
7 Orang tengah berkumpul di ruangan yang cukup terang. Mereka tidak lain adalah: Aisley, Niyra, Flawmish, Ryuuchi, Aarick dan Louis. Di depan Louis terdapat sebuah peta daerah sekitar kerajaan Aslatsir.
"Aku sudah menyelidiki ini cukup lama, dan menurut ku di titik-titik itu adalah tempat tinggal mereka atau tempat yang pernah mereka singgahi." Louis menunjukkan beberapa titik merah yang ada di peta.
"Cukup banyak, bagaimana kamu yakin?" Aarick melirik Louis.
"Yah, karena aku pernah melihat mereka."
"Lalu, di peta dengan tanda biru adalah persebaran Ras Iblis yang aku tahu." Louis menyangga kepalanya dengan tangan kanan.
"Hmm baiklah, aku akan memeriksanya Aisley dan Arlen kalian berlatih seni pedang. Aarick kau dan Louis memberantas Iblis. Dan Niyra lanjutkan pencarian mu." Ryuuchi membuka kedua matanya.
"Baik!" Ucap mereka bersamaan.
"Kak Ryuu, apakah ada kabar dari kakak?" Tanya Aisley.
"a-ah... Tidak ada kabar, tapi percayalah kalau Niko pasti akan baik-baik sana." Jawab Ryuu.
"Apa? Kakak?" Tanya Louis.
Ryuuchi mengangguk sebagai jawabannya. Louis membuka mulutnya. Niko mengangkat seorang adik? Ah itu mengejutkan.
"Sudahlah, Aisley ayo ikut dengan ku." Ajak Niyra.
Aisley mengangguk, mereka berdua lalu berpamitan untuk pergi. Sedangkan 5 orang lainnya masih duduk di meja berbentuk bundar itu.
Aisley berjalan mengikuti Niyra, mereka menuju ruangan yang menjadi tempat menyembunyi kan buku keluarga Lin. Sesampainya di sana, Aisley dan Niyra duduk di tempat duduk yang ada di sana.
"Ruangannya masih tetap sama ya." Aisley memandangi sekelilingnya.
"Tapi sepertinya ini lebih berantakan dari sebelumnya." Niyra tertawa canggung.
"Ngomong-ngomong apa yang kakak teliti?" Aisley duduk di depan Niyra.
"Tentang sebuah kalung, mungkin?"
Niyra mengobrak-abrik buku di depannya seperti sedang mencari sesuatu.
"Apa yang kakak cari?" Tanya Aisley.
"Gambarnya." Niyra masih sibuk mencari 'gambar' itu.
"Ketemu!" Seru Niyra.
Niyra meletakkan sebuah gulungan kertas di atas meja. Aisley hanya diam dengan tatapan bingung.
"Lihatlah." Niyra membuka gulungan kertas itu.
Di dalam gulungan, terlihat jelas sebuah gambar. Gambar kalung yang terlihat familiar di mata Aisley.
"Ka-kalung itu..." Guman Aisley.
"Kenapa? Pernah melihatnya?" Niyra menatap Aisley.
Aisley menundukkan kepalanya. Dia mencoba mengingat dimana pernah melihat kalung yang ada di gambar itu.
__ADS_1
"Aku menemukan gambar kalung ini di buku keluarga Lin yang kau baca waktu itu. Lalu aku mencarinya di buku catatan lainnya, hasilnya aku menemukan buku dan gambar ini." Niyra menggeser sebuah buku di sebelah gambar kalung.
"Buku keluarga Lin? Ah aku ingat!" Aisley tersentak.
Aisley meraba sekitar lehernya, karena gaun pestanya yang menutupi leher itu membuatnya harus membuka kancingnya. Aisley mengeluarkan sebuah kalung dari baju pestanya.
"Apa!? Itu sama dengan ini."
Niyra bolak-balik melihat gambar yang ada di tangannya dengan kalung yang ada di leher Aisley. Ah, kalung-nya sama!
"Ba-bagaimana bisa sama?" Niyra terpaku.
"Aku juga tidak tahu, tapi kalung ini tidak bisa dilepas." Aisley menarik kalung ber bandul kunci itu.
"Kalau begini, semuanya sudah jelas!" Niyra tiba-tiba menggebrak meja.
"Apanya?" Aisley tersentak.
"Ini adalah kunci untuk mengaktifkan permata ras yang telah disatukan." Niyra mengambil sebuah buku kuno.
Aisley menatap gambar yang ada di buku, gambar kecil dan beberapa tulisan yang sebenarnya tidak dia kenali... Namun bisa ia baca.
"Jadi seperti itu ya, benar-benar cukup sulit ya..." Aisley menghela nafas.
Mereka baru saja selesai membaca catatan yang ada di buku. Dibuku itu dijelaskan jika ingin mengaktifkan permata ras harus melalui perantara dari orang ras itu sendiri. Seperti permata ras yang di simpan dalam diri seseorang, dan contohnya jika orang itu dari ras elf maka permata ras harus disimpan di dalam orang yang ber-ras elf juga.
*****
Aisley duduk termenung di atas ayunan yang biasa ia duduki saat malam. Pikirannya terbayang rencana, bagaimana caranya agar dia bisa membawa seseorang dari rasa lain untuk pergi dengan nya. Meminta permata ras saja sepertinya sulit, apalagi harus membawa anggota ras-nya.
"Apa yang kau pikirkan?" Flawmish menepuk pundak Aisley.
"Kemungkinan?" Flawmish berjalan kedepan.
"Bagaimana cara mendapatkan permata ras dengan orang nya?" Aisley mendongak, dia menatap Flawmish yang berdiri di sampingnya.
"Cukup menyakinkan saja," Flawmish mengedipkan kepalanya.
"Hah, aku khawatir." Aisley kembali menunduk.
"Jangan khawatir, aku akan bersama mu~" Flawmish berjalan kearah sungai buatan.
Aisley berdiri dari ayunan, dia duduk tepat di sebelah Flawmish. Mereka berdua hanya diam dan menatap ke depan.
"Kudengar kau mengenal beberapa orang yang ada di dunia ini ya." Flawmish membuka pembicaraan.
"Iya, tapi tidak semuanya ku kenali."
"Begitu rupanya, kau kenal dengan paman Aarick dan Louis?" Flawmish menatap Aisley.
"Iya, mereka seperti orang yang ada di duniaku." Aisley menutup matanya.
Senyuman mengembang di wajah Flawmish. Entah kenapa dia merasa senang.
"Bagaimana dengan ku?" Flawmish masih tersenyum.
__ADS_1
"Aku... Aku tidak menge- aku belum pernah melihat mu di dunia ku..." Aisley menggeleng pelan.
"Seperti itu ya.." Senyuman di wajah Flawmish langsung pudar.
"Kenapa?" Aisley menatap Flawmish.
"Hum? Tidak apa-apa, kupikir kamu mengenal ku." Flawmish tersenyum.
"Tidak, aku cukup bingung. Orang yang berhubungan dengan kak Niyra banyak yang ku kenal, tapi tidak dengan mu. Mungkin karena kamu adalah keluarga kerajaan?" Aisley mencoba menebak.
"Entahlah aku tidak tahu, lupakan saja."
"Beberapa hari ini aku akan mengajari mu tentang berpedang,"
"Ah iya, mohon bantuan nya Flawmish." Aisley tersenyum.
"Bisakah kamu memanggilku Arlen sama seperti yang lain?" Flawmish tersenyum canggung.
"Kenapa?" Aisley memiringkan kepalanya.
"Hanya terasa terlalu formal saja, sebenernya Flawmish bukanlah namaku." Flawmish menunduk.
"Begitu ya, baiklah Arlen kalau begitu panggil saja aku Aisley atau Isley." Aisley tersenyum.
"I-iya Isley." Flawmish tersenyum tipis.
"Hmm mudah sekali memanggilku dengan sebutan Arlen.." Guman Flawmish dari dalam hati.
"Apakah kamu pernah bermain pedang sebelumnya?" Tanya Flawmish.
"Kalau pedang asli aku belum pernah, tapi Padang kayu aku pernah mencobanya."
"Jadi kau sudah tahu dasarnya?"
"Humm mungkin bisa dibilang begitu." Aisley mengangguk.
"Siapa yang mengajari mu?"
"Kak Ryuuchi,"
"A-ah kalau yang mengajar kak Ryuuchi tidak diragukan lagi. Tapi, apakah sifat mereka sama ya?" Flawmish memegang dagunya.
"Mungkin sedikit sama," Aisley mengangkat bahunya.
"Iya, semoga saja begitu." Flawmish berdiri.
"Mau jalan-jalan keluar?" Flawmish mengulurkan tangannya.
Aisley menatap tangan Flawmish lalu dia menerima uluran tangannya. Aisley berdiri dengan bantuan Flawmish.
"Ayo!" Aisley tersenyum.
Mereka berdua berjalan keluar dari taman, lalu Aisley membuka teleportasi untuk pergi keluar. Karena belum tahu tempatnya , Aisley membuka teleportasi kerumah Niko yang dulu.
......━═☆🌙 ☆═━┈......
__ADS_1
......To be continued.........
...-Eka-...