telah menanti kedatangan Ryan.Dengan menggunakan tubuh Dara, ia buru-buru menghampiri Ryan. Meski Gadis masih berjalan sempoyongan karena masih belum terbiasa dengan tubuh barunya tersebut.


Di luar rumah.


"Anda mau cari siapa? "tanya Pak satpam pada Ryan.


"Saya ingin bertemu dengan Dara Pak! "


"Katanya ia berada dalam bahaya, ini pesannya .".Ryan menunjukkan sebuah pesan dari Dara.


Pak satpam bergidik ngeri melihat isi pesan tersebut.


"Iya ini dari nomor nona Dara, tapi kenapa pesannya seperti ini, ya ?" tanya Pak satpam.


Ryan sengaja memperlihatkan pak Satpam ,agar pak Satpam bisa lebih berwaspada terhadap Retno.


"Tapi saya tidak bisa mengijinkan anda untuk bertamu di jam segini, Nanti saya hubungi nona Dara dulu."


Baru saja hendak mengambil handphone nya tiba-tiba saja Dara keluar dari rumahnya, mereka melihat Dara yang berlari menghampiri mereka.


"Pak buka kan saja pintunya! "


Seru Dara pada Pak satpam.


"Tapi Non, aku takut dimarahin sama Tuan. " Satpam tersebut sedikit ragu.


"Ngak apa pak, biar saja, nanti saya yang menjelaskan pada Ayah. "


Pak Satpam bingung, ketika Dara menyebut Retno dengan sebutan Ayah.


Ehm, Pak satpam menyadari kejanggalan tersebut, lagi pula gaya bicara Dara terdengar berbeda sekali.


Meski merasa ragu, pak satpam akhirnya membuka kan pintu untuk Dara.


Ryan masuk ke dalam rumah itu, Ia pun langsung menghampiri Dara. "Kau tak apa-apakan? " tanya Ryan.


" Ada sesuatu yang ingin ku katakan Ryan. "


" Apa itu Dara? ".


"Aku bukan Dara. Dara telah mati, rohnya diambil paksa oleh penguasa kegelapan."


" Hah !Apa maksudmu ?" Ryan syok.

__ADS_1


"Aku Gadis Ryan, Aku yang menggunakan tubuh Dara. Jika tidak! Tubuh ini akan jadi santapan mahluk halus. "


Penuturan Gadis tersebut memang di luar logika. Namun, ia begitu percaya.


"Lalu dimana roh Dara? "


"Penguasa kegelapan telah mengurungnya di sebuah alam. "


"Lalu apa Dara bisa kembali ke dunia lagi? "


"Bisa, Asalkan kita bisa membebaskan rohnya tersebut. " Gadis.


"Lalu apa yang akan kita lakukan selanjutnya? " tanya Ryan.


"Entahlah Ryan, dengan tubuh ini aku tak bisa lagi menembus dimensi dua dunia, jika aku meninggalkan tubuh ini maka jasad ini akan membusuk ,otomatis Dara tak lagi bisa menggunakan tubuh ini. Itu berarti Dara akan mati selamanya, tapi jika aku tak bisa menemukan rohnya, Dara juga akan terjebak selamanya di sana.ia akan menjadi budak penguasa kegelapan untuk melawan pasukan raja iblis. "


Ryan tak terlalu kaget mendengar penuturan Gadis.


"Apa tak ada cara lain untuk menyelamatkan Dara? " tanya Ryan.


" Hanya orang yang pernah mati suri, bisa keluar masuk pada dimensi dua dunia. " Dara.


"Jadi aku bisa?!" sambar Ryan.


"Iya Ryan, tapi resikonya begitu besar .Aku takut, justru kau yang akan terjebak selamanya di sana." Gadis.


Kedua netra tersebut saling menatap dengan sendu.


"Tapi, jika hanya aku bisa yang menyelamatkan kau dan Dara, akan ku lakukan segala cara.Apa pun resikonya. " Ryan.


***


Retno melihat Dara dan Ryan dari balkon kamarnya. Ia pun mencurigai jika mereka membicarakan sesuatu yang penting.


"Mau apa si Ryan itu, datang tengah malam begini? pasti dia ingin memberitahu Dara tentang kejadian yang menimpanya. "


"Tak bisa ku biarkan! Tak ada seorangpun boleh tahu tentang perbuatan ku! "


Retno buru-buru menghampiri keduanya saat itu ia langsung keluar dari kamar kemudian menghampiri keduanya.


"Dara! " seru Retno ketika berada di depan pintu..


Dara dan Ryan seketika menoleh ke arah Retno .


"Gadis, itu ayahmu. Apa yang akan dia lakukan? " tanya Ryan was-was. Saat itu Retno terlihat begitu marah ketika menghampiri mereka.


"Apa yang kalian lakukan di sini?! " tanya Retno dengan membentak.

__ADS_1


Ryan dan Dara saling memandang, mereka binggung harus menjawab apa.


Bersambung.


__ADS_2