Tales Of Another World

Tales Of Another World
⸙ Ch.6 ◈ Kisah Festival Lentera [2]


__ADS_3

Disebuah dataran yang luas, sebuah dataran yang gersang. Masih ada darah yang mengering ataupun sisa bangkai dari semua ras. Aura mencengkram mengelilingi dataran luas itu.


Di sebelah Barat terdapat banyak pasukan iblis, sedangkan di arah sebaliknya terdapat persatuan dari berbagai ras yang menentang ras iblis. Perbandingan pasukan antara ras iblis dan persatuan ras itu cukup sebanding, karena akhir-akhir ini persatuan ras bisa membandingkan pasukan iblis, apalagi enam jendral yang telah gugur memberikan bantuan besar bagi mereka.


Dibarisan depan pasukan iblis, terdapat raja iblis yang berdiri dengan gagahnya. Tubuh yang lebih besar dari ras lainnya, sayap hitam legam menambah kengerian raja iblis. Bukan hanya itu, aura mencekam dari raja iblis membuat semangat lawan menciut.


Sedangkan di arah sebaliknya, berdiri orang-orang yang dianggap jendral di persatuan ras. Mereka menatap penuh benci kearah raja iblis, sepertinya aura mencengkram dari si raja itu tidak berdampak bagi mereka.


"Aura yang benar-benar kuat..." Guman Ratu Elf.


"Semoga ini bukan akhir dari kita semua..." Guman raja Gervin, raja Argenius.


"Kakak... Dengan kekuatan raja iblis saat ini sangatlah mustahil untuk kita mengalahkannya..." Kata seorang gadis berambut putih dengan mata berwarna emas.


Orang yang di panggil kakak itu melihat kearah adiknya, tangannya menggandeng adik kesayangannya itu. Tatapan kesedihan terpancar jelas dari kedua matanya.


"Apa kau benar-benar akan melakukan itu?" Guman nya, tetapi masih dapat di dengar oleh sang adik.


"Tentu saja... Tidak ada cara lain selain itu, kakak juga tahu kan..." Si adik menoleh kearah kakaknya, senyuman manis itu menghiasi wajahnya.


"Tidak Ain! Kamu tidak boleh melakukan itu!" Tangan si kakak memegang erat kedua lengan Ain.


Ain menggeleng pelan, senyuman manisnya kini sedikit demi sedikit pudar. Tangannya terulur untuk menurunkan kedua tangan kakaknya yang masih erat memegang lengannya.


"Kakak... Jika aku mampu menghentikan raja iblis walaupun sementara saja, kakak harus berjanji kepadaku untuk merestui hubunganku dengan Charles..."


"Aih... Bahkan saat seperti ini kamu masih memikirkan bed*bah itu!" Guman nya kesal.

__ADS_1


Ain terkekeh mendengar gumaman kakaknya itu, entah mengapa tapi kakaknya itu benar-benar lucu. Kekehan Ain tidak bertahan lama karena teriakan raja iblis.


"Menyerah lah kalian dasar sampah! Jadikan aku raja kalian maka akan kuampuni nyawa kalian, dasar lemah!" Ucap pelan raja iblis, namun terdengar sangat keras dan mengerikan di telinga mereka.


"SELAMANYA KAMI TIDAK AKAN PERNAH MENYERAH PADA KEPAR*T SEPERTI DIRIMU!!" Teriak sang ratu Elf.


"KAMI AKAN BERJUANG SAMPAI TITIK DARAH PENGHABISAN! LEBIH BAIK MATI DENGAN TERHORMAT DARIPADA MENYERAHKAN DIRI KAMI PADA BA*****N SEPERTIMU!!" Teriak Gervin menimpali.


"HAHAHAHA BAHKAN SAAT BYAWA KALIAN ADA DI TANGANKU KALIAN MASIJ SAJA INGIN MELAWAN!?"Raja Iblis tertawa dengan sangat keras.


"PARA PASUKAN KU, SERANG MEREKA! HABISI SEMUA TANPA SISA!!!"Teriaknya memberi komando.


"Kita tetap pada rencana!" Kata Ain memberitahu para jendral.


Mereka yang berada di barisan depan mengangguk paham. Pasukan persatuan ras juga maju untuk melawan pasukan ras iblis. Bentrokan terjadi antara pasukan ras iblis dan persatuan ras, teriakan memilukan terdengar di dataran yang tampak mengerikan itu.


*****


Mereka hanya diam saja, tidak menanggapi apa yang diucapkan raja Iblis. Tiba-tiba kelima jendral ras iblis datang, walaupun auranya tidak sekuat raja iblis tetapi itu cukup mematahkan semangat para pejuang. Untung saja yang di hadapan mereka adalah para jendral atau elite dari persatuan ras.


Tanpa menunggu perintah raja iblis, jendral iblis itu menyerang lawannya. Tetapi Kakak dari Ain yang tidak lain adalah kepala menara sihir dan Charles, orang yang disayangi oleh Ain menghadang.


Sedangkan yang lainnya menghadapi raja iblis, sang raja iblis itu tetap tertawa sepertinya dia menganggap perlawanan ras lain sebagai lelucon.


Sepuluh orang yang memiliki mana besar mengelilingi raja iblis, mereka merapatkan matra yang tidak jelas. Mulut mereka berkomat-kamit, tiba-tiba muncul sebuah formasi sihir. Formasi yang dikelilingi rune aneh itu semakin bercahaya, Raja iblis yang melihat itu malah semakin tertawa karena menganggap itu hanya mainan belaka.


Formasi sihir dari sepuluh orang itu bersatu, membentuk formasi yang lebih besar dan mengurung raja iblis. Mengerang, raja iblis mencoba terlepas dari portal yang mengurung dirinya.

__ADS_1


Tapi apa yang dipikirkan tadi ternyata salah, ternyata formasi yang mengurung dirinya sangat kuat semakin dia mencoba lepas, semakin pula kuat formasi itu. Menggunakan tenanganya, tetapi itu semua sia-sia saja, rasanya benar-benar sulit untuk keluar dari formasi aneh itu.


Hampir setengah jam raja iblis mencoba melepaskan diri, tetapi semua sia-sia bahkan rasanya dia semakin lelah dan lemah. Mengerang keras, beberapa orang yang menjadi pilar formasi meledak, tubuh mereka terpecah bak balon meletus. Darah berceceran kemana-mana bahkan anggota tubuh mereka banyak yang berkeping-keping.


"Kita harus bersiap..." Kata Gervin.


Mereka mengangguk, para peri, elf, dan sisa penyihir menyiapkan serangan kuat jarak jauh. Sedangkan ras lain yang tidak bisa menggunakan mana menyiapkan senjata mereka masing-masing.


Benar saja, tak selang lama sepuluh pilar formasi telah hancur. Mereka mengorbankan nyawa sendiri demi menghilangkan 5% kekuatan raja iblis. Belum sempat raja iblis itu bernafas, serangan yang diluncurkan penyerang jarak jauh menghujani dirinya.


Setelah hujan serangan itu selesai, serangan dari ras jarak dekat menghujani dirinya lagi. Mungkin sekarang sudah 10% kekuatan yang telah berkurang dari raja iblis, tentunya karena ketidak sialan serangan membuat dirinya terkena serangan telak. Tetapi itu sama sekali belum cukup untuk mengalahkan raja iblis.


Serangan demi serangan mereka lancarkan, raja iblis juga tidak tinggal diam, dirinya juga menyerang orang-orang yang melawannya itu. Walau beberapa kali raja iblis masih terkena serangan persatuan ras karena kerja sama mereka benar-benar mengagumkan, apa lagi kerja sama antara petarung jarak dekat dan jarak jauh.


Hampir setengah jam berlalu, banyak dari penyerang yang telah menghembuskan nafas terakhirnya. Banyak juga yang mendapatkan luka parah, rasa lelah membanjiri pasukan penyerang jarak jauh maupun dekat. Sedangkan raja iblis masih tetap saja menyerang tanpa rasa lelah.


Charles dan kepala menara sihir juga ikut membantu, mereka telah berhasil mengalahkan jendral ras iblis yang lebih lemah dari jendral yang mereka bunuh sebelumnya. Walaupun bantuan hanya dari dua orang, tapi itu cukup membuat pertarungan sedikit seimbang.


"Ki...Kita ha....harus bertahan sebentar lagi...." Ucap Gervin dengan terbata-bata.


"Anda benar, semuga saja rencana ini akan berhasil!" Sahut seorang pria dari ras Demi-Human dengan nafas yang tersengal-sengal.


Tak selang lama, aura yang kuat datang dari arah timur. Wanita berambut putih panjang dengan sayap berwarna putih yang cukup besa. Tubuh butuhnya dibalut dengan pakaian berwarna putih, bahkan tidak ada warna lain yang menghiasi pakaian itu. Kedua matanya yang berwarna emas menambah kesan agung pada wanita itu.


Iya, dia adalah Ain. Adik kesayangan kepala menara sihir serta cinta pertama dari pita mahkota kerajaan Argenius, Charles. Sayang sekali mereka yang sudah saling mencintai itu bersama, karena restu daei kakak Ain tak kunjung ada.


┈━═☆🌙 ☆═━┈

__ADS_1


To be continued....


-Eka-


__ADS_2