
Niko membuka pintu ruangannya, ia melihat tidak ada siapa-siapa di dalamnya. Niko mengalihkan pandangannya ke arah tirai yang berada di antara dua tak buku. Dengan segera Niko berjalan menuju tirai itu, dibukanya tirai berwarna merah tua.
Niko melihat Aisley yang tengah tidur dengan buku yang ada di tangannya, buku itu masih terbuka. Sepertinya Aisley tidur sangat pulas, wajahnya yang teduh itu sangat nyaman untuk dipandangi. Niko tersenyum tipis melihat Aisley yang tertidur saat membaca buku, Niko berjalan menghampirinya dia meraih selimut yang berada di samping Aisley. Niko menyelimuti Aisley dan mengambil buku yang ada di tangannya.
"Aiya~ Sepertinya kamu kelelahan membaca ya?" Kekeh Niko.
Pandangannya beralih kearah balkon yang pintunya maish terbuka. Niko mengambil piring yang ada di meja balkon dengan sihirnya, piring itu adalah piring yang digunakan Aisley untuk makan tadi malam, beberapa jam sebelum Niko kembali.
"Ternyata makan mu tidak banyak hahaha." Niko kembali terkekeh.
Dia melihat buku yang ada di nakas, itu adalah buku-buku yang telah Aisley baca sereh Niko meninggalkan nya. Sebelumnya setelah Aisley makan dia kembali membaca buku, namun dia membaca buku di kamar sambil duduk menikmati keindahan dari balkon. Karena sudah malam dan angin malam yang cukup dingin Aisley memutuskan untuk membaca di dalam.
"Selamat malam~" Niko menutup tirai, dia keluar dari ruangannya.
"Hmm dia ini benar-benar menyebalkan, sepertinya aku harus memberinya beberapa hadiah heheh~" Niko terkekeh sambil melihat kearah pintu yang terdapat bekas sihir.
*****
Aisley membuka kedua matanya, cahaya matahari mencoba menerobos melalui jendela di kamar itu. Aisley terbangun, dia baru sadar kalau dia berada di kamar yang ada di menara sihir. Aisley bangun, dia membasuh kedua mukanya dan berkumur dengan air yang ada di dalam almari tempat makanan.
Aisley keluar dari kamar, dia melihat Niko sedang duduk di meja kerjanya. Aisley menyapa Niko sambil berjalan menghampirinya, Niko melihat Aisley dia juga membalas sapaan dari Aisley. Niko mengajak Aisley duduk di sofa, Aisley menurutinya dia duduk tepat di depan Niko.
"Humm kalau dipikir-pikir lebih baik aku tidak mengajak mu berkeliling terlebih dahulu..." Celetuk Niko.
"Eh kenapa?" Aisley memiringkan kepalanya.
"Tidak apa-apa, tapi aku akan mengajukkan beberapa pertanyaan kepada mu terlebih dahulu." Niko menatap kedua mata Aisley.
"Baiklah!" Aisley mengangguk.
"Pembagian penyihir di menara sihir?" Pertanyaan Niko langsung terlontar setelah Aisley mengangguk.
"Eeh? Penyihir menara sihir dibagi menjadi...." Aisley kemudian menjelaskan pembagian penyihir di menara sihir.
"Huh ingatan mu cukup bagus ternyata~" Niko mengangguk-angguk kepalanya.
__ADS_1
"Ahahaha tentu sa-! Tunggu, ucapan kak ini seperti sedang mengejek?!" Aisley memicingkan matanya, menatap Niko.
"Hahaha tidak-tidak, aku hanya bercanda~" Niko tersenyum.
Aisley masih menatap Niko penuh selidik, setelah beberapa saat Aisley berhenti menatap Niko. Dia mengalihkan pandangannya kearah jendela yang ada di belakang meja kerja Niko. Aisley menatap Niko kembali, namun kali ini hanya tatapan biasa.
"Kakak, bagian menara sihir itu sangat luas ya?" Tanya Aisley.
"Iya, bisa dibilang seperti itu." Niko mengangguk kan kepalanya lagi.
"Kak, dibuku tertulis jika yang belajar sihir bukan hanya manusia.... Tapi ada juga ras hasil dari pernikahan silang eh pe-pe apa ya? Intinya antara dua ras yang berbeda..." Aisley mengingat-ingat salah satu isi dalam buku yang kemarin ia baca.
"Pernikahan silang itu juga benar, tapi itu lebih cocok pada tumbuhan hahaha~" Niko tertawa kecil.
"Kakak!"
"Hihihi baiklah~ Ada beberapa ras elf di menara sihir, ada yang keturunan antara ras manusia dan ras elf.... Tapi ada juga keturunan dari ras elf murni." Jelas Niko.
"Eh? Benarkah!?"
"Bagnion?! Bukankah itu adalah sebuah kerajaan kecil yang menjadi salah satu jalur perdagangan antara beberapa negara besar!?" Aisley terkejut dengan contoh yang Niko berikan.
"Ahahaha benar! Ternyata kamu ingat ya~" Niko terkekeh pelan.
"Ta...Tapi bukanlah berbahaya jika menempatkan seorang elf di daerah seperti itu!?" Aisley nampak khawatir.
"Eh, kenapa kamu khawatir? Kamu tahu tidak jika menara sihir ini memiliki pengaruh yang sangat besar bagi 3 ras, manusia, elf, dan peri?" Niko tersenyum tipis.
"Umm iya aku tahu itu, tapi bukankah tetap be- Ah iya! sekarang aku paham hehe~" Aisley terkekeh karena telah memahami maksud Niko.
"Oh iya kak, kenapa aku sama sekali tidak melihat ras elf saat aku melihat beberapa murid di bawah?" Aisley kembali mengingat saat dia duduk di balkon.
"Ah? Itu karena balkon itu adalah bagian barat, bagian barat adalah wilayah untuk manusia sedangkan bagian timur adalah wilayah ras elf..." Jelas Niko.
"Eh? Tapi di buku tidak ada pe-!" Perkataan Aisley terhenti karena Niko menyelanya.
__ADS_1
"Sebenarnya itu bukanlah pembagian wilayah, namun banyak ras elf yang memilih di bagian timur menara sedangkan manusia dibagian barat. Mereka itu sebenarnya akur-akur saja, karena elf yang memasuki menara sihir banyak dianggap sampah oleh ras mereka...."
Niko kemudian menjelaskan tentang keangkuhan ras elf, dan bagaimana sifat mereka terhadap ras lain kecuali ras peri dan para penyihir yang hebat. Dia juga menceritakan bagaimana elf lemah dan half-elf dikucilkan, apalagi half-elf yang mereka percayai memiliki darah kaum rendahan.
Sebenarnya Aisley cukup kesal dengan penjelasan Niko, tetapi dia mencoba untuk tenang. Niko sendiri yang tau dengan tatapan kesal Aisley itu segera menjelaskan, jika mereka yang memiliki mana sedikit dan half-elf di masukkan ke dalam menara sihir agar mereka berguna.
"Aku rasa ras elf lebih baik dari manusia yang memperlakukan se-kaumnya sendiri sebagai budak... Atau bahkan tidak memperdulikan mereka yang lemah ataupun miskin, mereka memperlakukan orang seperti itu dengan kejam..." Guman nan Aisley terdengar oleh Niko.
"Huh? Cara bicaramu ini seakan kau adalah seorang yang telah melihat sisi gelap dunia saja hahaha~" Tawa Niko pecah karena Aisley.
"Ugh kakak! Walaupun seperti ini aku itu paham tahu! Bahkan aku tahu bagaimana menderitanya rakyat jelata yang tertindas bangsawan yang tidak bermoral!" Aisley memalingkan wajahnya.
"Oh iya? Bagaimana kamu bisa tahu? Sedangkan tempat mu tinggal berbentuk negara?" Niko terkekeh.
"Ugh! Tentunya aku tahu dari beberapa Komik, Novel, Film yang menceritakan zaman abad pertengahan! Bahkan di dunia aku hidup pasti masih ada manusia yang tertindas..." Suara Aisley semakin rendah.
"Hihihi ternyata dunia kita tidak berbeda ya~" Niko tersenyum.
"Huft seperti itu lah, huh kalau aku bisa mengatur dunia ini aku akan membuat semua ras hidup harmonis, tidak ada yang tertindas lagi! Apalagi bagi ras manusia, semua bangsawan yang tidak bermoral akan aku bunuh!!" Geram Aisley.
"Hahaha sepertinya kamu kurang tidur ya , bahkan sekarang saja masih membicarakan mimpi!" Niko masih terkekeh.
"Kakak! Aku tidak bermimpi tahu!! Itu keinginan ku!!" Sangkal Aisley.
"Hihihi tapi kamu itu lemah loh~ Bagaimana caranya kamu mewujudkannya?"
"Tentu saja dengan belajar!" Tegas Aisley.
"Oh? Belajar dengan ingatan mu yang buruk itu?" Kekeh Niko.
"Kakak jangan begitu! Ingatanku ini sangat bagus, bahkan aku masih cukup mengingat beberapa isi buku yang kakak berikan kemarin!!" Kesal Aisley.
......┈━═☆🌙 ☆═━┈......
......To be continued.........
__ADS_1
...-Eka-...