Takdir Cinta Dua Dunia

Takdir Cinta Dua Dunia
Kehilangan Atun


__ADS_3

Ryan menerjabkan matanya melihat ke arah sekelilingnya. Ketika melihat kearah samping kanan, Ryan di kejutkan dengan senyuman seorang gadis.


"Gadis? " guman Ryan sedikit syok.


"Selamat pagi Ryan, " sapa Gadis


Ryan tersenyum.


"Selamat pagi Gadis. Aku tak sedang bermimpi atau sedang mati surikan."tanya Ryan.


"Tentu saja tidak, kau bisa melihat ku karena mata batin mu kembali terbuka setelah kau mengalami mati suri. "


"Oh iya, aku lupa. "


Ryan mengusap wajahnya melirik ke arah jam dinding.


"Kau bisa keluar dari kamar ku sebentar?" tanya Ryan.


"Ehm, emangnya kenapa? "Gadis.


"Aku mau mandi dan ganti baju, rasanya tak pantas jika seorang gadis melihat ku dalam keadaan yang seperti itu. "


Gadis tersenyum. " Ok, tapi sebenarnya jika aku ada di sini pun,Aku tak akan menggintip mu. Ha ha " Gadis tertawa kecil


***


Di luar kamar, Rahmi mendatangi kamar Ryan, bermaksud untuk membangunkan putranya tersebut.


Rahmi mendengar Ryan yang tengah berbicara pada seseorang di dalam kamar.


"Ryan bicara pada siapa ya? " guman Rahmi sambil menempel kan telinga pada daun pintu.


Tapi tak ada suara lainnya yang terdengar selain suara Ryan.


Karena khawatir, Rahmi langsung menggedor pintu kamar Ryan.


Tok tok tok.


Gadis dan Ryan kaget akibat gedoran pintu yang berulang tersebut.


Ryan bangkit kemudian membuka pintu untuk Rahmi.


Kreak... Wajah khawatir Rahmi terlihat di balik daun pintu.


"Ryan kamu bicara pada siapa? " tanya Rahmi langsung.


"Ehm, ngak ada Bu. " Jawab Ryan sedikit gugup, karena ia memang tak terbiasa untuk berbohong.


Rahmi melihat sekeliling kamar Ryan, tapi memang tak ada siapa-siapa di sana.


"Yah sudah, setelah mandi kamu sarapan bersama ayah dan ibu. " Rahmi.


"Iya Bu. "


Rahmi kembali menoleh ke dalam kamar Ryan untuk memastikan tak ada seorang pun di sana.


Setelah meyakini tak ada siapa pun yang berada di kamar Ryan selain putranya, dengan berat hati ia beranjak meninggalkan Ryan.


'Apa mungkin aku salah dengar, atau mungkin tadi Ryan berbicara di telpon dengan seseorang,Ah mungkin Ini hanya ke khawatirkan ku saja, setelah kejadian yang menimpa Ryan semalam, ' batin Rahmi.


Ryan kembali menutup pintu setelah Rahmi menjauh, kemudian ia menuju kamar Mandi. Baru beberapa langkah dari pintu, Ryan mendengar panggilan masuk dari suara smartphonya.


Langsung saja ia mengangkat panggilan masuk tersebut.


***


Dara telah selesai berhias diri ala kadarnya di depan meja rias nya, setelah melakukan ritual mandi paginya.


Ia tak tahu menahu tentang kejadian yang menimpa sang kekasih semalam. Begitu pun dengan keadaan di dapur yang tengah ribut-ribut mencari keberadaan Atun.


Selesai berhias diri, Dara meraih handphone mencari kontak Ryan.


Darah mulai handphonenya Ryan.


Panggilan pun telpon pun tersambung


"Halo selamat pagi sayang," sapa Dara.


"Selamat pagi," sahut Ryan datar.


"Sayang kamu jadikan bawa orang tua kamu untuk melamar aku nanti malam? " tanya Dara lagi.


Mendengar hal itu Ryan


berdiam diri sejenak, Ia lupa jika Ia punya janji akan melamar Dara malam ini dengan membawa kedua orang tuanya menemui orang tua Dara untuk membicarakan pertunangan merek.


Awalnya Ryan memang begitu bersemangat untuk melamar Dara, Namun, Ketika ia mengetahui jika dirinya menjadi tumbal dari persugihan orang tua Dara, Ryan sedikit meragu. Apalagi setelah tahu jika dirinya hampir menjadi tumbal persugihan tersebut.

__ADS_1


Tak ingin menyakiti perasaan Dara, Ryan bermaksud untuk berbicara terus terang tentang ayahnya.


"Maaf sayang, sepertinya menunda dulu lamaran pada malam ini. " Ryan.


"Loh kenapa? bukan Bukannya kamu yang ngotot kemarin ingin melamar aku secepatnya. "


"Apakah kamu itu berubah pikiran Ryan kamu ragu." imbuhnya Dara lagi.


"Bukan begitu sayang, hanya saja ada peristiwa yang menimpa ku kemarin malam."


"Peristiwa? "Peristiwa apa itu tanya Dara.


Rian bermaksud ingin mengatakan sejujurnya kepada Dara karena ia juga ingin membongkar semua bahasa persugihan Retno.Agar tak ada lagi korban berjatuhan.


"Semalam aku mengalami kecelakaan.. "


"Apa kecelakaan?!" potong Dara. "Jadi sekarang kamu di mana sayang? tanya dengan panik.


"Sekarang aku di rumah, tapi kecelakaan itu aneh menurutku. "


"Aneh bagaimana?" Dara semakin penasaran.


"Sayang Bisakah kita bertemu di suatu tempat. Ada Yang ingin aku bicarakan.Karena ini tak bisa dijelaskan di dalam telepon." Ryan.


"Oh iya sayang baiklah. Temui aku di cafe biasa tempat kita bertemu sekitar pukul 10 pagi."


"Oke sayang aku tunggu. "


Gadis mendengar pembicaraan keduanya.


Ada rasa cemburu di hatinya ketika mereka saling memanggil dengan sebutan Sayang.


***


Setelah menelepon Ryan Dara bermaksud untuk sarapan. Ia pun keluar dari kamar dan langsung menuju dapur.


Saat itu di dapur para asisten rumah tangga mereka sedang ribut akan sesuatu.


Suara ribut-ribut di dapur memancing Lastri penasaran dengan apa sebenarnya mereka bicarakan.


"Ada apa ini ?"tanya Lastri ketika sampai di depan pintu dapur.


"Ini Nya. Kami sedang membicarakan Atun yang tiba-tiba menghilang. " salah satu Asisten rumah tangga nya.


"Menghilang bagaimana, maksudnya ?! " tanya Lastri membentak.


Ah mungkin Atun ada di kamarnya kali, lagi nggak enak badan mungkin. "


"Sudah Nya, sudah kami cari di sekeliling rumah tapi tak menemukan Atun." Art 1.


"Mungkin Atun ke pasar ." Lastri.


"Kami sudah bertanya pada satpam, katanya tak ada siapapun yang keluar dari rumah ini dari tadi pagi. "


"Iya Padahal tadi malam aku sempat ngobrol dengan Atun. "


Lastri mulai menanggapinya dengan serius


"Apa pakaian Atun masih ada di kamarnya ?"tanya Lastri.


"Masih Ada Ny, masih lengkap bahkan handphonenya pun masih ada. "


"Hah! lalu Kemana perginya si Atun?! " Lastri pun mulai khawatir.


Retno ikut turun dari lantai atas, ia pun sempat mendengar keributan yang terjadi di dapur. Namun, ia pura-pura tidak mengetahui kejadian tersebut.


Dengan santainya Retno mengunyah roti lapis yang dibuatkan Lastri untuknya.


***


"Sebentar, coba cari dulu di sekitar rumah mungkin Atun di kebun atau di kolam renang atau di mana gitu. " Lastri.


"Sudah Nya, tapi disekitar rumah ini juga tak di temukan, bahkan jejaknya saja tak ada. " Art 2


"Bagaimana kalau kita lapor polisi saja Nya? " usul salah satu dari mereka.


"Tidak bisa sebelum 2 kali 24 jam kita tidak bisa lapor Kehilangan orang. " Lastri


"Tapi ini begitu aneh, Nya. Atun hilang seperti Ditelan Bumi tak ada jejak apapun darinya."


Dara mendengarkan pembicaraan antara asisten rumah tangga dan ibunya tersebut.


"Ada apa sih Ma, emang bi Atun kemana? " tanya Dara yang juga ikut penasaran.


"Itu dia sayang, mereka sedang mencari bi Atun, katanya bi Atu hilang begitu saja tak ada jejak tak ada keluar dari pagar rumah." Lastri.


"Hah! "

__ADS_1


"Kenapa sih, di rumah ini makin aneh saja, "dengus Dara, sambil menuang air putih didalam gelas nya.


"Papa Mana Ma, "tanya Dara lagi.


"Ada tuh di meja makan sedang sarapan. " Lastri.


Dara langsung menghampiri meja makan.


Begitupun Lastri mengikut Dara menuju meja makan untuk sarapan bersama mereka.


Lastri duduk di samping Retno.


"Bang Ada yang aneh deh, Atun itu hilang nggak ada yang tahu ke mana dia pergi. " Lastri menyadu.


"Alah, Paling dia pergi sama pacarnya mungkin diam-diam perginya." Retno.


"Ih kamu kok gitu sih Bang, bukannya khawatir .Atun itu tanggung jawab kita loh, karena dia bekerja di Rumah Kita."


"Sudah lah Dek, nggak usah dipikirin. Mungkin dia nggak betah kali tinggal di sini."


"Nggak betah gimana? sudah 5 tahun dia bekerja disini, nggak ada satupun keluhan yang terdengar dari mulutnya." Lastri.


"Sudahlah jika masih tidak ditemukan besok, baru kita lapor polisi," tukas Retno dengan santai.


***


Setelah menikmati sarapannya . Dara bermaksud menemui Ryan di tempat yang telah mereka janjikan.


Dengan diantar oleh supir pribadinya, Dara menuju sebuah Cafe tempat pertemuan dengan Ryan.


Di sudut cafe tersebut,ia melihat Ryan yang terlihat gusar menananti kedatangan nya.


Dara pun segera menghampirinya menarik kursi dan duduk di hadapan Ryan.


Ryan menatap ke arah Dara dengan aneh.


"Sayang apa sih sebenarnya yang terjadi? " tanya Dara.


" Kamu minum dulu, biar kamu tenang. " Ryan menyodorkan minuman tersebut kepada Dara yang terlihat gelisah.


Dara pun meneguk minuman tersebut.


"Iya kamu tahu saja aku lagi gelisah.Pagi-pagi rumahku tuh sudah keributan, karena Bi Atun yang tiba-tiba saja hilang. nggak ada jejak apapun yang ditinggalkannya. Kami semua panik dong. " Dara.


Mendengar hal itu, Ryan kembali menatap Dara dengan tatapan tajam.


"Maksud kamu pembantu kamu itu hilang begitu saja, tanpa jejak? " Ryan.


"Iya sayang, tadinya Kami mau lapor polisi, tapi kata Mama sebelum 2 kali 24 jam, kami tak bisa membuat laporan kehilangan." Dara.


Ryan menghempas nafas kasarnya.


"Sayang, Tadi kamu mau bicara apa sama aku?" tanya Dara.


Ryan menegakkan tubuhnya sambil menghembuskan nafasnya dengan kasar.


"Kamu tahu enggak, setelah aku dari rumah kamu tadi malam. aku mengalami kecelakaan di jalan. " Ryan.


"Hah ! kecelakaan , terus kamu nggak apa-apa kan ?" tanya Dara.


"Kamu lihat sendiri kan aku nggak papa. "Ryan.


"Oh syukurlah, tak terjadi sesuatu apapun padamu. " Ryan.


Ryan menyunggingkan senyum keduanya.


"Tidak begitu sayang, telah terjadi sesuatu padaku tadi malam, sesuatu yang sangat mengerikan yang sebelumnya tak pernah kau bayangkan sebelumnya. "Ryan.


"Memangnya apa yang terjadi pada mu? " tanya Dara dengan raut wajah yang terlihat tegang.


"Aku mengalami mati suri. " Ryan.


Dara membelalakan bola matanya.


"Mati suri? " tanya Dara.


Deg


Deg.


Bersambung.


.


.


.

__ADS_1


,


__ADS_2