
Pagi yang masih cukup dingin dan berkabut membuat beberapa orang tidak ingin meninggalkan tempat tidurnya. Rasa hangat dari selimut membuat sangat nyaman untuk memejamkan mata.
Tapi tidak untuk sebuah kota kecil yang berada di jalur sungai itu. Banyak warga yang sudah berjalan kesana kemari untuk ketempat tujuan mereka.
Disebuah rumah yang sederhana, seorang wanita cantik sedang memasak di dapur. Sedangkan di ruangan lain ada seorang laki-laki yang tengah mengangkat beberapa kotak.
"Sarapan sudah siap!" Teriak Aisley.Yap, perempuan yang tadi tengah memasak adalah Aisley.
"Baiklah..." Sahut laki-laki yang tengah meletakkan kotak kardus.
Laki-laki itupun segera pergi ke meja makan. Di meja makan tersebut sudah tertata makanan yang sangat menggugah selera.
"Sayang, dimana Zeeo?" Tanya Aisley kepada seorang Laki-laki yang tidak lain adalah suaminya.
Aisley menghela nafas panjang, lalu menata beberapa makanan kedalam keranjang makanan.
"Mungkin Zeeo masih sibuk dengan beberapa buku di perpustakaan..." Suami Aisley menyandarkan kepalanya di telapak tangan kiri.
"Mungkin...." Aisley ikut mendudukkan dirinya di kursi meja makan.
"Ayah Ibu!" Teriak seorang anak kecil sambil menuruni tangga.
"Cepatlah kemari dan sarapan..." Aisley mengambil nasi untuk suaminya.
"Baiklah!" Sahut Zeeo, lalu duduk di tempat duduknya.
"Ah iya ayah ibu, tadi aku menemukan buku usang di atas, tetapi aku tidak bisa membukanya." Celetuknya.
"Hmm benarkan, nanti kita coba membukanya." Kata Ayah Zeeo.
"Zeeo nanti antar kan keranjang ini ke rumah paman mu..." Zeeo mengangguk sebagai jawabannya.
Setelah makan bersama Zeeo mengantarkan keranjang berisi makanan itu ke rumah pamannya, yang berjarak 2 rumah dari rumah Zeeo.
"Aku pulang!" Teriak Zeeo saat memasuki rumahnya.
Zeeo tidak mendengar ada suara jawaban jadi dia berfikir kalau ayah dan ibunya melanjutkan bersih-bersih di perpustakaan kecil di rumahnya.
Dugaannya benar, ternyata ayah dan ibunya memang sedang sibuk di sana, memilah beberapa buku yang tidak digunakan atau sudah rusak.
"Sudah pulang ya... Tadi kamu bilang menemukan buku yang tidak bisa di buka?" Kata Aisley.
"Iya ibu, sebentar akan aku ambil!" Zeeo lalu mengambil sebuah buku yang ada di kamarnya.
"Ini dia." Zeeo menyerahkan buku itu kepada Aisley.
"Eh!? Ini...." Guman Aisley, tetapi masih terdengar oleh suaminya dan Zeeo.
"Ada apa, hmm?" Ayah Zeeo lalu berdiri dan menghampiri Aisley.
__ADS_1
Aisley menoleh kearah suaminya dengan matanya yang berkaca-kaca menahan tangis.
"Aisley, kenapa?!" Tanya suami Aisley dengan khawatir.
"A... Akhirnya buku ini ketemu!" Aisley menunjukkan buku yang diberikan Zeeo.
"Eh buku itu...."
Ayah Zeeo lalu menghampiri Aisley, dia merangkul pundak Aisley yang sedang menahan tangis. Zeeo yang bingung dengan keadaan itu, bertanya.
"Ayah, ibu kenapa? Apa ada yang salah dengan buku itu?"
"Ibu mu baik-baik saja, buku ini sangat berharga bagi kami berdua saat kami mencarinya tidak di temukan jadi setelah ditemukan tentu saja ibumu begitu...." Jawab Ayahnya.
"Ha? Aku tidak paham sama sekali." Zeeo memiringkan kepalanya.
Aisley mengusap air matanya dia lalu duduk di sofa yang tersedia di perpustakaan diikuti dengan Ayah Zeeo dan Zeeo sendiri.
"Ibu, apakah ibu baik-baik saja?" Tanya Zeeo khawatir.
"Iya, ibu baik-baik saja...." Aisley mengusap kepala anak semata wayang nya itu.
Aisley mengangkat Zeeo untuk duduk di antara dia dan suaminya. Dia mengusap buku usang itu lalu membukanya dengan perlahan.
"Lihat ini..." Aisley memperlihatkan buku yang telah ia buka kepada Zeeo.
"Eh? Ini.... Gambar apa itu ibu?" Zeeo yang sama sekali tidak paham dengan gambar di buku atau lebih tepat di sebut album foto.
"Lalu di samping ibu itu siapa?"
"Itu adalah Mayra." Jawab Aisley.
"Hah? Bibi Angella? Kenapa memiliki telinga seperti kucing?" Tanya Zeeo yang masih bingung.
"Pftt... itu bukan kucing itu telinga rubah!" Aisley terkekeh.
"Hah? Aku sama sekali tidak paham.." Kata Zeeo dengan nada lesu.
Aisley dan suaminya terkekeh mendengar anak nya yang bingung. Aisley lalu membuka satu persatu lembar yang ada di sana.
"Ah ibu! Dia... Dia terlihat seperti paman!" Zeeo menunjuk foto seorang laki-laki yang tengah tersenyum sambil membawa buku.
"Hey dia bukan itu paman mu~" Ayah Zeeo mengelus puncak kepala Zeeo.
"Dia adalah Kak Niko, nama dan wajahnya hampir sama seperti pamanmu!" Aisley tersenyum lembut.
"Hah? Huft.... Aku sama sekali tidak paham apapun.... Kenapa kalian tidak menjelaskannya kepada ku?" Gumannya sok-merajuk.
"Pftt, biar Ayah jelaskan ya.... Buku ini berisi kenangan tentang ibumu di dunia lain..." Kata Ayah Zeeo.
__ADS_1
"Di dunia lain?" Zeeo melihat Ayahnya dengan tatapan bingung.
"Hahaha tentu saja dunia lain, dunia yang terdapat ras selain manusia!" Ayah Zeeo menjawab dengan bangga.
"Ras selain manusia? Ras Mongoloid? Ras Kaukasoid?"
"E... Eh... Bukan begitu, seperti ini di dunia itu terdapat ras Elf kamu pasti tahu kan? Manusia dengan telinga yang panjang?" Zeeo mengangguk paham.
"Yah... Seperti itulah.... Dan iya apa kamu tahu saat aku pertama kali bertemu dengan ibumu? Dia sangat lah bo- Aduh!!" Perkataan Ayah Zeeo itu terhenti karena telinganya yang di tarik Aisley.
"Mau bilang aku sangat apa, hah!?" Bentak Aisley.
Zeeo yang melihat Ayahnya kesakitan itu tertawa, entah mengapa tapi ekspresi Ayahnya yang sedang meringis sambil meminta maaf itu sangatlah lucu.
"Ayolah Isley, maafkan aku aku tidak sengaja aw aw sakit!!!" Ringisnya.
"Huh bilang sekali lagi jika aku sangat bodoh!!" Geram Aisley.
"Aisley~ Aku sudah meminta maaf jadi maaf kan suami mu!" Aisley hanya mendengus dan memalingkan mukanya.
"Huh ayolah Isley, apakah aku suami tiri mu?" Kata Suaminya yang memohon.
"Zeeo, apakah kamu tidak mau membantu ayah?" Bisik-nya pada Zeeo.
"Tapi harus ada bayarannya!" Jawabnya.
Ayah Zeeo yang mendengar jawaban anaknya, bibirnya langsung berkedut.
"Anak sialan!" Umpatnya kesal. Sedangkan Zeeo terkekeh.
"Ah ibu ibu, bagaimana jika ibu menceritakan kisah ibu agar aku paham!" Pinta Zeeo kepada Aisley yang masih memalingkan mukanya.
"Zeeo ingin mendengar ceritanya?" Tanya Aisley.
"Tentu saja!" Zeeo lalu mengecup pipi Aisley.
"Baiklah ibu akan menceritakan kisah ibu di dunia lain!" Kata Aisley sambil mengangkat Zeeo ke pangkuannya.
"Aku juga ingin mendengarkannya!" Celetuk Ayah Zeeo sambil menyodorkan kepalanya.
"Kamu sudah tahu jadi pergilah membeli persediaan di dalam kulkas!" Aisley mendorong kepala suaminya.
Zeeo yang melihat itu segera memberi tanda kepada ayahnya agar pergi menuruti perkataan Aisley. Ayah Zeeo yang melihat itu seakan ingin menangis saja.
"Huh sialan, kenapa Aisley sekarang menjadi pemarah?" Keluh nya di dalam hati.
"Jadi... Darimana ibu akan memulai ceritanya?" Aisley mengelus dagunya.
...┈━═☆🌙 ☆═━┈...
__ADS_1
...To be continued.......
...-Eka-...