Tales Of Another World

Tales Of Another World
⸙ Ch.19 ◈ Menara Sihir


__ADS_3

Aisley berjalan dengan gontai, pandangannya berputar putar, perutnya sangat mual. Jika bisa dia ingin memuntahkan semua isi perutnya. Niko hanya terkekeh melihat Aisley yang pusing dan mual itu.


"Hahaha kamu akan terbiasa nanti..." Niko tersenyum simpul.


"Ugh aku tidak menyangka jika teleportasi akan se-mengerikan ini... Bahkan lebih memberikan dari apa yang aku lihat di TV!" Aisley menahan muntah nya.


"Ahahaha kamu pasti akan terbiasa kok~" Niko terkekeh melihat wajah Aisley yang pucat pasi.


"Uhh! Aku mau mati saja!" Gerutu Aisley.


Niko menggelengkan kepalanya pelan. Mereka lalu berjalan melewati lorong-lorong yang disinari dengan batu yang disebut batu cahaya. Sebuah batu yang dapat memancarkan cahaya cukup terang untuk menyinari lorong-lorong itu.


"Ugh kakak aku ingin muntah!!!" Kesal Aisley yang dari tadi berjalan dengan sempoyangan.


"Hahaha muntah saja!" Niko malah semakin tertawa melihat kaki Aisley yang nampak lemas.


"Dasar sialan!" Guman nya pelan.


*****


"Ugh dimana ini?" Guman Aisley.


Dia melihat sekelilingnya, sebuah ruangan yang cukup luas dan rapi. Sebuah ruangan ah tidak, lebih tepatnya sebuah kamar, yang didominasi dengan warna hitam dan putih. Aisley melihat sekelilingnya, setelah dia rasa sepertinya dia sudah tidak pusing dan ingin muntah lagi.


Aisley bangun dari tidurnya, dia memegang kepalanya yang masih sedikit pusing. Menyibakkan selimut yang menutupinya, Aisley berjalan menuju pintu keluar. Memegang handle pintu kamar itu, Aisley menariknya kebelakang untuk membuka pintu.


Di saat yang bertepatan, Niko baru saja ingin memegang handle pintu itu. Mereka berdua sama-sama tersentak karena tidak tahu jika ada orang di balik pintu.


"Ah kamu sudah sadar?" Niko menurunkan tangannya yang sempat terangkat.


"Umm iya kak,..." Aisley membuka pintu dengan lebar.


"Syukurlah kalau begitu, apa kamu mau makan?" Niko mundur kebelakang karena dia tahu jika Aisley ingin keluar.


"Tidak usah kak, aku masih cukup kenyang..." Tolak Aisley.


"Apakah tadi aku pingsan?" Aisley mengingat jika tadi dia merasa sangat pusing dan masih berjalan di lorong-lorong.


"Iya, seperti itulah..." Niko melihat keatas dengan bola matanya yang ke sana-kemari.


"Kenapa perilaku kakak itu mencurigakan?" Tanya Aisley.


"Tidak kok tidak!" Niko melambaikan tangannya cepat.


Aisley menatap Niko dengan penuh curiga, Niko yang yang menyadari tatapan Aisley segera mengelak.

__ADS_1


"Ah bagaimana jika kita memakan beberapa camilan di ruangan kakak?" Niko menatap Aisley dengan canggung.


"Hum... Baiklah..." Aisley mengangguk setuju.


Mereka berdua lalu berjalan bersama, Aisley dan Niko kembali melewati lorong-lorong ruangan. Aisley melihat ke sana kemari karena terdapat beberapa lukisan dan hiasan dinding lainnya yang cukup apik di matanya.


"Oh iya, Aisley..." Aisley mengalihkan pandangannya pada Niko.


"Kamu tadi bilang kalau pernah melihat teleportasi kan?" Tanya Niko sambil melirik kearah Aisley.


"Iya namun tidak secara langsung..." Aisley mengangguk.


"Jadi... Di duniamu ada penyihir bukan?" Tanya Niko lagi.


"Oh tentu saja tidak." Aisley melihat kearah depan.


"Hmm? Tidak? Lalu bagaimana cara teleportasi?" Niko menaikkan salah satu alisnya.


"Aih itu hanya khayalan fiksi, jadi tidak nyata hehe~" Aisley terkekeh.


"Khayalan fiksi? Lalu..... Bagaimana kamu bisa tahu jika teleportasi bisa menyebabkan pusing?" Niko tidak mengerti dengan Aisley yang tau akan rasa pusing itu.


"Yah masalah itu karena saat aku melihat salah satu film, ada yang menjelaskan seperti itu~"


"Kakak kapan kita akan sampai?" Tanya Aisley.


"Eh? Apakah kamu lelah?" Niko malah balik bertanya kepada Aisley.


"Um... Tidak terlalu, hanya saja aku merasa kalau kita sudah berjalan cukup lama..." Memang sendari tadi mereka telah berjalan cukup lama.


"Hahaha baiklah, sebentar lagi kita akan sampai~" Niko terkekeh.


Mereka terus berjalan hingga berhenti di depan pintu, sebuah pintu yang terlihat mewah namun terkesan elegan.


Niko menarik handle pintu hingga terbuka, di dalam ruangan itu cukup rapi. Ada banyak buku yang tertumpuk namun buku-buku itu tertata dengan rapi.


"Wah banyak sekali buku di ruangan kakak!" Aisley melihat sekeliling yang memang banyak sekali buku-buku yang nampak kuno.


"Yah itu buku sihir dan beberapa buku catatan..." Jawab Niko santai.


Niko dan Aisley duduk di sofa yang ada di ruangan tersebut. Di depan mereka tiba-tiba muncul teh dan beberapa kudapan. Aisley sebenarnya terkejut dengan itu, tetapi dia mencoba untuk tidak memperlihatkan raut terkejutnya, karena dia kan sudah tahu dengan identitas Niko yang sebenarnya.


"Makanlah, sebentar lagi bocah sialan itu akan datang kemari." Niko menuangkan teh kedalam cangkir Aisley.


"Bocah sialan?" Tanya Aisley bingung.

__ADS_1


"Hum... Iya.." Niko mengangguk.


Tidak lama kemudian terdengar pintu ruangan Niko diketuk, Niko langsung saja membiarkan si pengetuk pintu untuk masuk. Aisley melihat kearah pintu untuk mengetahui siapa yang akan datang.


Pintu terbuka secara perlahan, seorang berjubah memasuki ruangan itu. Dia masuk kedalam dan duduk di sebelah Niko, tanda tanya terpampang jelan di kedua mata Aisley.


"Kupikir kamu akan datang terlebih dahulu..." Celetuk Niko.


Orang itu membuka tudungnya, seorang laki-laki tampan dengan rambut hijau pendek terlihat dengan jelas. Dia adalah laki-laki yang berkunjung beberapa hari lalu ke rumah Niko, Avram si pemimpin menara sihir.


"Huh~ Kamu pikir teportasi benar-benar singkat?~" Tanya Avram kepada Niko.


"Aisley, dia adalah Avram... Pemimpin menara sihir banyak orang yang mengenalinya sebagai pemimpin yah walau sebenarnya bukan begitu..." Niko memperkenalkan Avram.


"Apakah dia yang akan menjadi guru ku?" Tanya Aisley.


"Bukan!! Aku yang akan menjadi gurumu, mana mungkin orang idiot ini menjadi gurumu?" Cibir Niko.


"Hei kau ini apa-apaan!? Walaupun aku idiot tapi aku sangat tampan tahu!" Avram menyombongkan dirinya.


"Cih! Bahkan muka mu saja tidak sedikitpun tampan!" Guman Niko.


"A...Ahahaha baiklah, jadi aku hanya akan mengambil identitas sebagai murid umm... Tuan Avram?" Tanya Aisley dengan canggung.


"Iya begitulah..." Niko mengangguk kan kepalanya.


"Panggil saja bocah sialan ini Avram, tidak perlu se-hormat itu." Niko melirik Avram dengan malas.


"Ah kau ini~ Apakah kau iri dengan ku?" Avram tersenyum jahil.


"Hmph! Mana mungkin aku bisa iri dengan bedeb*h seperti mu?" Niko tersenyum mengejek.


"Oh benarkah? Aiya~ Bukan kah gadis ini menghormati ku sebagai seorang kepala menara sihir shihsihsi~ Dia bahkan memanggilku dengan sebutan 'Tuan' berarti dia sangat menghormati ku dan itu artinya aku lebih terhormat daripada kamu hehehe~" Avram terkekeh.


"Apa aku orang yang gila hormat?" Niko melihat Avram dengan muka datar.


Seketika hening, tidak ada yang berbicara di antara mereka. Avram membeku melihat Niko yang melihatnya dengan muka datar, sedangkan Aisley tidak paham dengan apa yang mereka perdebatkan.


"Apakah aku boleh menjodohkan mereka?" Tanya Aisley dalam hati karena dia dianggap seperti benda mati.


......┈━═☆🌙 ☆═━┈......


......To be continued.........


...-Eka-...

__ADS_1


__ADS_2