
"Maaf sudah membuat anda menunggu." Arlen membungkuk hormat kepada Aisley.
Dia telah kembali, di sampingnya berdiri seorang wanita yang mengenakkan gaun berwarna biru. Wanita itu terlihat cantik, anggun, lembut, sopan dan ramah.
"Tidak masalah." Ucap Aisley tanpa tersenyum.
Dia memang tidak akan bersikap ramah jika sedang bersandiwara. Mungkin akan terkesan sombong? Tapi siapa yang peduli, lagi pula dia adalah murid langsung dari Pemimpin menara sihir. Itu adalah hal yang bisa membuatnya sombong, kan?
"M-maafkan saya karena telah membuat keributan yang membuat anda terganggu, Nona." Ucap wanita di samping Arlen.
Wanita itu menunduk hormat ala bangsawan wanita.
"Saya putri ke dua dari Marquess Blanors, Rosta Blanors." Lanjutnya.
"Rosta Blanors? Bukankah dia adalah wanita yang mereka bicarakan malam itu?" Aisley mencoba mengingat pembicaraan di balkon saat pesta dansa.
"Senang bertemu dengan Anda, Lady Blanors. Saya Aisley Verrychiy, Anda bisa memanggil saya Aisley." Jawab Aisley tanpa menatap Rosta, dia sibuk melihat teh yang ada di cangkir.
"Baiklah, Lady."
"Ck, sifat seperti itu sangat tidak nyaman dilihat!" Umpat Arlen yang melihat Aisley tak acuh.
"Duduklah Lady." Arlen mempersilahkan Rosta duduk di kursi yang masih kosong.
Rosta langsung duduk, dia duduk di depan samping kiri Aisley. Sedangkan Arlen kembali ke tempat duduknya yang ada di kanan Aisley.
"Lady Aisley, maafkan saya karena telah mengganggu saya. Sa-saya tadi tidak mengetahui jika Anda ada di tempat tinggal Pangeran Flawmish." Rosta sekali lagi meminta maaf dengan nada gugup.
"Tidak masalah." Jawab singkat Aisley.
"Kenapa tiba-tiba canggung!?" Batin Aisley.
"Saya merasa terhormat bisa bertemu dengan anda, yang satu-satunya murid dari Pemimpin menara sihir." Senyuman mengembang di wajah Rosta, tapi wajahnya menampak kan rasa ragu.
"Terimakasih," Sebenarnya Aisley bingung harus menjawab apa.
"Oh iya, maaf jika ini kurang sopan. Tetapi kenapa Lady Aisley datang ke masion Pangeran Flawmish?" Tanya Rosta dengan langsung.
"Saya bertemu dengan Lady Aisley saat perjalanan pulang. Karena Lady membantu saya, untuk mengucapkan terimakasih saya mengundangnya datang kemari." Jelas Arlen.
"Sedang bermain ya.." Aisley tersenyum dalam hati.
"Ah begitu rupanya, tapi masalah apa yang membuat Pangeran Flawmish dibantu oleh Lady Aisley." Rosta nampak curiga, karena dia tahu jika pangeran satu ini tidak pernah membutuhkan bantuan.
__ADS_1
"Bukan masalah besar, hanya kakinya yang cidera." Sahut Aisley.
"Apa? Anda terluka!? Apakah itu parah?" Rista nampak panik.
"CK! Buat apa sepanik itu? Rasanya aku ingin menendangnya sampai Aslatsir!" Rutuk Arlen dalam hati.
"Tadinya iya, tapi setelah Lady Aisley membantuku sudah tidak begitu. Anda tidak perlu khawatir, lagi pula ini tidak ada hubungannya dengan anda." Jelas Arlen.
"Sialan! kenapa dia melebih-lebihkan!?" Umpat Aisley dalam hati.
"Syukurlah jika seperti itu, terimakasih Lady Aisley telah menolong Pangeran Flawmish." Rosta nampak tersenyum tulus kepada Aisley.
"Pangeran Flawmish, bagaimana saya tidak khawatir? Anda adalah Calon tunangan saya yang di pilih langsung oleh Yang Mulia Ratu. Jadi tentu saja saya khawatir akan keselamatan anda." Jelas Rosta dengan memperjelas perkataan nya.
"Tapi itu hanya Calon tunangan, walaupun itu dipilih oleh yang mulia ratu sendiri tapi masih bisa berubah." Arlen menjelaskan, dia tidak suka dengan apa yang di ucapkan Rosta.
Rosta tersentak dengan apa yang dikatakan 'Calon Tunangan' nya ini. Apakah pangeran Flawmish tidak menyetujui pertunangan ini!?
"I-iya juga, sepertinya saya terlalu berlebihan." Rosta menunduk, dia terlihat kecewa.
"Haih, ternyata dia pandai berakting ya." Aisley tersenyum dalam hati.
"Berharap aku berbelas kasihan padamu karena nada kecewa itu? Hahaha jangan mimpi! Kamu pikir kamu ini siapa!?" Aisley tertawa dalam hati.
"Saya tidak sengaja bertemu Pangeran ke-tiga, jadi kami datang bersama." Jawab Aisley dengan tak acuh.
"Sepertinya aku harus memberi mu pelajaran!" Umpat Arlen.
"Ternyata hanya kebetulan, tapi bagaimana dengan kalian yang dansa bersama? Setahu saya, Pangeran Flawmish tidak pernah mau berdansa di acara manapun." Rosta tersenyum, tapi bisa dilihat jelas jika senyuman itu bukanlah senyuman yang baik.
Semua orang tahu, jika dansa setelah Raja dan Ratu adalah dansa untuk para pasangan. Biasanya di lakukan oleh pasangan suami istri ataupun sepasang kekasih yang telah bertunangan. Jadi bagi Rosta, itu cukup aneh dan dia jelas tidak menerimanya
"Lady Blanors." Panggil Arlen dengan nada dingin.
Rosta tersentak mendengar Arlen yang memanggilnya. Dia mengalihkan perhatiannya kepada Arlen dengan sedikit menunduk.
"Lady Aisley adalah perwakilan dari menara sihir, dia adalah satu-satunya murid pemimpin menara sihir. Wajar jika saya menjadi pasangan dansanya. Kakak pertama saya sudah memiliki tunangan, jadi dia tidak mungkin berdansa dengan Lady Aisley." Jelas Arlen.
Rosta yang mendengar penjelasan itu jelas tidak terima, baginya itu bukan penjelasan tapi hanya beberapa kalimat elakan. Sejak awal dia memang menyukai Arlen, setelah mendengar rumor tentang Arlen dan Aisley dia menjadi naik pitam.
Dengan mengandalkan hubungan Ayahnya dengan Ratu, dia merengek untuk dijadikan tunangan Arlen. Tapi siapa sangka saat pesta dansa yang dia tunggu, dia malah jatuh sakit. Sehingga rencana untuk berdansa bersama Arlen di depan umum menjadi gagal.
"Tapi dansa tidak harus di lakukan untuk Lady atau Sir yang belum memiliki pasangan. Dulu saat Tuan Avram datang di pesta dia tidak mel-!"
__ADS_1
*TUK
Aisley meletakkan cangkir teh nya dengan cukup keras, dia sengaja melakukannya untuk membungkam mulut Rosta. Dan nyatanya itu memang berhasil, Rosta terdiam sambil melihat kearah Aisley.
"Sial!" Umpat Rosta.
Tidak seperti harapannya, dia malah melakukan kesalahan saat berbicara. Sekarang Aisley seperti memandangnya dengan dingin, dia gagal memanfaatkan Aisley!
"Sepertinya kalian memiliki masalah yang harus di selesaikan, lebih baik saya kembali agar kalian dapat menyelesaikan masalahnya." Aisley berdiri dan mengucapkan nya dengan tenang.
"Sa-saya... Maaf atas kelancangan saya tadi, sa-saya tidak bermaksud un-!" Perkataan Rosta kembali terpotong.
"Tidak apa-apa, saya menakluminya. Maaf jika anda tidak suka jika saya berdansa dengan pangeran Flawmish, tapi lain kali sebaiknya anda jangan membatasi orang yang tidak memiliki hubungan dengan anda." Aisley memberi hormat ala bangsawan.
"Maaf atas ketidak nyamanan anda Lady." Arlen meminta maaf sambil menunduk.
"Tidak masalah, kalau begitu saya pergi dulu." Aisley berjalan menuruni gazebo.
"La-Lady, saya minta maaf." Rosta berlik, dia terlihat panik.
"Tidak perlu." Aisley menbuka teleportasi.
Sebelum masuk kedalam Aisley sekali lagi memberikan hormat, Arlen dan Rosta juga demikian. Lalu Aisley masuk kedalam, sedangkan Rosta diam-diam tersenyum.
"Jika tidak dapat memanfaatkannya, setidaknya buat dia tidak menyukai Flawmish atau menjaga jarak dengan nya." Rosta masih menatap kedepan dengan senyum ala devil.
"Haih, wanita sok-kenal ini benar-benar ingin ku bunuh sekarang juga!" Arlen menatap Rosta dengan kesal.
"Pa-pangeran... Sa-saya tahu saya bersalah." Rosta menampakkan mata yang berkaca-kaca.
"Sudahlah jangan dipikirkan, Lady Aisley pasti tidak akan membawanya sampai kehati. Lebih baik anda berhati-hati dengan lidah itu." Flawmish menatapnya dengan dingin.
"Sa-saya..." Air mata dimata Rosta seakan sudah tidak dapat terbendung lagi.
"Kembali lah, saya masih memiliki urusan." Arlen berjalan melewati Rosta.
"Ah iya, Lady.. Jangan terus merengek untuk bertunangan dengan saya, dan jangan bersikap sok-akrab. Kita hanya beberapa kali bertemu dan berbincang singkat." Arlen melirik kearah Rosta.
Rosta tersentak, tangannya meremas gaun yang ia kenakan dengan kesal. Bisa-bisanya ada seorang laki-laki yang menolaknya!
...┈━═☆🌙 ☆═━┈...
...To be continued.......
__ADS_1
...-Eka-...