
Aisley terus berjalan bersama Niko, mereka melewati beberapa jalan yang cukup licin. Sambil bercerita akhirnya lama kelamaan Aisley merasa nyaman dengan Niko, rasanya sama seperti saat dia dengan kakaknya.
Walau belum mengenal terlalu jauh, tetapi Niko sendiri juga merasa nyaman dengan berbincang dengan Aisley.
Sekarang Aisley tahu jika dia telah berpindah dimensi. Karena dari penjelasan Niko, di sini tidak ada yang namanya negara apalagi negara Indonesia. Hanya ada sebuah kerajaan dengan kota-kota yang dikuasai nya.
Dari sini Aisley menyimpulkan jika dunia ini mungkin seperti abad pertengahan yang ada di bumi. Karena mata uang yang ada di dunia ini menggunakan Emas, Perak, dan perunggu.
[note: Di sini saya tidak menganut kekaisaran sebagai penguasanya, jadi yang tertinggi cukup dengan Raja bukan Kaisar,, xiexie^^]
Mereka terus berjalan, hingga dari kejauhan nampak sebuah bangunan-bangunan abad pertengahan.
"Kita sudah sampai di Ibukota, disini aku tinggal..." Celetuk Niko saat mereka sampai di pintu gerbang.
"Wow!" Hanya kata itulah yang keluar dari mulut Aisley.
Aisley kagum dengan keindahan ibukota. Karena kota itu adalah ibukota dari kerajaan Argenius, kerajaan paling besar sehingga menjadi kota yang luas dan ramai.
Banyak orang yang berlalu lalang kesana kemari, pakaian yang mereka kenakan ternyata tidak seperti yang dipikirkan Aisley yaitu, pakaian dress panjang.
Aisley berjalan mengikuti Niko untuk pergi ke rumahnya, di sepanjang jalan banyak sekali orang yang berdagang. Makanan ataupun barang-barang berjajar sangat rapi, para penjual yang berteriak menjual dagangannya membuat suasana semakin ramai.
"Ternyata sangat ramai ya..." Guman Aisley.
"Tentu saja, karena dua hari lagi akan diadakan Festival Lentera..." Kata Niko membalas guman nan Aisley.
"Eh? Festival lentera?" Aisley melihat Niko dengan tatapan bingung.
"Iya, kamu tahu lentera kan?" Niko membalaskan tatapan bingung Aisley.
"Apakah lentera yang di terbangkan?" Aisley mengalihkan perhatiannya ke sebuah bangunan yang paling tinggi dan megah.
"Iya.... Bisa dibilang seperti itu..." Jawab Niko.
"Waw pasti akan sangat keren!" Seru Aisley dengan suara kecil.
Niko yang melihat wajah senang Aisley itu tersenyum tipis. Dia menggelengkan kepalanya, mengapa dia bisa bertemu dengan orang seperti Aisley, pikirnya.
"Kita sudah sampai, maaf rumahku kecil..."
__ADS_1
Aisley dan Niko sampai di sebuah rumah yang ukurannya minimalis. Rumah Niko tidak terlalu jauh dari jalan utama ibu kota, tetapi di sana tidak seramai jalan utama ibukota.
Niko membuka pintu rumahnya, sebuah bell berbunyi. Itu seperti lonceng sebuah toko, pikir Aisley.
Di dalam rumah Niko yang minimalis itu ternyata sangat rapi, tidak ada barang yang berserakan. Aisley masuk mengikuti Niko, dia duduk di kursi yang sepertinya itu ruang tamu.
Aisley melihat sekelilingnya, rumah bergaya abad pertengahan ini sangatlah bagus. Terkesan misterius dan juga indah disaat yang bersamaan.
"Minumlah kamu pasti haus.." Niko menghampiri Aisley dengan membawa dua gelas air.
"Terimakasih..." Ucap Aisley.
"Ah iya, bagaimana jika kita pergi ke toko baju?" Tanya Niko.
"Kenapa ke sana?"
"Tentu saja membelikan baju untukmu, mana mungkin kamu akan memakai pakaian yang..... cukup kotor itukan?" Tanya Niko sambil melihat pakaian Aisley dari atas hingga bawah.
Aisley yang melihat itu langsung melihat pakaian yang ia kenakan, memang benar jika pakaian yang dipakai Aisley saat ini sudah lusuh. Tapi anehnya mengapa dirinya bisa memakai pakaian zaman ini bukannya pakaian saat ia masih di dunia aslinya.
"Ehehe baiklah.... Tapi aku sama sekali tidak memiliki uang..." Ucapnya ragu.
"Terimakasih!" Aisley membalas senyuman Aisley.
"Mandilah terlebih dahulu, jika tidak keberatan pakailah pakaianku... Kita akan pergi ke toko baju setelah makan siang..." Aisley mengangguk menyetujui.
"Sepertinya setelah beberapa saat berbincang dia sudah tidak curiga atau menganggap ku jahat ya hahaha." Niko terkekeh sendiri.
Dirinya lalu di arahkan ke kamar mandi oleh Niko, tidak lupa Niko menyiapkan pakaian yang akan dipakai Aisley.
Aisley memasuki kamar mandi yang ada di rumah Niko, di letakkan-nya baju bersih di sebuah gantungan. Aisley melepaskan satu persatu pakaian yang dia pakai, dia masih bingung kenapa pakaiannya berubah, apakah mengikuti zaman?
Aisley meletakkan pakaian yang kotor itu kedalam sebuah ember yang terbuat dari kayu. Saat selesai dirinya baru tersadar jika dia memakai sebuah kalung yang memiliki bandul berbentuk kunci.
"Kalung apa ini?" Guman nya.
Dilihatnya kunci yang menjadi bandul itu. Rasanya dia pernah melihat kunci itu, tetapi dia lupa dimana ia melihatnya. Menyingkirkan pertanyaan yang terus bermunculan karena menurutnya tidak penting.
Aisley hendak melepaskan kalung yang tersemat di lehernya itu, namun dirinya mencari dimana sambungan kalung itu? Sama sekali tidak ada, sehingga dirinya tidak tahu bagaimana cara melepaskannya.
__ADS_1
Aisley tidak menghiraukan masalah kalung itu, mungkin dirinya akan mencari teka-teki itu nanti saja, Aisley dengan segera mandi karena perutnya yang memang sudah lapar.
Seharusnya mereka makan siang 2 jam sebelum sekarang, karena mereka saat jam makan siang sedang di hutan dan Aisley sendiri memilih melanjutkan perjalan dibanding istirahat untuk makan siang yang akan menghambat mereka menuju Ibukota.
Setelah mandi dan berpakaian rapi, Aisley berjalan menuju meja makan. Di sana sudah ada Niko yang selesai memasak dan meletakkan makanan di atas meja makan.
Makanan yang di sajikan itu nampak sangat enak dan menggiurkan. Aisley segera duduk diikuti oleh Niko yang telah selesai meletakkan piring terakhirnya.
"Maaf aku hanya bisa memasak apa adanya..." Kata Niko dengan senyuman indah yang terpancar di wajahnya.
"Tentu saja tidak apa-apa, lagi pula ini sudah lebih dari cukup... Terimakasih...." Aisley membalas senyuman Niko dengan senyuman manis miliknya, sebuah senyuman yang biasanya dia tunjukkan untuk kakaknya di dunia asal Aisley.
Mereka memakan masakan yang di masak Niko, Saat Aisley mencoba salah satu masakannya, matanya berbinar karena masakan itu sangatlah enak.
"Uwah! Ini sangat enak!" Niko terkekeh melihat Aisley yang sangat menikmati makanan di meja makan.
"Coba lah yang ini..." Niko memberikan sebuah masakan yang terbuat dari daging.
Aisley mengangguk dan memakan makanan yang di berikan Niko. Matanya melebar, rasa yang begitu familiar memasuki Indra perasaanya.
"I... ini...." Guman nya.
"Hmm ada apa?" Niko mengangkat salah satu alisnya.
"Hehehe rasanya seperti makanan yang dibuat kakak!" Balasnya dengan senang.
"Eh? Benarkah?" Niko mengangkat salah satu alisnya.
"Iya! Ini makanan yang paling aku sukai diantara masakan buatan kakak!" Aisley dengan lahap memakan makanan tersebut.
Niko sebenarnya cukup terkejut dengan jawaban Aisley, dia lalu hanya tersenyum tipis dan menyuruh Aisley untuk menghabiskannya.
Makan siang telah berlalu, Aisley dan Niko pun pergi ke toko baju sesuai janji Niko. Aisley masih sama seperti saat ia memasuki kota, matanya tidak berhenti memandang bangunan yang ia lewati.
...┈━═☆ 🌙 ☆═━┈...
...To be continued......
...-Eka-...
__ADS_1