
Gelap dan Dingin itulah yang di rasakan Aisley saat ini. Entah mengapa namun dirinya sama sekali tidak bisa merasakan apa-apa, bahkan merasakan anggota tubuhnya.
Pikirannya yang kosong seakan belum tahu apapun, tetapi terdapat sesuatu yang sangat dalam di dalam pikirannya itu.
Perlahan sebuah cahaya remang-remang memasuki indera penglihatan nya, dirinya juga bisa merasakan anggota tubuhnya kembali dan rasa yang sedikit hangat dibandingkan tadi.
Sekarang Aisley merasakan tubuhnya sedang berbaring di rumput karena daun-daun rumput yang mengenai kulit halusnya, lalu dengan rasa hangat di sisi kanannya. Aisley juga mendengar suara gemericik air dan air yang tengah mengalir, sepertinya itu suara air sungai.
"Mhhhh?" Perlahan Aisley membuka kedua matanya.
Hamparan bintang-bintang dan bulan sabit yang menghiasi angkasa menjadi pemandangan pertamanya. Menoleh ke kanan, terdapat api unggun yang tengah menyala.
"Kamu sudah bangun?" Suara seorang pria dewasa memasuki indera pendengaran Aisley.
Aisley langsung mencari sumber suaranya. Terlihat seorang pria dewasa yang sedang membakar ikan. Mencoba untuk bangun, tapi tubuh Aisley serasa masih lemas.
Pria tadi menghampiri Aisley, dia membantunya untuk duduk. Menyandarkan Aisley di pohon yang dekat dengan tempat Aisley berbaring tadi.
"Uh...Te...Terimakasih..." Ucap Aisley.
Pria tadi memberikan ikan bakar yang baru matang kepada Aisley, ia ragu menerima ikan bakar itu. Aisley melihat kearah pria yang menyodorkan ikan bakar itu. Karena cahaya dari api unggun dia bisa melihat wajah orang yang membantunya, walaupun tidak sejelas saat ada penerangan yang cukup.
"Kakak?" Guman nya tetapi masih bisa terdengar jelas oleh pria di depannya.
"Eh? Apa maksud nona?" Tanya pria itu bingung.
"Kakak bicara apa? Ini kakak kan, kak Niko?" Aisley menyentuh tangan bagian atas pria di depannya.
"Bagaimana Nona tahu jika namaku Niko?" Tanya orang yang bernama Niko.
"Uh... Kakak tidak mengingatku?" Tanya Aisley bingung.
"Emm apa otak gadis ini terbalik karena terjatuh dari ketinggian? Tapi mengapa dia bisa mengetahui nama asliku, sedangkan hanya beberapa orang yang tahu nama dan wajah asliku..." Tanya pria itu di dalam hatinya.
"Maaf Nona, aku tidak memiliki adik sama sekali dan kita baru bertemu pertama kali... Tetapi aku tidak tahu mengapa nona bisa tahu siapa namaku?" Ucapnya menjelaskan.
"Tidak-tidak.... Kakak pasti bercanda, jelas-jelas kota tinggal satu rumah bagaimana kakak bilang tidak mengenalku?" Aisley menggelengkan kepalanya.
"Ah? Baiklah-baiklah bagaimana jika Nona menjelaskan nanti, sekarang makanlah ikan ini..." Aisley menerima ikan yang diberikan pria itu.
Pria itu lalu duduk di samping Aisley. Tidak ada yang berbicara diantara mereka berdua, hanya terdapat bunyi serangga dan api.
Aisley juga tidak berniat bertanya, di samping tubuhnya yang terasa sakit, dia juga sedang mencerna apa yang sedang terjadi. Perlahan mata mulai tertutup, akhirnya Aisley tertidur dengan bersandar pohon di belakangnya.
*****
Aisley terbangun karena merasakan hangat yang sedikit panas mengenai lengannya. Perlahan dia. membuka kedua matanya.
Aliran sungai yang jernih dan pepohonan rindang menjadi pertama kali pemandangan yang dilihatnya.
Melihat kesana kemari tidak ada satupun orang, hanya terdapat bekas api unggun dan sebuah bungkusan yang terbuat dari daun.
__ADS_1
"Eh? Jadi tadi malam itu bukanlah mimpi ya..." Pikirnya mengingat kejadian tadi malam.
Aisley mencoba berdiri, ternyata sudah tidak terlalu sakit. Dia melihat kesana kemari, mencari laki-laki yang memiliki paras dan nama seperti kakaknya.
"Dimana dia?" Guman nya.
Aisley berjalan menuju hilir sungai, mencuci bersih wajahnya. Nampak kebingungan tergambar jelas di wajahnya, sebab dirinya benar-benar asing dengan daerah yang dia tempati ini.
"Kamu sudah bangun, Nona?" Suara yang semalam dengar kembali terdengar di telinga Aisley.
"Kakak!?" Aisley berbalik badan.
Sedikit terkejut karena melihat orang yang dia kira kakaknya ternyata lebih tinggi dan memiliki rambut panjang. Tentunya dia tidak tahu tentang tinggi badan dan rambut yang panjang laki-laki itu. Karena semalam hanya ada cahaya yang remang-remang dan pria itu dalam keadaan duduk, lagi pula semalam rambut pria itu seperti pendek. Mungkin saja pria yang seperti kakaknya itu menguncinya kebelakang.
"Aih... Aku bukan kakak mu Nona...."
"Eh... Ma...Maaf.... Muka anda terlihat seperti kakak saya..." Lirihnya. Laki-laki itu tersenyum simpul.
"Sarapan lah terlebih dahulu, jika anda berniat untuk pergi..." Katanya sambil melirik bungkusan dari daun.
Aisley hanya mengangguk dia duduk dan memakan makanan itu dengan cepat. Sebenarnya dia masih ragu jika laki-laki itu bukan kakaknya, tapi fakta bahwa tinggi badan dan panjang rambut yang berbeda, Aisley mencoba untuk percaya saja.
"Jadi... Kemana tujuan Nona selanjutnya?" Tanya nya.
"Eh? Eumm aku.... Aku sebenarnya aku tidak tahu apapun dan kemana aku akan pergi...." Jawab Aisley ragu.
"Eh? Apa nona hilang ingatan? Tunggu, tetapi saat aku memeriksanya tidak ada yang masalah di bagian kepala..." Pria itu sedikit bingung.
"Eh? Nona tidak tahu?" Aisley menggelengkan kepalanya.
"Sekarang ini kita sedang berada di hutan Flouna..." Aisley sama sekali belum pernah mendengar nama hutan itu, dia yang kebingungan memiringkan kepalanya.
"Eh Nona masih tidak tahu? Baiklah-baiklah.... Jadi tujuan Nona sebenarnya ingin kemana?" Tanya-nya lagi memastikan.
"Aku tidak tahu sama sekali.... Aku juga tidak ingin berpergian..." Ucapnya sambil menggelengkan kepala.
Laki-laki menghembuskan nafasnya pelan. Dia lalu berdiri sambil menggendong sebuah keranjang yang berisi tanaman.
"Bagaimana jika Nona mengikuti saya pergi ke kota? Di hutan ini walaupun tidak terdapat hewan buas namun ini tetap berbahaya..." Ajaknya.
"Eumm bai-! Tunggu tapi anda tidak akan menjual ku kan?" Tanya Aisley waspada.
"Hah? Menjual Nona? Untuk apa?" Laki-laki itu mengangkat salah satu alisnya.
"Te....Tentu saja untuk mendapatkan uang!" Sahutnya.
"Pfttt hahahaha, untuk apa aku menjual nona? Masalah uang aku masih memiliki uang yang cukup untuk lima tahun ke depan...." Katanya dengan terkekeh.
"Be...Benarkah?" Tanya Aisley ragu.
"Tentu saja, mengapa nona sampai berfikiran seperti itu?" Laki-laki itu tersenyum.
__ADS_1
"Tidak apa-apa...." Aisley menggeleng.
"Apakah seperti itu?.... Tapi aku banyak membaca di cerita novel ataupun komik, jika bertemu orang yang terlihat baik kebanyakan diriku akan di jual atau dijadikan budak...." Pikirnya dalam hati.
"Kalau begitu mari lah..." Laki-laki itu berjalan.
Aisley lalu menyusulnya, dia melihat kesana kemari sejauh matanya memandang hanya ada tumbuh-tumbuhan.
"Oh iya.... Nona bagaimana bisa kamu mengetahui namaku?" Tanya laki-laki itu.
"Oh...Kembali ke awal, karena anda mirip kakak dan saya langsung saja menyebut nama kakak..." Jawab Aisley.
"Ah begitu, jadi aku dan kakak mu hampir sama?" Aisley mengangguk.
"Tetapi tinggi dan panjang rambut kalian berbeda..."
"Aih baiklah.... Nona jika boleh tahu, mengapa nona bisa terjatuh dari langit?" Tanya-nya lagi.
[note: disini saya akan menggantikan kata "pria itu/laki-laki itu" dengan namanya, Niko]
"Heh? Aku jatuh dari langit?" Tanya Aisley bingung. Niko menganggukkan kepalanya.
"A...Aku tidak tahu sama sekali.... Karena seingat ku... Aku tertidur lalu saat bangun sudah seperti tadi malam..." Jawabnya namun hanya mengambil garis besarnya saja.
"Eh? Atau mungkin nona tidur dengan berjalan?" Tanya Niko.
"Te...Tentu saja tidak! A..Aku bahkan sama sekali tidak tahu tempat apa ini..." Niko melirik Aisley dan menggaruk tengkuknya yang tidak gatal.
"La... Lalu di mana nona tinggal?" Tanya Niko.
"A...Aku tinggal di negara Inggris..." Jawab Aisley.
"Eh? Ne...Negara Inggris? Dimana itu?" Muka Niko nampak kebingungan dengan jawaban Aisley.
"Eh itu di benua Asia, planet bumi tentunya..." Jelas Aisley.
"Aku sama sekali belum pernah mendengar tempat itu..." Niko menggelengkan kepalanya.
Dia mencoba mengingat tempat nama tinggal Aisley, tapi dia sama sekali tidak tahu dimana itu. Bahkan ini adalah kali pertamanya dia mendengar nama-nama aneh seperti yang dikatakan Aisley.
"Ummm baiklah.... Etto...Namaku Aisley.... Anda panggil saja Aisley jangan memanggilku dengan sebutan 'Nona' lagi.."
Memang Aisley sedikit kurang nyaman karena dirinya terus di panggil Nona, apalagi dengan orang yang memiliki paras mirip kakaknya.
"Baiklah..." Jawab Niko.
...┈━═☆ 🌙 ☆═━┈...
...To be continued.......
...-Eka-...
__ADS_1