
" Nisa loe ke sini sama siapa??? eh ini bukannya bocah yang selalu buat loe kesal ya???? yuk gabung sama gue sama yang lain " ucap Novi ya tidak merasa bersalah sama sekali
" Tidak terima kasih " ujar Nisa dingin dan tidak lupa wajah datarnya " ayo qila, Daddy sudah menunggu kita " ucap Nisa lembut sambil menarik pelan lengan qila
" Nisa tunggu..... loe itu kenapa sih?? kok ketus gini sama gue. soal kemarin loe salah paham, itu terjadi gak sengaja. ada yang lewat jadi gue ke dorong ke Angga dan gak sengaja bibir kita nempel " ujar Novi berbohong dengan berbagai macam alasan
" udah selesai loe ngomong?? kalo udah bye " ujar Nisa datar namun sebelum benar-benar keluar dari toilet, Nisa mendengar Novi yang mencaci makinya.
__ADS_1
Nisa memberikan kode pada qila untuk segera pergi dari tempat itu. ia tidak mau qila mendengar kata-kata yang tidak pantas di dengarnya. awalnya qila menolak namun setelah melihat Nisa menggeleng akhirnya qila keluar untuk memberitahukan Daddy nya hal yang terjadi pada nisa
" dad... Daddy " ucap qila pada Azka yang terlihat sibuk dengan ponselnya
" Hem..... ada apa sayang. kamu sudah selesai mana Tante Nisa nya" sahut Azka menatap sekilas putrinya
" hah..... siapa qila?? kok bisa. ayo kita susul Tante Nisa " kaget Azka langsung berdiri dan segera berlari mencari keberadaan Nisa
__ADS_1
" Daddy..... tungguin qila " sontak pekikan qila memberhentikan langkah kaki lebar Azka hingga akhirnya mereka pergi bersama
" hei...... loe jangan songong jadi orang. di manfaatin aja udah sombong loe, asal loe tau ya loe itu cuma di manfaatin sama Angga. Angga itu cintanya sama gue, dari SMA kami saling cinta tapi karena Loe mohon-mohon sama Angga untuk terima cinta loe dengan terpaksa Angga terima Loe dan selama Angga pacaran sama loe Angga itu udah bosan sama Loe. dia bosan jenuh sama gaya pacaran loe yang itu-itu aja. loe itu pacaran sama dia kayak jalan sama bokap loe sendiri, yang cuma pegang tangan doang udah gitu masa cium pun cuman kening sama pipi dong. Angga jadi berasa jalan sama adiknya bukan pacarnya. payah loe, Angga sering curhat ke gue kalo di itu gak pernah loe puasin. tapi gimana puasin nya coba kalo jalan sama anak kecil kayak Loe " olok Novi meluapkan kekesalannya " Angga itu laki-laki normal, dia juga butuh yang lebih dari pegangan tangan doang. cupu loe, munafik sok alim taunya........ atau jangan-jangan loe di ajarin nyokap loe lagi berlagak polos untuk gaet cowok-cowok tampan dan kaya. munafik loe, dasar j****g " tambahnya lagi menggerdikan bahu sambil tersenyum mengejek
sementara Nisa sudah mengepalkan kedua tangannya dengan erat, wajah nya sudah berubah memerah menahan amarah, deru nafas memburu dengan kelopak mata yang sudah memerah serta terlihat berkaca-kaca di sudut matanya. sekali berkedip saja sudah di pastikan air matanya mengalir namun sekuat tenaga Nisa menahannya dengan cara mendongakkan kepalanya. hingga akhirnya Nisa membuka suaranya
" cukup....... " sentak Nisa " cukup loe hina gue, cukup loe permalukan gue, cukup. cukup gue yang terima jangan loe bawa-bawa nyokap gue. loe mau Angga kan ambil!!! gue dengan senang hati lepaskan laki-laki berengsek kayak dia sama loe. gak akan gue pertahanan kan laki-laki bajingan kayak dia, masih banyak laki-laki yang lebih baik dari dia " teriak Nisa dengan air matanya yang sudah bercucuran. ia sudah tidak bisa menahannya lagi. rasanya sakit, kecewa, marah membuat dadanya terasa sesak hingga jebol sudah pertahanannya
__ADS_1
Ada apa ini...........