Tales Of Another World

Tales Of Another World
⸙ Ch.27 ◈ Aarick Nafsan


__ADS_3

Aisley, Flawmish dan Aarick berdiri bersama di balkon. Setelah perdebatan kecil antara Flawmish dan Aarick mereka akhirnya diam.


Dari perdebatan kecil itu Aisley tahu, ternyata Flawmish adalah anak angkat ratu terdahulu. Ratu Narest Nafsan, kakak dari Grand Duke Aarick. Dia menikahi Raja Brav, raja yang sekarang memimpin kerajaan. Pernikahan itu hanyalah pernikahan politik untuk menguatkan posisi Brav sebagai raja.


"Hmm lalu, untuk apa kamu mengajak ku berbicara di sini?" Tanya Aarick.


"Yah, kita menunggu satu orang lagi.." Jawab Flawmish.


"Siapa?"


Baru saja Aarick bertanya, seseorang membuka pintu balkon. Mereka mengalihkan pandangan nya kearah pintu balkon. Seorang laki-laki dengan lamaian rapi berdiri di sana sambil tersenyum bodoh.


"Maaf aku terlambat ya.." Laki-laki itu terkekeh.


"Sangat terlambat! Cepat kemari lah..." Ucap Aarick.


"Hey, santai lah sedikit~" Laki-laki itu berjalan mendekat.


"Hum? Ini Lady Aisley kan?" Pandangan laki-laki tadi terkunci pada Aisley.


"I-iya.." Aisley sedikit tersenyum.


"Senang bertemu dengan anda, saya Louis Noflox. Marquess kerajaan Aslatsir..." Louis memberi hormat kepada Aisley.


"Sudah Cukup! Aku disini ingin membahas sesuatu yang serius, bukan perkenalan membangun relasi!" Ucap Flawmish dengan nada kesal.


"Apa yang ingin kamu bicarakan?" Tanya Aarick lagi.


"Tentang, ras iblis." Kata Flawmish dengan pelan.


"Ah aku ingat! Ternyata bukan hanya daerah barat, bahkan di selatan sepertinya ada tanda-tanda datangnya ras iblis." Sahut Aarick.


"Hmm, mereka seperti merencanakan sesuatu.." Guman Louis.


"Ah iya, aku sudah mendapatkan beberapa peta yang kemungkinan di tempati ras half-human." Celetuk Louis.


"Ras Half-human!?" Aisley mengalihkan pandangan pada Louis.


"Iyap! Beberapa bulan lalu aku mendapat surat dari Niko untuk mencari keberadaan ras Half-human." Jawab Louis.


"Ah jadi dia kenal dengan kakak ya.." Ucap Aisley dalam hati.


"Tapi... Kalau dipikir-pikir dia seperti nya mirip sekertaris kelas... Hum apakah sir Louis juga perhitungan soal uang ya?" Terka Aisley.


"Dan... Paman Flawmish juga, dia terlihat seperti ketua basket di sekolah... Walau memang sedikit berbeda, tapi muka mereka memang hampir sama..." Aisley menatap Aarick diam-diam.


"Aku rasa kita akan mendapat informasi besar..." Aarick menyeringai.


Mereka serempak mengalihkan pandangan nya tepat kearan Aarick memandang. Di bawah, tepatnya di taman kerajaan. Ada seseorang berjubah hitam dengan seorang laki-laki paruh baya tengah berdiri saling berhadapan.


"Laki-laki berjubah itu?" Ucapan Aisley mengambang.


"Salah satu ras iblis!" Guman mereka bersamaan.


"Kenapa di sini bisa ada ras iblis?" Aisley menatap Flawmish.


"Bukan hanya di kerajaan Argenius, namun di kerajaan lain juga sudah kedatangan ras iblis." Sahut Aarick.


"Apa!? Kenapa!?" Aisley tentu saja terkejut.


"Sifat manusia." Bisik Flawmish.


"Seperti itu ya... Lalu bagaimana?"

__ADS_1


"Kita harus memusnahkan mereka." Aarick mengepalkan tangannya.


Mereka terus memandangi kearah dua orang yang berada di taman tersebut. Pembicaraan mereka sepertinya cukup serius. Dengan tiba-tiba Aarick melompat turun, melompat dari satu atap ke atap lain. Aarick mencoba mendekat kearah taman.


"Paman, bagaimana di kerajaan Aslatsir?" Flawmish menatap Louis.


"Eeh? Jangan panggil aku paman! Aku belum setua Aarick!" Louis membuang muka.


"Kalian hanya berbeda beberapa bulan." Flawmish memasang wajah menyebalkan.


"Menyebalkan! Di sana tidak ada masalah, ada beberapa ras iblis tapi sudah ku bereskan."


"Baguslah."


"Aisley, ayo kembali." Ajak Flawmish.


"Dia memanggilku!?" Aisley terkejut.


"Tunggu! Kalau hanya begitu untuk apa aku kemari!?" Louis menghentikan langkah Flawmish.


"Tidak ada guna nya." Flawmish melangkah pergi.


"Tunggu!" Panggil Aarick.


Flawmish dan Aisley membalikkan pandangannya.


"Aku ada sedikit informasi." Aarick menapakkan kakinya ke lantai balkon.


"Mereka merencanakan perjodohan untuk Arlen." Aarick memakai kaos tangannya.


"Heh! Sepertinya si tua bangka itu mulai bergerak ya.." Flawmish menyeringai.


"Arlen? Flawmish?" Tanya Aisley.


"Oh..." Aisley mengangguk paham.


"Hmm dengan siapa Arlen di jodohkan?" Tanya Louis.


"Lady Rosta Blanors, Putri kedua Keluarga Marquess Blanors." Jawab Aarick.


"Apa? Ja-jangan bilang laki-laki tadi..." Louis tidak melanjutkan ucapannya.


"Tepat! Mereka memang bersekongkol dengan iblis." Aarick mengangguk.


"Astaga! Kenapa di Argenius banyak sekali kerjasama dengan iblis?" Louis menghela nafas panjang.


"Ide mereka benar-benar bagus ya, menjodohkan Arlen dengan orang yang dekat." Lanjut Louis.


"Dekat apanya!?" Bantah Arlen.


"Bukankah kamu dengan Lady Rosta cukup dekat? Ah bisa dibilang dia adalah perempuan yang dekat dengan mu, kan?" Louis menyunggingkan bibirnya.


"Jangan asal bicara! Kami tidak sedekat itu!" Arlen seperti tidak terima.


"Tapi dia adalah satu-satunya wanita yang pernah naik kereta kuda bersama mu~" Louis malah tertawa kecil.


"Sudahlah, bukankah hanya naik kereta kuda? Niyra yang pernah tidur di kediamannya saja tidak seheboh itu." Aarick mencoba melerai.


"H-Hey! itu beda tahu!" Louis membantah.


"Eh? Apa yang mereka debat kan sih?" Aisley yang sama sekali tidak paham malah bingung sendiri.


"Sudahlah, mereka benar-benar tidak sabaran!" Flawmish mendengus pelan.

__ADS_1


"Ayo kembali." Imbuh Flawmish.


Mereka lalu masuk kedalam kastil dan turun ke tempat pesta di selenggarakan. Di dalam pesta masih saja ramai. Beberapa bangsawan baik muda ataupun tua mencari relasi untuk membangun nama keluarga. Sedangkan nona-noda bangsawan berkumpul untuk membicarakan hal-hal yang tidak penting.


Aisley turun bersama Flawmish, dia tidak tahu harus kemana. Setelah di bawah, Aisley memilih untuk duduk salah satu kursi kosong karena Flawmish akan pergi menyapa beberapa bangsawan lain.


"Sangat membosankan!" Guman Aisley kesal.


******


Flawmish berjalan mendekati kakak nya yang sedang berbincang dengan Aarick dan beberapa laki-laki bangsawan lainnya.


"Paman." Sapa Flawmish.


Aarick hanya tersenyum membalas Flawmish. Mereka terlihat tidak sedekat saat di balkon.


"Dimana Lady Aisley?" Tanya Darrel.


"Dia sepertinya lelah jadi sedang duduk di sana." Flawmish menunjuk tempat Aisley dengan matanya.


"Ah seperti itu, ngomong-ngomong kamu sepertinya cukup dekat dengan dia ya?"


"E-eh tidak juga kok." Flawmish mengalihkan pandangannya.


"Jangan berbohong, aku belum pernah melihat mu dengan seorang Lady." Darrel terkekeh.


"Jangan mengada-ada kak, Lady Aisley bukanlah tipe ku." Flawmish mengangkat bahunya.


"Hahaha, mungkin sekarang kamu bilang begitu namun tidak tahu kedepannya bagaimana kan?" Aarick menyeringai tipis.


"Apa yang paman harap kan?" Flawmish melirik sebal kearah Aarick.


"Kalau dipikir-pikir ini tidak boleh terjadi! Flawmish tidak boleh dengan Lady Aisley!" Darrel menatap tempat Aisley.


*****


Selesai pesta, Aisley masih berada di taman. Gadis berambut putih itu sedang menunggu Flawmish. Mereka berencana untuk pergi ke tempat Niyra untuk membahas tentang ras Half-human.


"Maaf membuat mu menunggu lama." Flawmish datang dari belakang.


Aisley menatap kearah sumber suara, dia melihat Flawmish yang berpakaian seperti biasa. Tidak lagi memakai pakaian formal untuk berpesta.


"Tidak." Aisley menggeleng.


Aisley mengaktifkan kertas teleportasi, mereka akan menggunakan teportasi untuk pergi ke ruangan Ryuu.


"Kak Niyra!" Panggil Aisley setelah mereka sampai di ruang arsip.


Niyra yang sedang menata buku segera membalikkan badannya. Dia melihat Aisley yang masih mengenakkan gaun berdiri di sebelah Flawmish.


"Aisley! Wah kamu benar-benar tambah cantik ya~" Niyra terkekeh pelan.


"Kakak!" Aisley menggembungkan pipinya.


"Kalian sampai lebih awal ya." Flawmish berjalan mendekati meja.


"Tentu saja, karena aku tidak seperti mu." Louis menyangga kepalanya.


"Huh!" Flawmish mendengus pelan.


......━═☆🌙 ☆═━┈......


......To be continued.........

__ADS_1


...-Eka-...


__ADS_2