
Aisley mengamati sosok dari ras iblis yang memiliki badan kekar, sosok itu mirip seperti goblin. Aisley menelan ludahnya saat tahu seberapa cepat regenerasi goblin itu.
Saat Aisley amati lebih jauh, ternyata ada tiga sosok yang sama seperti goblin itu. Selain mereka, masih ada beberapa ras iblis lemah lainnya.
"Regenerasi yang menakjubkan, apa kau yakin bisa mengalahkan nya?" Tanya Aisley.
"Mereka hanya iblis rendahan, mereka akan mudah kalah dengan kekuatan kita." Tanpa sadar Arlen berbicara seperti sedang menyemangati Aisley.
"Ta-tapi beberapa bawahan itu, bagimana? Mereka pasti akan merepotkan." Aisley menatap anak buah goblin itu.
"Bagaimana kalau aku menghadapi goblin itu, kau menghadapi bawahannya? Kurasa bawahanya hanya itu, yang lain ada di daerah lain." Jelas Arlen.
"Ka-kamu gila!? Kurasa mereka bertiga cukup hebat, dan kamu ini masih anak-anak!" Aisley jelas tidak setuju dengan penjelasan Arlen.
"Anak-anak!? aku ini sudah dewasa tahu! Kamu tahu tidak, aku sudah pernah menghadapi goblin gila seperti mereka sendirian!" Arlen menyombongkan diri.
"Huft oke, aku akan menghadapi bawahannya... Aku akan menyelesaikan secepat mungkin, agar bisa membantumu." Ujar Aisley.
"Oke, jangan lupa bunuh mereka." Aisley mengangguk, tapi anggukan kepalanya itu mengambang saat menyadari sesuatu.
"A-apa? Aku akan membunuh!?" Tanya-nya pada dirinya sendiri.
"Agar tidak merepotkan, kita serang mereka diam-diam dulu..." Arlen mengamati sekitarnya yang sepi.
"Baiklah, tapi kurasa itu tidak akan bertahan lama." Aisley ikut melihat ke sekitar mereka.
"Kamu benar, tapi lebih baik begitu." Arlen meminta pedang dari Aisley.
Aisley mengangguk sembari mengeluarkan pedang dari tempat penyimpanan nya. Dia juga mengeluarkan pedang dan sepatu miliknya. Aisley tadi melepaskan sepatunya untuk mengejar Arlen, sehingga dia belum memakai sepatu.
"Kita maulai!" Ujar Arlen.
Mereka lalu keluar dari tempat persembunyian. Aisley menyelinap untuk membunuh beberapa bawahan goblin itu, sedangkan Arlen menyiapkan pedangnya untuk menyerang Goblin besar.
"Maaf, aku harus membunuh mu! Semoga kamu tidak dendam dengan ku dan menghantui ku ya." Batin Aisley.
Dia masih ragu untuk 'membunuh' walaupun dia sering melihat film yang saling bunuh membunuh, tapi membunuh dengan tangan sendiri jelas berbeda dengan menonton film tentang pembunuhan. Lagi pula Film itu hanya akting, tidaklah nyata.
"Kenapa aku jadi ragu sih!? Aku... Merasa tidak tega jika harus mengambil nyawa seseorang..." Gumamnya sembari menyelinap.
"Sudahlah, memang apa masalahnya jika aku membunuh makhluk jahat sepertinya!!" Akhirnya Aisley menyemangati dirinya sendiri.
Aisley menyimpan pedangnya di tangan kiri, dia berencana menggunakan sihir untuk membunuh bawahan goblin itu. Aisley menggunakan sihir angin untuk menyayat leher bawahan itu, sehingga tidak dapat terdengar suara terikan dari salah satu bawahan goblin.
__ADS_1
"A-akhirnya aku berhasil membunuh... W-walaupun dia adalah goblin, tapi itu sama saja dengan merengkuh sebuah nyawa..." Gumam Aisley.
Aisley telah berhasil melakukan pembunuhan pertamanya, jelas sekali jika dia sangat takut. Jantungnya dari tadi tidak dapat tenang, dan tangannya gemetaran. Dia benar-benar tidak percaya jika dia telah membunuh seorah makhluk ras iblis.
"Tenanglah Aisley! Ke depannya kamu harus membunuh untuk mewujudkan perdamaian.." Gumamnya.
Aisley lalu melancarkan serangannya, setelah Arlen telah membuat keributan dengan menyerang 3 goblin besar itu. Aisley sudah tidak bersembunyi lagi, dia ikut keluar dari tempat persembunyian. Bawahan 3 Goblin itu langsung menghampiri Aisley, mereka menyerang Aisley secara bersamaan.
Aisley menggunakan medan Angin daru yang diajarkan Avram. Dengan pedang di tangan kanannya dan sihir angin yang membantunya, Aisley dapat bertarung tanpa hambatan. Nyatanya, ternyata cukup banyak bawahan 3 Goblin itu.
Setelah selesai menyingkirkan bawahan itu, Aisley menghampiri Arlen. Dia memilih menjadi pendukung daripada ikut bertarung langsung. Aisley sebenarnya masih tidak tenang karena telah membunuh bawahan goblin, walaupun saat diperjalanan mereka sempat mengalami hambatan. Tapi Arlen lah yang membunuh mereka, bukan Aisley.
Aisley membantu Arlen dengan sihir Angin miliknya, dia juga menggerakkan pedangnya untuk membantu Arlen. Pertarungan antara 3 Goblin dan Arlen serta Aisley akhirnya seimbang, bahkan pihak Aisley lebih unggul dari Goblin itu.
Aisley menusukkan pedangnya di dada salah satu goblin, tapi goblin itu mampu menghindar. 3 Goblin yang Aisley dan Arlen hadapi adalah tipe penyerang dengan tangan kosong. Tangan ketiga goblin itu benar-benar keras, tidak seperti bawahan mereka yang seperti tahu.
Goblin yang tadi menghindari tusukan Aisley menangkal pedang Aisley. Tangan goblin itu tidak terluka sama sekali, Aisley yang tidak bisa mengambil pedangnya kembali dia akhirnya menyerang tangannya dengan sihir Angin. Sihir angin itu mampu membuat mundur goblin itu.
Sedangkan di sisi lain, Arlen berhasil membuat satu goblin kewalahan. Sepertinya dua goblin yang dihadapi Arlen ini tidak bisa bekerja sama, itu adalah peluang bagi Arlen. Arlen mengangkat pedangnya keatas, dia juga melompat keatas. Dengan bantuan sihir angin, Arlen dapat berpijak dengan Angin. Arlen lalu menebas kepala goblin yang tadi terdesak.
Leher goblin tidak seperti tangannya, jika tangan mereka keras. Bagian kepala mereka tidak begitu keras sehingga Arlen dapat menebas kepala nya langsung, dan goblin itu akhirnya mati. Goblin yang bertarung bersama Arlen menggeram saat temannya itu terbunuh.
Dia menyerang Arlen dengan tangan kosong, untung saja Arlen dapat menahannya. Tangan goblin yang sedang dihadapi Arlen ini lebih keras dari Goblin satunya. Bentrokan antara tangan goblin dan perdang Arlen pun terjadi, mereka bertarung dengan sangat cepat.
Aisley segera fokus kepada Arlen, temannya itu mampu mengimbangi Goblin yang menjadi lawannya. Aisley tidak perlu khawatir, dia hanya mengendalikan sihir anginnya. Tak berselang lama akhirnya Arlen berhasil membuh goblin yang memiliki tangan keras!
"Sudah selesai!" Aisley menghampiri Arlen.
"Iya, terimakasih atas sihirmu... Walaupun sebenarnya itu tidak perlu sih." Arlen mengangkat bahunya.
"Kau ini!!" Geram Aisley.
"Wah wah, dress yang bagus akhirnya menjadi seperti ini... Aku kasihan dengan dress nya." Arlen menatap dress yang dikenakan Aisley.
Dress itu sudah Aisley sobek dibagian bawah, apa lagi jika bukan untuk mengejar Arlen? Tentunya Arlen tidak tahu, karena tadi dia terlalu fokus pada goblin yang dia ikuti.
"Kurasa kau tidak bertarung tadi, tapi bisa-bisanya dress sebagus itu kau robek." Arlen menggelengkan kepalanya.
"Kau ini! Semua karena kamu yang tidak mau menunggu mu tadi!! Kalau kau menyayangi dress nya sana ambil!" Aisley memalingkan wajahnya.
Aisley membelakangi Arlen, dia benar-benar kesal dengan Arlen. Dia lalu berjalan lebih dulu, tapi tanpa disangka perutnya merasa mual dan kepalanya pusing. Arlen yang melihat Aisley berjalan dengan gontai langsung menghampirinya.
"Kamu kenapa? Apa kamu sakit?" Tanya Arlen dengan khawatir.
__ADS_1
Dia telah memegangi pundak Aisley, takut jika temannya itu jatuh secara tiba-tiba. Aisley hanya menggeleng pelan, dia tidak dapat menjawab pertanyaan Arlen.
"Jangan berbohong, lebih baik kita kembali lebih cepat." Ajak Arlen.
Baru saja Arlen mengajak Aisley untuk segera kembali, Aisley malah langsung pingsan. Dia sepertinya sudah tidak kuat, sehingga pingsan dan merepotkan Arlen.
┈━═☆🌙 ☆═━┈
Note:
Maaf ya 'author' nya lupa buat jelasin sihir di novel ini. Jadi di sini sihirnya itu Elemen, kayak Api, Air, Angin, Tanah, Petir dll. Selain elemen ada juga sihir umum, kayak mengangkat barang, kasih penerangan (tapi terbatas ya), menyimpan beberapa barang dll.
Ada juga formasi (gabungan) kayak yang dijelasin di ch. awal. Sihir formasi biasanya dibuat penyihir itu sendiri, tapi ada beberapa gabungan kayak pas mau nyegel rasa iblis. Jadi sihir formasi cuma bisa buat penyihir tingkat tinggi.
Ada 2 macam sihir formasi (Gabungan) biasanya cuma bisa dilakuin kalau:
Penyihir itu punya elemen yang saling melengkapi, cthnya: Penyihir elemen Angin sama Api, Tanah sama Air dll.
Dari penyihir yang beda dan di formasi gak ada yang double, biasanya dilakuin 5 penyihir atau lebih. Jadi seandainya ada penyihir yang pakai kekuatan gabungan, itu penyihir nya gak boleh ada 2 elemen angin disitu pokoknya semua harus beda.
Sekian, kalian paham nggak?
Maaf banget ya kalau di ch awal nggak dijelasin dan baru dijelasin di ch ini. Maklum 'Author' aslinya agak tledor, jadi ya gini lupa jelasin:v
Oh iya, selain itu kami memutuskan untuk Hiatus yey!
Karena tugas udah mulai muncul, dan jadwal juga mulai padat jadi gak bisa lanjut dan Eka juga setuju buat Hiatus~^
...To be continued.......
...-Eka-...
__ADS_1