
Sudah tiga bulan sejak kejadian bersejarah itu, tiga bulan digunakan untuk pembangunan kota-kota yang telah hancur. Beberapa ras juga mulai berbaikan, beberapa ras iblis juga demikian. Mereka meminta maaf atas kejadian itu, walaupun sulit untuk memaafkan tapi mereka akhirnya memaafkan juga.
Karena mereka sadar jika Hiang masalah yang sebenarnya karena raja iblis yang serakah itu. Jadi tidak semua ras iblis bersalah, walaupun mereka mengikuti perang dan membunuh ras lain tapi tentunya itu karena paksaan pemimpin mereka.
*****
"Kakak lalu apa hubungannya dengan festival lentera?" Tanya Aisley polos. Niko terkekeh melihat muka Aisley saat ini.
"Tentunya karena pangeran Charles...." Jawab singkat Niko.
Niko kemudian melanjutkan ceritanya. Pangeran Charles yang tidak lain adalah adik dari sang raja tidak bisa untuk tidak bersedih. Meski sudah tiga bulan terlewati, dirinya sama seklai tidak bisa berubah menjadi Charles saat Ain masih hidup.
Sedangkan Kepala menara sihir, sudah sembuh sejak satu bulan yang lalu dan dirinya sudah sembuh total dari seminggu yang lalu. Dirinya tidak berbeda jauh dari Charles, ia sangat menyayangi adik perempuannya itu tetapi pikirannya yang dewasa, dia tidak membawa perasaan pribadi dalam mengurus menara sihir.Tetap menjadi kepala menara sihir yang seperti biasa.
Kerugian besar terjadi di semua ras, bahkan menara sihir juga mengalami kerugian besar. Karena itulah Kakak Ain mencoba memperbaiki pondasi menara sihir. Menutup diri dari dunia luar, itu ialah salah satu jalan agar menara sihir dapat kembali seperti semula.
Singkat cerita, satu tahun telah terlewati setelah insiden mengerikan itu. Banyak kota-kota yang dulunya hancur, sekarang telah menjadi kota besar bahkan lebih maju. Area dagang juga semakin meluas, bahkan perdagangan sudah terjadi diantar ras. Walaupun hanya orang-orang pilihan dan memiliki izin, yang dapat melakukan perdagangan antar ras tetapi dampaknya sangat besar bagi kedamaian.
Malam ini juga akan diadakan penghormatan bagi para pahlawan yang telah berkorban demi membela rasnya masing-masing. Setiap ras akan melakukan penghormatan dengan cara mereka sendiri-sendiri. Pahlawan yang paling dikenang adalah Ain sebagai penyegel raja iblis, pilar yang membuat kekuatan raja iblis melemah, serta beberapa jendral yang gugur saat mereka melawan raja iblis untuk mengulur waktu bagi Ain.
Di kerajaan Argenius, seorang laki-laki berambut panjang dengan warna kuning dan mata hijau tengah berdiri di balkon kamarnya. Menghembuskan nafasnya pelan, dia melihat sebuah lukisan. Lukisan yang tergambar dirinya sendiri dan seorang gadis cantik berambut putih yang tidak lain adalah kekasihnya, Ain.
"Padahal kamu dulu berjanji padaku untuk menikah setelah perang usai, kita memiliki anak laki-laki yang mirip denganmu..." Gumannya sambil memandangi lukisan di tangannya.
"Hari pernikahan kita adalah hari pertemuan pertama kita....Tapi siapa yang menyangka itu jiga adalah hari dimana kita harus berpisah..." Air mata mulai menetes dari pelupuk matanya.
Diluar kamar, seseorang mengetuk pintu kamar Charles. Dari suaranya dia adalah seorang laki-laki, Charles familiar walaupun sudah lama tidak mendengar suara laki-laki yang memanggilnya. Dengan segera Charles membukakan pintu, benar saja di depannya berdiri kakak dari kekasihnya.
__ADS_1
"Silahkan masuk, kakak..." Kata Charles dengan sopan.
"Tidak usah sopan seperti itu, ayo kita keatas." Ajak kakak Ain dengan ketus.
Charles hanya mengangguk, dirinya mengikuti kakak dari kekasihnya. Mereka menuju ke balkon istana, di sana sudah ada kakaknya dan beberapa jendral manusia dan penyihir yang dahulu selamat dari penyerangan raja Iblis.
"Hey, jangan menangis.... aku tahu kamu merindukannya aku juga seperti itu..." Celetuk Kepala menara sihir. Charles tersentak mendengar suara kakak kekasihnya.
"Aku tidak menangis.... Aku juga merindukannya, melihat lukisannya benar-benar tidak mengenakkan..." Sahutnya setengah berguman.
*****
"Eh!? Jadi seperti itu? Lalu sebenarnya apa arti dari festival lentera?" Aisley kembali bertanya karena masih belum paham.
"Seperti itulah, oh itu karena pangeran Charles.... Karena dahulu pahlawan Ain sangat menyukai lentera jadi untuk mengenangnya mereka melepaskan sebuah lentera.... Dan sebenarnya menulis nama orang yang disayangi di lentera terbang juga karena dirinya..." Jelas Niko.
"Tentu saja..." Niko tersenyum lembut.
"Tapi kakak, kenapa harus ada bunga api dan menyebutnya festival lentera? Ah iya kenapa masyarakat malah bahagia seperti itu!?! Ah iya! Apa arti bunga api yang dapat melihat orang yang disayangi!?" Tanya Aisley menyangkal.
"Eh tunggu dulu, di Indonesia juga seperti itu... setiap hari pahlawan orang-orang bahagia hmm.." Gumannya dalam hati.
"Banyak sekali pertanyaannya..." Guman Niko.
Niko kemudian kembali menceritakan jika bunga api itu menunjukkan kebahagiaan. Kebahagiaan karena telah berhasil menyegel raja iblis sehingga dengan kata lain itu adalah sebuah kemenangan. Untuk Festival Lentera sendiri karena mengingat sosok penyegel raja iblis yang sangat menyukai lentera jadi peringatan itu diberi nama festival lentera.
Untuk pertanyaan selanjutnya itu berkaitan dengan pesan Ain. Pesan agar mereka bahagia karena raja iblis telah tersegel, tidak ada yang boleh bersedih. Terutama untuk kakak dan kekasihnya, bersedih karena Ain telah meninggalkannya.
__ADS_1
Dan untuk pertanyaan terakhir Aisley, Niko mengatakan itu juga berhubungan dengan Charles dan kepala menara sihir walau seluruhnya tidak seperti itu. Bunga api itu dibuat pertama kali oleh Ain sendiri, karena terkadang dia sangat merindukan orang-orang yang dia sayangi. Lalu kakaknya itu diajari oleh Ain untuk membuat hak serupa, namun dengan disempurnakan oleh kakaknya sendiri.
Jika milik Ain hanya bereaksi dengan orang yang dipikirkan, maka sihir yang telah di sempurnakan kakaknya bukan seperti itu. Melainkan yang terlihat adalah orang-orang yang paling disayangi si penglihat, baik jika mereka lupa ataupun tidak dengan rupa orang tersebut. Asal pernah melihatnya maka bayangan orang tersebut akan muncul.
Tapi nyatanya setelah sihir itu meluas, itu bukan lagi untuk Kepala menara sihir dan Charles. Melainkan bagi seluruh ras, karena mereka juga memiliki orang-orang yang mereka sayangi, baik yang telah gugur ataupun terpisah dari mereka.
"Tapi kakak! Itu kan membuat kita menjadi sedih kenapa harus seperti itu!?" Aisley menentang lagi.
"Haih... Tentunya karena mereka sanaht ingin melihat wajah orang yang mereka sayangi lah..." Jawab Niko dengan enteng.
"Haih... Kakak ta-!" Belum sempat Aisley menyelesaikan ucapannya, jari tunjuk Niko menempel pada bibirnya.
"Sudahlah cepat tidur, sebenarnya jika ingin menjelaskan semua itu sangat panjang dan aku malas melakukannya... Jadi tidurlah dengan nyenyak..." Niko menepuk pelan kepala Aisley.
Aisley sebenarnya tidak terima, diri hanya lahan sedikit saja dari penjelasan yang di berikan Niko. Tetapi dia cukup tahu garis besarnya, jika sebenarnya festival lentera itu seperti di khususkan untuk Kakak Ain, Ain sendiri dan kekasihnya. Karena lentera dan bunga api sangat berhubungan dengannya, sedangkan bunga api yang menghasilkan wajah orang yang disayangi itu untuk kepala menara sihir dan Charles.
Festival lentera benar-benar menakjubkan bagi Aisley, dirinya juga baru tahu arti dari semua itu walaupun tidak semua. Ternyata dari yang Niko jelaskan. Aisley tahu, jika festival itu tidak hanya dilakukan oleh ras manusia saja tetapi ras lain juga demikian. Mereka benar-benar menghormati Ain dan kesebelas pilar.
┈━═☆🌙 ☆═━┈
Eka: Jika dipikir² cerita flash back ini banyak juga ya heum, benar-benar tidak menyangka akan menjadi panjang padahal awalnya tidak seperti itu. Dan juga beberapa adegan sepertinya kurang mendalami peran, ahaha maafkan saya ya^^
*****
To be continued....
-Eka-
__ADS_1