
Aisley yang semakin dekat dengan Niko seakan mereka adik dan kakak, membuat Aisley memanggil Niko dengan sebutan 'Kakak' dan Niko juga sudah mulai terbiasa memanggil Aisley tanpa kata 'Nona'
***
Niko tengah duduk termenung di pinggir ranjangnya, dengan posisi mem-bungkuk dengan tangan bagian bawahnya menjadi tumpuan.
Wajahnya menggambarkan sebuah ekspresi yang tengah kebingungan sekaligus penasaran. Berbagai pemikiran yang aneh memasuki otaknya.
"Dia... Anak itu benar-benar sama.... Dilihat dari fisik maupun kesukaannya tetaplah sama...." Guman nya pelan.
"Tetapi tidak mungkin dia kembali bukan?" Niko mengangkat wajahnya.
Terlihat tatapan sendu dan sedih yang mendalam menghiasi kedua matanya. Menutup matanya perlahan, Niko menghembuskan nafasnya pelan.
"Mungkin dia sama sepertiku saat aku masih kecil..." Guman nya untuk meyakinkan dirinya sendiri.
"Tapi... Tunggu, tidak mungkin seperti itu kan?" Mengacak rambut yang telah rapi, Niko terlihat seperti orang depresi.
Banyak pikiran aneh yang masuk kedalam otaknya. Saat Niko sedang bergelut dengan pikirannya sendiri, pintu kamarnya diketuk tiga kali.
"Kakak? Apa kak Niko ada di dalam?" Tanya Aisley dari luar kamar.
Niko menghentikan pemikiran anehnya, dia melirik kearah pintu dia bisa mendengar Aisley yang memanggilnya beberapa kali.
Menghembuskan nafasnya, Niko berjalan menuju pintu kamarnya. Membuka pintu kamarnya, Niko melihat Aisley telah berpakaian rapi.
Pandangan penuh tanya menghiasi wajah nya. Aisley yang melihat Niko bingung itu tersenyum manis.
"Apa kakak baru saja bangun tidur?" Tanya Aisley polos.
"Ah? Emm.... I..Iya...." Jawabnya setengah bergumam.
"Apakah aku mengganggu tidur kakak?" Niko melihat kedua mata Aisley yang menunjukkan rasa sungkan.
"Tidak, aku bangun sebelum kamu mengetuk pintu...." Jawabnya.
"Eh iya, kenapa kamu serapi ini?" Niko kembali melihat Aisley dari atas hingga bawah.
"Huh? Apa kakak lupa kalau hari ini adalah festival lentera?" Tanya Aisley.
"Hmmm iya juga, baiklah biarkan aku bersiap-siap terlebih dahulu..." Katanya sambil tersenyum tipis.
"Baiklah! Aku akan menunggu di luar!" Aisley berjalan keluar dengan senyuman yang terus berada di wajahnya.
Setelah Aisley pergi, Niko menutup pintu kamarnya. Diambilnya sepasang baju bersih di almari.
"Huh.... Menyebalkan..." Guman nya sambil melepas baju yang ia kenakan.
__ADS_1
*****
Aisley berjalan bersama Niko, mereka bergandengan tangan karena Aisley yang memintanya. Niko sendiri juga tidak keberatan karena dirinya juga tidak mau Aisley tersesat sebab jalanan yang cukup ramai. Jika Aisley sampai tersesat, dirinya juga yang akan kerepotan.
Aisley benar-benar kagum dengan sekelilingnya, rasanya ia sedang berjalan di abad pertengahan saja. Pakaian yang dikenakan penduduk dan bangunan-bangunan di sekitarnya sangatlah mendukung.
"Wow! Aku tidak menyangka jika ini sangat luar biasa!!" Gumannya senang.
"Hmm? Apa di tempat asal Aisley belum ada festival seperti ini?" Niko sedikit bingung dengan gumaman Aisley.
"Hnn? Tentu saja ada, tetapi ini sangat berbeda kakak!" Jawabnya dengan muka serius.
"Berbeda?" Tanya Niko semakin bingung.
"Tentu saja! Biasanya di negara ku tidak ada festival lentera seperti ini, tetapi aku sudah pernah melihat dari negara-negara lain! Tetapi yang membuat festival ini sangat luar biasa adalah.... Desain bangunan-bangunan dan pakaian yang mereka pakai! Di tempat asalku tidak ada yang memakai seperti itu, eh ada namun itu hanya untuk film atau drama saja!" Jelasnya.
"Kamu terlalu berbelit-belit, aku sama sekali tidak paham..." Kata Niko yang bingung.
Aisley yang melihat Niko kebingungan karena tidak paham dengan penjelasannya itu terkekeh pelan.
"Sudahlah, mari kita kesana!" Niko menunjuk kearah depan.
Aisley mengikuti Niko dengan tangannya yang masih bergandengan, sesaat mereka terlihat seperti sepasang kekasih. Tapi tidak untuk mereka berdua, mereka menganggap itu adalah hubungan adik dan kakak.
Aisley dan Niko berjalan menyusuri jalanan yang ramai, beberapa kali Aisley membeli makanan dengan uang Niko. Sebenarnya Niko menolak untuk dibelikan makanan oleh Niko tetapi karena 'Kakak' nya itu memaksa, akhirnya Aisley pasrah dan sekarang malah ketagihan.
Aisley mengangguk setuju dia lalu berjalan mengikuti Niko. Setelah sampai, Aisley melihat ada banyak orang di tepi sungai.
"Apa yang akan mereka lakukan?" Tanya Aisley.
"Kau akan tahu nanti, ayo!" Sepertinya sekarang Niko yang menjadi lebih antusias dari pada Aisley.
Aisley mengikuti Niko yang berada di tepi sungai, beberapa saat kemudian ada suara bunga api di langit.
Refleks Aisley mendongak, dan benar saja ada bunga api di atas sana. Tetapi bunga api yang berada disini berbeda dengan bunga api di tempat asal Aisley.
Bunga api itu sangatlah luas, bahkan ledakan pertama membuat langit tertutup dan menghasilkan seperti bintang buatan. Lalu disusul dengan bunga api kedua yang berbentuk lingkaran besar, tetapi cahayanya tidak menghilang malah turun seperti butiran salju yang bersinar.
"Uwah!!! Ini...Ini sangat keren!!!" Teriaknya senang.
Banyak orang yang berteriak penuh dengan kebahagiaan. Itu adalah bunga api yang sangat indah! Bunga api terus di ledakkan di atas langit, Aisley yang melihat itu benar-benar takjub.
"Aisley lihatlah kebawah!" Kata Niko sambil menunjuk kearah sungai.
Aisley menurut begitu saja, dia melihat kebawah. Saat bunga api dilancarkan dan meledak di langit, tidak ada warna apapun seperti ledakan biasa. Aisley bisa tahu itu, karena tidak ada pantulan warna apapun dari air.
Tetapi tiga detik kemudian, Aisley dapat melihat wajah orang yang sangat dia sayangi. Ayah dan ibunya yang telah meninggal, kakek Agatha-nya, kakek dan kedua neneknya yang telah meninggal, serta kakak Niko-nya yang berada di dunia asalnya.
__ADS_1
Tanpa sadar kedua mata Aisley berkaca-kaca, tetapi dia masih saja membuka kedua matanya itu. Hingga bayangan orang yang dia sayangi itu menghilang dari pantulan air sungai.
Aisley menangis sesenggukan, Niko yang menyadari itu langsung teralihkan. Dirangkulkan bahu Aisley, dia memeluk Aisley kedalam dada bidangnya.
"Hey... Jangan menangis.... Maaf telah membuatmu sedih..." Guman Niko yang masih memeluk Aisley.
Setelah beberapa saat, Aisley mengusap kedua matanya yang maisih berair. Niko membantu menyingkirkan anak rambut yang tidak ikut Aisley ikat dengan pita.
"Maaf...." Lirih Niko.
"Tidak kok tidak! Aku....Aku hanya teringat mereka saja..." Sangkal Aisley.
"Hey, bayangan itu bukan karena kamu teringat, memang bunga api itu membuatmu bisa melihat wajah orang yang kamu sayangi..." Jelas Niko.
"Eh?.." Aisley memiringkan kepalanya bingung.
Aisley menundukkan kepalanya, dia melirik kearah sungai itu. Terlihat sebuah benda yang berkelip mulai menjauh, dilirik-nya keatas ternyata ada banyak benda serupa yang berasal dari istana kerajaan.
Setelah yang berasal dari kerajaan, di ikuti oleh banyak orang bahkan orang-orang yang berada di tepi sungai.
"Lampion terbang?" Tanya Aisley.
"Iya, ini adalah akhir dari pertunjukkan festival lampion..." Jawab Niko.
"Sangat indah..." Guman Aisley.
"Eum... Mau menerbangkan lampion?" Tanya Niko menyodorkan lampion terbang yang dia ambil dari bawah.
"Dari mana kakak dapat?"
"Oh tadi saat kamu melihat bunga api aku membelinya..." Jawabnya.
Aisley menganggukkan kepalanya, dia menerima Lampion terbang itu. Saat bersiap menerbangkannya, Niko menghentikan tangannya. Aisley melihat Niko seakan meminta penjelasan, saat tau dengan tatapan Aisley dirinya mengangkat sebuah pena.
"A...Anu... Katanya jika kamu menuliskan orang yang kamu sayangi mereka akan selalu bahagia dan dilindungi..." Katanya ragu dengan kata terakhir bernada tanya.
"Eh? Benarkah? Seperti lentera tebang saat festival di China saja hahaha~ Baiklah biar aku tulis!" Aisley segera menulis nama orang yang dirinya sayangi.
"Apakah Kakak juga akan menulis nama orang yang kakak sayangi?" Tanya Aisley sambil menyodorkan pena.
Mengangguk, Niko mengambil pena yang di berikan Aisley. Niko menulis dua kata saja, setelah selesai Aisley dan Niko menerbangkan lentera itu bersama.
"Ainsley."
...┈━═☆🌙 ☆═━┈...
...To be continued.......
__ADS_1
...-Eka-...