Tales Of Another World

Tales Of Another World
⸙ Ch.20 ◈ Menara sihir [2]


__ADS_3

Avram dan Niko telah selesai berdebat, kini mereka saling diam-diaman. Bahkan jika dilihat mereka seperti sedang saling merajuk satu sama lain. Aisley tidak bisa menahan untuk tidak tertawa, jadi ia terkekeh pelan.


"Ah iya, aku belum memperkenalkan diriku sendiri dengan benar..." Avram tersenyum lembut kepada Aisley.


"Iya begitu lah, saya juga..." Aisley membalas senyuman Avram.


"Baiklah... Nama saya Avram Grantisno pemimpin menara sihir, apa yang sebenarnya pasti anda sendiri sudah tahu bukan? Panggil saja saya Avram, anda akan mengambil identitas sebagai murid saya jadi... Mohon kerjasama nya~" Avram tersenyum manis sambil mengulurkan tangannya.


Aisley menerima uluran tangan itu hingga mereka berjabat tangan. Dengan senyuman yang terus berada di wajah Aisley, dia memperkenalkan dirinya sendiri.


"Nama saya Aisley Verrychiy Agatha, anda bisa memanggil saya Aisley... Mohon kerjasama nya juga... Avram!"


Setelah itu mereka melepas kan jabatan tangannya. Awalnya Avram cukup terkejut dengan kata 'Agatha' Pada akhiran nama Aisley, tapi dia memilih untuk tidak bertanya lebih lanjut.


"Hihihi baiklah~ Ah ternyata senyum mu sangat manis ya~" Goda Avram.


"Jangan menggoda dia, sialan!" Niko yang dari tadi hanya diam akhirnya berbicara.


"Eh? Hahaha aku hanya mengucapkan sebuah fakta~" Avram menyeringai.


"Sepertinya aku tidak akan tenang membiarkan Aisley bersamanya..." Umpat Niko.


"Kamu berbicara sesuatu?" Avram melirik Niko.


"Lupakan, pergi dari sini..." Ucap Niko dingin.


"Haih~ Kenapa kamu dingin denganku?" Ucap Avram dengan nada sedih.


Dengan tiba-tiba Niko melirik Avram dengan tatapan tajam, bukan hanya Avram tetapi Aisley juga tersentak melihat tatapan tajam Niko itu. Jujur saja itu baru pertama kalinya Aisley melihat tatapan tajam Niko yang sangat tajam, benar-benar menakutkan! Avram yang melihat itu ngeri dan paham, Niko sekarang sedang dalam keadaan mood yang buruk. Karena dia tidak mau menjadi sasaran kemarahannya, dia segera meninggalkan ruangan itu.


"Hik! Baiklah-baiklah aku akan pergi, sampai jumpa~" Dengan jahilnya, Avram mengedipkan satu matanya kepada Aisley.

__ADS_1


Aisley hanya diam membeku, dia tidak tahu harus bereaksi apa lagi. Setelah Avram pergi, tatapan Niko sudah tidak setajam tadi. Menghembuskan nafasnya, Niko mengusap mukanya dengan kedua telapak tangannya. Niko melihat kearah Aisley yang diam saja, Niko menatap Aisley dengan lembut.


"Hmm... Bagaimana jika hari ini kamu membaca beberapa buku dahulu? Besok aku akan mengajak mu berkeliling menara... Aku akan mengajari sihir setelah kita berkekeliling menara..." Niko menganggukkan kepalanya sebagai persetujuan.


Di sebuah rak buku yang tertata rapi, ada beberapa buku yang bergerak secara perlahan. Buku yang bergerak itu terangkat dan keluar dari rak buku menuju tempat duduk Niko. Buku itu tertata rapi di meja, berdampingan dengan kudapan yang ada di atas meja.


Aisley melihat itu dengan kagum, walaupun ia pernah melihat hal seperti itu di TV. Mungkin karena yang ada di depan matanya ini adalah asli sedangkan di TV hanyalah hasil syuting.


"Wah ternyata Live Action yang seperti ini lebih menakjubkan daripada yang ada di televisi!" Guman Aisley.


"Hmm? Kamu pernah melihat hal seperti ini?" Niko mengangkat salah satu alisnya.


"Iya! Di dalam flim fantasi yang terdapat sihir, itu adalah hal biasa kak.... Tetapi benda yang terangkat tidak menggunakan sihir! Umm kungkin ada yang dalam anime-anime, tapi sama saja itu tidaklah nyata!" Aisley menjelaskan.


"Hummm...." Niko menggangguk kan kepalanya.


Niko mengambil satu buku yang tadi ia ambil dengan sihir. Dia memberikannya kepada Aisley, Aisley langsung menerima buku itu.


"Baiklah!" Aisley mengangguk.


"Jika kamu tidak paham catatlah tanyakan padaku nanti atau besok, hum sekarang aku akan pergi.... Sampai nanti~" Niko berdiri dari duduknya diikuti Aisley.


"Kakak akan kemana?" Tanya Aisley.


"Aku akan keluar sebentar, jangan keluar dari sini... Jika lelah istirahatlah dibalik tirai itu." Niko menunjukkan sebuah tirai yang ada di antara rak buku.


"Iya kak!" Aisley kembali mengangguk.


Niko menarik gagang pintu, saat pintu ruangan sedikit terbuka dia tiba-tiba berhenti. Niko membalikkan badannya, melihat Aisley yang ada di belakangnya. Niko sedikit sungkan untuk meninggalkan Aisley sendirian, tapi ada tugas penting yang harus dia kerjakan.


"Oh iya, jika lapar makanannya ada di almari sebelah almari baju di balik tirai... Habiskan makanannya jangan sisakan untuk ku." Niko tersenyum tipis.

__ADS_1


"Iya kak..." Aisley juga tersenyum.


Niko berjalan keluar, dia membalikkan badan untuk menutup pintu ruangan. Niko melihat Aisley yang melambaikan tangan sambil tersenyum kearahnya. Niko tersenyum tipis dan melambaikan tangannya sebentar lalu menutup pintu. Di luar, dia menyegel ruangan agar tidak ada orang yang masuk kedalam kecuali dirinya sendiri atau orang yang telah mendapatkan izin darinya.


******


Aisley fokus membaca buku yang Niko ambil dengan sihir, dia mempelajari hal-hal baru lagi. Aisley lebih semangat untuk mempelajarinya, karena dia adalah gadis penyuka hal-hal yang fantasi. Dulu dia memang bermimpi jika di dunia ini terdapat hal-hal fantasi seperti sihir, ras lain, rune-rune aneh dan lainnya.


Setelah selesai membaca dua buku tebal yang berisi tentang aturan-aturan penyihir ataupun aturan yang ada di dunia ini, Aisley memutuskan untuk beristirahat dan mengisi perutnya yang cukup lapar.


Aisley berjalan menuju tirai yang ada di antara rak buku Aisley membuka tirai nya, ternyata di balik tirai itu ada sebuah kamar tidur yang cukup besar untuknya dengan nuansa warna abu-abu. Terdapat jendela yang menghubungkan kearah balkon, kamar itu sangat rapi dan sepertinya nyaman untuk ditinggali.


Aisley berjalan menuju almari yang ada di kamar itu, dia membuka sebuah almari yang lebih kecil dari almari yang ada di sebelah. Sepertinya itu adalah almari berisi makanan yang dikatakan Niko, sebelum dia pergi dari ruangan nya. Benar saja, almari itu berisi makanan yang cukup banyak.


"Kakak bilang makanan di almari jangan sisakan untuknya? Humm walaupun aku tidak berniat untuk menyisakan makanan untuknya, tapi makanan ini sangat banyak..." Guman Aisley.


Aisley kemudian mengambil beberapa daging dan sayuran yang menurut nya unik. Dia berjalan kearah balkon, sambil membawa makanan yang akan ia makan dengan nampan. Aisley membuka pintu pemisah balkon dan kamar, ia lagi-lagi kagum dengan pemandangan di depan matanya itu.


Di depannya terdapat pegunungan yang beberapa ditutupi oleh awan, sedangkan di bawahnya terdapat sebuah rumah-rumah seperti permukiman yang sangat rapi. Dia dapat minat beberapa orang yang mengenakan jubah, namun berbeda warna berlalu lalang kesana kemari.


Aisley kemudian duduk sambil menikmati makanannya, matanya benar-benar tidak bisa diam karena melihat kesana-kemari mengagumi pemandangan yang sangat indah.


Sementara Aisley menikmati pemandangan di depannya, ruangan Niko terketuk beberapa kali. Bahkan orang yang mengetuk pintu itu menyerang pintu dengan sihirnya, agar pintu di depannya itu terbuka. Mukanya menunjukkan raut kesal, karena pintu yang tak kunjung membuka. Tentunya itu karena segel Niko yang kuat hingga sihir yang digunakan orang itu tidak mempan sama sekali.


"Huh! Dasar Niko sialan, kenapa dia harus menyegel pintunya!? Padahal aku masih mau bersama Aisley, huh dasar menyebalkan! Menyebalkan!" Umpatnya kesal.


......┈━═☆🌙 ☆═━┈......


......To be continued.........


...-Eka-...

__ADS_1


__ADS_2