
Matahari sudah berada di atas kepala, tetapi Aisley yang biasanya bangun pagi itu baru saja terbangun. Dengan pakaian dan rambut yang berantakan, Aisley melihat ke seluruh ruangan. Sebuah ruangan yang asing dimatanya, dengan perabotan yang asing pula.
Suara ketukan pintu terdengar dari luar dengan suara seorang laki-laki memanggil namanya. Aisley terdiam beberapa saat sebelum dia sadar jika dirinya sekarang telah berbindah ke dunia lain, dunia yang sangat berbeda dengan dunia tempat dirinya tumbuh.
"Aisley? Aisley? Apakah kamu sudah bangun?" Tanya Niko diiringi suara ketukan.
"Iya Kak, aku sudah bangun..." Jawab Aisley.
"Baiklah, mandi dan mari makan sarapan..." Jawab Niko.
Aisley merapikan rambut dan pakaiannya terlebih dahulu, dia keluar dan mandi. Setelah selesai dia menuju ruang makan untuk sarapan maka bersama. Aisley duduk di meja makan, dilihatnya luar jendela yang sepertinya sudah panas.
"Eh? Kenapa pagi ini matahari sudah seperti di atas kepala?" Tanya Aisley.
"Oh? Hmm karena ini sudah tidak pagi lagi, sekarang ini telah siang..." Jawab Niko ringan.
"Eh apa? Sudah siang?!" Tanya Aisley dengan terkejut.
"Iya ini sudah siang dan waktunya makan siang.." Niko tersenyum, dia mengambil beberapa lauk dan diletakkan di meja Aisley.
"Tunggu, kakak pasti bercanda kan?!" Aisley tidak percaya.
"Tentu saja tidak~"
"Hmm bagaimana mungkin, aku terbiasa bangun pagi bahkan saat aku baru tertidur tengah malam..." Gumannya.
"Sudahlah mungkin kamu terlalu kelelahan karena fertival lentera, jadi makanlah makananmu..." Niko mulai makan makanan yang ada di atas meja.
Walau sedikit ragu, tetapi Aisley terima saja toh bisa jadi karena dirinya kelelahan kan? Aisley mulai memakan makanan yang tersedia diatas piringnya. Mereka makan dengan tenang, tidak ada satupun diantara mereka yang berbicara.
*****
Niko dan Aisley berjalan bersama, mereka berjalan menuju istana kerajaan Argenius. Saat melewati penjaga Niko memberikan sebuah plat pengenal. Penjaga itu mengizinkan Niko dan Aisley masuk kedalam istana.
Aisley benar-benar kagum lagi dengan dunia ini, sekalian kotanya yang indah istana kerajaan ini juga sangat indah dan megah. Menurut Aisley istana ini hampir separuh besarnya ibu kota. Dengan perasaan yang kagum Aisley mengikuti Niko yang terus berjalan.
Berhenti di sebuah pintu, Niko mengetuk pintu itu tiga kali. Lalu pintu itu terbuka, di baliknya terdapat seorang gadis cantik dengan ranbut berwarna pink dan mata biru. Dirinya mempersilahkan Niko dan Aisley untuk masuk terlebih dahulu, tetapi Niko menolak dengan alasan karena dia masih punya banyak tugas.
__ADS_1
"Apakah anda membawanya?" Tanya gadis itu.
Niko mengangguk lalu dia mengambil sebuah cairan berwarna biru yang ada di gelas kaca. Perempuan di depan Niko itu langsung antusias dengan benda di tangan Niko. Diberikan sebuah kantong kepada Niko dan Niko memberikan benda yang ada di kaca itu kepada gadis didepannya.
Sebenarnya Aisley ragu bertanya kepada Niko karena ekspresi datar dari Niko, dan lagi Niko yang sama sekali tidak berbicara
"Kakak, apa yang kakak berikan kepada perempuan tadi?" Tanya Aisley dengan ragu.
Niko melihat Aisley yang menunduk, dengan Aisley yang seperti itu dan suara ragu untuk bertanya tadi membuat Niko berfikir kalau Aisley tidak terbiasa dengan sikap Niko ini.
"Oh tadi ya, aku memberinya parfum yang dia pesan." Jawab Niko dengan suara seperti biasa.
Aisley melihat Niko yang sedang tersenyum kearahnya, Aisley juga ikut tersenyum melihat itu. Dia sudah tidak tegang lagi dengan muka datar Niko tadi.
"Ah jadi apakah kakak seperti seorang penjual?" Tanya Aisley.
"Tepat, tetapi aku hanya menjual kepada orang yang khusus atau yang aku mau saja..."
Niko dan Aisley kembali berjalan bersama, mereka melewati lorong-lorong istana. Niko juga memberikan beberapa barang seperti yang Niko berikan kepada gadis sebelumnya. Niko juga memberikan benda seperti biji atau benih tanaman dan beberapa tumbuhan yang tidak dikenali Aisley.
"Baiklah ini yang terakhir..." Ucap Niko.
"Wahh perpustakaan yang besar..." Guman Aisley yang mampu didengar oleh Niko.
"Tentu saja, ini adalah perpustakaan kerajaan.. " Celetuk Niko.
Niko mengajak Aisley untuk berjalan ke responis perpustakaan, Niko menunjukkan sebuah plat nama yang sama seperti saat Niko didepan tadi. Setelah mendapatkan izin dari responis, Niko dan Aisley berjalan semakin dalam ke perpustakaan. Niko dan Aisley sampai pada meja seperti meja responis yang ada di depan, tetapi di sana sama sekali tidak ada orang.
"Permisi..." Ucap Niko.
"Ah iya!" Sahut seseorang.
Aisley menoleh ke sumber suara, ternyata seorang perempuan yang terlihat imut bagi Aisley yang menjawab. Perempuan itu sedikit berlari menghampiri Niko dan Aisley.
"Uwahh ternyata kak Miko, sudah lama kakak tidak kemari..." Ucap gadis itu, dirinya duduk di tempat duduk responis.
"Iya.." Jawab singkat Niko.
__ADS_1
Aisley sebenarnya bingung kenapa gadis itu memanggil Niko dengan sebutan Miko. Apakah mulutnya keseleo sehingga dirinya salah bicara? Atau memang nama asli Niko adalah Miko?, Aih itu membingungkan untuk dipikir. Akhirnya Aisley hanya bisa diam saja, mungkin dia akan bertanya kepada Niko saat mereka berdua saja.
"Apakah kak Miko akan mengantarkan barang kepada kakak?" Tanya Gadis itu dibalas anggukan Niko.
"Oh baiklah, umm di samping kakak itu siapa? Apakah kekasih kakak?" Tanyanya sambil melihat kearah Aisley.
Aisley yang bingung hanya bisa tersenyum canggung. Sedangkan Niko mengikuti mata gadis didepannya, dia melihat Aisley yang bingung sambil tersenyum canggung. Niko tersenyum tipis dan menjawab pertanyaan gadis di depannya.
"Ah dia ya, tentu saja bukan ahahaha kita hanya kenalan lalu menjadi adik dan kakak angkat..." Jawab Niko dengan senyum tipisnya.
"Ah benarkah, tunggu tapi kakak tersenyum loh!"
Niko hanya terkekeh mendengar apa yang diucapkan gadis itu, tanpa menjawab Niko langsung izin untuk masuk kedalam. Sebuah ruangan rahasia, gadis tadi juga tidak menghentikan Niko karena memang tujuannya kesana. Tapi gadis tadi masih kukuh untuk menerima jawaban Niko tentang Aisley, mungkin dirinya tidak percaya jika Aisley adalah Adik angkat Niko.
Mereka berjalan disebuah lorong dengan dinding yang penuh buku, cahaya di dalam lorong tersebut hanyalah remang-remang. Karena cahaya itu hanya tercipta karena beberapa lilin yang berada di sana.
"Kakak..." Celetuk Aisley memecah keheningan.
"Kenap" Jawab Niko.
"Umm kenapa gadis tadi memanggil kakak dengan sebutan Miko bukan Niko?" Tanya Aisley.
Niko terkekeh pelan mendengar pertanyaan dari Aisley, sebenarnya dirinya sudah mengira kalau Aisley akan menanyakan hal itu.
"Hmm jaga rahasia ini ya..." Katanya sok misterius. Aisley mengangguk sebagai konfirmasi nya.
"Sebenarnya Niko adalah nama asliku dan Miko adalah nama samaran ku , jadi hanya beberapa orang yang tahu jika namaku Niko..."
"Eh? Ta..Tapi kita belum kenal lama kenapa kakak membiarkan aku memanggil dengan nama asli kakak?" Tanya Aisley.
"Eh heum.... Tentunya karena saat pertama sadar kamu sudah memanggil namaku terlebih dahulu hahaha~" Niko kembali terkekeh.
Aisley juga ikut terkekeh pelan, dirinya mengingat dimana ia pertama kali memanggil nama asli Niko. Sebenarnya dia tidak tahu orang yang menolong nya itu siapa, tapi berikan wajah yang mirip kakak kandungnya membuat dirinya memanggil Niko sama seperti Aisley memanggil kakaknya.
┈━═☆🌙 ☆═━┈
To be continued....
__ADS_1
-Eka-