Tales Of Another World

Tales Of Another World
⸙ Ch.18 ◈ Identitas Niko


__ADS_3

Ryuuchi mengambil buku tentang spirit beast yang ada di meja kerjanya, dia memberikan buku itu kepada Niko yang langsung di terimanya. Niko membuka sampul buku yang terlihat usang itu, di bacanya kalimat per kalimat dengan teliti.


Ryuuchi kembali duduk di samping Niko, bersandar di sofa. Menghela nafasnya, Ryuuchi melirik Niko yang nampak serius membaca catatan kuno itu.


"Aku tidak menyangka dia akan se-serius itu..." Katanya dalam hati.


"Baiklah satu masalah sedang diusahakan, tinggal masalah siapa yang akan mengajari Aisley beladiri..." Niko duduk dengan tegak, dia melihat kearah Niyra dan Aisley.


"Hum... Bagaimana dengan Duke Aarick?" Usul Niyra.


"Hmm boleh juga..." Ryuuchi menganggukkan kepalanya.


"Tidak jangan dia...." Celetuk Niko tiba-tiba.


" Kenapa?" Tanya Niyra.


"Aku tidak mau ada gosip antara Aisley dan Aarick..." Ucapnya dengan nada kesal.


"Masuk akal, kita tidak bisa menjadikan Aarick sebagai guru pelatihan Aisley..." Guman Ryuuchi.


"Hey tapi kenapa?" Niyra bingung.


"Aarick adalah Duke yang masih single dan Aisley sendiri juga masih single, bisa-bisa akan terjadi gosip yang menyebalkan..." Jelas Ryuuchi.


"Tapi kak, kita bisa membuat Aisley menjadi kesatria keluarga Duke kan?"


"Tidak, Aisley akan berada di dalam Istana untuk berlatih sihir jadi dia tidak akan bisa menjadi kesatria keluarga Duke..." Ryuuchi menjelaskan lagi.


"Ah iya juga ya.... Lalu bagaimana?" Niyra bertanya lesu.


"Bagaimana dengan anak itu?" Celetuk Niko.


"Anak itu?" Niyra menatap Niko bingung.


"Ya bocah yang menyebalkan itu.... Kemampuannya tidak buruk sih mungkin lebih tinggi dari Aarick..."


"Ah dia ya.... Hmm bisa juga jika seperti itu, ah baiklah dia adalah kadidat yang paling cocok!" Niyra menyetujuinya.


"Baiklah, jika seperti itu kita akan membutuhkan skenario agar dia bisa membantu Aisley!" Ryuuchi mengetuk meja dengan jarinya.

__ADS_1


"Kapan dia akan kembali?" Tanya Niko yang masih terfokus pada buku yang dia baca.


"Sebentar lagi mungkin..." Jawab Niyra.


"Ah aku memiliki ide! Sebentar lagi akan ada pesta di istana, Aisley akan datang sebagai murid ketua menara sihir lalu dia juga bisa dekat dengan dia dengan berpura-pura tertarik pada beladiri?" Ryuuchi memberikan ide.


"Yah aku rasa itu sedikit masuk akal..." Niyra menganggukkan kepalanya.


"Ugh aku sama sekali tidak mengerti dengan apa yang mereka bicarakan..." Umpat Aisley.


Niyra dan Ryuuchi berbicara tentang rencana mereka untuk Aisley yang akan belajar beladiri. Saking serunya mereka berdiskusi, mereka sepertinya lupa dengan Aisley dan Niko yang masih ada di ruangan itu.


Mungkin Niko bisa saja lebih fokus membaca buku itu, namun berbeda dengan Aisley yang sama sekali tidak memiliki kegiatan apapun. Dia bahkan merasa canggung sendiri, andai saja ada lubang maka dia lebih memilih untuk kedalam lubang dari pada duduk dengan mereka tetapi, tidak dianggap sama sekali.


"Uh a-anu.... Sebenarnya siapa yang akan mengajariku sihir? Kalian bilang aku hanya menyandang murid dari ketua menara sihir..." Aisley akhirnya memutuskan untuk bertanya.


Niyra dan Ryuuchi mengalihkan perhatiannya kearah Aisley, mereka menunjukkan ekspresi bingung.


"Kamu tidak tahu?" Tanya Ryuuchi.


Aisley menggeleng kan kepalanya, Ryuuchi langsung melirik Niko yang masih sibuk membaca buku. Niyra diam sebentar lalu terkekeh sambil menggelengkan kepalanya.


"Tentunya yang akan mengajari mu sihir adalah Niko...." Aisley memiringkan kepalanya mendengar ucapan Niyra.


"Ka...Kak Niko?" Niyra berhenti tertawa, dia malah balik menatap Aisley dengan bingung.


"Apakah kamu tidak tahu siapa Niko?" Niyra menaikkan salah satu alisnya.


"Kak Niko? Umm bukankah dia bisa dibilang seorang penjual aroma terapi atau parfum?" Tanya Aisley.


"Seperti itu ya, jadi Niko belum memberitahumu tentang identitas nya.... Iya benar, Niko memang seorang penjual dan itu hanyalah identitas umum atau identitas tipuan saja... Niko sebenarnya adalah seora-! Tunggu biar Niko yang memperkenalkan dirinya sendiri~" Niyra melirik kearah Niko yang sepertinya tidak begitu fokus membaca buku.


"Huh! Kenapa tidak kamu saja?!" Gumannya kesal.


Niko meletakkan buku itu di pangkuannya, ibu jadinya menjadi pembatas di dalam buku itu. Niko melirik Niyra dengan tatapan kesal, dialihkan pandangannya kearah Aisley.


"Hufff.... Namaku Niko Von Agatha... Aku adalah seorang kepala menara sihir, jabatan ku tertinggi di menara sihir... Banyak orang yang mengenalku sebagai 'Miko' dan pekerjaan itu ... Maaf tidak memberitahumu sebelumnya..." Niko tersenyum kearah Aisley.


Mata Aisley membulat, dia terkejut dengan nama akhiran dari Niko. Apa yang dibicarakan laki-laki di depannya tadi?! Niko Von Agatha!? Yang benar saja!! Agatha nama dari keluarga Ayahnya, bisa dibilang itu nama sebuah keluarga bukan? Dan Ainsley juga yang bermarga Agatha, inikah sebuah kebetulan!?

__ADS_1


Selain itu, Aisley juga dikejutkan oleh jabatan laki-laki di depannya itu. Kepala menara sihi? Jabatan tertinggi di menara sihi?! Aisley tahu jika menara sihir adalah tempat para penyihir yang sangat hebat, dan sekatang orang yang biasanya ia panggil 'Kakak' adalah seorang kepala menara sihir!? Uhh betapa tidak sopan nya Aisley memanggilnya dengan sebutan 'Kakak'!!


"A...Ahaha aku sangat terkejut dengan identitas anda.... Sepertinya kita satu marga ya, ah iya... Maafkan saya karena telah lancang memanggil anda..." Aisley meminta maaf dengan menundukkan kepalanya.


"E...Eh jangan menggunakan bahasa yang merepotkan itu.... Aku juga lebih suka kamu panggil 'Kakak' " Niko tersenyum kearah Aisley.


"Aisley apa kamu tahu? Niko adalah kepala menara sihir terhebat sepanjang sejarah, kekuatannya bahkan lebih kuat dari sang jenius, kakak Ain!!" Niyra mengatakan dengan antusias.


"Ehh benarkah?" Aisley terkejut.


"Tentu saja benar, selain itu Niko juga memiliki rel-!" Ucapan Niyra terpotong oleh Niko.


"Hey sudahlah jangan ceritakan hal-hal aneh!" Celetuk Niko dengan nada kesal, namun mukanya sedikit memerah.


"Hah kenapa? Ah lihat muka merah mu itu kamu pasti malu ya!?" Niyra tertawa lepas.


"Sialan sudah jangan mengejekku!!" Niko benar-benar malu.


"Ahaha kak Niyra sudahlah..." Akhirnya Aisley menengahi mereka, dirinya paham jika Niko sekarang sedang malu pasti jantungnya berdetak kencang.


"Ahaha baiklah-baiklah~"Niyra masih terkekeh.


"Oh iya Aisley kamu tahu tidak? Niko itu terkenal dingin loh, bahkan jika dia berhadapan dengan seorang putri raja yang cantik!" Niyra berbicara setengah berbisik dengan Aisley.


"Benarkah? Kenapa begitu? Ah iya, tadi kak Niko juga dingin dengan beberapa pelanggan yang membeli aroma terapi atau apalah itu!" Aisley berbisik dengan antusias.


"Oh iya, itu sudah biasa loh~ Kamu tahu? Banyak gadis di istana ini yang mengaguminya, tapi mereka tidak berani mengungkapkan karena Niko yang terlalu dingin! Bahkan ada beberapa gadis yang sampai memohon untuk membeli aroma terapi nya walaupun itu sangat mahal!!" Niyra berbisik dengan melirik Niko.


"Apa!? Kakak seperti mengambil kesempatan dalam kesempitan!" Aisley menepuk dahinya sendiri.


"HEY! Kalian ini yang benar saja! Niyra jangan membicarakan hal-hal yang tidak penting!!" Celetuk Niko dengan kesal.


Aisley dan Niyra yang melihat Niko seperti itu terkekeh, muka Niko itu sangatlah lucu bagi mereka. Apalagi ekspresi Niko yang marah separuh malu itu.


......┈━═☆🌙 ☆═━┈......


......To be continued.........


...-Eka-...

__ADS_1


__ADS_2