Tales Of Another World

Tales Of Another World
⸙ Ch.22 ◈ Menyebalkan.


__ADS_3

Sudah satu Minggu berlalu, Aisley sudah belajar sihir dasar dari Niko. Ternyata belajar sihir tidak semudah yang Aisley kira, dia berkali-kali telah mencoba namun memiliki kesempurnaan kurang lebih 24%. Untuk hari ini, setelah Aisley belajar begitu keras, ia udah dapat melakukan sihir dengan presentase 78%.


Bagi Aisley itu sangatlah lambat, namun bagi Niko itu termasuk menengah. Jarang ada orang yang bisa belajar sihir secepat Aisley, biasanya murid jenius di menara sihir baru mempelajari 50% sihir dalam 2 minggu. Wajar saja karena sihir bukanlah hal mudah untuk dipelajari orang biasa. Ah tentunya kesulitan sihir tidak berlaku bagi Niko, si super jenius sihir!


Dimalam hari, Aisley telah selesai latihan sihir bersama Niko. Dia baru saja keluar ruangan, menghela nafas panjang, Aisley berjalan lemas menuju kamarnya yang tidak jauh dari ruang kerja dan kamar Niko. Sebenarnya jarak antara ruang kerja dan kamar Niko tidak jauh, namun saat pertama kali datang, Niko sengaja memutar-mutar kan Aisley sehingga jaraknya terasa jauh.


Aisley memasuki kamarnya, dia langsung melempar tubuhnya diatas kasur yang empuk. Aisley menatap langit-langit kamarnya yang bernuansa hitam dengan hiasan warna kuning-putih seperti bintang-bintang diatas langit malam. Pemandangan itu terlihat nyata, seakan Aisley sedang berada di luar ruangan.


"Huft... Bahkan sampai sekarang aku belum bisa mempelajari sihir dasar dengan sempurna..." Gumamnya pelan.


Aisley meletakkan kedua tangannya di atas perut, masih dengan tenang memandangi langit-langit kamarnya yang apik. Aisley menutup matanya sambil bernafas panjang lagi. Pikirannya kembali pada pembicaraan nya bersama Niko sebelum dia keluar dari ruangan.


**[Falsh Back]**


Aisley menyelesaikan latihan sihirnya lebih awal dari biasanya, dia telah merapikan buku-buku yang ia gunakan untuk belajar bersama Niko. Saat hendak pergi meninggalkan ruang latihan yang jadi satu dengan ruang kerja, Niko menghentikan Aisley yang baru saja akan berdiri.


"Tunggu!" Celetuk Niko.


"Hmm?" Aisley melihat kearah Niko.


"Sekitar dua minggu lagi akan diadakan lerta sosialita di istana, dan kamu akan mendatanginya..." Ucap Niko.


"A-ah itu ya... Umm baiklah aku akan datang.." Jawab Aisley pelan.


"Kamu harus bisa berdansa, agar tidak menjadi olokan para orang-orang idi*t itu."


"Ha? Orang-orang idi*ot?" Aisley menaikkan satu alisnya.


"Iya, aku tidak suka jika kamu diejek mereka karena tidak bisa berdansa." Niko menunjukkan raut sebal.


"Eeh ahahaha, baiklah aku akan belajar berdansa..." Aisley tertawa canggung.


"Aku bisa mengajarimu itu." Niko berjalan mendekati Aisley.


Diulurkannya tangan kanan, dengan setengah menunduk dan tangan kiri di belakang. Niko terlihat sangat berwibawa sekaligus keren di posisi seperti itu. Niko mendongak untuk melihat Aisley, dengan senyum tipis yang terlihat manis di wajahnya.

__ADS_1


"Maukah Lady berdansa satu lagu dengan saya?" Ucap Niko dengan nada yang berwibawa.


*DEG


Aisley terkejut dengan ajakan Niko yang tiba-tiba, dia sama sekali belum pernah melihat Niko yang seperti ini. Dia nampak lebih berwibawa daripada saat berjalan melewati para bawahan nya.


Tapi bukan itu yang dikejutkan Aisley, dia lebih terkejut dengan ajakan kakaknya. Kakak nya pasti tahu jika dia tidak bisa berdansa, tapi kenapa dia malah mengajaknya berdansa!?


"Ta-tapi aku tidak bisa berdansa." Jawab Aisley ragu.


"Tidak apa-apa, saya akan membantu Lady." Niko masih tersenyum.


Asiely sebenarnya ingin menolah, tapi saat melihat mata Niko yang seakan memerintah nya untuk berdansa bersamanya. Dengan meneguk salvianya dengan kasar, Aisley mulai menerima uluran tangan Niko.


"Ma-maaf jika kaki anda terinjak oleh saya..." Ucap Aisley pelan.


"Tidak masalah, injakan anda pasti tidak sakit~" Jawab Niko.


Mereka berhenti diarea yang cukup luas untuk menari. Niko menyalakan musik dansa dengan sihirnya. Terdengar alunan indah yang mengisi ruangan, Niko melangkah kan kakinya sesuai irama lagu.


"Ah maafkan saya!" Aisley kembali menginjak kaki Niko.


Setelah lagu berakhir, mereka membungkuk untuk saling memberi hormat. Niko terkekeh setelah selesai berdansa, dia menggaruk kepalanya yang tidak gatal. Sambil tersenyum canggung dia bilang tidak apa-apa karena Aisley menginjak kakinya.


"Ahahaha sepertinya kita harus berlatih berdansa agar saat dipesta kamu tidak melukai pasangan dansa mu." Niko tertawa canggung.


"Ahahaha, sepertinya iya.." Aisley menggaruk tengkuknya.


"Huft baiklah cukup untuk hari ini, istirahatlah. Jika ingin berkeliling, berkeliling lah tapi jangan terlalu larut." Aisley mengangguk paham.


**[Falsh Back off]**


"Huh, memalukan!" Umpat Aisley.


"Masalah tata karma istana aku lebih baik, namun berdansa ini.... Ugh aku sama sekali tidak bisa." Guman nya kesal.

__ADS_1


Aisley bangun, dia memutuskan untuk pergi ke taman menara sihir dari pada di dalam kamar. Ia juga belum mau tidur karena ini masih terlalu awal untuknya tidur. Aisley berjalan melewati lorong-lorong yang cukup sepi, dia memilih berjalan untuk sampai di taman daripada menggunakan teleportasi yang membuatnya mual.


*****


Disisi lain, Niko juga keluar dari ruangannya. Dia duduk di taman bambu yang terpencil dan hanya orang tertentu yang tahu tempat itu. Dia sedang menyesap black tea kesukaannya. Angin malam yang cukup dingin menggoyang kan rambut panjangnya, dibawah sinar bulan Niko terlihat semakin tampan.


Di samping Niko, pohon bambu bergerak dengan tidak semestinya. Namun gerakan bambu itu tidak menggangunya sama sekali, dia masih saja tenang. Lalu turunlah seseorang dengan jubah biru dongker, dia turun tanpa mengeluarkan suara.


"Hmm kamu sudah kembali ya..." Celetuk Niko.


"Iya, ini laporannya aku sudah memberikan laporan pada Kak Ryuuchi dan Kak Nyra.." Laki-laki tadi memberikan sebuah gulungan kertas kepada Niko.


"Baiklah, kerja yang bagus!" Niko menerima gulungan itu.


"Apakah kamu mau memakan sesuatu atau minum?" Tanya Niko.


"Tidak, aku pergi dulu. Selamat malam." Laki&laki itu pergi dengan meloncat-loncat diantara bambu-bambu yang ada di taman bambu.


"Hmm baiklah, dia semakin kuat saja~" Niko melihat tempat yang baru dilewati oleh lakiaki bertudung tadi.


"Walaupun begitu, aku masih merasa tidak aman dengannya... Ugh sial! Kenapa aku sulit mempercayai orang!?" Umpat Niko pada dirinya sendiri.


Niko kemudian membuka gulungan kertas yang baru saja diberikan oleh laki-laki-laki bertudung, dia membaca kalimat per kalimat. Setelah selesai membaca isi laporan itu, dia menghela nafasnya panjang.


"Aku sudah menduga ini, tapi tidak menyangka jika separah ini!" Kesalnya.


"Mungkin beberapa hari ini aku akan sibuk, mungkin akan ku serahkan Aisley kepadanya... Ugh kenapa ini sangat menyebalkan!?" Umpat Niko kesal.


Niko kemudian meletakkan gulungan kertas, dia megambil secangkir black tea lalu menyesapnya lagi. Niko menyandarkan tubuhnya pada kursi, dia melihat keatas terdapat bulan yang bersinar indah dengan hiasan ribuan bintang. Angin yang berhembus pelan menambah rasa nyaman bagi Niko.


......┈━═☆🌙 ☆═━┈......


......To be continued.........


...-Eka-...

__ADS_1


__ADS_2